13 Mantan Ry

13 Mantan Ry
Idul Fitri


__ADS_3

" Kesalahan selalu bisa dilupakan , jika Kita bisa besar hati mengakuinya Dan kesedihan selalu bisa dihapus Jika Kita mau memeluknya , lalu rasa sakit dihati bisa menghilang Jika Kita tulus mampu memaafkannya".


Selesai berbuka puasa Kami mulai membersihkan sampah serta sisa - sisa makanan yang ada dilantai dengan menyapu lantai soal ruangan keluarga rumah Za mau Kami jadikan tempat melaksanakan shalat magrib berjama'ah.


Setelah selesai berbuka puasa Kami melaksanakan shalat magrib berjamah Yogi yang jadi imamnya karena Dia lulusan pondok persanten.


Selesai melaksanakan shalat magrib Yogi sebagai imam memimpin doa agar dosa - dosa Kami semua diampun , bisa menjadi anak yang berbakti kepada kedua orang tua dan semoga tahun depan kelas 3 Tkj 2 semuanya lulus amiin.


Selesai melaksanakan shalat magrib berjamah Kami berkumpul sambil duduk diatas tikar mulai mengobrol sambil bercanda.


" Wedus Kita komvoi jalan - jalan keliling kota Duri yuk !" Ajak Rian.


" Tumben punya ide bagus Rian " kata Za.


"Rian gitu loh" Kata Rian.


" Baru dipuji udah ngembang aja hidung Rian" Kata Ry.


" Aku setuju mendingan Kita Komvoi aja keliling kota Duri" Kata Ria.


" Maaf Ry gak bisa mau pulang aja takut Mama dan Papa marah" Kata Ry.


" Dasar anak Mama si Ry " Kata Rian.


" Emang Rian anak Papa ya?" Tanya Ry.


" Aku anak Bundo " Jawab Rian.


" Ngatain Ry anak Mama , eh Rian anak Bundo kandung" Kata Ry.


" Salah Rian gak ada Bunda tapi anak yang nemu ditong sampah buktinya Dia sendiri yang jelek dan hitam dari Kakak , Abang dan Adeknya" Kata Joni.


" Udah jelek hidup lagi" Kata Ade.


"Udah .....udah kalau bully Rian jangan tanggung gas pool aja" Kata Za.


" Kirain dibela eh gak tahunya gak, Za antarin Ry pulang yuk! Ajak Ry.


" Ya elah Ry baru pukul 19.30 wib banci aja belum nogkrong " Kata Rian.


" Gimana banci mau nogkrong kan bancinya Rian" Kata Ry.


" Wwwwwwkkkk mampus Rian dikatai banci ama Ry " Kata Ade.

__ADS_1


Akhirnya Kami berpamitan ama keluarga Za untuk pulang dan berterimakasih udah memperbolehkan rumahnya jadi tempat bukber.


Kami keluar dari rumah Za ,Melani minta difotoin ama Za didepan rumah Za buat mensosnya .


...



...


Rian yang jadi fotographernya Melani setelah itu Joni dan Melani berfoto didepan rumah Za.



Yogi dan Eko juga gak mau ketinggal mumpung Rian jadi fotographernya , kasihan Rian udh dibully dan jadi fotographer gak diajak foto lagi.



Kami berjalan kehalaman rumahnya Za untuk mengambil motor yang diparkir disana , Za naik keatas motornya lalu Ry duduk dijok motor Za.


Motornya Za berada didepan Kami semua Komvoi untuk mengantarkan Ry pulang kerumah , teman - teman sekelas Ry baik semua mau mengatarkan Ry sampai rumah dengan selamat.


Hari Lebaran.........


Pagi ini Kita sudah bangun untuk melaksanakan shalat idul fitri , rumah Ry berada dekat dari mesjid kira - kira cuma 300 cm makanya Kita memutuskan kemesjid berjalan Kaki.


Sesampai dimesjid terlihat sepi karena banyak yang mudik orang tinggal diDuri itu banyak perantau dari Sumbar maka setiap lebaran Mereka akan Mudik.


Selesai mengadakan shalat Idul Fitri Kami melakukan halal bihalal bersama warga sekitar komplek perumahan yang berada didalam mesjid.


Sesampai dirumah Kami berkumpul dirungan keluarga untuk melaksanakan sungkeman, Mama dan Papa duduk lalu Mbak fika , Abang Andre dan Fira yang duluan melakukan sungkeman ama Mama dan Papa.


Setelah Mbak Fika , Abang Andre dan Fira selsai melakukan sungkeman ama Mama dan Papa Mereka duduk disamping Papa lalu dilanjutkan Mbak Lia , Abang Dedi dan Dira yang melakukan sungkeman.


Mbak Lia setiap tahun pasti nagis termewek - mewek pas sungkeman ama Mama dan Papa soalnya Mbak Lia sering ribut ama Mama dan Papa.


Mbak Lia ,Abang Dedi dan Dira duduk disamping Mbak Fika akhirnya giliran Ry yang sungkeman ama Keluarga Ry.


" Mohon maaf lahir dan batin ya Mama" Ry mencium punggung tangan Mama setelah itu Ry cipika - cipiki ama Mama.


" Sama - sama Dek, Mama sebagai orang tua juga minta maaf apabila ada salah dan khilaf yang dilakukan kepada Dek" Kata Mama.


" Mohon Maaf lahir dan batin Papa " Ry mencium punggung tangan Papa lalu Ry cipika - cipiki.

__ADS_1


" Iya , Papa juga minta maaf apabila ada salah dan khilaf ama Dek ya." Kata Papa.


" Ini Thr buat Dek" Mama memberi amplob putih ama Ry.


" Makasih Mama" Ry mengambil amplob dari Mama.


" Mohon maaf lahir dan batin Mbak" Ry menyalimi punggung tangan Mbak Fika.


" Iya ,Mbak juga minta maaf apabila ada salah dan khilaf ama Dek" Mbak Fika cipka - cipki ama Ry.


" Mohon maaf lahir dan batin ya Abang " Ry mencium punggung tangan Abang Andre.


" Sama -sama , Abang juga mohon maaf lahir dan batin". Kata Abang Andre.


" Dek ini Thr dari Mbak dan Abang" Mbak Fika menyerahkan amplob thr ama Ry.


" Makasih Mbak" Ry mengambil amplobnya dari tangan Mbak Fika.


" Minal adil walfaizin Mbak" Ry menyalim punggung tangan Mbak Lia.


" Iya , Mbak juga minta maaf lahir dan batin" Mbak Lia cipika - cipiki ama Ry.


" Mohon maaf lahir dan batin Abang" Ry menyalim punggung tangan Abang Dedi.


" Iya , Abang juga , ini Thr buat Dek" Abang Dedi menyerahkan amplob ama Ry .


" Makasih Abang" Ry mengambil amplob dari Abang Dedi.


Lebaran hari pertama Kita berkumpul dirumah Om Dikin Adeknya Papa karena Mbak wedok tinggal disana, lebaran pertama Ry pakai baju gamis ama celana legging warna hitam dan jilbab warna hitam.


Sesampai dirumah Om Dikin semua Abang dan Adek Papa berserta istri dan anak - anaknya yang tinggal diDuri udah Pada berkumpul diruangan keluarga.


Mbah wedok cuma bisa duduk dikursi roda soalnya Mbah Wedok sakit stroke, sedih ngelihat kondisi Mbah Wedok yang sakit .


Kita melakukan teradisi sungkeman dari urutan yang anak Mbah Wedok yang tertua dan cucu Mbah Wedok yang termuda.


Selesai sungkeman Kami makan masakan Tante Eli , Tante Eli masak ketupat ama gulai ayam kampung , rendang daging, sambel hijau hati ayam dan tumis toge campur tahu dan tempe.


Cucu dan Cicit Mbah Wedok cuma bisa ngumpul setahun sekali saat lebaran aja karena kesibukan Kami ada sekolah , kuliah dan kerja makanya jarang ketemu.


Suasana rumah om Dikin jadi ramai karena keluarga besar Papa Ry ngumpul disitu sampai gak buat rumahnya cucu dan cicit Mbah wedok pada duduk diteras depan rumah om dikin.


Makasih yang udah baca

__ADS_1


Tolong like & komennya


Bersambung............


__ADS_2