
π sebelum lanjut baca, mohon dukungannya melalui like dan komen ya πππ
"tittttt, " bunyi klakson motor dibelakang Lanti yang sedang berjalan di trotoar.
"tittt,, tittt,,, "......
" Siapa ya, lagian perasaan aku jalannya gak mengganggu jalan besar, kenapa harus di klakson juga." gumamnya menaikkan bibir atasannya karena kesal.
"tittt, " "Lan, " sapa si pengemudi motor.
Pelan-pelan Lanti membalikkan badannya ke arah suara yang berbicara kepadanya.
"Eh pak Dimas",,
" Maaf Pak, kirain tadi siapa yang klakson ". ucap Lanti sopan.
" Lan bisa ngobrol sebentar?" kata Dimas.
"Hmmm... ngobrol pak?". tanyanya bingung.
" Ada yang ingin saya tanyakan Lan. Boleh kan?" tanya Dimas.
"Oh bisa pak. " jawabnya memastikan diri.
"Enaknya ngobrol disana aja kali ya. Di depan minimarket." ajak Dimas.
"Iya Pak, boleh."
Sementara Dimas membelikan minuman ke dalam, sementara Lanti sudah duduk menanti di kursi minimarket.
"Kamu habis darimana Lan? " tanya Dimas sambil memberikan sebuah botol minuman ke Lanti.
"Baru pulang les pak. " jawab singkat Lanti.
"Oh, Nindy juga? " tanya Dimas.
__ADS_1
"Mm... gak pak. "
"Oh, kenapa? Bukankah les pemantapan ujian akhir nanti?
" Iya Pak. Tapi bukan di sekolah. Nindy dari masuk SMA juga gak pernah ikut les pak. Orangtuanya tidak memiliki penghasilan tetap, Nindy gak mau ngebebanin orangtuanya. " jawab Lanti mengingat sahabatnya itu.
"Ngomong-ngomong, apa pekerjaan orangtua Nindy Lan? " tanya Dimas mencari tahu.
"Setau saya ibunya petani kecil. Dan ayahnya supir pribadi. Bekerja sama orangtua Rere pak. " jawabanya mengetahui kebenaran tentang Nindy yang tak mau melawan Rere.
"Hmm.. kalau boleh di luar sekolah panggil saya kakak saja ya! " katanya meminta.
"Baik Pak,, ehh kak, " Lanti tersenyum gugup.
"Lalu apa karena itu Rere berbuat sesukanya ke Nindy? " tanya Dimas penasaran setelah melihat perbuatan jahat Rere ke Nindy.
"Kemungkinan besar karena itu kak. Ditambah lagi, Nindy anak yang pintar dan selalu mengalahkan Rere dalam soal belajar. Nindy juga mendapat simpati banyak dari guru-guru karena semangat belajar dan talenta yang dimilikinya." jelas Lanti.
"Sudah sesering itukan Rere memperlakukan Nindy begitu? "
"Jadi Rere dendam ke Nindy dan ingin memperalat pekerjaan ayahnya untuk menjatuhkan Nindy? " tanya Dimas kesal.
*Sepertinya begitu kak. Tapi aku juga salut dengan Nindy yang kuat tanpa melawan Rere demi mempertahankan pekerjaan ayahnya. Dengan Nindy melawan Rere, dia tak ingin hal itu jadi alasan Rere menghasut orangtua Rere memberhentikan ayah Nindy bekerja. "
Sejenak Dimas diam. Entah apa yang sedang dipikirkannya. Namun terlihat jelas di wajahnya, Dimas semakin iba menanggapi cerita tentang Nindy.
"Bisa saya tanya satu lagi Lan? " ucap Dimas.
"Apa kak? "
"Kemarin saat di kelas, tak sengaja saya melihat Nindy menangis. Apa ada masalah dengannya? " tanya Dimas cemas.
"Sebenarnya aku tak tau kak. Karena Nindy tak ada cerita denganku. Tapi.....,, " jawabnya menggantung membuat Dimas semakin penasaran.
"Tapi apa Lan? "
__ADS_1
Lanti terlihat mencari sesuatu di dalam tasnya. Menarik sebuah buku dan mencari kertas kecil yang sengaja ia selipkan di buku.
"Aku tak tau persis masalahnya kak. Tapi kemarin saat beres-beres sebelum pulang sekolah, tanpa disadari Nindy menjatuhkan kertas ini di lantai. " jawab Lanti sambil memperlihatkan kertas kecil itu dengan ragu ke Dimas.
Dimas membaca surat kecil itu dengan mengerutkan keningnya. Kemudian terlihat wajahnya semakin heran dengan matanya hampir keluar. Dan sesekali mengarahkan penglihatannya ke arah Lanti dan membuat Lanti bingung.
"Apakah surat kecil ini dari Rere? " tanya Dimas yang heran dengan adanya namanya tertulis disana.
Lanti menjawab dengan hanya menganggukkan kepalanya. Lanti juga mengetahui tulisan itu.
"Kamu juga tau dengan kado itu? " tanyanya lagi.
"Saya tau kak kado merah itu, kemarin tanpa sengaja saya membaca nama kakak sebagai pengirim.Maaf kk. " katanya dengan sedikit merasa bersalah.
"Hmmm... benar itu dari saya. Sejak pertama masuk kelas, saya menaruh perhatian lebih ke Nindy. Karena pertama kali saya berada di sekolah, saya melihat Nindy dihina geng Rere. Dan Tera menarik rambut Nindy. " jelasnya mengakui perhatiannya.
"Dan gak ada salahnya juga kan saya menaruh hati ke Nindy. Toh sebentar lagi kalian akan tamat. "
"Iya kak. " jawab Lanti tersenyum.
"Sebenarnya sudah lama saya ingin bertemu dan berbicara dengan Nindy seperti ini. Tapi bagaimana caranya juga saya bingung. Dan jangan sampai mengganggu aktivitas sekolah juga. " Ujarnya mengutarakan keinginannya.
"Lusa adalah hari dimana Nindy akan mengikuti latihan sanggar tari terbuka kak. Kalau kakak mau, saya bisa mengaturnya nanti." ucap Lanti menawarkan ide dan bantuannya
"Hmmm... boleh juga Lan. Disini aja kali ya ketemunya. " kata Dimas menyambut ajakan Lanti
"boleh kak, kami juga gak kejauhan nanti pulangnya. " jawab Lanti.
"Baiklah.Ini sudah sore. sebaiknya kamu juga pulang. "
"Oke kak." jawab Lanti.
"Terimakasih buat waktu kamu ya Lan. " ucap Dimas mengakhiri percakapan mereka.
"Sama-sama Kak, saya duluan ya kak. " kata Lanti meminta ijin.
__ADS_1
π TBC..... βΊβΊβΊβΊ