
πΌ jangan lupa like,komen dan vote ya...πππΌ
Memasuki bulan Desember dan mendekati ujian semester genap, maka di sekolah akan di adakan ujian untuk raport. Anak-anak mulai terlihat sibuk belajar dan membahas ulang pelajaran sembari menghafalnya.
Bagi Nindiansyah sendiri, ulangan maupun ujian semester bukanlah hal yang membuatnya semakin sibuk belajar. Karena dia sudah selalu siap menghadapi kapanpun ulangan dan ujian diadakan.
Selesai ujian hari pertama. Guru barunya yaitu Dimas menanyakan Nindy ke teman-temannya. Dan seorang temannya berlari menemuinya untuk memberitahu kalau Pak Dimas mencarinya. Tapi setelah mengetahuinya, Nindy malah kembali ke kelasnya karena tak ingin menemui gurunya itu. Bukan karena takut, akan tetapi Nindy sengaja menghindar karena menyadari perhatian gurunya yang berlebihan padanya.
"Nindy! " panggil Dimas sambil berjalan lebih cepat menghampiri Nindy.
"Nind, kamu dipanggil" kata temannya memberitahu.
Namun saat Nindy yang setengah berlari ke kelasnya tiba-tiba berhenti karena sepatu yang dipakainya longgar karena kebesaran. Sepatu itu pemberian saudaranya yang berkunjung dan bukan ukurannya. Tapi terpaksa memakainya karena tak ada lagi pilihan lain selain sepatu lamanya yang sudah rusak di bagian depannya.
Akhirnya Nindy meninggalkan sepatunya demi menghindar dari Dimas. Bak Cinderella ketinggalan sepatu kaca saat di kejar pangeran π.
Seorang temannya datang menghampirinya dan memberikan sepatunya yang ketinggalan tapi di ikuti Dimas dibelakangnya.
__ADS_1
"Nind, kenapa kamu berlari? Saya datang bukan untuk menyodorkan bantuan lagi, tapi saya datang justru minta bantuanmu untuk merekap hasil nilai ke data siswa di lembaran ini. Bolehkan kamu bantu saya, 3 hari kedepan saya ada urusan yang tak bisa di tunda. Saya takut terlambat di serahkan ke wali-wali kelas nantinya. Tolong bantu ya Nind? " ucap Dimas menjelaskan.
"Iya Pak. saya akan bantu" jawab Nindy pelan dengan wajah merah dan menunduk karena malu.
"Baiklah, terimakasih. Saya pergi dulu." sambung Dimas.
Tiba-tiba geng ganas datang ke kelas Nindy dan menginterogasi apa yang dilakukan Dimas saat datang ke kelasnya tadi. Seorang dari mereka membanting meja Nindy karena tak satupun pertanyaan mereka dijawab Nindy. Dan karena apapun jawaban Nindy akan tetap salah bagi mereka.
"Kelihatannya saja kamu polos dan lugu ya. Ternyata kamu niat juga buat menggoda pak Dimas, " ucap Rere ketua geng itu.
"Apa kamu udah merasa hebat saat Pak Dimas menghampirimu ke kelas huh? " sambung Mila yang sudah meletakkan tangannya di bahu Nindy.
"Sebenarnya apa mau kalian selalu menghujat Nindy?.Memangnya jika kalian mampu menghina dan membuat Nindy menangis maka kalian akan disegani semua murid di sekolah ini? " Teriak Dion yang tiba-tiba muncul di kelas Nindy yang sebelumnya sudah mendengar semua pertanyaan geng tersebut.
~ ~ ~
"Anak-anak, 3 hari lagi kita akan membagi raport. Tapi sesuai dengan peraturan sekolah, bagi yang SPP nya belum lunas maka kami belum bisa membagikannya. Ibu harap anak-anak Ibu mengerti dan informasikan ke orangtua kalian, " beritahu Ibu Mitha sebagai wali kelas Nindy.
__ADS_1
Nindy terdiam sesaat mengingat bulan ini dia belum melunasi tunggakan disekolahnya. Biasanya orangtuanya telah membayar di pertengahan bulan. Tapi sudah 2 bulan ini terlambat. Termasuk bulan ini samasekali belum membayarnya.
~ ~ ~
"Bagaimana raport kelas Ibu, sudah selesai semua? " tanya seorang guru lain ke Ibu Mitha.
"95% sudah siap bu. Tapi masih ada beberapa murid yang belum membayar SPP bulan ini. " jawab Bu Mitha prihatin.
"Hmmm.. Bagaimana juara kelasnya Bu? ada yang menurun atau...., " tanyanya lagi menggantung sambil membalas sapaan Dimas masuk ke ruang guru.
"Perubahan hanya ada di juara 2 dan 3 saja Bu. Keduanya bertukar posisi. Dan Nindy masih di juara umum. Tapi itu dia masalahnya. " jawab Bu Mitha lagi tak semangat.
"Sepertinya nilai-nilai yang bagus di mata pelajaran saya juga paling tinggi film kelas Ibu. Tapi maksud Ibu yang masalah di kelas Ibu tadi apa? " sambung Dimas bertanya penasaran.
"Iya Pak. Kita udah dapat siapa saja yang masuk 5 besar. Tapi bagaimana mungkin juara lain diumumkan di lapangan tapi juara umum dari kelas saya tidak ikut maju karena orangtua Nindy belum melunasi SPP nya." jawab Bu Mitha semakin tak semangat.
"Bagaimana kalau untuk bulan ini biar saya yang bantu Nindy Bu. Anggap saja itu sebagai hadiah untuk juara umum yang masih dipertahankannya. " kata Dimas tanpa berpikir panjang.
__ADS_1
Dalam hatinya, karena Nindy juga sudah membantunya merekap nilai ujian anak-anak, tak ada salahnya juga membantunya saat ini.
πΏTBC... πππ