525.600 Menit

525.600 Menit
Bab. 5 Nomer ponsel.


__ADS_3

"Permisi, bubur ayam pedas punya masnya. Dan ini yang gak pakai kacang punya mbaknya."


"Makasih buk!!" Arkham dan wanita di sebelahnya itu menjawab bersamaan.


Kebetulan itu membuat mereka saling menoleh, terdiam beberapa saat untuk bertukar mata yang kini saling terjerat.


"Trisya, hehe." Ucap Arkham yang tiba-tiba lalu melemparkan senyum.


"Hmm, Arkham kan?!" Balas teisya sembari ia mengulurkan tangan menggeser makanan Arkham, untuk ia berikan.


"Iya, nah sarapan di sini kamu Sya?"


"Iya, aku hampir tiap hari sarapan di sini sebelum ke toko. Kamu sendiri tumben aku liat kamu sarapan di sini." Tanya Trisya tiba-tiba.


"Emm, i.. iya baru kali ini aku sarapan disini, gak nyangka bisa bareng kamu.. eh!!" Arkham sedikit gugup.


"Kenapa-kenapa... " Trisya melempar senyum.


"Nggak apa, itu nanti dingin. Mending makan dulu deh!" Bujuk Arkham memanipulasi keadaan yang membuatnya salting saat ini.


Sembari sarapan, Arkham kemudian sedikit berbincang dengan Trisya.


"Iya, aku baru kali ini sarapan di sini. Ternyata bubur ayam di sini enak ya, Sya?"

__ADS_1


"uh, pake banget lhoo. Makannya aku sarapannya di sini tiap hari. Kalo kesiangan dikit, aja! Pasti kehabisan." Trisya sedikit menjelaskan.


"Iya, kah? oh gitu yah. Jadi habis sarapan langsung berangkat kamu, Sya?" Tanya Arkham sedikit melirik wajah cantik di sebelahnya itu


"Iya lah. Balik lagi ke rumah yang ada aku kesiangan."


"Ya udah nanti bareng aku aja. Aku juga mau ke Koh Ahong. Belanja kebutuhan toko, makanya aku sarapan di sini" Kata Arkham sembari melempar senyum dan harap tentunya.


"Boleh, kalo gak merepotkan. Biasanya sih aku naik angkot." Trisya tidak menolak karena tujuan yang sama dan lagi...


Trisya juga tau kalo seperti biasanya ia naik angkutan umum, ia akan menunggu penumpang yang lain, sehingga terkesan lama. Dengan Arkham, mungkin akan lebih cepat sampai, pikirnya.


Obrolan itu terus berlanjut meski sarapan mereka sudah selesai sedari tadi, mereka berbagi tawa dalam perkenalan. Lebih tepatnya obrolan merek pertama kalinya, semenjak pertemuan singkat tempo lalu.


"Emm, mungkin akan lebih cepat kali yah? Kalo aku mau berbelanja, aku call dari toko jadi aku ke sana tinggal ambil barang terus bayar." Lanjut Arkham dengan obrolan yang random sedari tadi.


"Nah, iya lah!! Lebih singkat dan gak ngebuang waktu kamu juga, Ar." Jawab Trisya.


"Iya nih, kalo gitu boleh minta nomermu kan?" Tanya Arkham menjulurkan ponsel di tangannya.


"Kan kamu punya nomer Iqbal, nomer Hani juga kamu punya kan?!" Jawab Trisya dengan polosnya.


Arkham hanya menyerengit, dengan wajah malu ia kemudian hanya bisa langsung kepada point yang ternyata tak sampai pada tujuannya kepada Trisya kala itu.

__ADS_1


"Jika memang kamu tidak mau sibuk dengan pesanan toko ku, kalau nantinya aku menelfonmu. Setidaknya di waktu senggangmu boleh kah aku menyibukanmu dengan aku yang ingin lebih mengenalmu, Sya?" Ucap Arkham dengan pandangan sayu dan senyum tergantung di sana.


Mendengar itu, Trisya hanya tertawa kecil sembari menutup mulutnya.


"Aku tak menyangka, kamu berusaha juga untuk sebuah nomer ponsel ya? hehe."


"Ini, code QR. Scanning gih, mana ponselmu." Ucap Trisya mengulurkan ponsel dengan code QR siap untuk di scanning.


Tak menunggu lama Arkham pun menyambutnya.


"Sudahkah?" Tanya Trisya yang kemudian mengajak Arkham untuk berangkat karena hari ternyata sudah mulai beranjak dari pagi menuju siang.


"Okkey!! Sebagai salam perkenalanku, biar aku yang bayar sarapan kita ini ya, Sya." Sambil tersenyum Arkham bangkit dari duduknya.


Sementara itu, Trisya hanya tersenyum dan mengangguk, menggeser tubuhnya sedikit memberi jalan Arkham untuk lewat.


Setelah membayarnya, akhirnya mereka berdua berlalu untuk berangkat ke percetakan Koh Ahong bersama-sama.


"Udah siap keh, Sya?" Tanya Arkham sebelum memacu motornya.


"Udah, Ar! Ayok berangkat."


Perlahan motor itupun berjalan menjauh dari Warung Bubur Ayam Bu Anna menuju Toko percetakan Koh Ahong.

__ADS_1


__ADS_2