2 Wanita , 2 Cinta Dan Diantara 2 Pilihan

2 Wanita , 2 Cinta Dan Diantara 2 Pilihan
Episode #2 Lelaki misterius - bag.2


__ADS_3

Satu minggu sejak malam itu, tidak ada lagi suara dering handphone Wulandari berbunyi. rasa sesal didalam hati tak mau pergi dari pikiran Wulandari.


" Apakah lelaki itu benar - benar pergi? tak lagi mau menelponku? " lirih Wulandari dalam hatinya. pikirannya kacau, sekacau hatinya, konsentrasi kerjanya hari ini tidak fokus. Untung saja rekan sejawatnya mengingatkan dirinya.


" kenapa gak fokus kerjamu hari ini Wulan?" tanya Rina sahabatnya.


" hmmm, iya soalnya tidurku larut malam Rin " jawab Wulan seadanya.


" ah, gak biasanya kamu kaya gini Wulan. jangan - jangan lagi kepikiran si doi nih " celetuk Rina.


" gak lagi Rin, kamu tau kan aku masih ngejomblo dari saat tugas di rumah sakit ini sampai sekarang." kilah Wulandari. ia tak ingin semua hal diketahui rekan sejawatnya di Rumah Sakit. kecuali dirinya hanya percaya pada sahabat karibnya Yunita.


" ya udah kalau gak mau cerita sama aku kali ini gak apa-apa. " ucap Rina sambil melanjutkan pekerjaannya kembali.


" Siapa sih lelaki itu? sampai begitu kuatnya menghantui pikiranku selama ini ? sungguh pria tak dikenal ini membuat aku terlalu larut dalam haluku sendiri " pikirannya menerawang jauh.


Sejurus kemudian Wulan mengambil handphonenya dari tas kerjanya, di bukanya handphonenya, dan selanjutnya ia membuka What's App , membuka blokir nomor pria tak dikenal itu.


Tak lama berselang, muncul sebuah chat dari nomor pria tak dikenal tersebut .


" Hai gadis yang baik, apa kabarmu hari ini? sudah dua Minggu rindu ini membeku. dan hari ini engkau mencairkan kebekuan hati dan pikiranku " demikianlah isi sebuah chat dari pria tak dikenal tersebut.


" Aneh juga pria ini, dua Minggu pun dia tetap memperhatikanku...bagaimana jika satu bulan, tiga bulan, atau setahun ya? apakah dia juga masih tetap pribadi yang sama ? " pikirnya dalam hati.


Wulandari begitu terombang - ambing pikirannya, apakah ia perlu membalas chat tersebut ataukah ia diamkan saja isi chat pria misterius itu. Wulan mengambil keputusan untuk membiarkan tak membalas chat pria itu, namun ia tetap membaca setiap chat yang masuk ke WhatsApp nya.


" aku tidak mengharap balasan chatmu, yang kuharapkan adalah keterbukaan dirimu untuk menerimaku menjadi apapun yang kau inginkan" tertulis jelas untuk yang kesekian kalinya isi chat itu tertuju pada Wulan. Wulan masih tak bergeming membalasnya. tapi pikirannya membayangkan begitu istimewanya lelaki senekat ini. bagi dirinya ia belum pernah menemukan sosok lelaki yang senekat ini.


" mungkinkah ini petunjuk? ataukah hanya sebuah lelucon? ah, aku tak tau juga...tapi kalau benar bahwa Tuhan menunjukan pria misterius ini adalah takdir jodohku, tunjukanlah niat baiknya untukku " ucapnya dalam hati sembari terus menikmati setiap chat yang terus menghampirinya.


" Wulan ....Wulan yang cantik "


tiba - tiba ia dikejutkan oleh rekan pria sejawatnya yang membuyarkan hayalan tingkat tingginya.


" Ada apa Rich, ? " tanya Wulan pada Richwan.


" Hayo, ngelamun aja dari tadi. tuh sana periksa tensi pasien di kamar sebelah " ucap Richwan.


" iya - iya, " jawab Wulandari.


" ya udah, kerjakan sekarang, dan jangan lupa buat laporannya antar ke mejaku ya" ucap Richwan sebagai penanggung jawab ruangan pasien penyakit dalam.

__ADS_1


" Siap Kaka Richwan " ucap Wulandari , sembari menyiapkan peralatan yang dibutuhkan untuk memeriksa pasien. dan selanjutnya ia pergi ke kamar pasien.


" ah, andai saja kamu jadi bidadariku yang sesungguhnya , "


" tapi tak apalah, sementara ini aku akan menjadi lelaki misterius untukmu , sampai sejauh mana perhatianmu. " dalam hati Richwan berucap, sambil tersenyum lepas. bahwa dirinya percaya ia akan memenangkan dan meluluhkan hatinya.


" andaikan saja kamu lebih cepat mengetahui bahwa sesungguhnya aku adalah lelaki misterius yang menelponmu itu, apakah kamu tetap percaya? " pikir Richwan kembali.


Richwan kembali mengambil handphonenya dan menyamar menjadi lelaki misterius , mencoba kembali melanjutkan chatnya dengan Wulan.


Selesai melaksanakan tugasnya, Wulan kembali ke ruang perawat, dan duduk dimeja kerjanya, yang berhadapan langsung dengan ruangan Richwan. dan tak lama kemudian sebuah nada chat masuk, ia membuka whatsappnya kembali.


" aku tau kamu adalah wanita tangguh, namun pandanglah hatiku bagaimana aku ingin mengenalmu." isi chat pada Wulan.


Wulan masih tak bergeming, dan tak merespon isi chat tersebut. padahal tanpa disadari Wulan , sesungguhnya ia sedang diamati oleh Richwan dari dalam ruang kerjanya.


" Tak apalah, jika kata yang terucap sebagai hiasan terindah untukmu, namun bagiku kau adalah matahari yang mampu membakar semangatku untuk lebih lagi mendekatimu".


" gombal banget pria ini" gumamnya dalam hati. namun sebenarnya Wulan sedang menikmati setiap kata yang dihembuskan oleh pria misterius tersebut, yang tak lain sebenarnya adalah Richwan


" Senyummu adalah nafasku, " isi chat selanjutnya yang terbaca oleh Wulan.


Lalu siapa yang sedang memperhatikanku? sehingga ia begitu tau gerak gerik tubuhku? pikirnya dalam hati.


Diingatnya setiap kelakuan dari rekan sejawatnya diruangan itu satu persatu, baik rekan sejawatnya yang pria ataupun rekan sejawatnya yang wanita.


" Rasanya sungguh mustahil , masa sih ada rekan kerja yang begini?" lirihnya dalam hati.


" apakah Andrew yang pernah menyatakan cintanya padaku? tapi setahuku dia sudah ada yang punya sekarang , " pikirnya dalam hati mencoba menebak dan mencari tau.


" Josh si tukang rayu itu ? apa mungkin dia? bisa jadi juga nih, karena memang selama ini dia selalu berusaha mendekatiku...tapi ah, tidak mungkinlah aku menerimanya , bukan tipeku " ucapnya dalam hati .


" Kalau Richwan...?? ah, mana mungkinlah atasanku suka sama aku?? dan selama ini yang kutahu memang dia masih ngejomblo juga sih. tapi orangnya kan pendiam, ngomong juga seperlunya aja. gak mungkinlah Richwan yang menjadi pria misterius itu" Wulandari kembali mencoba menebak - nebak lelaki misterius itu.


Di chatnya sahabatnya Yunita,


" Yun, ada info terbaru nih..."


" Apa info terbarunya Lan? balas isi chat Yunita pada Wulandari yang biasa disapa dengan Lan.


" pria misterius itu, seolah - olah tau setiap gerak gerik aktifitasku sepanjang hari ini." tulis Wulandari pada Yunita dalam chatnya.

__ADS_1


" Terus..."


" aku semakin penasaran , dan terbuai dengan kata - katanya...."


" terus....?"


" ah ,kamu Yun kebiasaan aja terus ...terus...."


" ya kan aku mau dengar ceritamu sampai tuntas dulu..."


" ya intinya sepanjang jam dinasku bekerja ini, chat pria misterius itu membuatku kacau berantakan...gak konsentrasi aku kerja jadinya"


" berarti, pria misterius itu ada di sekitar tempatmu bekerja Lan." Yunita membalas chat Wulan.


" terus aku harus bagaimana?"


" ya coba kamu selidiki dulu, terus kamu jajaki satu persatu rekan priamu di ruang kerjamu, yah bisa juga kamu coba cari tau dari rekan wanitamu di ruang kerjamu. pasti dapat deh "


" masa sih?"


" yah dicoba aja dulu, ntar keliatan hasilnya" balas Yunita pada sahabatnya itu.


" oke, caranya gimana?"


" aduh...Wulan....Wulan....kamu ini kok aneh ya, umurmu itu sudah 25 tahun...masa perlu diajarin sih hal hal yang kayak gini."


" yah kan aku gak punya pengalaman seperti kamu Yun."


" Kamu kan tau Yun, sejak SMP, SMA gak pernah yang namanya punya pacar..."


" iya juga sih..."


" ya udahlah, nanti malam kamu ketempatku aja, kita pecahkan bersama kasus pria misteriusmu ini.okay ?" balas Yunita mengakhiri chatnya pada Wulandari ditengah kesibukannya bekerja sebagai teller bank.


Semoga lelaki misterius ini segera aku ketahui, sehingga aku tau siapa sesungguhnya dia yang selalu menghantui dan membuat aku tidak tenang selama ini dan selalu memikirkannya.


bersambung.......


catatan penulis:


mohon berikan komentar, bintang dan votenya ya . agar lebih bersemangat lagi dalam menulisnya.terimakasih.

__ADS_1


__ADS_2