
Layaknya sebuah layangan yang terbang tinngi,tentram .Yang memiliki pesan tersembunyi.Yaitu seberapa besar dirimu berperan dalam sebuah pergerakan.Layaknya dorongan sang angin yang membuat layangan tersebut terbang tinggi.Dengan seutas tali yang menjadi pengendali layangan itu.Seperti kita yang dikendalikan oleh tali CINTA yang kadang tergores oleh keserakahan.........................
Berbeda dari hari biasanya.Ada satu hal yang kurang dari keenam sahabat tersebut.Ya,hari dimana mereka merasa sepi tanpa tawa seorang Gilang.Hari itu Gilang tidak masuk sekolah,dikarenakan sebuah peristiwa kecelakaan mobil yang menimpanya.
‘Bagaimana ni guys, kalok kita jenguk samaan si Gilang ntar sore?.Tanya Wawan kepada teman temannya.
Ya,kasian si Gilang,kemarin gue thelphone Papanya.Katanya sih ada keretakan tulang dibagian kakinya’.Balas Johan
‘Masyaallah,semoga ndak terjadi apa apa sama si Gilang’.Ucap Novi.
‘Ya udah ntar sore kita sama sama jenguk dia’.
‘Bener La,kita kesana aja,gue nggak tega liat hsiGilang’.Balas Hani.
Sore harinya..(RSUD MATARAM)
‘Assalamualaikum Om,apa kabar?’.Tanya Fadila pada Om Zaki,papanya Gilang.
‘Waalaikumsalam,Alhamdulillah Om sehat.Yuk masuk dulu,Gilangnya belum bangun.’Katanya sambil merapikan kursi yang ada didalam ruang VIP tempat Gilang dirawat.
‘Ehh anak anak,ini dimakan dulu makanannya,maaf ya kalok cuman segitu’.Sapa Tante Rara mamanya Gilang.
‘Nggak papa kok Tante,ndak perlu repot repot’.Ucap Johan.
‘Ohh ya Han,soalnya Tante nggak sempat tadi beli makanan disupermarket.Tante kirak kalian nggak dateng’.
‘Hmmmm, ya Tante,kita cuman pengen nengokin Gilang,kasian dianya harus terbaring lemes kayak gini’.Ucap Hani dengan nada lembut.
‘Eh Gilangnya bangun tu’.Ucap johan.
‘Ya udah,kalok kalian mau ngomong ma Gilang,Tante keluar dulu kalok gitu ya’.
‘Oh ya Tante makasi’.Balas Novi.
Mereka pun berbincang dengan Gilang yang terbaring di kasur empuk ruang rawatnya.
‘Widih ketua geng kita napa lesu gitu?’.Ketus Wawan dengan nada candaannya.
‘Lu Wan.nggak bisa serius sehari,canda mulu’.Balas Fadila kesal.
‘Ya kan biar Gilang terhibur gitu,biar nggak lesu mulu dari tadi’.
‘Ya elah namanya juga orang sakit,masak jungkir balik Wan.
‘Hehe yaya Han,gue nyerah dah’.
‘Gimana kakilu Lang,udah baikan?’.Tanya Johan pada Gilang.
Alhamdulillah Han,tapi masih belum bisa jalan.Kata dokter harus bertahap dulu,baru boleh digerakkin semula.Jawab Wawan.
‘Semoga Lu cepet sembuh ya Lang,kita kangen ni sama candaan lu’.Ucap Hani.
‘Lu nggak kangen sama gue Han,kan gue bisa ngelawak juga’.Balas Wawan
‘Idih,nggak lah,jijik gue liat lawakan lu,habis jorok amat lu.Sering ngupil pakek jempol’.Ketus Hani
Hhhhhhh.Mereka tertawa mendengar Hani,Gilang hanya bisa tertawa kecil melihat para sahabatnya tertawa. ‘ Sebuah ketentraman yang kau miliki,namun tidaak kau sadari ada kesengsaraan orang lain dibawah ketentraman yang kau miliki.Bagaikan sebuah parasit yang tumbuh tentram dibalik kesengsaraan tanaman lain yang menjadi korban keserakahannya.Namun itulah sahabat,bagaikan simbiosis mutualisme yang saling menguntungkan satu sama lain.
‘Tante,kita pamit pulang dulu ya,Insyaallah kalok ada waktu kita kesini lagi’.
Oh ya Ni,makasih loh, kalian udah sempat jenguk Gilang’.Ucap Tante Rara.
‘Ya tante,Kita kan sahabatnya Gilang.nggak mungkin lah kita nggak peduliin dia’.
‘Ya udah,hati hati dijalan ya nak.Tunggu bentar ya,Tante bungkusin makanan dulu’.
Nggak usah Tante,ngerepotin tante ntar’.Balas Johan.
Nggak kok Han,Tante nggak repot kok.Ini tanda terima kasih Tante karena kalian udah mau nemenin Gilang’.
‘Hehe ya Tante,Makasi’
Tak lama setelahnya,mereka kahirnya pulang kerumah masing masing.
Hari esok yang penuh dengan tantangan baru bagi mereka.Yang penuh dengan ribuan permasalahan,namun terhempas oleh satu ombak keyakinan CINTA yang menjadi sebuah moto dari persahabaataan mereka....
__ADS_1
Satu Bulan kemudian......................
Anak anak,berhubungan dengan akan diadakannya UN yang tinggal hanya hitungan hari.Para guru dan kepala sekolah,membuat kesepakatan untuk menambah waktu KBM disekolah kita.
‘Hahhhhhh’.Ketus para siswa dan siswi yang ada dikelas tersebut.
‘Sudah,diam diam’.Ucap Pak Agung sambil menepuk tangannya.
‘Ok dengarkan baik baik.Bagi para siswa dan siswi yang nilainya diatas rata rata,bisa mengajak temannya yang lain untuk membuat kelompok belajar masing masing’.Jelas Pak Agung pada murid2nya.
.Eh Han,gimana kalok ntar malem kita belajar bareng kerumah lo .Tawar Wawan
Gilang yang hari itu telah pulih kembali, ikut nimbrung dalam percakapan mereka.
Nah gue setuju tu,sekalian kita bahas masalah Universitas,gimana?.Jawab Gilang.
‘Ok’.Ntar malem gue tunggu dirumah gue’.Balas Johan.
‘Siip Han’.
Malam harinya........ ‘ Novi,Fadila,Gilang,Hani dan Wawan akhirnya berangkat menuju rumahnya Johan dari rumah masing masing dengan mengendarai sepeda motor.
‘Salam Tante’.Ucap Hani pada Tante Rina Mamanya Johan
‘Eh anak anak,tumben kesini rame2,yuk masuk Tante buatin minuman’.
Hehe ya Tante,kita mau belajar bareng sama Johan’.Ucap Wawan.
‘Oh gitu ya.Haaaan,temen kamu dah dateng ni’.Teriak Mama pada Johan.
‘Ya maaa bentar’
Setelah mereka menghabiskan minuman yang telah disediakan oleh Mamanya Johan,mereka pun beranjak keruang Belajar yang berada di lantai dua dengan jendela ruangannya yang terbuka lebar menghadap kelangit,yang disediakan oleh papanya Johan sebagai tempat khusus belajar bagi Johan.
‘Wow,keren banget ruang belajar lu Han’.Ucap Gilang.
‘Hehe papa gue yang rancang dekorannya,katanya sih biar nyaman belajarnya’.Balas Johan.
‘Ini mah nyaman banget Han,kayak Vila’.Ucap Fadila.
‘Nah,udah kelar ni masalah pelajarannya.Lnjut ketopik berikutny’.Ucap Wawan
‘Ok,topik apaan ni,jangan yang horor ya!’.Balas Novi.
‘Yaya,siip.Menurut gue sih kita bahas topik masalah Universitas aja’.Ketus Gilang.
‘Kalian rencananya mau lanjut dimana?’.Tanya Johan pada teman2nya.
‘Gimana kalok kita barengan masuk UNRAM’.Tawar Hani.
‘Eh,bukannya kamu ikutin saran papa kamu Ni?’
Awalnya sih gitu Han,tapi papaku bilang terserah aku mau masuk Universitas apa’.
‘Baguslah kalok gitu’.Balas Johan’.
‘Ya yang penting bagi gue kita bisa bersama selalu,seperti sekarang.’
‘Ya bener yang lu bilang.Dimanapun,dan bagaimanapun juga kita harus tetap bersama’.ucap Wawan pada Fadila.
‘Eh kenapa topiknya kesana sih,kan kita mau bahaas masalah universitas’.Ketus Gilang.
‘Eh yaya’.Hhhh’.Merekapun tertawa bersama.
Sebuah ketentraman malam yang tak biasa bagi mereka.Sebuah percikan cinta yang tak terkira dari sebuah kesunyian malam yang tenang.Bagai sebuah bumbu pelengkap di tengah kehambaran ramuan kasih yang mereka buat.Malam yang memiliki tujuan tersembunyi.Sunyi,tenang,menggalutkan,menghanyutka,namun penuh dengan taburan pesan cinta untuk menghadapi hari esok...
Sebuah pertemuan pasti memiliki sebuah akhir yang berat,yaitu perpisahan.Gilang,Novi,Fadila,Wawan dan Hani pamit pulang setelah lama berbncang dengan Johan.
‘Han,inget ya kesepakatan kita..’Ucap Wawan pada Johan ketika hendak pulang.
‘Haha,siap Wan.Pasti gue tepatin kok’.
Mereka akhirnya harus berpisah ditengah malam yang penuh kenangan tersebut.
Saat sedang bersantai sambil membaca buku dengan iringan nada music dari headphone,ditaman rumah yang berhiaskan kesunyian malam.Papanya menghampirinya.
__ADS_1
‘Han,gimana masalah kuliahnya?’.
‘Masih belum Pa,masih bingung mau lanjut dimana’.
‘Terserah kamu aja nak S1 nya mau lanjut dimana,yang penting bagi Papa kamu harus lanjut S2nya di Paris.
‘Ok pa, Johan usahain biar bisa lanjut di Paris’.Ujar Johan pada Papanya
Dikamarnya,Johan merasa seakan dirinya memiliki sebuah batasan waktu dengan teman2nya.Seakan satu tahun yang terasa bagaikan seperti satu hari.Tak terasa sudah kebersamaan mereka yang mereka jalani selama ini.Sebuah kenangan yang menyimpan berjuta pesan yang melekat dihati mereka.Sebuah malam yang menenangkan untuk menutup kisah sang hari yang memiliki berjuta kejutan bagi hari esok.
Senin,15 Juni 2021 ...(Ruang Ujian SMA UMUM 2 MATARAM)
Ruang ujian yang dipenuhi ketegangan para siswa dan siswi yang akan menentukan masa depan mereka kelak.Memang kebanyakan dari mereka tidak terlalu mempedulikan apa yang akan mereka hadapi kelak ketika sudah lulus.
Masa SMA,memang masa dimana penuh kenangan yang dirindukan oleh para alumni2.Kenangan yang tak dapat terulang kembali,tak seperti sebuah permainan yang apabila telah kalah,dapat kita ulang kembali.Ribuan harapan,miliaran permasalahan,berjuta pendapat,terangkum dalam satu tujuan dan bangunan cinta yang kita bangun bersama.Dengan sebuah pondasi yang hanya kau dan aku yang tau.
Keenam sahabat tersebut duduk berdampingan.
Sambil menahan tangannya yang bergetar,Gilang berdoa dalam hatinya.
‘Kaki lu kenapa Lang,haha lu gemeteran?’.Tanya Wawan sambil tertawa kecil melihat Gilang.
‘Apaan sih Wan,gue lagi fokus ni’.Balas Gilang.
Johan yang melihat mereka berdua,hanya geleng geleng kepala melihat tingkah sahabatnya.
‘Sante aja Lang,yang penting lu udah berusaha semaksimal yang lu bisa’.
‘Ya Vi,tapi gue nggak bisa tenang ni’.Balas Gilang pada Novi.
Tak lama kemudian Pak Ahmad selaku Kepala sekolah mereka,memberikan intruksi sebelum Ujian berlangsung.
‘Anak anak,sebelum kita memulai Ujian,segala sesuatu yang dilarang untuk dibawa ketika UNBK berlangsung,mohon dikumpulkan diatas meja pengawas’.Ujar Pak Ahmad.
Setelah mengumpulkan barang2 tersebut,mereka pun akhirnya memulai Ujian dengan teratur.
Tiga jam berlalu.Akhirnya mereka selesai menghadapi hari pertama Ujian.
‘Huh,udah lega ni’.Ketus Wawan.
‘Baru ujian pertama udah seneng lu,masih lima hari lagi Wan.’
Oh yaya,aduuuh gue kirak udah berakhir ni, si Ujian’.Balas Wawan pada Johan sambil mengucek rambutnya,kesal.
‘Hahaha’.Tawa mereka melihat Wawan
Hari demi hari berlalu,tersisa satu hari lagi bagi mereka untuk dapat merasakan keramaian kelas yang penuh dengan kenangan pahit dan manisnya persahabatan.Hal yang dinanti nanti namun berat untuk ditinggalkan.Sekolah yang menjadi tempat berjuta memori indah,harus terelakan begitu saja.
Hari terakhir ujian pun tiba,pancaran senyum mulai terlihat dari para siswa dan siswi kelas akhir .Saat saat terakhir bagi mereka untuk bisa kumpul bersama.Kenangan yang selalu akan teringat kelak ketika mereka telah berpisah.
Oke anak anak,karena hari ini adalah hari terakhir kalian Ujian,semangat ya!.Nanti setelaah kalian selesai menjawab soal,kita akan kumpul bareng diaula.Bapak dan ibu guru akan mengadakan acara salam perpisahan,sekaligus pelepasan kelulusan kalian’.Ujar Pak Ahmad ,selaku kepala sekolah SMA UMUM 2 MATARAM.
Tidak menunggu lama,setelah selesai menjawab soal,para siswa dan siswi berkumpul di aula sekolah.Para guru telah duduk rapi menunggu mereka.
‘Selamat pagi anak anak,bagaimana Ujiannya,lancar?’.Tanya Pak Ahmad pada murid muridnya dengan menggunakan microphone.
‘Pagiii paakk.Jawab mereka bersemangat.
Bapak dan ibu guru ingin menyampaikan beberapa pesan penting sebelum kalian meninggalkan sekolah ini.Bapak berdiri disini mewakili para guru guru yang lain.Bapak dan Ibu guru cuman ingin berpesan pada kalian;’Jangan ada satupun dari kalian yang tidak melanjutkan keperguruan,mungkin ada yang orang tuanya tidak mampu,ya nggak apa apa.Tapi jangan karena ketidak cukupan yang kalian miliki,kalian menyerah begitu saja.Kejarlah masa depan kalian,berusahalah anak anakku!.Jihadkanlah sesuatu yang kalian mimpikan,karena percuma kalian memiliki seribu mimpi,namun tidak ada satupun perjuangan yang kalian taburi dalam sebuah pergerakan. ‘ ‘Belajarlah dari seekor semut,meski ia tau tidak mudah baginya untuk mendapatkan makanan,namun ia yakin akan satu hal.Yaitu tidaklah berarti sebuah kehidupan,tanpa adanya suatu perjuangan.Maka dari pada itu anak anakku berusahalah!!,karena hari esok, tidak dapat kalian perkirakan kehadirannya.Bapak dan ibu guru kalian ingin meminta maaf jika ada salah kami dalam mendidik kalian’.Ujar Pak Ahmad.
Para murid menyimak dengan serius,apa yang disampaikan Pak Ahmad.
‘Satu pesan terakhir dari Kami;’Janganlah kalian mudah putus asa atas perkataan buruk orang lain kepada kalian.Ingat anak anakku,jadikanlah itu sebagai ramuan penambah energi kalian untuk bangkit menghadapi hari esok.’
Acara itu berakhir dengan salam perpisahan para murid kepada guru yang telah mengajar mereka tiga tahun lamanya.Sebuah Awal buakanlah awal yang sesungguhnya,dan sebuah akhir bukanlah akhir dari segalanya.Sebuah skenario kehidupan yang misteri,tak terungkap oleh siapapun.Tersimpan dalam sebuah kitab. Yang hanya kepada-Nya segalanya tertuju.
Keenam sahabat tersebut menyempatkan diri mereka untuk melihat ruang kelas yang menjadi tempat awal mula sebuah tali persabatan mereka terbentuk.
‘Han,kenapa gue ngerasa berat ya ninggalin kelas ini’.Ujar Gilang pada Johan.
‘Ya sama Lang,mungkin karena kita udah lama disini.Besok pasti nggak kerasa,ya lama lama terbiasa Wan.
‘Hemm,berat rasanya harus pergi ninggalin sekolah ini’.Balas Wawan.
Tak lama kemudian mereka pun kembali kerumah masing masing setelah menutup sebuah kenangan manis dengan salam perpisahan.
__ADS_1
Waktu adalah sesuatu yang pasti, namun tak pasti kapan ia memulai dan mengakhiri perjalanannya.Layaknya sebuah pertemuan yang awalnya tak terduga,namun akhirnya bukanlah akhir yang dari segalanya.Teori yang tak terpecahkan,namun memiliki sebuah pesan bermakna disetiap detiknya..........