
Itu sangat mengejutkanku karena aku baru pertama kali melihat semua hal itu, layaknya seperti sebuah film perang saja yang pernah aku tonton.
" apa itu semua perajuritnya? "
" ya "
" mustahil "
" haha? "
" mustahil untuk kita melawan mereka "
" maka dari itu kita lihat dulu saja "
Wajahnya cemas, mungkin saja dia melihat bahwa ini adalah awal kekalahan.
Kami turun di depan para perajurit dengan jarak yang cukup untuk menggunakan sihir milikku, terlihat dari depan bahwa aku sedang menghadapi seratus ribu lebih manusia yang levelnya cukup mengguncangkan dunia.
~ A ~
" jadi dia adalah orang yang telah menghancurkan setengah dari kerajaanku dengan satu serangan saja "
" yang mulia, orang itu membawa satu wanuta elf di sampingnya, tidak salah lagi bahwa wanita elf itu dari desa kecil di balik gunung ini "
" hancurkan, bunuh dua semut itu karena telah menantang kerajaan kita "
~ A ~
Salah satu perajurit dengan berpakaian perisai berwarna hitam pekat berdiri di depan seluruh perajurit yang berpakaian perisai berwarna silver.
Mengangkat tangannya yang menggenggam kapak sangat besar lalu memerintahkan seluruh perajurit untuk maju.
Semua perajurit maju, memakai naga untuk tunggangan dan ada yang berlari dengan pedang vesar yang mereka gunakan.
Itu seperti.
Sia - sia saja.
" Fira Risaria, mundurlah "
" apa yang akan kau lakukan, dan panggil saja aku Fira "
" aku akan menggunakan sihirku "
" sihir yang aku pikirkan saat ini "
Aku mengangkat tanganku, menatap ke arah orang - orang yang berlari menuju ke arahku dan berkata.
" ULTIMATE SHOOT "
Bulatan sihir keluar dari samping kanan, atas, dan bawah untuk mengeluarkan pedang sihir yang aku panggil.
__ADS_1
Lebih tepatnya ini adalah pedang yang bisa menembus swmua baja sekeras apapun, aku menunjukan semua sihir untuk mengarah ke para perajurit.
" MATILAH "
Bergerak cepat layaknya angin, menembus semua hal layaknya air, keras layaknya tanah.
" ini adalah sihir mililku "
Banyak sekali perajurit yang mulai tergeletak mati terkena seranganku dan orang yang berpakaian sangat hitam tadi terkena serangan pedang tepat di arah kepalanya.
Semua naga, semua orang, bahkan semua makhluk yang dia bawa untuk berperang kini mati seketika di depanku.
Mereja berlarian, berhamburan entah kemana untuk menghindari seranganku.
" apa ini kekuatan dari manusia di dunia ini "
~ A ~
" yang mulia, yang mulia cepatlah lari dari sini, dia bukanlah makhluk biasa saat aku mendekat untuk melihat tadi aku terkejut dan langsung lari karena level miliknya "
" level miliknya apa, apa yang terjadi pendeta "
" dia memiliki level yang tudak bisa dihitung, tingkatnya melampaui dewa. Tidak dialah, dialah sanga pembunuh dewa yang sebenarnya! "
" yang mulia, semua perajurit di bagian depan telah mati dan jika dihitung itu sudah tujuh puluh ribu perajurit mati seketika yang mulia "
" ayo kita pergi yang mulia, keselamatanmu adalah yang terpenting "
" baik aku akan pergi, ayo "
~ A ~
Untuk memperingati kerajaan maka aku hanya perlu datang ke pemimpinnya, karena semua perajurit itu hanya tinggal sedikit yaitu di tenda mewah yang ada di belakang garis pertahanan maka aku berpikir bahwa sang raja itu disana, untuk mengetahuinya aku mendatangi tenda tersebut.
Aku terbang membawa fira kembali, tapi dia masih terkejut saat aku bawa dan terlihat dari wajahnya dia marah akan hal itu.
" maaf ya "
" sudahlah aku juga mulai terbiasa "
Seketika aku berpikir bahwa terbiasa dalam hal apa yang dia maksud.
Sampai di depan tenda itu semua perajurit disana mengangkat tombaknya dengan rasa ketakutan.
" siapa kau, kenapa kau ada disini "
" bukankah aku sudah menang, aku berhak menemui pimpinan kalian bukan "
Aku masuk ke tenda dengan wajah dari raja kerajaan ROKE ERUOP yang sangat ketakutan, lalu dia turun dari tempat duduknya dengan menundukan kepalanya dan mengatakan bahwa dia telah kalah.
" aku kalah, kerajaanku telah kalah melawanmu "
__ADS_1
" ya untuk tapi aku tidak ingin menduduki kerajaan sekarang "
" apa! "
" misiku bukanlah ini, sebenarnya aku ingin sekali membunuh semua manudia di kerajaanmu tapi mungkin lebih baik lagi jika mereka akan aku jadikan satu untuk menjadi kerajaan bagi para bangsa elf "
" tapi manusia dan elf akan sulit bersama nanti "
" tidak jika aku yang berkuasa "
" lalu bagaimana cara yang dermawan menunjukan semua hal itu "
" aku besok ke kerajaan baruku, lalu mengumumkan sebuah undang - undang untuk rakyatku nanti. Jadi sambutlah diriku besoj datang ke kerajaan kalian "
Aku pergi dengan fira kembali ke desa itu, dan wajah fira masih terlihat marah entah apa yang aku perbuat.
Tapi lebih baik jika aku memohon maaf atas apa yang terjadi karena dia telah banyak sekali membantuku.
" anu, fira kenapa wajahmu seakan marah "
" aku tidak marah "
Sudah jelas bukan dari perkataanmu saja itu sudah menunjuman bahwa dirimu kini sedang marah.
" aku munta maaf fira, atas segaka yang aku perbuat dan aku akan pergi setelah semua beres aku berjanji "
Aku menundukan kepalaku dan meminta maaf dengan benar kepadanya, tapi saat aku meminta maaf dia menangis.
" apa "
" apa? "
" apa yang kau lakukan, kau datang begitu saja, menolog kami yang tidak kau kenali sama sekali lalu mempersatukan bangsa elf agar menjadi bangsa yang mengukir namanya kembali di dunia, apa - apa yang kau inginkan sebenarnya apa! "
Dia berbicara dengan suara yang tinggi dan air mata yang keluar dari wajahnya itu bukanlah air mata kesedihan melainkan kebahagiaan.
" aku hanya ingin, aku hanya ingin menolong bangsamu saja. Jadi ayo kita pergi ke desa untuk merayakan kemenangan kita "
Dia berhenti menangis dan aku hanya bisa menggengam tangannya untuk berjalan menuju ke desa bersama, tangisannya seakan berhenti lalu aku mulai lega akan hal ini.
" aku akan ikut kau "
" eh "
" jika kau akan berpetualang dan berperang melawan seluruh kerajaan di dunia ini maka aku akan ikut "
" tidak, aku ini hanya berjalan - jalan saja lalu membalas dendam kau tahu "
" walau begitu aku akan tetao ikut, jika tidak maka aku tidak akan pernah memaafkanmu "
Aku sudah tidak bisa mengelak perkataan ini lagi dan secara respon hanya menuruti apa kemauannya.
__ADS_1
Dan sampainya di desa kami di sambut sangat meriah karena ternyata kepala desa membawa bangsa elf yang terdapat di sebelah barat dengan mengataman bahwa bangsa elf akan di angjat kembali namanya.
Aku senang dan bahagia melihat wajah dari mereka, dan besok hanya tinggal menuju ke kerajaan baruku yang telah aku dapatkan.