
Tiga orang dengan tampilan orang kaya menghadang langkah Catherine dengan angkuh. Mereka ialah Alea, Tiara, dan Vivi yang sangat sering membuli Catherine.
"Hay Catherine, apa kau menunggu kami" Alea memulai percakapan dan mereka bertiga mulai tertawa jahat. "Aku dengar-dengar kesatria akan memilih gadis, apa kalian tahu teman-teman" ucap Alea kembali sambil menyilangkn tangan di dada dan tersenyum sinis menatap Catherine.
"Aku tahu itu, aku sangat yakin Alea akan menjadi orang yang dipilih kesatria, Kau itu orang yang hebat" ucap Vivi tersenyum sambil menggulung rambut di jarinya. "Aah.. Itu tidak mungkin bagaimana itu bisa terjadi" jawab Alea malu-malu.
"Kau itu hebat dalam segala hal, bagaimana mungkin orang dapat mengalahkanmu nantinya, bahkan orang didepan kita saja tidak berani berbuat apa-apa jika menghadap kita" ucap Tiara di iringi tawa mereka bertiga.
Alea adalah ketua dari mereka, yang terkuat dan memiliki jabatan yang tinggi di akademi gunung Maut, hampir semua orang menghormatinya.
"Kau benar, kenapa kita tidak menyuruhnya bertarung dengan Alea untuk membuktikan betapa hebatnya Alea" ucap Vivi sambil melirik ke Alea.
Alea yang merasa dirinya di tantang pun menyetujui saran Vivi. "Baiklah kalau begitu, aku akan memulainya dengan sungai deras di belakang sana" ucap Alea sambil memberi isyarat kepada teman-temannya untuk membawa Catherine ke sungai belakang gunung.
__ADS_1
Catherine yang sedari tadi mendengar hanya diam tak berani berbuat apa-apa, tapi ketika mendengar dirinya akan di bawa ke sungai, Catherine mulai merasa sedikit panik. Dari dulu dia memang takut dengan sungai yang berada di belakang gunung. Terbesitlah sebuah ingatan masa lalu tentang bagaimana Catherine hampir terbunuh disungai belakang gunung oleh orang dengan asap hitam mengelilinginya, untungnya guru Daro datang tepat waktu dam menyelamatkannya. Dari situlah Catherine mulai belajar di gunung Maut.
"Jangan bawa aku kesana, tolong jangan menyiksaku". pinta Catherine dengan tangan gemetar. Alea yang melihat Catherine gemetaran malah semakin penasaran.
"Bawa dia sekarang, sebelum pelajaran dimulai" ucap Alea sambil berjalan keluar kelas dan menuju sungai deras di belakang gunung. Catherine ingin memberontak namun di hajar oleh Vivi dan Tiara hingga tidak bisa berbuat apa-apa. Orang yang melihat itu hanya diam melihat tak berani membantu, karena mereka tahu yang sedang membuli itu adalah Alea.
Sesampai di sungai deras, Catherine tampak masih trauma dengan tempat itu bayang-bayang orang berjubah hitam masih terbesit di benaknya. Tiara membuyar lamunanya dengan menyiram air ke tubuh Catherine hingga basah kuyup.
"Mengapa kau diam, apa selama bertahun-tahun belajar kau tidak tahu cara berkelahi?,.." Alea berjalan mendekati Catherine dengan arogan di depannya adalah sungai deras yang curam, jika Catherine mundur beberapa langkah lagi maka dia akan terjatuh.
Alea mulai membuka tas Catherine dan membuang isinya ke tanah. Di tas Catherine hanya ada buku-buku dan alat-alat sekolah.
"Apa hanya ini yang kau punya?.. Dasar miskin" hina Alea "Aku tidak mau bermain-main lagi, teman-teman mau kita apakan dia?"
__ADS_1
Tiara dan Vivi sedang berpikir. Setelah lama berpikir.
"Atau kita buang saja dia ke sungai, aku ingin melihat apakah dia bisa menyelamatkan dirinya sendiri" ucap Tiara dengan tersenyum jahat. "boleh juga" jawab Alea dengan muka yang siap menerkam kapan saja.
Catherine yang masih terduduk di tanah terkejut dengan apa yang mereka katakan, walaupun banyak luka yang dia dapat, Catherine masih rela menerimanya dari pada mengakhiri hidupnya di sungai ini. "Tolong jangan lakukan hal itu, aku akan melakukan apa saja yang kalian mau, tapi jangan bunuh aku" ucap Catherine dengan tubuh yang gemetar, selain karna takut mati, Catherine ingin sebelum kematiannya dia dapat menyelesaikan dendam orang tuanya yang dulu telah dibunuh saat dia kecil. Catherine pun mulai sadar dia harus melarikan diri secepatnya bagaimana pun caranya. Jika dulu dia di selamatkan oleh guru Daro tapi sekarang mungkin tidak lagi. Dia tahu jika Alea yang berkata seperti itu maka itu akan menjadi nyata, padahal Alea itu wanita tapi entah kenapa dia sangat kasar dan tidak memiliki hati nurani. Catherine dari kecil sudah belajar ilmu beladiri di gunung maut tapi seperti ada penghalang yang menghalangi kekuatannya, dia hanya menguasai materi tapi tidak tau cara mempaktikan ilmu itu.
Catherine ingin melarikan diri namun sebelum Alea, Tiara, Dan Vivi menyentuh Catherine, dia sudah terjatuh karena terpeleset tanah yang licin. "Aaaa.......... Bumm..." setelah itu tidak ada bunyi lain.
Alea dan teman-temannya pergi begitu saja tanpa rasa bersalah.
Tanpa disadari kesebelas kesatria yang tadinya ingin jalan" melihat gunung, malah menyaksikan Catherine yang terjatuh ke sungai yang mengalir sangat deras.
Naor yang mengenal Catherine ingin menyelamatkannya namun di tahan oleh Albert yang juga adalah kesatria Timur.
__ADS_1
"Jika kau ingin menguji wanita itu, maka biarkan dia terlebih dahulu" jelas Albert saat melihat wajah bingung Naor.