34- hero vs 1 devil's

34- hero vs 1 devil's
MENEMUKAN


__ADS_3

Sekarang sudah dua puluh menit saat aku duduk untuk beristirahat.


" mungkin sekarang aku bisa berjalan kembali "


Ruangan demi ruangan aku lewati dan memang ini adalah sebuah lorong dari labirin, aku berpikir sejenak bahwa di setiap lorong yang aku lewati terdapat banyak pajangan di setiap dindingnya.


Mengerti akan satu hal yaitu di setiap pajangan labirin pasti di balik itu adalah jebakan, walaupun aku peroleh pengetahuan itu dari beberapa film yang pernah aku tonton dulu tapi sesungguhnya semua pajangan disini sama saja.


Yaitu berbentuk pedang di sisi kiri lorong dan tameng di sisi kanan dinding, terdapat juga tongkat beserta juga batu bercahaya. Namun ini adalah lorong yang mirip dengan labirin, anggap saja pikir dariku bahwa semua itu adalah tipuan.


" cahaya? "


Saat diriku berjalan dan menatap ke belakang untuk melihat apakah ada yang mengikutiku atau tidak, aku melihat sebuah cahaya terang.


Berbeda dri sebelumnya, cahaya tersebut terasa mengejar dengan cepatnya, menuju ke arahku yang berjalan sangat lambat karena kondisi kaki yang sedang cidera.


Tak tahu pasti apa itu dan berpikir bahwa itu adalah sebuah ancaman, aku berlari sekuat tenaga menuju ke depan tanpa tujuan untuk menghindar.


" aku tidak tahu apa itu tapi yang pasti aku harus menyelamatkan diri "


Semakin aku berlari cahaya itu semakin cepat mengejar, tidak tahu pasti apa itu tapi aku benar - baner dalam kondisi sangat panik dan takut.


Namun saat diriku berlari, aku melihat ada dua lorong pemisah di depan dan tanpa pikir panjang aku memilih lorong dimana lorong tersebut yang aku pilih terlihat sangatlah buruk di bandingkan lorong yang di sebelahnya.

__ADS_1


Menatap sebuah kesalahan kembali sekarang aku berhasil kabur dari cahaya tersebut yang menuju ke arah lirong yang terlihat bagus di bagian awal masuknya.


Aku tidak ingin pergi ke lorong dimana makhluk itu berada karena mungkin saja dia berbalik dan mengejarku kembali, dan yang aku pilih yaitu lorong dimana kondisi lorong ini sama saja.


" sudah jelas jalan buntu sekarang, aku tertipu oleh lorong jelek ini "


Yang aku lihat sekarang adalah.


Jalan buntu.


Tidak ada apapun di depan dan hanya berisi bebatuan yang menjadi pagar untuk tidak bisa di lewati.


" buruk, menyingkirkan bebatuan besar ini mungkin saja sangatlah susah, dan juga jika aku kembali maka aku bisa bertemu dengannya lagi. Lalu apa yang harus aku lakukan sekarang "


" bagaimana jika aku melawan cahaya tadi, tapi hanya orang yang ingin mati saja yang hanya melawan mekhluk yang baru saja dia temui "


Menatap ke bawah bahwa diriku ini selalu dihianati dan bernasib sial, tidak di hormati dan hanya dianggap sampah yang tidak berarti apa - apa.


Meneteskan air mata bukanlah jalan keluar dari ini tapi tidak salahnya bagi orang yang kesengsaraan hidupnya telah dia sadari, namun kata takdir itu bisa di ubah mungkin saja benar.


Saat tetesan dari air mataku ini menyentuh tanah, terlihat ada kilauan kecil yang muncul dari benda yang terkena tetesan tersebut.


Aku mengambilnya, benda itu kecil dan saat aku mengelapnya dengan bajuku.

__ADS_1


" cincin "


Benda itu adalah sebuah cincin berwarna biru dengan dipadukan warna putih, di setiap sisi cincin tersebut ada semacam ukiran berupa tulisan dan karena aku bukan orang daru dunia ini maka aku tidak bisa membaca tulisan tersebut.


Tapi di dalah cincin tersebut juga memiliki ukiran pula namun berbeda, itu bukanlah sebuah tulisan dan saat aku melihat dengan dekat.


" apa semua ini lambang dari para setatus yang pernah aku lihat di kerajaan itu, tapi jika iya maka cincin aneh ini mungkin berguna nantinya saat aku jual "


Didalam cincin tersebut terdapat sebuah lambang yang terukir dari semua setatus yang pernah aku lihat di papan tulis yang ada si kerajaan saat itu, tapi masalahnya disini aku masih tidak mengerti untuk keluar dan jika aku bisa keluar maka pikirku aku akan menjual cincin ini saja untuk bekal hidup di dunia ini.


" akhirnya aku menemukanmu "


Tapi saat aku melihat cincin tersebut, cahaya itu ternyata masih mengejarku dan kini ada di depanku.


Ketakutan yang kini sedang aku rasakan karena dia akan membunuhku, dilihat dari manapun makhluk tersebut aneh karena tidak memiliki bentuk dan hanya cahaya saja dengan sedikit semacam lubang berwarna hitam di tengahnya yang seperti mulut.


Tanpa pikir panjang karena tidak bisa kabur dari kondisi seperti ini, aku memakai cincin yang baru saja aku temukan tadi dan hal aneh kini terjadi.


" kau!! Kenapa memakai cincin itu, cepat lepaskan "


Makhluk itu mendekat dan aku yang tidak bisa berbuat apa - apa sekarang mengarahkan tangan kiriku dimana cincin itu di tempatkan dan berpikir bahwa cahaya itu akan hilang.


" berhenti!! "

__ADS_1


__ADS_2