
Namaku Te, aku lahir di keluarga yang tinggal di sebuah rumah kecil yang berada jauh dari perkotaan, letak rumah kami berada di tepi pegunungan, kami biasa mencari makan dengan memancing ikan di sungai atau berburu rusa, hari ini aku berlari menuju hutan untuk berburu seekor rusa, dengan busur dan anak panah, setidaknya satu ekor bisa kubawa pulang untuk menu sarapan pagi ku, aku mulai bersembunyi dan mengincar buruanku, seekor rusa besar berada dalam jangkauan mata ku, kemudian aku pun melesat kan anak panah ku.
Slerrr........
Sial anak panah ku meleset, si rusa besar itu sepertinya mengetahui keberadaanku, aku harus lebih tenang dan berkonsentrasi.
Aku pun berpindah tempat, dan kembali mencari buruanku, aku mulai berkeliling mengelilingi hutan untuk mencarinya, hingga akhirnya aku menemukan kembali seekor rusa, kini ukuran tidak lah besar, ukurannya terlihat sangat kecil dan kurus, sepertinya aku harus mencari rusa yang agak sedikit gemuk badannya, aku harus mencarinya lagi.
Kali ini aku menemukan sekumpulan rusa sedang memakan rerumputan, kali ini lesatan panahku tidak akan meleset dengan jumlah rusa yang sebanyak ini.
Slerrr......
Aku pun melesatkan satu anak panahku
Tebb....
anak panah ku berhasil menembus leher satu ekor rusa, dan membuat rusa lainnya berlarian kocar-kacir dan meninggalkan rusa tersebut sendirian, sepertinya satu ekor sudah cukup untuk menu sarapanku, aku pun bergegas pulang dan membawa rusa tersebut kerumah untuk dimasak oleh ibuku.
__ADS_1
" ibu aku pulang "
" wah kau sudah kembali, lagi-lagi kau membawakan rusa besar untuk kita, duduklah ibu akan memasakkannya untuk mu "
ketika aku masuk, aku tidak melihat paman lao ada didalam, lantas aku pun bertanya kepada ibuku
" bu, ngomong-ngomong paman lao dimana ya bu ? "
" ohhh, dia sedang berlatih di air terjun "
Setelah mendengar apa yang diucapkan oleh ibuku, aku pun langsung pamit untuk pergi menemui paman lao
" heyyy, kau mau kemana ? sarapannya sudah hampir siap " ucap ibuku
" nanti saja bu sarapannya "
Aku pun bergegas menemui paman lao di air terjun, paman lao dia adalah kakak laki-laki ibuku, menurut apa yang diceritakan oleh ibuku, dia juga adalah seorang murid paling berbakat dari perguruan ayahku, ngomong-ngomong mengenai ayahku, aku masih penasaran bagaimana rupanya, kami tidak pernah bertemu sebelumnya, ayahku tewas tepat dihari kelahiranku, aku tidak sempat melihat wajahnya.
__ADS_1
Di air terjun
Aku melihat paman lao sedang berlatih, gerakannya begitu indah, sebelum aku menemuinya, aku mengendap-endap untuk mengintipnya, aku melihatnnya sedang menggerakan air ke kiri dan ke kanan menggunakan tenaga dalamnya, kemudian dia mengangkat sedikit air dan membentuk sebuah bola air raksasa dan kemuadian menurunkannya lagi, aku yang melihat nya pun berdecak kagum, aku belum pernah melihat teknik ini sebelumnya.
cprattt...
Sebuah bola air kecil menghantam wajahku
" heyyy, tidak baik mengintip seseorang yang lebih tua darimu "
Sepertinya aku ketahuan
" hehehe, ya maaf " ucap ku meminta maaf
kemudian paman lao pun mengajak ku untuk berlatih, ia kembali mengajarkan ku berlatih teknik beladiri dasar
" teknik dasar lagi ? " tanyaku
__ADS_1
" tentu saja, dasar mu masih sangatlah buruk, kau tidak bisa belajar teknik lanjutan jika dasar mu tidak baik " ungkapnya
Aku pun menuruti dan mengikuti setiap intruksi-intruksi yang ia ajarkan