Akhir Cintaku

Akhir Cintaku
08. Kelakuan Rere


__ADS_3

🍄jangan lupa like dan komen yah😀😀🍄


Sementara di sekolah sudah mulai ramai dihadiri siswa-siswi. Lanti terlihat termenung menunggu kehadiran Nindy yang tak kunjung datang. Bel akan berbunyi pukul 07.30 wib. Nindy belum datang di sekolah dan jam sudah menunjukkan pukul 07.15 wib.


"Kemana Nindy? jam segini belum nongol juga. " gumam Nindy sedikit terlihat cemas.


Riska baru saja muncul di sekolah dan berjalan cepat mengarah ke Lanti. Riska terlihat sangat tergesa-gesa.


"Riska kamu kenapa? baik-baik saja kan? " tanya Lanti keheranan.


"Tau nih. Hampir saja aku jatuh. tadi di luar gerbang aku melihat Nindy ditahan gengnya Rere." jelas Riska yang masih dengan nafas ngos-ngosan.


"Itu artinya dari tadi Nindy udah datang? " kata Lanti.


Lanti terlihat bingung, apa yang harus dilakukannya. Dia yakin kalau Nindy sudah dihina dan diperlukan jahat sama Rere. Dan kalaupun Lanti menghampiri Nindy disana, tak akan ada gunanya. Yang ada mereka akan sama-sama terperangkap. Dan Lanti akan dijuluki sebagai pahlawan sial.


Dari ruang guru, Dimas memperhatikan kecemasan Lanti. Tapi sayangnya Lanti tak melihat ke arahnya. Dimas mulai mengerti dengan kecemasan dan tatapan Lanti yang berulang kali memeriksa kehadiran seseorang di gerbang. Dimas tau kalau saat ini Lanti sedang menunggu Nindy.


Dimas melihat jam ditangannya dan sudah menunjukkan pukul 07.22. Biasanya Dimas selalu berketepatan sama jam sampai di sekolah. Dimas melihat lagi ke arah Lanti namun kali ini Lanti juga juga melihat Dimas. Mery berbicara melalui gerakan mata.


Dimas paham arah yang ditunjukkan Lanti. Tak lama Dimas berjalan ke arah pintu gerbang untuk memastikan kecemasan mereka. Sesampainya di gerbang sekolah, Dimas terkejut melihat Nindy yang sudah sesenggukan karena menahan tangisnya. Dimas juga melihat buku Nindy yang berserakan di halaman luar gerbang. Dimas mulai terlihat marah dengan perlakuan geng Rere dan berjalan ke arah Geng tersebut.


"Sudah jam berapa ini? kenapa belum masuk ke kelas kalian? " tanya Dimas dengan suara tinggi.

__ADS_1


Seketika geng itu terdiam mencari darimana asal suara lantang itu. Dan Nindy buru-buru mengumpulkan bukunya dan memasukkan ke dalam tasnya.


"Kalian sedang apa? " tanyanya lagi.


Terlihat Rere sudah panik dan wajahnya mulai pucat melihat tubuh besar Dimas sudah mendekati mereka.


"Tidak adakah yang mendengar?"


"Apa yang terjadi dengan Nindy? " sambungnya bertanya masih dengan suara lantang.


Nindy buru-buru pergi meninggalkan mereka. Berharap Dimas tidak melihat dirinya yang berantakan karena rambutnya ditarik Rere.


"Sekali lagi saya bertanya,, siapa dalang semua ini? tanyanya lagi semakin geram.


" Ini pasti ulah Rere. " jawab seseorang dari belakang Dimas.


"Kamu tau kenapa belakangan ini saya dingin menanggapimu saat saya mengunjungi kakakmu di rumahmu? itu karena saya sudah lihat sifat aslimu. " tutur Dimas menjelaskan dan membuat semua heran termasuk Lanti.


Rere dan Dimas sudah lama saling kenal. Dimas adalah sahabat kakak laki-laki Rere. Semenjak Dimas datang ke rumah Rere, Dimas memperlakukannya seperti kakaknya perlakukan Rere. Bahkan Rere sudah tak segan lagi bermanja-manja ke Dimas.


Tapi belakangan ini sejak Dimas melihat kelakuan Rere, Dimas mulai dingin terhadapnya. Sementara Rere sudah lama menaruh hati ke Dimas. Itulah alasan sebenarnya mengapa Rere semakin menyiksa Nindy. Selain karena Nindy sering mengalahkan Rere dalam belajar dan talenta. Juga karena ayah Nindy bekerja dengan orangtua Rere.


"Kamu tak perlu jelaskan apa-apa lagi Re, aku sudah melihat kelakuanmu bahkan sejak pertama kali masuk ke sekolah ini. " ucap Dimas menghentikan Rere yang ingin menjelaskan maksudnya.

__ADS_1


Melihat dan mendengarkan semua yang diucapkan Dimas, Lanti bingung apa sebenarnya yang terjadi antara mereka.


"Apa sebelumnya mereka pernah dekat? " tanya Lanti dalam hati.


"Sekarang kalian ke ruang BP. Kalian harus dihukum. " kata Dimas mengarahkan mereka menghadap guru BP.


"Apa kak? " tanya Rere tidak terima


"Saya disini gurumu Rere.Bukan teman kakakmu. " jawab Dimas kesal.


"Dan kamu Lanti, kembalilah ke kelasmu. " ucapnya lagi sambil membubarkan diri.


Sepanjang jalan menyusuri kelas, Lanti tak henti memikirkan apa sebenarnya yang terjadi antara Dimas dan Rere. Lanti merasa bingung dengan pengakuan Dimas tentang perasaannya ke Nindy.


"Hubungan mereka sebatas apa sebenarnya? lalu jika aku mau bantu mereka bertemu dan ternyata tak sesuai rencana, bagaimana dengan perasaan Nindy nanti? Aku berharap tidak membuatnya marah." gumamnya lalu menghela nafasnya.


Sementara di ruang BP, teman-teman Rere sedang mendapat bimbingan. Lain halnya dengan Rere sebagai dalang semua. Rere mendapat bimbingan khusus. Dan saat ini Rere masih berusaha meminta maaf pada Dimas.


"Kenapa kakak hanya menyalahkanku? " tanyanya.


"Kamu itu memang udah keterlaluan Re, awal saya melihat kelakuanmu seperti ini, sudah tak ada simpati lagi denganmu. Jangan peralat perasaanmu dan pekerjaan Ayah Nindy. Pahami bagaimana kehidupan orang lain. tidak semua orang seberuntung kamu Re,. " jelas Dimas.


"Tapi kakak taukan bagaimana perasaan aku ke kakak? " tanya Rere bersikeras.

__ADS_1


"Ini sekolah Re,. jangan membahas yang lain dari pelajaran dan kelakuanmu yang membutuhkan bimbingan." tutur Dimas dan meninggalkan Rere.


🌿TBC


__ADS_2