
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...Jangan lupa like comen favorit vote, harus! hahahaha! ehem....
...****************...
Posisi sekarang Baji yang menatap y/n dengan jarak dekat seolah siap menyantap makanan, y/n yang sedikit ragu untuk menatap Baji karena saat ini Baji yang tidak tersenyum sama sekali, tidak seperti saat berada di Pet Shop.
Y/n mulai menaikkan maniknya untuk menatap Baji, mulut Baji yang sedikit terbuka menampakkan taringnya dan mengambil nafas secara serakah benar-benar seperti binatang buas.
Y/n pun mulai merasakan sesuatu yang aneh, ada yang aneh dibagian bawah, sesuatu benda kecil telah menggesek.
" Haa... haa... ". Baji yang mengambil nafas secara serakah itu mulai hilang kendali. Ia telah memasukkan tangan kekarnya kebawa y/n dan menggesekkan jarinya diatas CD-nya.
" Haa... kakak, kau membuatku geli ". ucap y/n
Baji menahan silang tangan y/n lalu mendorongnya hingga Baji dapat menindihnya.
__ADS_1
tangan satunya masih menggesek area sensitif milik y/n dan sudah hampir membasahi CD-nya.
" haa... haa... kakak... ". panggil y/n.
Baji yang menatap dengan manik tajamnya mulai menyadari kesalahannya dan berhenti melakukan aksinya, lalu dia duduk di bawah kasur y/n dan bersandar.
Y/n merasa bingung akan kelakuan Baji, Baji merasa dirinya adalah seorang pria brengek yang akan menodai sang gadis, tapi y/n tak berpikir begitu.
" Apa yang telah kulakukan! Brengek sekali aku ini ". pikirnya.
" kakak kenapa?! ". ucap y/n.
mendengar hal itu Baji langsung menatap y/n, hanya rintikan hujan yang membantu suasana mereka tetap bersuara. Y/n mengarahkan wajahnya agar menatap y/n.
Y/n mendekatkan bibirnya dengan bibir Baji.
Baji hanya membelakak kan maniknya dan merekapun beradu ciuman, bibir milik Baji mulai basa akibat ulah y/n.
Mata Baji membulat sempurna Kuchibiru sedang dipermainkan oleh anak kecil ini, y/n melakukannya dengan kemauannya sendiri.
__ADS_1
Junor sudah muncul disana merasa ingin sekali keluar dari tempat itu, y/n melihat itupun jadi sedikit malu. Ya, karena ini juga baru pertama kali baginya.
Baji juga ikut malu, maniknya kembali menatap kebawa memperhatikan junior. Y/n tahu hal itupun turun dari kasur dan memasuki tengah-tengah diantara kaki Baji.
lalu ia membukanya, Baji kaget langsung menarik wajah y/n jangan sampai mendekat ke sana.
" Y/n! apa yang kau lakukan, jangan sembarangan meng-opennya! ". tegas ucapan Baji pada y/n.
" Tapi... aku ingin lihat! ".
Ucapan itu membuat Baji semakin ingin melakukannya, tapi anak ini terlalu kecil ia takut hanya akan menyakitinya.
" Tidak boleh, Y/n. kau tidak boleh melakukan itu ". suara Baji yang semakin pelan menunjukkan rasa sedih.
Ia tidak boleh melakukan ini, walaupun ingin tapi tetap tidak boleh!
Y/n menatap manik Baji sambil menggembungkan pipinya jelas y/n sedang ngambek, dia langsung menatap junor yang masih tertutup itu, tangannya langsung menarik tangga celana Baji hingga itu keluar.
Baji yang terkejut dengan perbuatan y/n langsung menjauhkan wajah y/n dari sang juara, y/n tak bisa melawan tenaga Baji yang kuat tapi tak masalah ia bisa mengandalkan tangannya membuat Baji bersuara basah dengan kenikmatan.
__ADS_1
Perlahan-lahan tangan Baji mulai hilang tenaga untuk mendorong wajah y/n, setelah mendapatkan kesempatan itu y/n pun mengulum sang keadilan.
...TBC......