12 KESATRIA

12 KESATRIA
2.


__ADS_3

Seseorang berjubah hitam memasuki ruangan gelap, dengan suara bergetar dan berkeringat dingin dia menghampiri orang dengan pakaian merah darah yg membelakanginya. orang tersebut memiliki aura kegelapan yg sangat kuat. 'Apakah aku harus memberi tahu tentang batu kristal merah yg sudah di temukan oleh kesatria Timur,aku pasti mati setelah ini' batinnya sambil mengingat kekejaman orang yg di depannya sangatlah menakutkan. "Tuanku kesatria Timur telah menemukan kepingan batu kristal merah, apa yg harus kita lakukan?" ucapnya dalam ketakutan.


"Mengapa kerja mu tidak becus, bukankah sudah ku perintahkan kau untuk mengawasi setiap langkah mereka , apa kau tau konsekuensi atas kecerobohan mu?"ucap pria berpakaian merah darah sambil berbalik dan memperlihatkan wajahnya yg sangat mengerikan, terdapat banyak bekas luka di wajahnya. Ya, itulah raja Gelap yg memimpin kerajaannya dengan sangat kejam dan tidak manusiawi.


Dengan ketakutan yg sangat besar orang berjubah hitam langsung bersujut untuk meminta pengampunan."Ampun Tuan hambamu ini tidak bisa mengalahkan para kesatria saat itu, perisai yg melindungi batu kristal telah lenyap di musnahkan oleh seseorang. Para kesatria sangat kuat, hamba hanya orang yg lemah," jelasnya panjang lebar.


"siapa yg bisa menghancurkan perisai kuat itu, bahkan aku sendiri tidak bisa menghancurkannya, apa kau ingin membodohi ku?" raja Gelap berkata dengan sangat marah, 'bagaimana mungkin ada yg bisa menghancurkan perisai yg di buat raja pertama dari kerajaan Malam' batin raja gelap.


"Ampun Tuanku, itu adalah seorang wanita dari gunung Maut,"


"seorang wanita?, bagaimana mungkin"


"Maaf tuanku hamba tidak tahu"

__ADS_1


"kau harus membayarnya" ucap raja sambil mengayunkan pedang dan melafal mantra.


"szzinggg.." Semua orang yg berada di ruangan tersebut ketakutan tapi tidak berani bergerak ataupun mengeluarkan suara kecil. Mereka tau bagaimana sifat raja mereka yg kejam terhadap orang yg tidak mematuhi perintahnya.


"Siapkan perlengkapan, aku akan mencari tahu semuanya sendiri, tidak ada yg bisa di harapkan atas hal ini semuanya tidak berguna" ucap raja gelap sambil menaruh pedangnya dan duduk di atas tahtanya kembali.


*Di danau*


"Mengapa kau sangat keras kepala, tidak mau mengalah sama sekali" ucap Naor yg sudah bosan mendengar ocehan Catherine,


"Apa kau merasa kesatria akan meminta maaf, kepada orang sepertimu"


"Lalu mengapa kesatria meminta bantuan kepada orang sepertiku?" dengan kesal Catherine berkata dengan kasar.

__ADS_1


"hey hey, bagaimana kau bisa berbicara kepada kesatria seperti itu, lagi pula aku memberi perintah bukannya meminta bantuanmu"


"Wah selain pintar berdebat ternyata kau juga pintar menyangkal" Catherine tak menyangka seorang kesatria bisa berkata seperti itu."Baiklah kalau begitu aku pulang saja" ucap cathrine sambil berjalan berbalik,


Setelah berjalan beberapa langkah, jalan yg licin membuat Catherine tergelincir.


Naor yg terlanjur kesal tak ingin menghiraukan Catherine lagi, namun melihat catherine hampir jatuh, dengan sigap Naor menangkapnya catherin hingga mereka berpelukan.


'apa yg terjadi mengapa jantungku berdebar-debar, oh ya Tuhan mengapa dia terlihat cantik sekali' batin Naor mengagumi catherine diam-diam. Catherine yg merasa situasi tidak benar langsung menjauhkan dirinya. Sebelum catherine berbicara Naor terlebih dahulu berkata. " Aku akan membuat kontrak perjanjian, aku akan mengabulkan tiga permintaan kepadamu, jika,... kau mau mengikuti perintahku.. bagaimana?"


Tanpa pikir panjang catherin menolak " aku keberatan".


"Baiklah kalau begitu aku ingin melihat apakah kau bisa keluar dari tempat ini sendirian". Naor memandang di sekeliling, dia dari awal sudah menyadari kedatangan para penguntit yg ingin membunuhnya.

__ADS_1


Catherine yg tidak menghiraukan perkataan Naor pun hendak pergi, Naor yg melihat keras kepalanya Catherine merasa hawatir karena para penguntit bisa menyerang kapan saja.


__ADS_2