13 Mantan Ry

13 Mantan Ry
Layar Tancap


__ADS_3

"Cinta terbaik adalah yang membuatmu menjadi orang yang lebih baik tanpa mengubahmu menjadi orang lain."


Malam Harinya..........


Pada malam hari rumah Nenek gelap gulita hanya diterangi sebuah lampu semprongan yang mengunakan minyak tanah , Nenek memasak sambel ikan selais dan sayur bening bayam untuk makan malam.


Nenek dan Ry berada didapur lalu duduk dilantai yang beralaskan tikar pandan berduri nasi , sambel ikan selais dan sayur bening bayam sudah tersedia.


Walaupun dengan menu yang senderhana tetapi Ry menyukai masakan Nenek yang is the best , lalu Ry mengambil piring lalu mengambil nasi serta sambel ikan salai dan sayur bayam.


Selesai makan malam Ry dan Nenek duduk diruangan tamu , lalu Ry pindah duduk ketangga rumah Nenek ngelihat banyak bintang terus Ry ngelihat banyak orang yang lewat depan rumah Nenek.


Tidak lama kemudian datang anak Paman Ry yang bernama Irma dan Irwan yang mengajak Ry kelapangan sepak bola dikampung untuk menoton layar tancap.


Akhirnya Ry berpamitan ama Nenek pergi noton layar tancap bersama Irma dan Irwan kelapangan sepak bola dikampung , Kami harus berjalan kaki mengunakan senter untuk sampai kesana.


Sesampai dilapangan sepak bola suasananya ramai banyak orang - orang disana cuma agak aneh melihat penampilan Ry yang berhijab soal dikampung kalau yang berhijab itu ibu - ibuk.


Ry mulai risih dengan orang - orang dikampung yang menglihat Ry dengan tatapan aneh Irma ngajak Ry membeli kacang rebus sementara Irwan menyari tempat duduk untuk Kami menoton dan membayar tiketnya.


Irwan melambaikan tangan agar Ry dan Irma tahu kalau Dia sudah mendapatkan tempat duduk , Ry dan Irma melihat kearah orang - orang yang duduk dilayar tancap lalu melihat Irwan yang melambaikan tangan .


Sesampai didekat Irwan yang duduk , Irwan menyuruh Irma dan Ry duduk disamping Dia karena sebentar lagi layar tancap akan dimulai Kami pun duduk diatas terpal warna biru.


Kami bertiga menoton layar tancap Film Si Lancang yang berasal dari daerah Riau daerah Kampar bercerita tentang Si lancang dan Ibunya yang hidup prihatin sebagai buruh tani.


Si lancang berpikir merantau untuk memperbaik nasibnya , Silancang pergi merantau ke negeri orang karena dirantau Dia bekerja keras selama bertahun - tahun akhirnya menjadi orang kaya.


Si Lancang singgah dikampungnya lalu berita kedatangan Si lancang terdengar oleh Ibunya lalu Ibunya memberanikan diri naik kekapal mewah menghampiri Si Lancang dan ketujuh istrinya.


Betapa terkejutnya Si Lancang ketika menyaksikan perempuan berpakaian compang camping itu adalah Ibunya , Si Lancang tidak mengakui Ibunya lalu dengan perasaan hancur Ibunya kembali kerumah .


Ibunya mengambil lesung penumbuk padi dan sebuah nyiru diputarnya lesung itu dan dikibas - kibasnya nyiru sambil berdoa kepada tuhan untuk menghukum Si Lancang anak durhaka.


Badai topan datang meluluhkan kapal Si Lancang lalu kain sultranya melayang - layang dan jatuh menjadi negeri Lipat Kain yang terletak dikampar Kiri , Gongnya yang terlempar kekampar kanan menjadi sungai Ogong.


Tembikarnya melayang menjadi pasubillah sedangkan tiang bendera Si Lancang terlempar hingga menjadi nama danai Si Lancang.


Kita noton layar tancap sambil makan kacang rebus membuang kulit kacangnya sembarangan , akhirnya cerita Si Lancang selesai .


" Akak udah pernah noton layar tancap ? Tanya Irma


" Belum ini baru pertama kali nih Irma ." Jawab Ry

__ADS_1


" Kalau noton bioskop pernah? Tanya Irwan


" Pernah Wan ." Jawab Ry


" Menurut Akak enak noton dibiskop atau layar tancap ? Tanya Irma


" Ry lebih suka layar tancap soalnya ngerasa kayak nobar ( Noton Bareng )." Kata Ry


" Lebih serukan ." Kata Irma


" Makanya kalau Kamu libur sekolah kerumah Nenek aja ." Kata Irwan


" Insyallah ya ." Kata Ry


" Akak jangan heran kalau orang - orang kampung pada ngelihatin , soal kalau melihat anak kota Mereka emang gitu." Kata Irma


" Karena anak kota terlihat beda gayanya ama anak kampung ." Kata Irwan


"Itu cuma dihadapan manusia aja ." Kata Ry


" Karena anak Kota dirumah makannya cantik dan putih ya Akaka? Tanya Irma


" Gak juga kok, cantik fisik itu relatif dan cantik hati paling penting ." Jawab Ry


" Yuk balik kerumah Nenek udah malam nih ." Kata Irwan


"Iya Kita nginap dirumah Nenek ." Kata Irwan


Nenek , Irma dan Ry tidur dikamar Nenek sementara Irwan tidur diruangan tamu , suasananya gelap gulita cuma diterangi oleh lampu semprongan.


" Akak enak ya tinggal dikota ? Tanya Irma


" Enak lah Ayo ikut Ry kekota soalnya masih libur sekolah juga , gimana ? Tanya Ry


" Aku tanya Ayah dulu ya Akak ." Kata Irma


" Iya Irma ." Kata Ry


" Akak betah tinggal dikampung ? Tanya Irma


" Awal gak betah tetapi sekarng udah mulai terbiasa tinggal dikampung ." Jawab Ry


" Kota ramai ya Akak banyak lampu - lampu dijalan kalau malam hari? Tanya Irama

__ADS_1


" Iya , makanya ikut aja kalau Ry pulang kekota ." Kata Ry


" Cucu udah malam tidur lagi ." Kata Nenek


" Iya Nenek ." Kata Irma dan Ry


" Napa Akak gak bisa tidur ya ? Tanya Irma


" Iya panas soalnya biasa tidur pakai kipas angin ." Kata Ry


" Akak pakai tank top aja ." Kata Irma


"Iya juga ." Ry menganti baju dengan tank top


" Akak temanin Aku mau buang air kecil dong ." Irma yang beranjak dari tempat tidur


" Iya Ayok ." Ry yang berjalan didepan lalu memegang senter untuk memberi cahaya saat berjalan


Ry berjalan didepan lalu Irma yang berada dibelakang Ry , Ry melangkah dengan hati - hati menuju dapur lalu Ry menyuruh Irma memegang senter biar Ry yang membuka kunci pintu dapur.


Ry berjalan lalu menurunin tangga lalu Ry menyuruh Irma untuk pergi kekamar mandi Ry yang nunggu ditangga sambil duduk dan memegang senter .


Irma berjalan kekamar mandi untuk buang air kecil sementara Ry melihat kelangit banyak bintang - bintang dan bulan tiba ada bunyi anjing yang mengonggong Irma cepat kembali dari kamar mandi.


Ry yang tertawa melihat Irma yang lari terbirit - birit karena ketakutan , lalu tiba - tiba dengar suara orang yang ketawa kayak nyai kunti bulu kudu jadi merinding nih Irma udah masuk kedalam rumah Nenek.


Akhirnya Ry berjalan masuk kedalam rumah Nenek sambil memegang senter lalu Ry mengunci pintu dapur rumah Nenek.


Irma udah nempel kayak prangkok ama Ry sejujurnya Ry juga takut tapi ada yang bilang ama Ry kalau Kita semakin takut maka Dia akan senang mau menampakan wujudhnya kepada manusia.


Irma dan Ry kembali kekamar Nenek buat tidur lalu Kami pun berbarik diatas tempat tidur sementara Nenek udah nyenyak tidurnya.


Irma dan Ry masih ketakutan dan saling berpelukan , Ry tuh gak bisa tidur kalau gak ada bantal guling untuk dirumah Nenek ada bantal gulingnya.


Makasih yang udah baca


Tolong like & komennya


Bersambung............


Lampu semprongan


__ADS_1


Layar Tancap



__ADS_2