2 Wanita , 2 Cinta Dan Diantara 2 Pilihan

2 Wanita , 2 Cinta Dan Diantara 2 Pilihan
Episode# 5 Lelaki Misterius - bag.5


__ADS_3

Untuk yang kesekian kalinya, selalu berharap agar dirinya dapat segera bertemu lelaki misterius itu.


kenapa perasaanku selalu tertuju padamu...mengapa dirimu begitu istimewa untukku? padahal belum kuketahui dirimu sesungguhnya.


ah, apakah lelaki misterius ini adalah orang diruangan kerjaku? tapi siapa? kalau Andrew jelas bukan, kalau Josh juga bukan karena dia sudah ada kekasih barunya . Candra juga bukan .


semua sudah diselidiki oleh Wulan tiga bulan terakhir ini.


satu - satunya yang belum diselidiki adalah pak Richwan, tapi masa iya ya? kan selama ini orangnya sangat tertutup, tidak terlalu banyak bicara, hanya jika diperlukan baru dia bicara. apa kah atasanku sendiri? pikirnya.


ah, gak mungkinlah pa Richwan yang punya kedudukan itu mau denganku yang cuman seorang perawat ini.


Dan sejauh ini kan aku belum mengenal kepribadiannya secara lebih dekat. Ah, apakah aku juga harus menyelidikinya? sementara waktu itu aku sudah berbuat yang tidak menyenangkan dengan pak Richwan.


" hei....ngelamun aja dari tadi " Rina menepuk bahunya dan membuyarkan pikirannya tentang atasannya tersebut.


" ah kamu Rin, mengejutkan aku aja."


" kapan balik dari Jakarta ?" tanyanya


" Kemarin." jawab Rina singkat.


" oh iya , kalau kamu gak sibuk ntar malam datang ke rumahku ya...." ucap Rina.


" Ada acara apa Rin? "


" Nggak, cuman acara Ultah kecil - kecilan " jawab Rina.


" Siapa yang Ultah Rin?" tanya Wulan kembali .


" Ohh , acara ultah adikku...tapi terbatas undangannya . "


" ya gak janji ya , "ucap Wulan


" iya wajib hadir dong...kan aku undang langsung nih "


" iya deh"


" Rin, boleh tanya sesuatu gak?"


" tanya apa ?"


tiba - tiba sebuah pesan singkat masuk di handphonenya Wulan.


dari lelaki misterius itu lagi.


" kamu tidak usah cemas, keraguanmu pasti akan terjawab segera "


Wulandari kebingungan mencerna isi pesan singkat itu.


apa maksudnya ya? gak paham aku.


" dari siapa Wulan? " tanya Rina


" ah nggak, dari teman..."


" oke sampai nanti malam jam tujuh ya, aku tunggu kamu dirumah. awas kalau nggak datang." jelas Rina pada sahabatnya itu.


****


Pukul tujuh malam,


" aku sudah didepan rumahmu Rin" ucap Wulan di handphonenya.


" ya, langsung aja masuk kesini " balas Rina.


Wulandari pun memasuki halaman rumah Rina, dan memang terlihat sudah ada beberapa orang yang kumpul disana.


" terimakasih kamu sudah datang Wulan " ucap Rina.


" iya sama - sama "


" yuk masuk"


Rina menarik lengan Wulandari mengajaknya ke dalam rumah. terlihat suasana di dalam rumahnya yang riuh gemuruh.


" tenang aja, semua yang hadir disini keluarga besar aja ,terus sama kamu "

__ADS_1


" kenapa aku juga diundang kalau hanya untuk kelurga besarmu aja " tanya Wulan.


" karena aku yang undang kamu, jadinya kamu ini spesial."


Tak lama kemudian, Richwan hadir dari pintu depan. Sontak saja Wulan terlihat kaget, melihat kehadiran Pak Richwan atasannya tersebut hadir di acara ultah adiknya Rina.


" kok ada pak Richwan sih Rin?" tanya Wulan.


Rina hanya tersenyum, kemudian menyalami pak Richwan . Wulan yang grogi pun mau tidak mau ikut juga menyalami pak Richwan .


" hi Wulan, ternyata ada kamu juga ya disini " ucap pak Richwan.


" iya kak, aku yang undang Wulan untuk datang kemari " .


" kak? kenapa Rina memanggilnya kak? apakah dia punya hubungan istimewa dengan Rina? pikir Wulan dalam hatinya.


" baiklah, Rina kamu temani Wulan ya, saya mau kasih kado ultah dulu " ucap Richwan yang kemudian melangkah meninggalkan mereka berdua .


" Rin....kok kamu panggil atasan kita dengan sebutan kak sih?" ucap Wulan keheranan


Rina tersenyum.


" eh aku ini tanya serius sama kamu Rin, jangan - jangan kalian berdua punya hubungan istimewa ya ?"


" emang iya, aku dan pa Richwan punya hubungan istimewa "


" pantesan aja, sudah kutebak"


" Sudah berapa lama kamu menjalin hubungan istimewa dengan pak Richwan " tanya Wulan kembali.


" lama banget Wulan " ucap Rina sambil menahan tawanya, membiarkan rasa penasaran Wulan.


" wah, hebat kamu Rin bisa mendapatkan hati pak Richwan yang pendiam itu"


Prank.....prank.....


hahahaha.......


tak kuasa lagi Rina menahan tawanya, mendengar ucapan polos dan pertanyaan Wulan tersebut.


tak lama kemudian Rina hadir kembali bersama pak Richwan.


Wulanpun semakin kebingungan, dan sedikit canggung.


nah sekarang ada pak Richwan disini, coba kamu ulangi pertanyaanmu tadi.


" ah kamu ini Rin, pertanyaan yang mana ? " ucap Wulan pura - pura lupa dengan beberapa pertanyaan sebelumnya pada Rina.


" begini pak Richwan, Wulan tadi bertanya apakah kita berdua memiliki hubungan istimewa ?"


Richwan tersenyum.


" iya benar aku memang punya hubungan istimewa dengan pak Richwan, karena aku ini saudara sepupu sekali dengan pak Richwan "


" beneran ya pak?" tanya Wulan pada pak Richwan untuk meyakinkan kembali dirinya.


" benar Wulan, kami berdua ini sepupu sekali. " jawab Richwan singkat, padat .


" Ohhh...baru tau aku sekarang Rin" ucap Wulan.


" oke, sekarang kalian lanjutkan kembali obrolannya"


Pak Richwan pergi menjauh dari mereka berdua.


" aduh kamu ini Rin, buat aku malu setengah mati rasanya tadi dihadapan pak Richwan "


" ya , biar kamu jelas sekarang "


" Btw kenapa pak Richwan masih ngejomblo Rin ?"


" hayo....ada apa ini?? kamu naksir ya sama Kaka sepupuku?" Ucap Rina balik bertanya.


" hhhmmm eh nggak lah Rin, kan cuman bertanya aja , masa sudah digiring kesana sih"


" biasanya kalau pertanyaan semacam itu arahnya ke sana Wulan"


" ya kan belum tentu 100% "

__ADS_1


" ya gak apa - apa juga Wulan, kalau aku sih Yes kalau sama kamu. "


" ah bisa aja kamu " ucap Wulan tersipu malu.


" iya coba aja dulu pendekatan gitu, ntar aku bantu deh...."


" gak ah..."


" biasanya kalau gak itu , berarti iya "


" Richwan itu, memang pendiam, tapi sebenarnya dia perhatian kok, cuman ya gitulah...gak romantis, jadi banyak cewek yang gak terlalu berminat sama dia , makanya awet jomblonya "


" apa dia gak pernah pacaran gitu...?"


" nggak "


" oohhhh....."


" kenapa kamu diam?"


" gak Rin, habis sudah pertanyaanku tentang pak Richwan. ganti topik aja " jelas Wulan.


sementara di sudut yang lain, Richwan sambil berbincang dengan keluarga besarnya nampak sesekali menatap kearah Wulandari yang masih tengah asik ngobrol dengan Rina.


begitu terlihat mempesonanya dirimu Wulan...


apakah takdir akan mempertemukan kita, dengan caraku sebagai lelaki misterius??


ah , rasanya ingin kuhentikan langkahku menjadi lelaki misterius , namun apaboleh buat aku harus menyelesaikannya sampai akhirnya dia mengenalku.


Wulandari, nama yang begitu mempesona dan membuat hatiku tentram. dalam hati Richwan berucap.


" oh ya Rin, belakangan ini aku sering ditelepon atau sekedar di chat oleh nomor asing. "


" nomor asing ? mana aku lihat "


Wulanpun menyodorkan nomor asing tersebut kepada Rina.


apa? ini kan nomor kak Richwan? ucapnya dalam hati.


berarti kak Richwan diam - diam juga suka sama Wulan. pikir Rina kembali.


ah, sementara kubiarkan saja dulu.


" hhhmmm.....sepertinya aku tidak kenal nomor asing ini " ucap Rina berbohong pada Wulan, meskipun dia sebenarnya tau nomor asing tersebut adalah milik Richwan, kakak sepupunya tersebut.


" yah, coba aja kamu cari tau sendiri . Siapa tau itu jodohmu " ucap Rina.


" tapi aku penasaran, terkadang dia tau aku , terus bahasanya puitis kalau dia kirim pesan. itulah kenapa aku penasaran" tandas Wulan.


" nyesel deh entar kalau kamu terlambat dapatin hati pak Richwan. " ucap Rina.


" ah ,kamu bisa aja Rin...."


" ya udah , selamat berjuang memperebutkan hati kak Richwan ya." ucap Rina sambil menepuk bahu Wulan, sebagai tanda untuk meyakinkan Wulan.


" maaf , berhubung sudah malam, aku mohon diri dulu ya Rin "


" oke ,baiklah . ingat jangan ragu tetapkan hatimu . hehehe....." ucap Rina tersenyum.


*****


Malam semakin meninggi , Wulan masih belum bisa memejamkan matanya.


Kenapa aku malah kepikiran Pak Richwan ya ?


apakah ini merupakan sebuah petunjuk ??


" selamat malam, belum bobo?" pesan singkat masuk ke handphone Wulan.


dari lelaki misterius rupanya.


" belum " jawab Wulan


" aku terjaga karenamu, meskipun waktu terus berputar dan sudut pandang kita berbeda, "


kata terakhir lelaki misterius mengakhiri malam nan syahdu , dan Wulan tert

__ADS_1


__ADS_2