A Million Dreams About You By:Stalker Night

A Million Dreams About You By:Stalker Night
7.SEBUAH PENANTIAN YANG BERHARGA


__ADS_3

Kita bagaikan dua buah kaktus yang tumbuh di gurun yang luas.Sepi,sunyi,tidak ada kehidupan.Namun kita memiliki sebuah kelebihan yang tak dimiliki oleh tumbuhan lain.Dibalik duri yang tajam,dan penuh dengan kekurangan.Namun kita mempunyai sebuah cadangan air CINTA yang menyejukkan bagi kita,tersimpan didalam sebuah keyakinan kita akan penantian yang berharga.Dan akhirnya menumbuhkan sebuah Tunas kehidupan yang baru..........................


 


Satu Tahun kemudian.....


Jakarta,20 Mei 2022..( Universitas Indonesia,Kampus Salemba, Jakarta Pusat)


‘Han,katanya ada kunjungan Mahasiswa Fakultas Kedokteran dari Universitas Mataram’.Ujar Giyan pada Johan.


Setelah satu tahun yang lalu mereka bertemu.Kini mereka bertemu kembali di satu Fakultas yang sama yaitu Fakutas Bisnis.Johan melanjutkan Kuliahnya ke Jakarta,meninggalkan Rumah dan keluarga tercintanya demi sebuah masa depannya.Ia tinggal disebuah kos kosan yang berjarak tak jauh dari Universitas nya.Ia sengaja mengambil kerja paruh waktu di sebuah Caffe milik teman Papanya.Johan tidak ingin menyusahkan kedua orangtuanya meskipun keluarganya kaya.


‘Mahasiswa fakultas kedokteran?,ada perlu apa mereka kesini?’.


‘Katanya sih ada kunjungan kerja gitu’.Kata Pak Dosen kita disuruh nyiapin ruangan buat mereka’.


‘Oh,ya udah kalok gitu kita kumpul dulu di ruang rapat’.


Tak lama kemudian,Johan dan temannya berkumpul disebuah ruangan khusus yang telah disiapkan oleh Dekan(kepala fakultas)nya.bagi para Mahasiswa lulusan D1.


Johan selaku ketua kelompok kerja bagi para teman2nya,mengusulkan ide untuk menyambut kedatangan Mahasiswa dari UNRAM.


‘Ok temen2,seperti yang kita tau.Hari ini kita akan kedatangan tamu dari Fakultas Kedokteran Mataram.Tujuan dari perkumpulan ini adalah bagaimana cara kita agar terlihat baik di mata mereka.Nah,dari pada itu,gue mau ngusulin bagaimana caranya supaya mereka nyaman ketika datang kesini.Ada usulan?’.Ujar Johan pada teman2nya.


‘Yang simple2 aja Han,kita tinggal bersihin ruangan yang sekiranya penting’.Usul Ana,teman sefakultasnya.


‘Bener tu,nggak perlu berlebihan,yang penting kampus ini keliatan bersih’.Balas Giyan.


‘Setelah mereka selesai rapat dan bersih bersih,mereka pun menunggu kedatangan para tamu’.Selang beberapa jam,akhirnya Mahasiswa Fakultas Kedokteran UNRAM datang.


‘Selamat datang pak’.Sapa pak Yasri selaku Dekan Fakultas bisnis UI.


‘Ya pak Yasri,lama ndak pernah ketemu’.Balas Pak Hari selaku Rektor(kepala Universitas) UNRAM.


Para tamu akhirnya masuk ke dalam ruangan yang telah disiapkan dan kemudian mengadakan musyawarah kerja.Johan yang saat itu tengah berada di toilet,terlambat mengikuti rapat.


Setelah dari toilet,akhirnya ia masuk keruang rapat.


‘Eh syut syut,Lu dari mana aja?’. Bisik Giyan pada Johan.


‘Toilet,perut gue sakit banget tadi’.Balas Johan sambil berbisik.


‘Hannn,syutt,woy.Ada cewek cantik tu,sumpah’.Bisik Giyan.


Syut,diem Lang.Perhatiin tu orang ngomong didepan’.


‘Ya elah Han,nyesel lu nggak liat’.


‘Beneran ?’mana, coba Gue liat...


‘Tuuu kanan paling pojok’.


Mereka berbincang dengan berbisik satu sama lain.


Johan pun melihat cewek yang dikatakan oleh Giyan.Bagaikan sebuah mimpi yang sangat indah,terasa baru namun tak asing baginya.Sesosok wanita dengan hijabnya yang memanjakan mata,menenangkan hati.Seseorang yang ia tunggu tunggu kedatangannya,sebuah penantian yang pasti.Hani,seorang wanita yang membuatnya merasakan bagaimana berartinya sebuah penantian.Kini berada tepat didepannya.


Hani yang saat itu merupakan Mahasiswi Fakultas Kedokteran UNRAM yang datang untuk melakukan kunjungan kerja,sedang duduk manis memperhatikan penjelasan Dosen yang berbicara di depan.


‘Ha,Hani?’.Tanyanya dalam hati.


Lu kenapa Han,bengong gitu,baper ya liat tu cewek’’.Ujar Giyan.


‘Ehh,nggak kok Yan,cuman merhatiin Pak dosen doang’.Balas Johan.


‘Hani?,nggak salah liat gue?,apa cuman mirip doang’.Ujarnya dalam hati.


Kunjungan kerja pun usai,para Dosen dan Mahasiswa UNRAM pun keluar dari ruang rapat.Bersamaan dengan itu,Johan menyusul gerombolan para Mahasiswa Fakultas Kedokteran UNRAM tersebut.Johan melihat sekelompok Mahasiswa yang tak asing baginya.Ya,kelima sahabatnya yang selalu ia nantikan bertemu dengan mereka.


‘Permisi,kalian dari Lombokkan?.Tanya Johan pada kelima Mahasiswa tersebut.


‘Ya,kenapa?.Tanya salah seorang Mahasiswa tersebut yang ternyata adalah Wawan.


‘Kalian nggak kenal sama gue?,Johan.


Ya ampun Lo Johan,si kutu buku diSMA dulu,beda amat lu Han’.Ujar Hani .


‘Widih,seragam lu Han,mantap bro’.Anak Jakarta ni sekarang,logatnya beda ama yang dulu’. Balas Gilang sambil merangkul Johan.


‘Hehehe ya lah.Kalian satu Fakultas?,wiiih kompak banget ni’.Ujar Johan ketika melihat sahabat lamanya yang tengah berkumpul didepannya.Sebuah penanntian yang sangat berarti baginya.


‘Ya dong,kan kita Bes Pren poreber’.Jawab Wawan dengan logat inggris indo nya.


Mereka pun berkumpul kembali setelah sekian lama berpisah.Sebuah burung dara yang terpisah,kini telah bersatu kembali dan terbang bersama melawan waktu senja.Kembali dipersatukan oleh takdir yang pasti.


Sang senja ,membawa pulang sebuah kenangan hari yang berlalu.Sebuah hari yang diawali sang Fajar,yang harus pasrah akan ketentuan Sang Waktu yang terus berjalan bagaikan sebuah roda,Ia menentukan awal dan akhir sebuah pergerakan.


Sore itu,menjelang senja.Keenam sahabat tersebut bercakap2 disebuah Taman yang berada tak jauh dari Universitas nya Johan.


‘Kalian kapan baliknya?’.Tanya Johan sambil menyeruput minuman dingin yang mereka beli.


‘Katanya sih tinggal seminggu lagi,soalnya masih ada yang perlu diurus sama Dosen dosen itu,masalah program kerja’.Balas Wawan.


‘Yahhh,tinggal bentar dong,gue masih kangen sama lu Han’.Ujar Gilang dengan ekspresi sedih.


Ya nggak papa kok Lang,kan kita bisa ngobrol lewat medsos,lagian kan nggak lama kita pisahnya.Tiga bulan lagi kita libur Semester.


‘Lah itu mahh,lama Vi’.Balas Gilang pada Novi .


‘Haha,yaya pasti gue sering kabarin kalian kok’


‘Gimana mau kabarinnya Han,orang elunya ganti nomer.Ujar Wawan.


Hehe,ya udah ntar gue kasik nomer gue’.


Ngomong ngomong kalian tinggal dimana selama di Jakarta?’.Tanya Johan pada kelima sahabatnya.


Kalok nggak salah namanya Hotel Acacia,semua Mahasiswa UNRAM yang dateng,tinggal disana selama seminggu.Gratis lagi,no Payment’.Ujar Fadila sambil mengacungkan jempol.


Ohhh,deket dong dari sini’.Balas Johan.


Kalok lu tinggal dimana Han?.Tanya Gilang


‘Gue sih ngekos Lang, lokasinya nggak terlalu jauh dari sini.Hehe’. Ujar Johan.

__ADS_1


‘Ooooh gitu,gue kirak papa lu bikinin rumah diJakarta.


‘Ya elah,nggak seru lah Lang,enakan ngekos, bisa lebih mandiri’.Jawab Johan.


‘Yyaya, gue tau Haaaaaan’. Balas Gilang dengan raut wajah nya yang cemberut.


‘Eh ya Ni,bagaimana kabar Papa kamu?,sehat sehat aja kan?.


‘Alhamdulillah Han,Papaku sehat kok’.Balas Hani.


‘Ya,Papanya sih baik baik aja,tapi dianya galau mikirin orang yang disampingnye’.Ledek Wawan pada Hani .


‘Ih apaan sih,orang gue nggak segitunya mikirin Johan’.Ujar Hani malu malu didepan Johan.’


‘Haha,ya ,nggak papa kok,gue juga sering kok kepikiran sama kalian’.Balas Johan.


Eh,gimana kalok kita makan bareng ntar malem,kan udah lama nggak pernah kumpul’.Ujar Gilang.


‘Boleh boleh,mumpung gue jugak nggak ada tuges n


Beneran Han,kamu nggak sibuk?


Ya Ni,aku nggak sibuk kok,yang penting bisa ngumpul bareng ama kalian’.Ucap Johan.


Ya udah kalok gitu,tapi kita makan bareng nya dimana?.Tanya Hani.


Di Caffe tempat gue kerja aja,bagus loh disana,temen papa gue yang kelola’. Tawar Johan pada teman2nya.


Widih,lu kerja di Caffe Han?,ngapain susah susah kerja,kan papa lu punya banyak duit Han’.Ujar Wawan.


‘Hehe ya Wan,gue cuman nggak mau nyusahin mereka.’


Mantap Lu,berbakti banget sama orang tua Lu’.Ucap Fadila.


‘Gimana kalok kita kumpul dulu disini,terus pergi barengan gitu,biar enak.Usul Wawan pada teman temannya.


‘Oh ya udah,ntar gue tunggu ya disini.Balas Johan setuju.’


‘Okey’. ‘ Malam yang penuh makna bagi keenam sahabat itu pun tiba.Sebuah pertemuan yang sangat berharga bagi mereka,setelah menanti nantikan moment tersebut.Penantian yang sangat berharga,yang di iiringi dengan sebuah iringan CINTA diantaraka mereka.


Dengan mengendarai sepeda motor yang telah disiapkan oleh Hotel tempat mereka menetap,akhirnya mereka pun sampai di Caffe yang akan mereka tuju.


Setelah memesan menu makanan,keenam sahabat tersebut berbincang bincang di Caffe tempat Johan bekerja yang bernama ‘Caffe Marya’.Tawa candapun tumbuh kembali diantara mereka.Layaknya tunas yang telah mati,namun kembali tumbuh oleh tetesan air hujan yang memberi harapan baginya untuk kembali hidup.


‘Han,Lu kapan balik ke Lombok?,kangen gue kumpul bareng ama Lu’.Ujar Gilang sambil menyantap makanannya.


‘Gue mah tergantung Dekan gue.Kalok dianya ngasik,ya bisa aja gue pulang’.


Ohh gitu ya,semangat ya Han,moga aja lu dapet libur’.Balas Gilang.


Yaya,makasih Lang.Kalian gimana ?,kapan kesini lagi?’.Tanya Johan pada teman temannya dengan penuh harap.


‘Kalok kita mungkin satu atau dua tahun lagi keJakarta.Soalnya rencananya mau ke daerah lain jugak.Ucap Novi.


Emmm,lama banget tu,mungkin gue udah pergi ke Paris’.Balas Johan agak sedih mengetahui kenyataan akan kepergian teman2nya yang lama baginya.


‘Paris?,kamu mau lanjut kuliah disana?.Tanya Hani,terkejut mendengar ucapan Johan.


‘Apaan sih!’,Jawab Hani sambil tersenyum malu.Sebenarnya Ia tidak rela jika orang yang diam diam ia sukai,harus meninggalkannya pergi.Johan yang saat itu juga diam2 menyembunyikan perasaannya pada Hani,Ia tidak berani mengungkapkan perasaannya.Selain karena perbedaan keyakina n yang ada diantara mereka,Ia juga takut karena tidak ingin sebuah persahabatan yang yang mereka jalani,harus berakhir hanya karena sebuah keserakahan cintanya.


Ya,cinta adalah suatu kata yang penuh misteri.Nyaman,namun kadang mematikan.Hanyak ketulusan hati yang bisa merubahnya menjadi sebuah kekuatan cinta yang sebenarmya.Tak peduli seberapa lelah kau berjuang dalam mencapainya,namun tidaklah berarti perjuanganmu tanpa senjata Hati yang kau bawa.Kau akan berakhir ditengah perjuanganmu.Tertusuk oleh rahasia sebuah Panah Cinta yang tak kau sangka akan kedatangannya


Malampun hadir,membawa ribuan kenangan yang berlalu.Mereka berenam tiba didepan sebuah kos kosan yang merupakan kosnya Johan.


‘Ya udah Han,kita balik dulu ya.Besok jangan lupa kumpul ditempet tadi’.Ujar Wawan.


‘Oke,siaaap’.Balas Johan sambil mengangkat jarinya.


‘Bye Han,jangan lupa istirahat ya’.Ujar Hani lembut.


‘Ya elah,perhatian amat Lu Ni ama pangeran Lu’.Ledek Gilang pada Hani.


‘Hehe,ya Ni,pasti kok.Kalian juga jangan lupa istirahat ya!.Ucap Johan.


Sebuah penantian yang berarti bagi sang Malam untuk hari esok.Namun tak sepenuhnya apa yang dinantikan,dapat terwujud sepenuhnya.Takdir kehidupan yang selalu hadir mengubah sebuah harapan menjadi sesuatu yang tak terduga.Skenario yang kita tak tau pasti alurnya.Tak asing bagi kita,namun tak terduga pula endingnya.Semua hanya kembali kepada –Nya.


Dikamarnya,Johan sedang Husyuk berdoa didepan patung Yesus Cristus dan Bunda Maryam yang ada dikamarnya.


‘Ya Tuhan,jika sekiranya Ia adalah orang yang tepat bagiku,maka kuatkanlah hatiku untuk tetap bisa menjaganya.Walau ada tembok keyakinan yang memisahkan kami,mudahkanlah kami agar bisa selalu bersama.Ku mohon Ya Tuhan,permudahkan diriku untuk menghadapinya,Aaamin’.Ucapnya dengan tulus.


Diwaktu yang bersamaan,Hani yang saat itu tengah mengerjakan Shalat Malam dikamar hotel tempat ia menginap,berdoa pada ALLAH SWT dengan kehusyukannya.


Ya ALLAH,hambamu yang serba kekurangan ini,Ingin memohon sesuatu padaMu.Hamba memang insan yang masih kurang,namun Hamba tidak ingin kekurangan yang hamba miliki,menjadi sebuah penghalang bagi hamba untuk berbagi kasih sayang pada orang lain.Jika sekiranya saat ini orang yang Hamba cintai,harus pergi oleh suatu Takdir yang kau tetapkan.Maka jagalah ia selau Ya ALLAH,dan jika ia memang orang yang kelak akan menjadi imam bagi hamba dan anak2 hamba.Berikanlah kemudahan baginya untuk selalu dekat denganmu.Aaamin ya robbal ‘alamin.


Setelah selesai mengerjakan Sholat Malam,Hani pun bersiap untuk tidur.


‘Ni,Lu nggak tidur?,dah malem banget ni’.Ujar Fadila yang saat itu terbangun karena tidak tidak biasa oleh suasana Kamar Hotel yang asing baginya.


‘Ya La,ni udah selese kok.gue mau rapiin mukenah dulu’.Balas Hani’


‘Emmm,jangan tidor kemaleman,kasian tu si Johan kalok liat lu sakit ntar’.Ujar Fadila sambil hendak tidur kembali.


‘Ihh bisa aja Lu’.Jawab Hani sambil mengambil Handphonenya.


‘Huhh,kenapa gue kepikiran ya sama Johan,apa dia jugak lagi mikirin gue?,Istighfar Ni, istighfar’.Ketusnya dalam Hati.


‘Johan yang saat itu tengah rebahan di kasur juga memikirkan sosok Hani’.Malam yang indah dan penuh penantian bagi dua buah Bintang yang terpisah,namun memiliki satu sumber penerang,yaitu Cahaya Bulan yang menyinari mereka agar bisa melihat satu sama lain.Bagaikan cahaya Cinta yang selalu menerangi mereka.


‘Hari esok pun tiba,dengan segala kejutan yang kita tak tau pasti........


Ruang Study FEB (Fakultas Ekoomi dan Bisnis ) UI.


‘Selamat pagi semuanya,ayok dong mana semangatnya,lesu semua ni.Semangatlah dikit,kayak siGiyan tu,senyum senyum sendiri,udah balikan sama ceweknya mungki’.Ujar PakYasri,Dosen mereka.


‘Hhhhhh’.tawa Mahasiswa mendengar lawakan Pak Yasri.


‘Enggak lah Pak.orang saya Jomblo poreber’.Balas Giyan.


‘Nggak mau nikah kamu,katanya Jomblo Forever,aneh sekali Mahasiswa saya yang satu ini’.Lawak Pak Yasri.


‘Ihh,nggak pak,saya pasti nikah kok,moga aja ama Agnez Monica’.Ujar Giyan.


‘Okok,sudah cukup bercandanya’.Ok anak anak,pagi ini kita tidak akan belajar’.

__ADS_1


‘Wihh mantap’.Ricuh para Mahasiswa dengan semanagat.


‘Syut,syut,heh perhatikan perhatikan!,tapi kita akan mengganti jam Kuliah kalian dengan Kunjungan ke salah satu obyek wisata yang ada di Jakarta.Waktu kunjungan mulai jam 11.00 sampai Malam,dengan syarat kalian harus mendata apa saja yang berhubungan dengan keuntungan dan kerugian suatu usaha Obyek Wisata tersebut.Nah lusanya kalian harus mepresentasikan data yang telah kalian dapat,dan apa saja yang menjadi kelebihan dari Bisnis Obyek wisata itu’.Jelas pak Yasri pada mahasiswa2nya.


‘Aduh,gimana ni Yan,gue udah jamji sama temen2 gue buat kumpul ntar siang’,Ujar Johan pada Giyan,Ia merasa tidak enak pada teman2nya yang telah berjanji akan kumpul bareng.


‘Ya bilang aja kalok Lu ada keperluan mendesak.pastilah mereka maklumin’,Jawab Giyan santai.


‘Ya udah kalok gitu,ntar gue kasik tau mereka’


Setelah menyiapkan keperluan nya untuk pergi,Johan akhirnya menunggu sahabat2nya di taman depan Universitasnya.Tak lama kemudian kelima sahabatnya tiba.


‘Maaf ya guys,gue nggak bisa kumpul sama kalian,ada kunjungan mendadak keTempat Wisata.Ujar Johan.


Ohh ya udah Han,nggak papa kok,hati hati ya’.Balas Hani.


‘Makasi ya.Oh ya,gue lupa minta nomer kalian’.Ketus Johan sambil mengambil Handphone yang ada didalam tasnya.


‘Setelah bertukar nomer Thelphone,Johan pun pergi meninggalkan teman2nya.Memang berat rasanya bagi Johan untuk berpisah walau sehari dengan para Sahabatnya.Namun apa boleh buat,Takdir berkata lain atas suatu pengharapan.


Diperjalan menuju Obyek Wisata yang akan mereka tuju menggunakan bus pribadi Universitasnya,Johan berbincang2 dengan Giyan.


‘Yan,kalok kita lulus bareng,Kita samaan ya lanjut ke Paris’.Ujar Johan.


Oh ya dong Han,pasti gue ikut sama Lo,kan kita best friend forever’.Balas Giyan sambil tersenyum pada Johan


Lokasi Obyek Wisata Taman Suropati yang bisa dibilang cukup jauh,membuat mereka haarus berkendara selama kurang lebih tiga jam.


Tak lama keemudian, mereka pun tiba diObyek wisata tersebut.


‘Yan,yan,bangun!,dah nyampek ni’.Ujar Johan sambil memukul paha Giyan.


‘Hmmmm,bentar dulu Han,gue lagi bunuh musuh ni,udah mau menang’.Ujar Giyan mengigau.


‘Ya elah. ngigau ni anak,gara gara kebanyakan main game ni’.Ketus Johan.


Selang beberapa menit,mereka berkumpul didepan bus’.


‘Ok anak anak,sekarang kalian boleh keliling sepuasnya.Tapi jangan sampai kalian lupa sama tugas yang bapak berikan.Data semua kegiatan jual beli yang ada disini,dan tanya kepada setiap pedagang usaha besar maupun kecil tentang keuntungan dari usaha mereka,dan apa strategi mereka untuk berdagang.’Jelas Pak Yasri pada semua Mahasiswanya.


Johanpun mulai berkeliling untuk mengamati setiap kegiatan para pedagang disana.Gilang yang saat itu baru bangun,menyusul Johan.


Eh,udah bangun ni si panglima perang,udah kelar perangnya pak?.’Ujar Johan sambil menahan tawanya.


‘Apa sih Han,gue ngatuk ni,Haaaam’.Balas Giyan sambil menguam.


Hehe,nggak ada kok,cuman lucu aja liat Lu tadi ngigau pas tidur’.


‘Hidih,seriusan?,setau gue kalok gue tidur tu pasti tetep ganteng,kayak nggak tidur gitu’.Ujar Giyan dengan penuh keyakinan.


‘Hadeh,halu lagi ni anak’.Ketusnya mendengar si Giyan.


Eh,siapa yang halu,beneran kok Han,sampek2 mama gue aja Photoin gue kalok lagi tidur’.


Yaya,Lu emang paling bener dah’.Balas Johan.


Mereka pun berekeliling untuk melakukan pendataan.Kedua sahabat tersebut berkeliling sambil bercanda bersama.


Dilain tempat,Hani dan teman2nya berbincang bersama diCaffe ‘Marya’,caffe yang mereka kunjungi kemarin ketika bersama Johan.Namun tidak lengkap rasanya tanpa Johan.


‘Wan,Lu udah thelfhone si Johan?.Tanya Hani pada Wawan.


‘Udah Ni,tapi nggak diangkat,mungkin dianya lagi sibuk.Emang kenapa?.Tanya Wawan kembali pada Hani.


‘Enggak,cuman mau mastiin aja’


,Mastiin supaya dia tetep disisi Lu ya,cieeeeeee’.Ledek Novi.


Ih,siapa yang bilang gitu,nggak lah’.Balas Hani dengan wajahnya yang memerah.


‘Hidih,mukak lo ampe merah gitu,malu ya kalok ketauan sama Kita ,Lo sukak sama Johan,udah jujur aja Ni,nggak usah di sembunyiin segala’.Goda Gilang pada Hani.


Ya Ni,kalok Lo sukak tinggal bilang aja ke kita,pasti kita bantuin kok supaya Lo bisa Jadian sama si Johan.’Balas Fadila.


Nggak lah La,kan berhubungan dengan seorang yang bukan Muhrim tu hukumnya Haram,apa lagi kalok berbeda keyakinan,udah tertera di dalam Alqur’an.Ujar Hani.


Yaa siapa tau Si Johan jadi Muallaf,pasti perfect dah Ni jadi pendamping hidup Lo,uhuyy’.Ujar Wawan.


Tau ahh,nyebelin banget sih Lo Wan’.Balas Hani.


‘Hhahahah’.Tawa mereka melihat tingkah Hani yang memang lucu kalok lagi ngambek.


Setelah mereka selesai menyantap makanan,mereka pun balik ke Hotel tempat mereka menetap selama DiJakarta.Saat diperjalanan pulang,Hani merasakan ada sesuatu yang aneh,Ia merasa sangat pusing namun tak seperti biasanya.


‘Lu kenapa Ni,sakit?.Tanya Novi pada Hani.


‘Ya La,gue tiba tiba ngerasa nggak enak badan.’Balas Hani sambil memaksakan dirinya untuk tetap berjalan’.


‘Ya udah,kalok gitu gue aja yang didepan,ntar lo dibelakang aja biar agak enakan’.


Mereka pun balik keHotel.Dikamarnya,Hani merasa cemas akan Johan.Ia merasa bahwa akan terjadi sesuatu.


‘ Vi,coba Lu thelfhone Johan’.Ujar Hani.


‘Oh ya Ni,tunggu bentar ya’.


‘Nggak diangkat Ni,mungkin Handphonenya dimatiin’.Ujar Novi pada Hani’.


‘Ya ALLAH semoga ndak terjadi apa2 sama Johan.Moga aja gue cuman pusing biasa doang’.Ucapnya dlam hati.


Sebuah ikatan cinta yang telah utuh menjadi sebuah ikatan yang kuat,takkan bisa terputuskan oleh apapun .Kita tersatukan menjadi ikatan itu,terhubung menjadi sebuah aliran CINTA yang satu.Yaitu sebuah TALI CINTA yang terbuat dari bahan yang tiada tandingannya,sebuah bahan suci yang telah di Halalkan oleh-Nya.sebuah bahan pokok yang hanya kau dan aku miliki,yaitu KETULUSAN HATI yang membuat ikatan tali cinta kita,menjadi kuat dan setia selamanya.


Sementara itu,diwaktu yang bersamaan,Johan dan Giyan sedang asik berbincang di bawah pepohonan rindang dekat kolam tempat wisata itu sambil menyeruput es yang mereka beli.


‘Han,kalok besok kita udah lulus bareng,terus samaan lanjut kuliah ke Paris,Lo jangan lupain Gue ya,meskipun Lo udah punya temen baru disana’.Ujar Giyan pada Johan.


‘Oh pastiiilah Yan,kan Lo sahabat Gue sejak kecil. Mana mungkin Gue lupain Lo,gue pasti akan selalu nemenin Lo’.Balas Johan.


‘Aduhh,terharu gue Han,pengen nangis ni.Tapi boongan’.Ujar Giyan sambil tertawa .


‘Ya elah,canda terus ni anak’.Balas Johan sambil tertawa kecil melihat sahabatnya tertawa.


Kebahagiaan tak selalu abadi,pasti ada saatnya dimana sebuah kesedihan tiba.Hidup ini penuh dengan tantangan yang diberikan-Nya pada kita makhluknya,agar kita menjadi lebih kuat dalam menghadapi segala macam situasi hidup yang tak terduga.Layaknya tanaman yang subur,namun pasti akan merasakan saat saat dimana ia harus layu dan mati oleh waktu dan tajdir kehidupan ini.Tak jauh beda dengan kita,sebuah ketentraman dan penantian hari ini,bisa saja menjadi akhir dari sebuah harapan bagi hari esok.

__ADS_1


__ADS_2