2 Wanita , 2 Cinta Dan Diantara 2 Pilihan

2 Wanita , 2 Cinta Dan Diantara 2 Pilihan
Episode #4 Lelaki Misterius - bag.4


__ADS_3

Sejak peristiwa seminggu yang lalu, Wulandari merasa tidak nyaman dengan Richwan atasannya tersebut .


Ah, sungguh memalukan perbuatanku waktu itu. Bodoh juga aku terlalu terbawa emosi sesaat. kenapa dengan diriku saat itu ya? keluhnya dalam hati, sambil berbaring ditempat tidurnya.


Tapi kenapa kok beberapa hari ini gak ada telepon atau WhatsApp dari pria misterius lagi ya...kemana pria misterius itu?? apakah dia sudah bosan?karena aku selalu slow respon? ah, Sampai sejauh ini aku pun belum mengetahui siapa sesungguhnya pria misterius ini.


Dering phonsel berbunyi.


Wulandari buru - buru mengambil phonselnya, dan melihat siapa yang menelponnya . Ah, Andrew lagi. gimana ya apakah aku angkat atau tidak. atau jangan - jangan benar apa yang diucapkan Rina tempo lalu. Wulandari mencoba berfikir positif dan mengangkat handphonenya.


" halo Wulan, kamu sibuk gak? "


" Hhhmmm ,gak juga sih " jawab Wulan.


" Oh iya , malam ini kamu dinas malam gak?"tanya Andrew.


" iya , ada apa ya Ndrew? " tanya Wulan kembali.


" sebelum kamu dinas malam, aku pengen ajak kamu makan ,mau gak?" bujuk Andrew.


" Gimana ya Ndrew. kayaknya gak bisa deh " balas Wulan.


" please deh, mau dong ....cuman makan doang. " bujuk Andrew kembali.


" iya deh, jam berapa?" tanya Wulan.


" jadi planningnya , jam 4 sore aku jemput kamu gimana? "


" aduh, gak usah dijemput Ndrew, gini aja kita ketemuan dimana gitu ...kamu sharelok aja, ntar aku susul kamu ya "


" Atau gini aja Wulan, jam 4 aku jemput kamu di Rumah Sakit, jadi baru kita keluar bareng "


" Gak ah, gak enak dilihat teman - teman sekantor."


" kenapa harus gak enak? "


" ya pokoknya aku gak mau dijemput. kamu sharelok aja nanti.okay ?" ucap Wulan mengakhiri pembicaraannya.


huuuhhhh, menyebalkan sekali Andrew ini. aku gak suka tipe lelaki seperti ini.


tetapi kemana lelaki misterius ini sekarang ya?


Dasar Lelaki kalau ada maunya aja muluk - muluk. Wulandari menggerutu.


Tapi aku juga harus menyelesaikan misiku untuk mencari tau siapa gerangan lelaki misterius ini.


****


Sebuah chat dari Andrew masuk. dimana dalam chat tersebut dikirimkan sebuah lokasi , bahwa ia tengah menunggu kehadiran Wulan.


Astaga...serius banget Andrew ini.


" tunggu aja, bentar lagi aku otw" isi balasan dari Wulandari pada Andrew.


sembari mempersiapkan diri, mamahnya menghampiri Wulan yang tengah berdandan di kamarnya .


" tumben anak mamah sudah dandan sebelum jamnya ...emang mau kemana Wulan? " tanya mamahnya sambil menatap wajah anaknya .


" ah mamah bisa aja, biasa mah hari ini kan giliran dinas malam . " jawab Wulan.


" kan belum jam nya , biasanya belum berangkat kerja kalau jam segini " ucap mamahnya.


"Jangan - jangan ada cowok idaman anak mamah nih, siapa dia? kok gak dikenalin sama mamah.?" ucap mamahnya.


" Gak lah mah, belum ada yang cocok. Hari ini Wulan kebetulan sudah janjian sama temab sekerja yang shift malam untuk makan bersama. " ucap Wulan beralasan.


" oh gitu...ya kalaupun sama cowok juga gak apa - apa Wulan, cuman kamu harus selektif "


" iya mah....iya , Wulan paham kok"


" mah, Wulan berangkat kerja dulu " ucap Wulan pada. mamahnya sambil memeluk ibundanya .


" hati - hati di jalan ya Wulan ".


" iya mah "


dan selanjutnya Wulandari bergegas ke area parkir motor rumahnya, dan sejurus kemudian melesat pergi meninggalkan rumah menuju lokasi yang dishare oleh Andrew.


" Sori Ndrew, telat dikit " ucap Wulan begitu sampai lokasi yang dimaksud.


" kok ditaman sih Ndrew, ? "


" ya kita ngobrol - ngobrol dulu, terus baru kita makan. Kan dinas malammu masih kurang dua jam lagi. " jelas Andrew.

__ADS_1


" sayangkan kalau datang langsung makan, gak menikmati suasana sore ini " ucap Andrew.


" Ah kamu Ndrew bisa aja "


" terus ngapain kita di taman ini?"


" ya keliling taman ,sambil ngobrol "


" gak ah keliling taman, cape. mendingan duduk aja di gazebo " jelas Wulandari.


" ya udah, wait minute ya ...." ucap Andrew yang meninggalkan Wulandari beberapa saat, dan kembali lagi dengan membawa coklat dan Snack ringan , dan memberikan coklat tersebut pada Wulan . Wulanpun tak menolak.


" ini juga untukmu..." disodorkannya bunga 🌹 mawar tangan yang dibelinya dari toko bunga tersebut.


" maksudmu apa memberikan bunga ini untukku?" tanya Wulan.


" nggak ada maksud apa - apa Wulan, hanya sebatas tanda persahabatan kita lebih dekat aja lagi. " jelas Andrew.


hah???


apa???


persahabatan kita lebih dekat lagi maksudmu???


wah bener juga yang dibilang Rina , ujungnya gak enak. pikir Wulan dalam hatinya.


" maaf Andrew, seribu kali maaf aku tidak bisa menerima bunga ini. we are just friend okay?" jelas Wulan spontan, dan meninggalkan Andrew di taman.


" Wulan....Wulan....tunggu dulu " teriak Andrew.


banyak orang yang sedang asik ditaman sore itu memperhatikan mereka berdua.


" Cukup Andrew, we are just friend nothing else ".


sejurus kemudian Wulandari menggeber motor Scoopy nya meninggalkan Andrew yang masih berdiri mematung di taman.


Ahhh, siaalll lagi aku....


Apes.....


terlalu dini aku ini , konyol juga.


selanjutnya Andrew pun dengan perasaan kecewa dan kesal masuk ke dalam mobil sedannya, menyusul Wulandari ke Rumah Sakit tempatnya bekerja.


Kemana si Wulan ya....pikirnya sambil terus mencari ke seluruh sudut ruangan rumah sakit. dan disebuah lorong arah ke toilet dilihatnya Wulandari .


" Wulan tunggu....Wulan ijinkan aku menjelaskannya..."


Wulan menghentikan langkahnya sejenak.


" apa lagi sih kamu Ndrew, aku sudah tegas mengatakan kita ini hanya teman oke, tidak lebih tidak kurang " jelas Wulan. yang kemudian ia masuk ke dalam toilet Wanita, membiarkan Andrew yang berada diluar.


" Wulan, salahkah aku jika aku memiliki rasa denganmu?" ucap Andrew sekeras mungkin dari arah luar toilet.


" ijinkan aku lebih dari sekedar teman untukmu Wulan " ucap Andrew.


" aku menyukaimu Wulan..." teriak Andrew kembali.


Wulan yang sudah tak tahan mendengar ucapan Andrew akhirnya keluar dari toilet.


" Sudah puas kamu teriaknya ?!"


" Aku suka kamu Wulan"


" Aku sudah katakan, kita hanya sebatas teman tau! " jelas Wulan dengan nada sedikit meninggi pula.


" aku sebenarnya sudah lama menyukaimu Wulan."


" hah?? menyukaiku...tapi aku tidak punya rasa sama kamu." jelas Wulan sembari meninggalkan Andrew yang masih berdiri di depan toilet. Andrewpun segera menyusul Wulan yang mulai meninggalkan dirinya.


" Wulan tunggu ...Wulan..." teriak Andrew sembari menarik lengan Wulandari.


Wulan tidak menggubris kan Andrew, dilepasnya tangan Andrew.


" Wulan ijinkan aku menjadi yang terbaik untukmu ". ucapnya memelas .


" Andrew, bukankah sudah jelas kukatakan bahwa kita hanya sebatas teman dan rekan kerja saja." jelas Wulan.


Keributan mereka akhirnya terhenti, ketika Richwan melintas dihadapan mereka.


" Ada apa ini ribut - ribut , gak enak didengar pasien " ucap Richwan.


" nggak ada apa - apa pak, " ucap Andrew

__ADS_1


" ada pa, " ucap Wulandari


" kalau masalahnya private saya gak ikut campur deh, yg saya harapkan jangan gaduh dirumah sakit ya" ucap Richwan yang selanjutnya meninggalkan mereka berdua.


" tunggu pak, ..." ucap Wulan menahan kepergian Richwan.


Ah, apa lagi sih Wulan ini??? keluh Andrew keheranan dengan sikap Wulan yang tiba - tiba menahan kepergian Richwan.


" ada apa Wulan?" tanya Richwan.


" maaf , bapak harus jadi penengah kami "


" penengah apa maksud kamu ?" tanya Richwan keheranan.


Berceritalah panjang lebar Wulan kepada atasannya. sehingga Richwan mengetahui duduk persoalannya.


" maaf Andrew, sebaiknya kamu jangan memaksakan kehendakmu , apalagi Wulan sudah mengatakan cukup jelas. "


" iya pak " ucap Andrew melemah.


" kalau tidak ada lagi saya mau pulang sekarang " ucap Richwan meninggalkan mereka berdua, menyusuri koridor utama rumah sakit menuju area parkir.


Sementara Wulan meninggalkan Andrew , dan kembali ke ruang kerjanya karena malam ini adalah gilirannya bertugas.


Andrew dengan wajah tertunduk lesu, tanpa semangat membiarkan Wulan menjauh darinya. ia pun hanya menghela nafas dan selanjutnya kembali kerumahnya.


xxxx


Sementara diruang kerjanya Wulan tertunduk lemas, memikirkan yang baru saja terjadi.


huhhh, sore yang melelahkan, mana belum makan lagi. keluh Wulan .


tiba - tiba pintu ruangan, dibuka oleh pak Richwan yang menghampiri Wulan.


" Maaf sebelumnya, saya ganggu kamu. semoga makanan dan minuman ini bisa menenangkan pikiranmu " ucapnya sembari meletakan makanan dan minuman yang dibawanya , dan ditaruhnya diatas meja Wulan, dan selanjutnya Richwan keluar meninggalkan Wulan sendirian diruang kerjanya .


Dua orang yang aneh, pikir Wulan.


huhhh ,tambah rumit saja otakku hari ini. keluhnya.


Tapi dari mana Pak Richwan tau kalau aku belum makan ? ahh, sudahlah gak usah dipikirkan, yang penting sekarang aku bisa makan dan gak perlu keluar cari makan.


hah??


Wulan kebingungan dengan menu makanan yang ada di mejanya, yang diberikan oleh pak Richwan.


darimana dia tau makanan kesukaanku ini...? ini kan bebek rica - rica pedas yang aku sukai. Ah, mungkin kebetulan saja pak Richwan membelinya.


Sebenarnya kan aku belum pernah makan bersama pak Richwan. lalu darimana dia mengetahui makanan kesukaanku.?? ah sudahlah, yang penting sekarang aku bisa makan, dan perut kenyang.


sambil menikmati makanannya, sebuah chat masuk ke handphonenya.


astaga dari lelaki misterius itu lagi.


" maaf terlalu larut aku menjumpaimu dalam peraduanmu..." isi chat tersebut.


" tenangkan hatimu, jernihkan pikiranmu...aku hanya sebuah jiwa yang akan membuatmu tenang..."


hihihiiii....lucu juga pria misterius ini, kata - katanya selalu puitis. aku aja gak bisa buat kata kata seperti itu. gumamnya dalam hati.


tapi asiikk,


membuatku kepikiran.


" sebenarnya kamu ini siapa sih?" Wulan membalas chat pria misterius itu.


" kemana aja kamu sebulan ini ? tumben muncul lagi" Wulan kembali mengirimkan sebuah pertanyaan pada pria misterius itu.


" malam tanpa sebuah jawab, dihentakan dalam kesunyian yang dalam. mungkin jenuh sedang merapat,sehingga senyum tiada di dapat " balasan chat dari pria tersebut.


" ah, sungguh membingungkan maksudmu "


" udah gak usah berbelat belit, tunjukan identitasmu, biar aku dapat mengetahui siapa sesungguhnya dirimu" tegas Wulandari dalam balasan chatnya kepada pria misterius itu.


" waktunya belum tepat, " balasnya kembali.


" lalu kapan? "


" Suatu saat nanti, kau temukan jawabnya disekitarmu. hanya keiklasan hati dan ketulusanmu yang dapat memahami aku "


sebuah balasan terakhir dari pria misterius itu.


bersambung....

__ADS_1


__ADS_2