12 KESATRIA

12 KESATRIA
6.


__ADS_3

Naor yang melihat Catherine terjatuh ingin menolong tetapi di hentikan oleh Albert dengan alasan ingin melihat apakah Catherine bisa menyelamatkan hidupnya dalam bahaya. Semua pelajar digunung Maut memiliki ilmu yang besar, jadi mungkin Catherine bisa menyelamatkan dirinya sendiri.


"Naor bukankah kau bersamanya kemarin?"


Ucap Albert yang mengingat mereka pernah bertemu.


"Iya, aku bersamanya saat itu, aku merasakan sesuatu yang aneh saat bertemu saat itu" ungkap Naor sambil menatap tepi sungai dengan heran. "Aku merasakan ada kekuatan kesatria dalam dirinya,, tapi aku tidak yakin. Guru Daro pernah memberiku sebuah buku ramalan tentang masa depan,"


Ucap Naor sambil mengalihkan pandangannya ke arah Albert.


"Buku ramalan..... Aku rasa aku pernah melihatnya, bukankah itu buku tentang masa depan kerajaan Matahari, dan ke-12 kesatria yang akan berperang melawan kerajaan-kerajaan demi menyelamatkan alam semesta". Ucap Albert sambil mengingat-ingat.


"Ya. Aku rasa begitu, buku itu hanya bisa di baca setiap 1 tahun sekali yaitu di malam bulan merah. Aku hanya membacanya sekali tahun itu dan dapat di simpulkan bahwa kesatria yang dimaksud adalah kita, namun anehnya di dalam buku ada 12 kesatria sedangkan kita hanya 11" ungkap Naor dengan bingung.


"Atau adakah kesatria lain yang akan bergabung dengan kita?"..


Naor mengambil sebuah kertas dari sakunya dan membuka kertas itu, Albert dan Naor melihat dengan teliti.


"Ini adalah sebuah peta bintang yang di berikan oleh seorang mentri kerajaan bintang". Ucap Naor sambil mengamati peta tersebut. "Menurut buku yang di berikan guru Daro ramalan tersebut juga menunjuk ke arah peta ini" ucap Naor.


Albert semakin penasaran dan melihat lebih dekat peta tersebut. "Naor apa kau menyadari sesuatu, peta ini menunjukan 4 elemen yang kesatria kuasai"


"Benar, elemen air, api, udara, dan tanah. Setiap kita menguasai salah satunya tapi ada satu yang kurang, kesatria penguasa air sepertinya kekurangan anggota. Setiap melakukan tugas, penguasa air akan selalu gagal". Ucap Naor yang sudah menyadari semuanya.


"Jadi siapa orang itu?" tanya Albert penasaran.


"Yah... Tentu saja aku tidak tahu". Ucap Naor dengan malas sambil menyimpan kembali peta tersebut.


Di sisi lain Catherine yang hampir kehilangan nyawanya berusaha untuk tidak kehilangan oksigen dan mencoba untuk meraih ranting yang ada, namun gagal. Di saat Catherine putus asa, sebuah pohon yang berada di tepi sungai tumbang dan hampir menimpa Catherine, di saat-saat genting sebuah pusaran air mengelilingi Catherine hingga pohon yang tumbang tidak mengenai Catherine. Dan sebuah cahaya ungu memancar dari tubuh catherine, Catherine pun tidak sadarkan diri.

__ADS_1


Kesatria air yang merasakan hal yang aneh dengan kekuatan mereka langsung berkumpul.


Urutan ke 11 kesatria Timur:



Andran adalah yang tertua


Conelly


Albert


Helle


Raina


Clara


Naor


Blythe


Nicole


Veronika



Itulah nama-nama Kesatria Timur dengan urutan masing-masing.

__ADS_1


Helle, dan Clara adalah penguasa air.


Andrean, Naor, dan Veronika, penguasa api.


Raina, Astrid, dan Albert, penguasa udara.


Blythe, Conelly, dan Nicole, penguasa tanah.


Semuanya mempunyai peran masing-masing dalam bertarung.


"Aku merasakan sebuah kekuatan" ucap Helle setelah mereka berkumpul.


"Apakah ini semacam panggilan" ucap Andrean yang merupakan orang tertua dan juga ketua dalam kelompok.


"Aku tidak yakin ini panggilan, bagaimana mungkin ada yang dapat melakukan ini selain para kesatria". Ucap Clara dengan wajah bingung.


"itu mungkin" ucap Naor dan Albert bersamaan. Kemudian menjelaskan pendapat mereka tentang kesatria yang seharusnya ada 12.


"Itu masuk akal, kalau begitu mari kita temukan orang itu" ucap Andrean dengan tegas, kemudian semuanya berpencar mencari sumber kekuatan tersebut.


Di tempat lain Catherine yang baru sadar,menemukan dirinya terdampar di tempat yang penuh dengan bunga-bunga indah.


"dimana ini" ucapnya smbil memegang kepalanya yang terasa sakit. "wahh.." ucap Catherine menyadari ternyata dirinya berada di tempat yang sangat indah, "apakah aku sudah mati" ucap Catherine kemudian mencubit pipinya, "aww" rintihnya kesakitan. Menyadari dirinya belum mati Catherine sangat senang.


"Ternyata aku belum mati, syukurlah" ucapnya sambil berdiri, walaupun basah kuyup, namun Catherine tidak mendapatkan luka apapun dan tidak merasakan sakit sama sekali. Mengingat air yang begitu deras membawanya hanyut, Catherine kebingungan.


Sebuah sinar bercahaya di leher Catherine.


"apa ini?" ucapnya dengan bingung, "ternyata kalung peninggalan ibu" ucapnya dengan senyum mengingat kenangan bersama ibu yang sangat di rindukannya.

__ADS_1


Kalung tersebut adalah peninggalan ibu Catherine yang sangat berharga. 'Dulu ibu pernah berkata, jika aku memakai kalung tersebut maka aku akan dilindungi dari bahaya, tapi mengapa para penguntit saat itu masih bisa melukaiku' batin Catherine.


__ADS_2