
Mengapa semua ini terjadi...
Diriku dibuang dari yang lain dan dianggap sebagai seorang sampah...
Aku tidak mengerti apa yang mereka pikirkan saat di depanku dan apa yang mereka katakan saat di belakangku...
Seolah tidak berguna diriku ini di buang dan dihukum untuk tidak kembali lagi melihat sinar matahari...
Dan semua itu terjadi saat ini.
~A~
Sekolah swasta bernama " JASA GO SCHOOL ", adalah sekolah yang kini sedang aku tinggali untuk mencari ilmu agar aku bisa menjadi orang yang hebat di kehidupanku nantinya.
Seolah tidak ada jalan keluar lagi saat ini diriku hanya bersekolah sungguh - sungguh agar menjadi nomor satu untuk mendapatkan rekomendasi pekerjaan setelah lulus.
Kondisi keluargakulah yang menjadikan diriku orang yang giat belajar untuk menjadi orang sukses pada nantinya agar aku bisa mengembalikan namaku yang di buang.
Dan hari ini adalah hari senin, dimana semua murid di anjurkan berangkat lebih awal untuk menghadiri upacara di sekolah. Tapi untuk orang sepertiku yang bekerja baik pagi dan malam itu sungguh melelahkan karena harus mencapai ke sekolah tepat waktu.
Untuk tidak terlambat sampai di sekolah aku berlari agar tidak terlambat mengikuti upacara tersebut, namun sayang sekali karena aku terhadang di tengah jalan.
Ayahku berhutang kepada salah satu perusahaan dan akulah yang menanggung hutang itu sedari ayahku meninggalkan rumah entah kemana perginya, ibuku yang juga jarang pulang membuat diriku selalu di hadang setiap hari saat berangkay sekolah untuk membayar lunas hutang dari ayahku tersebut.
Tidak ada saudara dan tidak ada kakek beserta nenek lagi inilah yang membuatku menjadi jalan keluar bagi para penagih hutang untuk melunasinya, mau bagaimana lagi untuk hari ini diriku membayar hanya kurang dari biasanya karena sebentar lagi akan ada ujian tes dan aku harus belajar.
__ADS_1
Tapi itu bukan menjadi satu alasan bagi mereka.
Diriku sempat di pukuli untuk pelampiasan bahwa pada minggu ini tidak lagi membayar hutang dengan penuh.
Berdiri dan masih melanjutkan berjalan ke sekolah agar tidak terlambat untuk mengikuti upacara, aku berlari kembali dan sangat sayang lagi bahwa aku mendapatkan hukuman akan keterlambatan melewati lebih dari dua puluh menit.
Mendapat hukuman berupa membersihkan toilet adalah sesuatu hal yang di kususkan oleh guru untuk menghukumku setiap terlambat pada saat upacara dan hari biasa.
Namun itu saja mudah bagiku karena sebuah hal besar seperti terlambat memang harus mendapatkan ganjaran yang besar pula.
Dengan menghela nafas panjang akupun berpikir,
"Walaupun aku berbicara seperti itu, hal seperti ini membuatku merasa di rendahkan"
Ruangan dimana aku belajar di kelas dua sekolah menengah atas untuk sekarang, dan hanya dirikulah yang mendapatkan kejutan setiap harinya saat masuk keruang kelas terlambat setelah di hukum.
Bukan berarti kejutan itu adalah kejutan yang luar biasa dan membuat aku senang tapi, Kejutan ini membuat aku kecewa.
" hey lihat, anak dari hubungan gelap itu ingin menduduki bangku kotor dengan sangat tenangnya "
" apakah itu betul, ayahnya tidak pulang ke rumah karena mendapatkan wanita lain dan juga ibunya menjadi bahan hiburan di hotel "
Dengan tertawa seisi kelas menertawaiku betapa kacau dan buruknya kondisi keluargaku saat ini, namun ada satu wanita yang membelaku sekarang.
" sudah cukup, bukankah itu tidak baik merendahkan seseorang seperti ini, asal kalian tahu saja bahwa dialah yang menempati ranking paling atas di kelas dan mungkin saja nanti dia akan bekerja di perusahaan yang besar "
__ADS_1
" hey ketua kelas, bukankah banyak wanita yang mengincar seseorang untuk saat besar nanti dia akan bekerja di perusahaan yang besar "
" bukan begitu, ya itu mungkin saja buatnya "
Dengan menatap diriku ini sesungguhnya sedang memikirkan bahwa sekarang ini aku di bela atau di rendahkan, aku tidak mengerti sama sekali.
Sesaat setelah itupun guru di kelas kami datang, dia bernama " Rinda Lufy ". Dia mengajar bahasa mata pelajaran bahasa inggris, mungkin pelajaran kali ini aku bisa menguasainya dan harus mendengarkan dengan sungguh-sungguh.
~
Jelang waktu untuk istirahat saat di jarum panjang jam tepat di angka dua belas, teman di sebalahku sudah menyuruhku untuk membelikan roti isi dan juga minuman untuk dia makan nantinya.
Walau dia ataupun mereka juga bisa berangkat sendiri untuk membelinya sendiri tapi lebih memilih untuk membuatku di rendahkan lagi dengan menyuruhku setiap kali jam istirahat di mulai, dan mau bagaimana lagi karena ini adalah jalan keluar bagiku untuk tidak membuat sebuah masalah besar.
Namun saat ibu guru Rinda keluar dari ruangan kelas dan jam istirahat itupun di mulai, jarum panjang tepat di angka dua belas itu tidak berlanjut ke angka selanjutnya.
Bell bunyi dari peringatan untuk jam istirahat juga tidak terdengar, suara dari mobil dan kendaraan di jalan seakan tidak sampai lagi dari kelas kami.
Aku tidak mengerti hal ini karena seluruh kondisi kelas mulai gaduh akan sebuah fenimena yang baru mereka alami.
Tidak ada suara sama sekali di telingaku dan hanya ada satu hal yang aku lihat sekarang yaitu
CAHAYA
Sebuah cahaya dari bawah kaki kami yang membuat mata kami penuh dengan sinar putih dan tanpa di sadari bahwa tubuh kami telah di bawa ke tempat yang sangatlah aneh.
__ADS_1