12 KESATRIA

12 KESATRIA
4.


__ADS_3

Flash back ke masa lalu Naor.


Saat kecil Naor tinggal disebuah kastil yang megah bersama keluarganya. Naor adalah anak tunggal seorang bangsawan, mereka hidup dengan damai, hingga suatu hari prajurit dari kerajaan Terang datang mambakar dan menghancurkan kastil. Tanpa tahu alasannya para prajurit membawa orang tua Naor, dan meninggalkan Naor yang menangis dan masih belum paham dengan kondisi itu.


Untungnya seorang pria tua dengan kuda melewati daerah itu dan menyelamatkn Naor. Karena insiden itu Naor menjadi orang yang pendiam, murung dan tidak mau berbicara, dia masih bingung kenapa kerajaan Terang menangkap orang tuanya. Akhirnya Naor tinggal bersama orang tua itu. Orang tua itu menyayangi Naor dan menganggapnya sebagai anak kandungnya, Naor juga dapat merasakan kasih orang tua itu. Walaupun hanya tinggal di tempat terpencil mereka tetap hidup tenang.


Saat ulang tahun Naor yang ke 17, orang tua itu memutuskan untuk pergi berburu namun sampai saat ini dia tidak kembali, orang tua itu hanya meninggalkan surat untuk naor yang berisikan "jika ingin pergi menemukan orang tua mu pergilah ke gunung maut". Akhirnya Naor pergi dan mulai belajar tentang ilmu beladiri hingga menjadi seorang kesatria. Namun identitasnya sebagai seorang bangsawan harus di tutupi dan dia harus mendekati raja Terang agar mendapat informasi tentang orang tuanya.


Hingga saat ini Naor masih mencari keberadaan orang tua kandungnya dan orang tua angkatnya itu.


Dan alasan Naor mendekati Catherine adalah karena tantangan dari para kesatria untuk mencari setangkai bunga ajaib yang hanya bisa di temukan oleh seorang wanita pelajar dari gunung maut, dan hanya ada seorang saja yang bisa mengambilnya. Naor hanya ingin menguji Catherine saja dan Naor tidak yakin jika Catherin bisa melakukannya, mengingat banyak wanita yang lebih hebat darinya.


Flash back off.

__ADS_1


Keesokan paginya Catherine pergi ke gunung seperti biasa setelah bersih-bersih. Luka yang kemarin sudah tidak sakit mungkin karena obat yang Naor beri sangat ampuh.


Saat sampai di tempat latihan Catherine langsung duduk bersama teman-temannya yang tengah asik bercerita.


"Hai.. Apa yang kalian bicarakan?,, kelihatannya asik" sapa Catherine.


"hai Catherine, apa kau tahu kemarin malam para kesatria datang ke tempat ini untuk memilih gadis- gadis" ucap teman catherine dengan semangat.


"Aku tidak tahu kenapa, tapi yang pasti mereka ingin memilih seorang gadis untuk di jadikan rekan mereka, oh ya bukannya kamu ngefans dengan kesatria Naor kan?, bukankah ini kesempatan untukmu mendekatinya,"


"Ya tapi aku rasa sekarang aku tidak akan ngefans lagi dengannya, dia sangat menyebalkan". Catherine sangat malas mengingat pertemuan mereka hari itu, "kau tahu bagaimana dia berbicara dengan fansnya,,, dia sangat kasarrr" ucap Catherine setengah berbisik kemudian tertawa lepas.


"Apa kau pernah bertemu langsung dengannya?" tanya Lika temannya Catherine dengan penasaran.

__ADS_1


"tentu saja dia bahkan memelukku,, ha..ha..ha...ha.." tawa Catherine tambah kencang.


"Hey.. Ada apa denganmu," Lika bosan melihat Catherin yang tertawa tanpa kejelasan.


"lusa adalah hari yang di tentukan untuk memilih gadis-gadis, kau harus datang, ingat itu".


"Aku tidak punya ilmu yang besar, bagaimana aku bisa melewati kalian nantinya"


"Apa salahnya mencoba" Lika menepuk bahu Catherine lalu beranjak pergi sambil melambaikan tangan ke arah Catherine.


Catherine membalas lambaian Lika sambil tersenyum lalu mesuk ke ruang kelasnya tempat untuk belajar tentang pengobatan. Lika dan catherine berbeda kelas.


Saat masuk beberapa langkah dari pintu catherine langsung di sambut oleh para murid nakal yang siap membuli Catherine, catherine sudah terbiasa dengan hal itu karena Catherine tidak memiliki ilmu yang cukup untuk melawan dia hanya bisa pasrah.

__ADS_1


__ADS_2