13 Mantan Ry

13 Mantan Ry
Kampus


__ADS_3

" Bermimpi setinggi langit, bersabar seperti Mama, berjuang seperti Papa dan berposes seperti padi yang berlahan tetapi pasti".


Saat Abang Gibran menyuapin makanan ke Ry lalu mata Kita saling pandang memandang, Kita gak menyadari kalau Mbak Fika melihat kemesraan Kita.


" Hm..... Kalau orang yang lagi pacaran dunia serasa milik berdua yang orang lain serasa ngontrak" Kata Mbak Fika.


" Eh..... ada Calon Kak Ipar" Abang Gibran melihat kearah depan ternyata udah ada Mbak Fika.


" Udah selesai acara suap - suapanya?" Tanya Mbak Fika.


"Udah tahu Ry gak biasa sarapan pagi ini malah disuapin ama Abang Gibran"Kata Ry.


" Emang Apa masalahnya kalau Ry sarapan pagi?" Tanya Abang Gibran.


"Bentar lagi Gi juga tahu" Kata Mbak Fika.


" Aduh perut Ry mulas, Kak dan Abang Ry ketoilet dulu ya" Ry berdiri dari kursi kantin lalu berjalan menuju toilet kampus.


Ry kalau sarapan pagi pasti perutnya mulas dan Bab ( Buang Air Besar ) makanya Ry malas buat sarapan pagi, Ry paling malas kalau pagi - pagi harus ketoilet buat Bab.


Sesampai didepan toilet cewek Ry masuk kedalam toilet menutaskan Bab biar perut Ry gak mulas lagi selesai Bab Ry keluar dari toilet cewek.


Abang Gibran sudah berdiri menunggu Ry didepan toilet cewek, lalu Ry berjalan kearah Abang Gibran kemudian Abang Gibran mengandeng tangan Ry.


" Cinta mau kekantin atau ketaman kampus?" Tanya Abang Gibran.


" Kekantin, Mbak Fika masih dikantinkan Abang?" Tanya Ry.


" Iya,Ayo Kita kekantin" Jawab Abang Gibran.


Sesampai dikantin Ry melepaskan gandengan tangan Abang Gibran lalu Ry duduk disamping Mbak Fika yang lagi makan lontong pecal, Abang Gibran duduk dikursi yang berada didepan Ry cuma terhalang meja.


" Lontong pecal Dek mana Mbak?" Tanya Ry.


" Ini Mbak makan dari pada mubazir mendingan masuk keperut Mbak, Dek kalau mau pesan lagi aja" Jawab Mbak Fika.


" Gak mau Ry, baru makan lontong sesuap aja Ry udah mulas" Jawab Ry.


" Dek mau minum Apa?" Tanya Abang Gibran.


" Air putih Abang" Jawab Ry.


" Kak gak ditawarin minum Gi" Kata Mbak Fika.


" Maaf, Calon Kak ipar mau minum Apa?" Tanya Abang Gibran.


" Kak mau teh es" Jawab Mbak Fika.


Esokan Harinya ........


Ry memakai baju kemeja warna coklat, celana dasar warna hitam, sepatu flat shoes dan tas slempang untuk berangkat kerja.


Ry berpamitan ama kedua orang tua lalu Ry berangkat kerja dengan mengendarai motor, biasanya Ry berangkat kerja melewati jalan perumahan Ry.


Hari ini Ry mau mengendarai motor melewati perumahan Abang Gibran, Ry melajukan kendaran menuju jalan perumahan Abang Gibran.


Ry melewati rumah Abang Gibran yang terlihat sepi seperti tidak ada orang kelihatan Ibu Abang Gibran udah pergi kerja dipabrik tahu dan tempe, Gio pasti udah berangkat sekolah, Abang Gibran pasti juga udah berangkat kerja.



Kemudian Ry melajukan motor menuju kantor tempat Ry bekerja,sesampai disimpang perumahan Desa Maju Ry melihat Abang Gibran lagi duduk dibengkel sambil duduk.

__ADS_1



Kemudian Ry memberhentikan motor didepan bengkel, lalu Ry memakir motor kemudian Ry berjalan berjalan kearah bengkel.


" Kenapa motor Abang?" Ry yang berdiri didepan Abang Gibran.


" Motor Abang mogok Cinta" Abang Gibran melihat kearah Ry.


" Abang mau pergi kerja kan?" Tanya Ry.


" Iya Cinta " Jawab Ry.


" Ayo bareng ama Ry aja!" Ajakan Ry.


" Tetapi tempat kerja Kita beda arah Cinta" Kata Abang Gibran.


" Gak apa - apa, Abang aja yang bawa motor Ry" Ry menyerahkan kunci ama Abang Gibran.


" Abang ngatar Cinta dulu atau ketempat kerja Abang?" Abang Gibran mengambil kunci motor Ry lalu Abang Gibran berdiri.


" Abang ngatar Ry aja kekantor" Kata Ry.


" Terus motor Cinta Gimana?" Abang Gibran berjalan menuju motor Ry.


" Motor Ry Abang bawa aja kehotel Surya, entar jam makan siang Abang jemput Ry ya?" Tanya Ry.


" Iya Cinta" Abang Gibran menaiki motor Ry.


Sesampai didepan ruko tempat Ry Abang Gibran memberhentikan motornya lalu Ry turun dari motor kemudian Ry pamit ama Abang Gibran untuk masuk kedalam ruko.


Hari Sabtu ..........


Mbak Fika dan Ry berangkat kekampus bersama, Ry yang mengendarai motor melewati jalan perumahan Abang Gibran.


Sesampai diparkiran kampus Ry memakir motor lalu Mbak Fika turun dari motor kemudian teman - teman Mbak Fika yang ada diparkiran menyapa dan mengobrol ama Mbak Fika.


Ry melepaskan helem lalu meletakan helemnya diatas kaca spion lalu Ry turun dari motor, tidak lama kemudian Abang Gibran datang dengan mengendarai motor.


Ry mengajak Mbak Fika untuk kelas tetapi Mbak Fika menolak soalnya Mbak Fika lagi mengobrol ama teman - temannya, Abang Gibran mengandeng tangan Ry semua teman - teman Mbak Fika melihat.


Abang Gibran mengantar Ry sampai masuk kedalam kelas Pbi 1, suasana didalam kelas Pbi 1 udah ramai banyak Mahasiswa yang datang.


Ry berjalan menuju kursi barisan yang ketiga lalu Ry memilih bagian pojok didekat dinding,Ry duduk dikursi lalu Abang Gibran tersenyum kearah dan melambaikan tangannya.



Teman - teman sekelas Pbi 1 pada sibuk selfi, sementara Ry hanya melihat saja kemudian Abang Faisal datang lalu duduk disamping Ry.


Tidak lama kemudian Abang Yudi mengajak Ry buat pindah duduk dibarisan belakang Dia, Ry pun pindah duduk kebelakang Abang Faisal .


Abang Faisal duduk disamping Abang Yudi lalu Abang Faisal membuka laptopnya, Ry dan Feni duduk dibelakang lalu Abang Yudi meminta tolong ama Yeni untuk mengambil selfi Kami.



Satu bulan kemudian .........


Hari Minggu Abang Gibran dan Ry berangkat kuliah bersama, Abang Gibran mengendarai motor dengan sangat kencang akhirnya Ry memegang baju almater Abang Gibran.


" Cinta peluk pinggang Abang takut jatuh" Kata Abang Gibran.


" Iya " Ry memeluk pinggang Abang Gibran.

__ADS_1


" Cinta entar pulang dari kampus temanin Abang keacara resepsi pernikahan teman kerja Abang ya ?" Tanya Abang Gibran.


" Iya Abang" Kata Ry.


Sesampai dikampus Abang Gibran dan Ry berjalan sambil begadengan tangan menuju ruangan Listening, sesampai didepan pintu ruangan Listening Ry melepaskan gandengan ama Abang Gibran.



Setelah pulang kuliah Abang Gibran dan Ry menghadari acara resepsi pernikahan teman kerja Abang Gibran, sesampai diacara resepsi pernikahan Ry mengisi buku tamu sementara Abang Gibran memasukkan amplob dalam kotak.


Abang Gibran mengantar Ry pulang kerumah sesampai dihalaman rumah Abang Gibran memberhentikan motor kemudian Ry turun dari motor.


Mama membuka pintu lalu berjalan kearah Ry, Ry melihat wajah Mama yang marah ama Ry karena pulang kuliah tidak langsung pulang malah pergi keresepsi pernikahan teman kerja Abang Gibran.


" Kamu Siapa?" Mama yang tidak suka melihat Abang Gibran.


" Maaf sebelumnya Ibu perkenalkan Nama Saya Gibran pacarnya Tary" Abang Gibran memakir motornya lalu turun dari motor mau menyalimi punggung tangan Mama tetapi ditepis ama Mama.


" Jangan panggi Ibu, Saya bukan Ibu Kamu" Kata Mama.


" Mama kok ngomong gitu ama Abang Gibran" Kata Ry.


" Kamu pulang kuliah bukan pulang malah pacaran ama Dia" Kata Mama .


" Ry minta maaf Mama, Ry gak izin ama Mama tadi" Ry mencoba menyalim punggung tangan Mama tetapi ditepis ama Mama.


" Tary masuk kerumah sekarang" Mama yang berbicara sengan nada tinggi dan membentak Ry.


" Hiks.....Hiks.... iya Mama" Ry berjalan kearah rumah.


" Saya tidak suka Kamu pacaran ama Tary, Apa yang Kamu punya untuk membahagiakan Tary?" Tanya Mama.


" Maaf Tante kalau secara materai Saya memang kalah dari keluarga Tante yang sudah punya segalanya, Saya cuma punya Cinta buat Tary" Kata Abang Gibran.


" Emang Kamu pikir Tary bisa kenyang hanya makan Cinta?" Tanya Mama.


" Tidak Tante tetapi Saya janji akan membahagiakan Tary." Kata Abang Gibran.


" Dengan Apa Kamu bisa membahagiakan Tary?" Tanya Mama Ry.


" Dengan Cinta dan kasih sayang yang Saya punya" Kata Abang Gibran.


" Sebaiknya Kamu jauhi Tary, Kamu dan Tary berbeda status sosialnya" Kata Mama.


" Tante bukannya dihadapan Allah semua manusia itu sama, Kenapa Tante membahas status sosial?" Tanya Abang Gibran.


"Tary itu anak Saya yang bungsu dan manja, Dia itu gak pernah hidup susah sebagai seorang Mama Saya mau Dia mendapatkan laki - laki yang mapan, dewasa, perhatian, pengertian, sabar dan membimbing Tary" Kata Mama.


" Tetapi Maaf Tante Aku gak bisa mutusin atau menjauhi Tary, karena rasa cinta dan sayang Aku ke Tary lebih besar, Jadi Aku ingin Dia yang mutusin Aku" Kata Abang Gibran.


" Baiklah Tante yang akan ngomong keTary, Maafin sikap Saya sebagai orang tua Saya hanya mau yang terbaik buat Tary" Kata Mama.


" Sebelum Tante minta Maaf Aku udah maafin Tante kok, Tante makasih sudah melahirkan dan membesarkan gadis secantik Tary, Aku bersyukur karena bisa bertemu dan menjadikan Dia pacar Aku." Kata Abang Gibran.


Makasih yang udah baca


Maaf banyak typo


Besok Bab Terakhir


Bersambung........

__ADS_1


__ADS_2