Akhir Cintaku

Akhir Cintaku
05. Gemetar


__ADS_3

❄ VOTE ❄


Dua bulan telah berlalu. Saat ini sudah di bulan Februari dan di semester genap. Anak anak kelas XII sebentar lagi akan menyelesaikan ujian sekolah dan ujian akhir.


Sebagian anak merasa lega karena akan menyelesaikan pembelajarannya di bangku SMA. Dan ada juga yang merasa sedih karena akan meninggalkan banyak kenangan mereka di SMA. Tak luput juga dengan perjuangan cinta Dion ke Nindy, sudah hampir tiga tahun. Bahkan sampai saat ini belum juga di terima.


"Hai Nind, sedang mikirin apa? Boleh ngobrol sebentar? Tanya Dion yang mendapati Nindy yang sedang melamun di taman sekolah.


" Eh Hai Dion, Silakan. Ada apa Di?. jawabnya mempersilakan Dion gabung.


"Ngomong ngomong, selesai dari SMA nanti tujuan kamu kemana Nind? apa kamu akan melanjut atau? Tanyanya lagi sambil memperhatikan Nindy.


" Aku juga belum tau Di. Dan belum memikirkan sampai kesitu juga." jawabnya dengan pandangan kosong.


"Nind, kalau boleh jujur. Sudah hampir 3 tahun juga aku mengharapkan balasan perasaanku ke kamu. Apa memang kamu benar-benar tak ada rasa sedikitpun denganku? "


"Di, maafin aku. Jujur saja, selain kamu sahabatku di sekolah, di kompleks rumah kamu aku anggap saudaraku. Kamu banyak menolongku dan kamu tau banyak tentang aku. Maka perasaan yang aku punya tidak lebih dari sahabat dan saudara Di. Maaf Di, kuharap kamu mengerti denganku." jawabnya dengan lembut.


Dan saat mereka sedang bercerita, seorang siswa lain datang menghampiri Nindy dan memberi sebuah kado yang dibungkus dengan keras kado berwarna merah muda. Tidak jelas siapa pemberinya. Dan hendak ditanyakan dari siapa, anak itu sudah menghilang.


Nindy membalik- balikkan badan kado yang ada ditangannya mencari barangkali ada petunjuk pemberi kado tersebut. Begitu juga dengan Dion terlihat sangat penasaran bercampur kesal karena mengganggu dirinya dan Nindy yang tengah asyik bercerita. Dan sebenarnya Dion berniat mengajak Nindy jalan (nge-date) mengingat hari ini adalah hari valentine. Dion berharap ditemani Nindy sekalipun tanpa status berpacaran diantara mereka.

__ADS_1


~ ~ ~


Suara lonceng berbunyi menandakan jam istirahat telah selesai. Murid-murid mulai memasuki kelasnya. Nindy dan Dion juga bubar tanpa ada akhir kata lagi. Keduanya berjalan menyusuri kelasnya masing-masing.


Saat ini di kelas Nindy adalah pelajaran olahraga. Dan guru olahraga pun telah masuk ke ruang kelasnya.


"Hari ini, kita tidak mengadakan praktek. Silakan buka buku halaman 163 buat rangkuman penjelasan materi pembelajarannya." kata Dimas yang kemudian memilih duduk di kursinya.


Sesekali Nindy melirik kadonya yang dia letakkan di laci mejanya. Diam-diam Dimas sesekali melirik ke arah Nindy yang gelisah dan terlihat berulangkali melihat ke arah lacinya.


"Sebenarnya dari siapa kado ini?" tanyanya dalam hati.


Dan sesekali dia juga melihat ke arah Dimas menyembunyikan rasa penasarannya. Bahkan sempat memergoki Dimas yang tersenyum b kecil ke arahnya dan dengan lihai Dimas mengalihkan pandangannya agar tidak ketahuan.


Akhirnya kado itu berhasil dibuka tanpa membuat keributan dari koyakan kertas kado. Dan saat melihat isi kado tersebut, Nindy bingung melihat isi kado tersebut adalah sebuah jam weker kecil berbentuk balok dengan hiasan lukisan ❤💞 hati. Jamnya juga berwarna merah. Saat memperhatikan jam tersebut, hampir saja terjatuh secarik kertas kecil. Dengan cekatan Lanti menangkap kertas itu.


"Hampir saja kita membuat orang penasaran di kelas ini" bisik Lanti dan menyodorkan kertas itu kepada Nindy.


Nindy menutup matanya tersenyum kecil ke Lanti. Dia juga merasakan jantungnya yang berdebar-debar ketakutan.


"Untung saja kamu melihatnya, kalau tidak habislah kita jadi bulan bulanan mereka karena kertas kecil ini. " sambungnya menanggapi Lanti.

__ADS_1


Seketika mata Nindy terbelalak membaca isi tulisan di kertas kecil itu.


"*Tak selamanya kesedihan melingkupi dirimu. Cobalah selipkan senyum di sela sela kesedihanmu. Waktu akan berputar, begitu juga dengan perasaan sedihmu akan berganti bahagia. Dan perlu kamu tau, **senyummu sangat indah.


Happy Valentine Day🌹**


with heart ❤


**Dimas Setia***


(Kebayangkan kalau menyadari sipemberi kado ternyata sedang duduk santai di depan kita😄😄. Tak tau harus berbuat apa)


"jadi... "kata Lanti menggantung namun dengan bersuara pelan, yang tanpa sengaja membaca nama si pengirim kado tersebut.


Nindy meremas kuat tangan kiri Lanti seolah pelampiasan perasaan gemetarnya dan juga wajah sudah semerah tomat.


Lanti mengerti perasaan Nindy yang campur aduk. Bahkan Lanti juga ikut malu melihat ke arah Dimas. Nindy hanya diam. Dan masih terasa gemetar dan lemas.


" Jadi kado ini? " gumamnya lagi tapi hanya Lanti yang mendengar.


"Kenapa tidak di rumah saja tadi aku membukanya? " sambungnya lagi dengan tangannya yang kini menutupi wajahnya karena malu terlihat Dimas.

__ADS_1


Sedangkan Dimas berpura-pura sedang serius membaca buku di mejanya, mengalihkan pandangan agar tak bertemu lirikan dengan Nindy. Dan Nindy kini terlihat menunduk sambil menulis.


🌿jangan lupa like,, komen dan votenya ya...


__ADS_2