
‘Ada saat dimana kau dan aku,harus menerima sebuah kenyataan daru suatu ketentuan yang telah diatur oleh –Nya.Sebuah rahasia kehidupan yang tak terduga oleh siapapun.Langit malam yang sunyi,namun menyimpan berjuta hal tak terduga bagi hari esok.Kutitipkan do’a terindah untukmu........
Pukul 19.00,tepatnya adalah waktu bagi para Mahasiswa FEB UI yang berkunjung,untuk mengahiri kunjungan mereka yang melelahkan namu menyimpan berjuta kenangan tersebut.
‘ Ok anak anak.perhatikan!,sekarang bapak berikan kalian kesempatan untuk menyiapkan barang2 kalian .Periksa tas dan barang2 kalian masing2,siapa tau ada yang ketinggalan di sekitar sini.’Ujar Pak Yasri Pada para Mahasiswanya.
‘Yaaaa paaak’.Jawab mereka dengan lemas karena kelelahan.
‘Han,ada yang ketinggalan nggak barang Lo?’.Tanya Giyan pada Johan.
‘Bentar bentar,gue periksa tas dulu.....Oh nggak ada Yan,kalok Lu?’.
Kayaknya gue ninggalin sampah gue Han di bak sampah sana’.Ujarnya dengan candaannya’.
‘Hhhh,mirip banget sifat Lo Yan,kayak Wawan’.Ucap Johan sambil tertawa.’
‘Wawan?.siapa tu?,orang gila?’.Tanya Giyan pada Johan karena bingung.
Ih nggak lah,dia temen SMA gue pas di Mataram dulu’.Balas Johan.
‘Oh gitu ya,nggak kenal gue’.
‘Ya udah,ntar gue kenalin Lo sama dia’.Ucap Johan.
Okey bosss,siaaaap’.Balas Giyan .
Tak lama kemudian,mereka akhirnya pulang menggunkan bus yang sebelumnya mereka kendarai.Diperjalanan,Johan sedang asik membaca buku sambil mendengar music favoritnya,yaitu ‘Start Again’.Sementara Giyan sudah tertidur lelap disampingnya.
‘Ckckckck,nyenyak amat tidurnya ni si Tukang ngigau’.Ujar Johan sambil menyelimuti Giyan dengan selimut kecil yang Ia bawa.
‘Johan melihat keluar jendela ,sambil memikirkan para sahabatnya,kusunya Hani orang yang ia sangat cintai,yang tengah menanti akan kepulangannya.
‘Hemmm,hidup ini memang penuh dengan hal tak terduga ’.Ujarnya dalam Hati.Malam yang penuh dengan sebuah kenangan indah,namun tak indah selamanya.Suasana malam yang sunyi dengan diiringi oleh alunan music yang membuatnya merasa terhanyutkan oleh masa lalu.
‘Kek, gimana keadaan kakek disana?,Johan harap kakek selalu bahagia disana,jangan kesepian ya,Johan juga kesepian jika harus melihat orang yang Johan sayang merasa kesepian.Johan udah berhasil kek,sekarang udah jadi Mahhasiswa,ni seragam Johan bagus lah kek,Johan harap kelak kita bisa bertemu disana’.Ujarnya sambil melihat langit malam yang penuh bintang.
Tiba tiba saja Johan merasakan ada yang aneh dari bus yang mereka tumpangi.Benar saja apa yang dirasakannya,bus itu tiba tiba lepas kendali.Pak sopir yang kewalahan mengendalikan bus tersebut,segera berteriak membangunkan para Dosen dan Mahasiswa yang tengah tertidur lelap.
‘Toloooong,toloooong,pak bangun pak!!!’.Teriak sopir tesebut sambil berusaha mengendalikan kemudi bus tersebut.
Para staf dosen yang mendengarnya,segera terbangun dan membangunkan para Mahasiswanya.
Bangun anak2,Jangan ada yang panik!!,tetap tenang semua!!..Ujar pak Yasri sambil menjaga posisinya agar tidak terjatuh oleh goyangan bus itu.
Johan yang saat itu sedang berusaha membangunkan Giyan yang masih trertidur,hampir terlempar dari tempat duduknya .
‘Yan,yan!!,bangunnn!!!.Ujar Johan.
Tak sempat Ia membangunkan Giyan,sebuah truk dari arah berlawanan menabrak bus yang mereka tumpangi...................
Kegelapan mulai menyelimuti pikirannya.Sunyi,sepi dan menyakitkan.Bagaikan sesuatu yang gelap,tenang, namun terasaa sangat menyakitkan.
‘Keelakaan tersebut bagaikan sebuah mimpi.Suatu pengarapan dan penantian yang telah hancur sehancurnya.Malam kota Jakarta yang penuh dengan ribuan bintang,namun kini telah tertutup oleh awan hitam yang tak terduga akan kedatangannya.
Johan yang saat itu terbaring lemas dengan tubuhnya yang berlumuran darah.Ia melihat dengan samar2 tubuh teman2nya yang terkapar lemas didalam bus yang telah terballik itu.Agak samar ia melihat tubuh sahabat sejatinya Giyan yang terkapar lemah sudah tak berdaya lagi disamping nya,dengan kepalanya yang berlumuran darah.
Kata kata yang ingin terucap namun sangat sulit untuk diucapkan .Ia hanya bisa pasrah.Cahaya putih dan suara langkah kaki,yang terakhir terdengar olehnya,sebelum akhirnya ia tak sadarkan diri.
Para polisi dan Ambulane pun tiba setelah beberapa menit kecelakaan itu terjadi.
Suara siren yang terdengar,menambah ketegangan malam yang tak terduga itu.Sebuah kesunyian malam yang selalu hadir membawa kejutan,tak terkirakan namun tiba dengan sendirinya.Bulan yang kini hanya sendiri ditengah malam yang sunyi.Menanti akan datangnya ribuan yang telah pergi,namun akan datang kembali dengan cahaya yang berbeda dari sebelumnya.Tak terkirakan oleh bulan yang menanti akan kedatangannya.......
Pukul 21.00 (Rumah Sakit Abdul Radjak,Salemba).Para staf Rumah Sakit Dan perawat disana,sedang sibuk mengurus Para Korban kecelakaan yang dibawa Menggunkan Ambulance.
Salah seorang Dokter disana,yang bernama Dokter Deni,bergegas keluar untuk membantu para perawat yang sedang sibuk menangani para korban kecelakaan yang jumlahnya lumayan banyak.
‘Dok,ada salah satu korban yang mengalami pendarahan di bagian otak’.Jelas salah seorang perawat pada Dokter Deni.
‘Oh,dimana ruangannya?,kita harus cepet ni,sebelum pendarahannya memburuk’,Balas Dokter Deni.
‘Di ruangan nomor 245 dok’.Jawab perawat resebut.
Dokter Deni segera berlari keruangan tersebut,dan disana ia melihat salah seorang Mahasiswa yang sedang ditangani oleh para perawat disana.
‘Pendarahannya gimana?’.Ujar dokter Deni pada salah satu perawat disana.
Agak membaik dok,tapi detak jantungnya lemah’.Balasnya pada Dokter Deni.
‘Waduh,kalok begini kita terpaksa harus melakukan operasi,kalau terlamabat bisa terjadi Epidural Hematoma(pendarahan parah pada otak)’Katanya sambil mengucek rambutnya.
‘Ya udah,segera bawa dia ke ruang operasi!’.Ucap Dokter Deni sambil berjalan cepat keruang operasi untuk bersiap2.
‘Ya Dok.’Ujar para perawat itu dan segera membawa Johan ke ruang operasi.
Sementara itu di Hotel ‘Acacia’.Kelima tersebut,sambil menunngu akan kedatangan Johan.
‘ Johan kenapa lama banget ya baliknya?,katanya mau nyampek sini jam delapan,tapi ini udah jam sembilan lebih loh’.Ujar Hani cemas.
‘Sabar Ni,Johan pasti balik kok,mungkin mereka ada keperluan lain’.Balas Fadila.
‘Ya Ni,pasti Johan dateng,nggak mungkin lah Tuan Puterinya ditinggalin’.Ujar Wawan pada Hani.
‘Ihhh,apaan sih Wan,nyebelin banget sih!.
‘Haha,yaya,canda kali’.
Tak lama kemudian ,Hani mendapat panggilan dari nomornya Johan.
‘Dengan mbak Hani,pacarnya Dek Johan?Tanya seseorang yang ternyata adalah perawat Rumah Sakit tempat Johan di rawat.
‘Saya bukan pacarnya Johan,maaf sebelumnya,ini dengan siapa ya?,Tanya Hani kembali pada perawat itu.
Oh maaf Mbak ,saya selaku perawat Rumah Sakit Abdul Radjak Salemba,ingin mengabarkan kalau Dek Johan sedang dirawat disini akibat kecelakaan.Saya dapat nomor ini dari Handphone yang ada di jas Kuliah nya Dek Johan’.Ujar perawat tersebut.
Sontak saja Hani sangat terkejut,Ia diam seribu bahasa.Seperti sebuah bisikan dalam mimpi,ketika ia mendengar apa yang perawat itu katakan.
‘Ni,Lu kenapa,ada apa Ni ?’. Tanya Gilang sambil menyentuh kedua bahu Hani.
Hani tak menjawab pertanyaan Gilang,Ia langsung memeluk Gilang dan menangis.Novi segera mengambil Handphone yang di pegang Hani.
‘Halo,ada apa ya?Tanya Novi pada perawat itu.Setelah mendengar apa yang perawat itu katakan,Novi langsung memberi tahukan teman2nya.
‘Johan katanya sedang dioperasi,Dia mengalami pendarahan diotaknya akibat kecelakaan bus yang Johan tumpangi hilang kendali’.Ujar Novi.
‘Ni,udah jangan nangis terus,kita kesanana kok sekarang’.
‘Ya udah kalok gitu kita kesana,kasian Johan’.Ajak Wawam pada teman2nya sambil bergegas mengambil sepeda motor.
Tak lama setelahnya,mereka pun tiba di Rumah Sakit Abdul Radjak yang lokasinya tak terlalu jau ari hotel tempat mereka menetap.
Kelima sahabat itu pun segera mencari ruang operasi tempat Johan dioperasi,
‘Mbak,mbak,ruang operasi pasien atas nama Johanes Yadi dimana ya?’.Tanya Novi pada salah satu perawat yang mereka temui ketika hendak mencari ruang operasi Johan.
Tunggu bentar ya mbak ,saya cobak carikan dulu’.Ujar perawat tersebut sambil membuka buku daftar pasien yang dibawanya.
‘Oh disana mbak,disebelah ruangan no.356 pojok kanan’.
‘Ya mbak,makasi’.
Mereka kemudian pergi mencari ruang operasi itu,mereka tiba didepan sebuah ruang operasi nya Johan.Johan yang saat itu tengah diopertasi,terbaring lemah tak berdaya bagaikan tidur yang sangat lelap.Hani tak tahan melihat Johan,Ia bersikeras untuk masuk kedalam ruang operasi tersebut.
‘Dok,biarin saya masuk Dok,temen saya ada di dalam’.Ujar Hani memaksa perawat t ersebut.
‘Maaf mbak,tidak boleh adayang masuk kedalam selain petugas operasi’.
‘Ni,udah jangan nangis terus,kita doakan saja semoga operasi Johan berjalan lancar’.Ujar Novi sambil memeluk Hani yang menangis.
‘Gue nggak nyangka Johan akan kayak gini’.Ketus Wawan sedih melihat temannya yang selalu tersenyum,kini terbaring lemah tak berdaya.
‘Itu semua udah diatur Wan,sama ALLAH,kita nggak tau apa yang akan terjadi pada hidup kita’.Balas Fadila.
Ya,semoga aja Johan nggak kenapa napa,dan bisa pulih kembali,.Aamin.
‘Lu udah hubungin mamanya Johan,Lang?.Tanya Wawan pada Gilang.
‘Udah Wan,tapi nggak diangkat,mungkin mamanya lagi sibuk’,
‘Ya udah,kita sekarang jaga Johan,selagi mamanya belum kesini,soalnya kan agak lama buat mamanya bisa nyampek ke Jakarta’.Ujar Wawan.
Didalam ruang operasi,para perawat dan Dokter sedang serius untuk melakukan operasi Otak yang lumayan sulit.
Ok,dikit lagi’.Ucap Dokter Deni sambil menjahit bekas luka operasi yang ada dikepala Johan.
‘Alhamdulillah selesai,kerja bagus semuanya’.
‘Ya Dok’.Jawab para perawat serempak
Tak lama kemudian Dokter Deni pun keluar dari ruang operasi itu.
‘Bagaimana kondisi teman saya Dok?
Alhamdulillah,pendarahan otaknya tidak terlalu parah,jika kami terlambat bertindak,bisa saja akan menimbulkan Epidural Hematoma,Tapi terpaksa kita harus melakukan operasi pengeboran lubang kecil ditengkoraknya (aspirasi) dan Alhamdulillah operasinya berjalan lancar. Dek Johan harus dirawat beberapa minggu di Rumah Sakit sampai kondisinya pulih kembali.’Jelas Dokter Deni pada mereka.
‘Makasi Dok,atas bantuannya’.Ujar Wawan pada Dokter Deni’.
Ya,ini sudah menjadi kewajiban saya,kalian rupanya Anak Fakultas Kesehatan,kalian bisa kok jaga temen kalian kalau para perawat nggak sempat atau sibuk’.
‘Ya Dok’.
Para perawat yang bertugas,keluar dari ruang operasi sambil memindahkan Johan keruang VIP.
__ADS_1
Ya sudah kalau begitu,kalok kalian ingin menemui dek Johan,silahkan’.Ujar Dokter Deni.
Mereka pun pergi menyusul Johan keruang rawat inapnya.Setelah perawat yang ada dikamar itu menyiapkan semua alat dan merapikan barang yang ada disana,mereka berlima pun diperbolehkan masuk.Hani yang saat itu baru masuk,langsung menghampiri Johan yang tengah terbaring lemah di kasur nya.
‘Han,Lu nggak akan ninggalin kita kan?’.Ujar Hani pada Johan sambil menangis.
Wawan,Gilang,Novi,dan Fadila hanya bisa berdiri melihat Hani yang tengah menangis disamping Johan.
‘Wan,biarin aja Hani,kasian dia,mungkin terlalu sedih liat Johan’.Ucap Novi mencegah Wawan yang hendak menghampiri Hani.
‘Oh ya Vi’.
Malam yang sangat berbeda dari malam malam sebelumnya,sebuah harapan bagi kelima sahabat itu dan orang orang yang kehilangan akan orang orang yang mereka cintai,sirna ditelan oleh takdir yang tak terduga.
Wawan,Gilang,Fadila dan Novi,sedang duduk disebuah Taman Rumah Sakit itu sambil memikirkan sahabat mereka yang tengah terbaring lemah dikasur empuk Rumah Sakit tersebut.Mereka berbincang2 sambil menatap ribuan bintang dilangit yang terang.
‘Lang,kenapa ya kalok kita punya kebahagiaan,pasti ada saja saat saat dimana kita sedih’.Tanya Fadila pada Gilang.
‘Ibaratkan sebuah besi La,nggak mungkin besi itu akan selalu mulus dan bersih selamanya,pasti ada saatnya dimana ia berkarat dan harus kembali diasah agar kembali mulus lagi.Begitulah kehidupan,tak selamanya indah dan tentram,ada saatnya dimana kehidupan itu mengaalami musibah dan Ujian.Agar kita bisa lebih baik dalam mengasah dan memperbaikinya menjadi lebih baik’.
‘Oooo gitu ya’.
‘Gue sih pasrah aja sama apa yang akan terjadi pada hidup gue,’.Ujar Novi.
‘Kita semua memang pernah pasrah ketika gagal,tapi bukan berarti kepasrahan kita menjadi akhir dari perjuangan yang telah kita lakukan,tapi bagaimana kita mengubah pasrah itu menjadi semangat kita untuk bangkit menghadapi kegagalan’.
Wih,tumben pak Wawan punya kata2 kayak gitu’.Ledek Gilang pada Wawam.
‘ Huh,biasa anak rajin,masak nggak bisa kayak gitu’.Ujar Wawan sambil berlagak mengankat kerah bajunya.
‘Hadeh,menghayal lagi ni anak’.
‘Hehe,canda kok’.Balas Wawan
‘Gue kepikiran sama anak yang dua itu.Yang satu sakit,yang satunya nangis terus,non stop.Ketus Novi.
‘Ya kita doakan saja semoga Johan cepat sembuh’.
‘Ya Lang,semoga aja Johan bisa kumpul bareng lagi sama kita’.
Diruang rawat inapnya Johan,Hani sedang sibuk merapikan tempat duduk barang barang yang ada disana.Kebetulan Ia menemukan HandPhone nya Johan yang diletakkan oleh perawat Rumah Sakit tersebut diatas meja dekat HRM( monitor detak jantung) yang ada disamping tempat tidurnya Johan.Hanipun iseng2 membuka daftar kontak yang ada di Handphonenya Johan.
Ia mencari nama kontaknya,dan ia pun tersenyum ketika melihat nama kontaknya yang disimpan Joan,yang bertuliskan ‘♥ HANI♥’.
‘Dasarr Johan,ada ada aja kamu, pantesan aja perawat itu kirain aku pacaran sama kamu.Kontaknya aja dituli kayak gini’.Ujar Hani sambil tersenyum pada Johan yang tengah terbaring tak sadarkan diri.
Sepanjang malam itu,Hani tak tidur sama sekali,menemani Johan yang tengah tertidur lelap ke alam mimpi.Ia berdoa ditengah kesunyian malamnya kepada ALLAH SWT agar Johan cepat sembuh kembali.
Kini,bintang yang hadir menemani bulan,mulai meredup cahanya.Sang malam hanya bisa terdiam melihat sebuah perpisahan antara bulan dan bintang.Ia hanya bisa menerima takdir akan dirinya yang akan pergi meninggalkan suatu tempat dan digantikan oleh sang Fajar yang datang dengan berjuta kejutan tak terduga.Memulai kembali sebuah hari dengan takdir kehidupan yang berbeda,tertulis dalam alunan lirik sebuah lagu, ‘START AGAIN’.
Keesokan harinya... ( Mataram,Lombok,Nusa Tenggara Barat.)
Dirumah Johan,Mama dan Papanya sedang berbincang diruang keluarga mereka.Mereka sedang berbincang mengenai masalah perkuliahan Johan.Mereka belum mengetahui jika Johan sedang dirawat diRumah Sakit.
‘Pa,kalok Johan besok S2 nya di Paris,Kita harus siapkan apa saja keperluannya besok disana.Soalnya kan nggak dikit yang dia butuhkan’.Ujar Buk Rina Mamanya Johan.
‘Ya sih,tapi kan masih lama Si Johan lulus S1,masih ada waktu kok Ma,Yang kita perlu lakukan sekarang adalah bagaimana caranya agar Johan bisa nyaman dengan tempat kuliahnya yang sekarang.Kalok dia udah nyaman dengan perkuliahannya,ya dimanapun dia kuliah,pasti dia terbiasa dan nyaman dimanapun dia tinggal.
‘Emmm,ya juga Pa,mungkin Mama aja yang terlalu buru buru’.
Nggak kok Ma,kalok Mama kepikiran sama Johan,ya artinya Mama udah jadi orang tua dan Istri yang sempurna bagi Papa dan Johan’.Puji Pak Yadi pada istrinya.
‘Ihhh,Papa mulai ngerayu lagi ya,pasti ada maunya,ya kan?’. ‘Hahahaha. Dulu ya selama Papa pernah sukak sama cewek pas masa masa SMA,Papa nggak pernah liat cewek se jutek Mama.Tapi itu yang buat Papa tergila gila sama Mama’.Ujar Pak Yadi.
‘Nggak mempan Pa,udah basi semua gombalan Papa,semoga Aja Johan nggak Play boy kayak Papa’.
‘Hahaha’.Tawa Pak Yadi melihat kelakuan sang istri tercintanya.
‘Ya udah Pa,Mama mau thelfhone Johan dulu’.
‘Ya Ma’.
Mamanya Johan pun menelfhone Johan.Namun Ia merasa ada sesuatu yang terjadi pada anaknya.Beberapa kali ia mencoba untuk menghubungi Johan,tapi tidak diangkat karena Hand Phonenya Johan dimatikan.
‘Kenapa aku ngerasa ada yang aneh ya.Ehhh nggak lah,pasti semua baik2 saja.’Ujar Mamanya Johan .
‘Paaa,kok Johan nggak ngangkat thelfhonenya Mama ya,apa mungkin terjadi sesuatu sama Johan’.
‘Positif thinking aja Ma,mungkin Johan lagi sibuk atau mungkin dia lagi belajar’.
‘Aduuuh,Kenapa Mama jadi khawatir gini ya’.Ketusnya sambil memegang kepalanya.
Tak lama kemudian muncul berita dari televisi..
‘Selamat Pagi pemirsa,jumpa lagi dengan Kabar Terkini’.Berita pagi ini datang dari Salemba Jakarta Pusat.Tadi malam,sebuah kecelakaan terjadi antara bus yang membawa puluhan Mahasiswa FEB dan beberapa Dosen UI Salemba dengan sebuah truk barang.Diduga penyebab kecelakaan adalah hilangnya kendali atas bus tersebut.Sebanyak 53 korban mengalami luka parah,3 korban mengalami pendarahan otak dan 2 korban meninggal Dunia.
‘Sontak saja Mama dan Papanya Johan terkejut atas berita tersebut,Mereka segera pergi kebandara untuk menemui anak mereka satu satunya yang mereka sendiri tak tau keadaanya.
‘Ma,udah jangan nangis terus,kita doakan saj semoga Johan baik2 saja’.Ujar Papamya Johan sambil menyandarkan istrinya di bahunya.Tak lama kemudian mereka akhirnya sampai diLombok Internasional Airport.
‘Ayok Pa cepetan,Mama khawatir sekali sama Johan’.
Ya Ma,Papa tahu Mama khawatir,Papa juga khawatir Ma,tapi kita harus sabar dan berdoa pada Tuhan semoga Johan baik2 saja’.Ujar Pak Yadi pada istrinya sambil menunggu antrian penerbangan mereka.
Dua Jam kemudian akhirnya penerbangan pesawat Lion Air JT 651 tujuan Lombok-Jakarta yang mereka nanti2kan pun berangkat.
Didalam pesawat,Papa dan Mamanya Johan duduk berdampingan sambil memikirkan kondisi anak mereka.
‘Mama kenapa nggak thelfhonre Hani?,dia kan sama teman2 kampusnya sedang ada kunjungan ke Jakarta.’.
‘Mama sudah thelfhone Hani Pa,tapi nomernya nggak bisa dihubungi Pa.’
‘Ya sudah kalok begitu kita doakan saja semoga anak kita baik2 saja,kita serahkan saja semuanya ke pada Tuhan’.
‘Amiin’.
Tak mereka duga sama sekali atas apa yang terjadi dengan Johan.Anak mereka satu2nya yang selama ini tak pernah berada jauh dari mereka,harus mereka relakan pergi menuntut ilmu,dan tak disangka sangka apa yang tengah terjadi pada anak mereka disana.Sebuah pengharapan yang tak sepenuhnya sama dengan apa yang kita inginkan,hanya kepada-Nya lah segala nya bergantung.
Sementara itu di Rumah Sakit Abdul Radjak Salemba,Jakarta Pusat.Hani dan teman2nya sedang duduk sambil berbincang di Ruang Rawat Inapnya Johan.Mereka berbincang bersama,menemani sahabat mereka yang tengah terbaringt lemah disana.
‘Eh Wan,pak Hari nggak nyariin kita kan?’.
‘Tenang aja Ni,gue udah bilang kok ke Pak Hari kalok kita lagi di Rumah Sakit jenguk Johan.Dia bilang nggak apa2.yang penting kita nggak keluyuran ketempat Jauh’.Ujar Wawan pada Hani.
‘Ngomong2 semaleman Lu nggak pernah tidur Ni?,istirahat aja,kasian Lu butuh istirahat juga’.
‘Hehe,nggak apa2 kok Wan,gue nggak ngantuk juga’.
‘Ya elah,tuan puteri ini kok perhatian banget sama pangerannya’.Ledek Novi pada Hani.
‘Apaan sih,orang gue cuman kasian aja sama Johan’.Balas Hani.
‘Yaya,gue juga ngerasa kasian sama Johan,mana Mamanya belum dateng lagi’.Ujar Novi.
‘Hemm Johan,Lu kapan bangunnya,tidur mulu’.Ketus Gilang pada Johan yang tengah terbaring lemah dikasurnya.
‘Hadehh,Gilang Gilang,orang sedang koma Lu katain begitu’.Balas Wawan .
‘Ya siapa tau kan Johan tiba2 siuman denger suara Gue’.
‘Yaya,gue ngalah aja,terserah Lu’.Ketus Wawan kesal.
‘Eh Wan,Lu udah thelfone Mamanya Johan nggak?’.
‘Belum Vi,Hand phone gue mati ,baterainya habis tadi malem gara2 main game,Hehe’.
‘Emang Lu ya,kalok masalah game Lu paling cepet responnya’.Kesal Novi mendengar Wawan.
‘Ya iyalah,Gamerz gitu loh’.
‘Ihh,nyebelin banget tau kalok gue denger omongan Lu’.
‘Ya siapa juga yang suruh Lu denger gue’.Balas Wawan sambil menunjukkan ekspresi yang membuat Novi tambah kesal.
‘Udah udah,kalian kayak anak SD aja.jangan ribut disini,kasian Johan perlu istirahat’.Ketus Hani pada Novi dan Wawan.
Saat mereka sedang berbincang,Dokter Deni dan dua orang perawat datang ke ruangan tersebut.
‘Eh Dokter.’Ujar Fadila sembari berdiri dari tempat duduknya.disusul oleh keempat sahabatnya.
‘Kalian sudah sarapan?,kalau belum,sarapan dulu,selagi Dek Johan digantikan infusnya’.Ujar Dokter Deni ramah pada mereka.
‘Ya Dok,makasi,kalok gitu kita keluar beli sarapan dulu’.Ujar Hani.
Mereka pun akhirnya pergi keluar untuk membeli makanan,mereka berhenti di sebuah Warung yang lokasinya tak jauh dari Rumah Sakit tersebut.Setelah memesan makanan,mereka berbincang bincang bersama disana.
‘Gue pikir2,Dokter Deni itu cakep juga ya’.Ujar Fadila pada teman2nya sambil menyantap nasi goreng yang dipesannya.
‘Cakep banget tau La,gue aja sampek baperan setiap dia ngomong didepan kita,mungkin gue jodoh kali ya sama dia,sudah ditakdirkan menjadi pasangan’.Ujar Novi sambil membayangkan Dokter Deni.
‘Idih,mana mungkin Dokter Deni mau sama Lu’.Ledek Wawan pada Novi.
‘Nyebelin banget Lu,nggak ngedukung Gue’.
‘Haha,canda kali Vi,semoga aja Lu sama Dokter Deni bisa jadi pasangan yang romantis’.Balas Wawan ,ingin tertawa.
‘Ngomong 2,Dokter Deni lulusan mana ya?. ‘ ‘Yang gue denger sih La,dari perawat2 cewek yang pernah gue ajak ngobrol.katanya Dokter Deni Lulusan S2 UNPAS Bandung.Balas Gilang pada Hani.
‘Oh Gitu ya’.
‘Wih,kenapa Lu nggak ngajak Gue Lang,ngobrol2 sama perawat2 itu,siapa tau kan ada jodoh Gue nongol disana’.Ujar Wawan .
__ADS_1
‘Hahaha,Lu kirak pada glowing glowing semua tu perawat cewek,Gue aja mikirnya gitu,dari jauh emang glowing keliatannya,pas gue samperin,pada burik semua’.Balas Gilang sambil tertawa.
‘Waduh,gitu amat nasib Lu Lang’.
‘Nggak juga,tapi ada satu perawat cewek yang buat hati gue berasa kayak adem gitu,udah cantik,baik,pake hijab,widih lengkap dah’.Ujar Gilang sambil memegang dadanya.
‘Kalian pada ngomongin cewek lagi ya,nggak ada bosen2nya gombalin cewek,Dasar Play Boy’.Ketus Novi geram pada Wawan dan Gilang.
‘Nggak lah,kita ndak pernah bosen gombalin cewek’.Ujar Wawan pada Novi.
‘Biarinn aja Vi,besok kalok mereka udah rasain rasanya dicampakkin cewek,baru tau rasa’.Ketus Fadila.
Tak lama kemudian Mereka pun kembali ke Rumah Sakit setelah beberapa menit menyantap sarapan mereka.Saat mereka hendak pergi menuju ruang VIP nya Johan,mereka melihat beberapa petugas medis berlari kesana.
‘Eh Lang,ada apa ya?.
‘Gue juga nggak tau Ni,kita kesana aja;,Ujar Wawan pada teman2nya.
‘Ya udah yuk!’.Ujar Hani
Mereka pun berjalan cepat keruangan tersebut.
Beberapa petugas medis berlari keruang rawatnya Johan.Saat mereka berlima sampai didepan pintu ruang rawat inapnya Johan,mereka terkejut melihat Johan yang dipasangkan defibrilator(alat pacu jantung) didadanya.Sontak saja Hani yang saat itu tengah berdiri didepan pintu,segera masuk keruangan tersebut,namun dilarang oleh petugas medis yang ada disana.
‘Dok,biarin saya masuk .Johan nggak boleh sendirian’.Ujar Hani sambil menangis.
‘Udahlah Ni,jangan gitu,kita doakan saja yang terbaik bagi Johan’.Ucap Wawan sambil menahan Hani yang hendak masuk ke ruangan tersebut.
‘Dasar Lu Wan,bisanya cuman bilang gitu doang’.Ketus Hani sambil menepis tangan Wawan.
Dilain tempat,Mama dan Papanya Johan telah tiba di Bandara Internasional Soekarno Hatta.Setelah mereka mengambil koper dan barang2 yang lain,mereka pun menuju kedepan Bandara untuk menunggu Taxi.
‘Ma,coba hubungin Hani,siapa tau dia lagi sama Johan’.
‘Ya Pa,Mama hubungi Hani dulu’.
Sementara itu,di Rumah Sakit Abdul Radjak,kelima sahabat tersebut panik melihat kondisi Johan yang mulai memburuk.
‘Aduh gimana ni,Mama sama Papanya sudah tau?’.Tanya Novi sambil mengigit ibu jarinya cemas.
‘Ya juga ya,coba Lu thelfhone Mamanya Johan Lang’.
‘Gue nggak punya nomer Mamanya Johan Wan’.
‘Huh,pusing Gue ‘.Ketus Wawan,
Tak lama setelahnya,Handphonenya Hani bergetar.
‘Ni.Handphone Lu bunyi tu’.Ujar Fadila.
Sambil menghapus airmatanya,Hani mengambil Handphone yang ada didalam tasnya.
‘Siapa Ni?’.Tanya Novi.
‘Mamanya Johan’.Balasnya sambil berusaha menahan tangisnya.
‘Halo Tante’.
‘Halo Ni,kamu lagi sama Johan?’.
‘Ya Tante,Hani lagi sama Johan’.
‘Johannya mana?’.Tanya Mamanya Johan pada Hani.
Hani bingung apa harus dikatakan pada Mamanya Johan,Ia takut jika nanti Mamnya Johan syok ketika mengetahui Johan sedang Koma.
‘Halo,Halo Ni’.
‘Mamanya Johan bilang apa Ni?’.Tanya Gilang pada Hani yang terlihat bingung.
‘Mamanya nanyain Johan,gue bingung mau bilang apa’.Balas Hani ingin menangis.
‘Ya udah sini Gue aja yang ngomong sama Mamanya’.Ujar Gilang sambil mengambil Handphonenya Hani.
‘Halo Tante,ini Gilang,Hani barusan pergi ke Toilet’.Ujar Gilang.
‘Ohh Gilang,Tante sama Om baru sampai diBandara ,ini mau kesana kunjungin kalian.
‘Oh ya Tante’,Balas Gilang sopan.
‘Johannya ada?,kenapa dia nggak angkat thelfhonenya Tante ya,Tante khawatir sama Johan,soalnya tadi pagi di TV ada berita kecelakaan bus dari Universitasnya Johan’.Ujar Tante Rina pada Gilang.
Dengan agak gugup,Gilang memberanikan dirinya untuk memberitahukan kondisi Johan pada Mamanya.
‘Tante,Johan sedang Koma diRumah sakit,Tadi malem,Johan harus dioperasi karena Pendarahan yang ada diotaknya akibat kecelakaan bus’.Ujar Gilang sembari berusaha agar tak terlalu mengejutkan Mamanya Johan.
Sontak saja Mamanya Johan lemas seketika mendengar kabar anaknya yang tengah koma di Rumah Sakit.Ia tak menduga apa yang sedang terjadi pada anak satu satunya.
‘Ma,Mama kenapa?’Ujar Papanya Johan sambil memegang pundak istrinya.
Papanya Johan segera mengambil Handphone yang dipegang oleh Mamanya Johan.
‘Halo Lang,ada apa?.
‘Oh ya Om,Gilang lagi diRumah Sakit,Johan sedang koma Om,Dia mengalami pendarahan otak akibat kecelakaan bus’.
‘Lokasi Rumagh Sakitnya dimana Lang?.
‘DiRunah Sakit Abdul Radjak Salemba Om’.Ujar Gilang.
‘Oh Makasi ya Lang,Om sama Tante kesana sekarang’.
‘Ya Om Hati2 di jalan’.
Mamanya Johan yang sedang duduk lemas,tak bisa berkata apa2,Ia hanya bisa menangis pasrah mengetahui kondisi anaknya.
‘Ma,udah jangan gitu.Ini cobaan bagi kita’,Ujar Papanya Johan.
‘Mama nggak nyangka Pa,Johan bisa kayak gini’.Ujarnya sambil menaangis.
‘Ya Ma,Papa juga merasa sedih sebagai orang tua.Tapi mau bagaimana lagi Ma,ini sudah takdir yang Tuhan tentukan’.
Beberapa menit kemudian,Taksi pun tiba.Mama dan Papanya Johan segera masuk dan berangkat menuju Rumah Sakit yang lokasinya cukup jauh dari Bandara tersebut.
Sementara itu diruang rawatnya Johan,Dokter deni dan beberapa perawat lain sedang sibuk memasangkan oksigen dan EKG(alat rekam jantung)pada Johan.Detak jantung Johan yang tak teratur membuat mereka harus melakukan tindakan ‘defibrilasi’.Dokter Deni memberi aba aba pada perawat tersebut.
‘200 joule ,all clear?’.
‘Clear!!’.jawab para perawat serentak.
‘Segera setelahnya,kedua bilah defibrilator(lead) ditempelkan kedada Johan.Tetapi tidak ada reaksi pada Monitor EKG yang menunjukkan detak jantung Johan yang tak teratur.Dokter Deni kemudian melanjutkan tindakan defibrilasinya.
‘300 joule,all clear?’.
‘ ‘Clear!!’.
Mereka terdiam sejenak,melihat kearah monitor EKG tersebut.Dan beberapa saat kemudian,monitor EKG menunjukkan detak jantung Johan kembali normal.
‘Alhamdulillah,kerja bagus semuanya,saya serahkan kekalian selanjutnya’.Ujar Dokter Deni pada para perawat itu.
‘Ya Dok’.
Dokter Deni pun keluar dari ruang VIP dan menemui kelima sahabatnya Johan yang sedang menunggu diluar.
‘Dok,bagaimana kondisi teman saya’.Tanya Hani panik.
‘Alhamdulillah,kondisinya sudah kembali normal.Peradangan akibat pendarahan yang ada diotaknya,membuat detak jantungnya tak beraturan.Namun kami dapat menanganinya,itu semua atas kehendak ALLAH’.Ujar Dokter Deni.
‘Makasi sekali lagi Dok,kita nggak bisa berbuat apa2 tanpa bantuan Dokter’.
‘Yaya,sama sama.Kalian juga harus lebih memperhatikan kondisi teman kalian,karena orang terdekatnya bisa menyemangati saat kondisinya seperti sekarang.
‘Pasti Dok’.
Beberapa saat kemudian,Mama dan Papanya Johan tiba di rumah sakit tersebut,Mereka segera mencari ruang rawatnya Johan,dan mereka melihat Hani dan teman2nya sedang berbincang dengan seorang Dokter.
‘Pa,itu mereka,Hani sama temen2nya’.
‘Oh ya Ma,kita kesana aja’.
Wawan yang saat itu melihat Mama dan Papanya Johan ,segera memberitahu teman2nya.
‘Ni,itu Mama sama Papanya Johan kan?
‘Ya Wan.itu Tante sama Om’.Ujar Hani sambil menoleh kearah mereka.
Papa dan Mamanya Johan pun menghampiri mereka.
‘Johan mana Wan? Dia nggak kenapa napa kan?.Tanya Mamanya Johan panik.
‘Dok,bagaimana keadaan anak saya?’.
‘Oh ya buk,tenang.Kondisi Dek Johan sudah agak membaik.Tadi detak jantungnya tidak normal karena peradangan yang diakibatkan oleh bekas pendarahan otaknya.Syukur kami bisa menanganinya dengan cepat,Dan kondisinya sekarang sudah membaik’.Ujar Dokter Deni.
‘Saya ingin menemui anak saya Dok,saya nggak mau dia sendiri saat kondisinya seperti itu’.Ujar Mamanya Johan sedih.
‘Ya boleh buk,silahkan ‘.
Mereka pun masuk ke ruang rawatnya Johan,Mamanya Johan yang saat itu baru saja masuk,segera menghampiri anaknya dan memegang tangannya.
‘Nak,kamu yang kuat ya,Mama sama Papa pasti disini kok nemenin kamu’.Ujarnya sambil menangis.
__ADS_1
Papanya Johan dan mereka berlima,merasa sedih melihat Johan yang harus terbaring lemah tak sadarkan diri.Sebuah takdir yang harus diterima meski berat rasanya untuk dihadapi,namun itulah kehidupan.Tak kita ketahui apa yang akan terjadi selanjutnya,kita hanya bisa berserah diri atas apa yang telah diteapkan oleh-Nya.