
# 2 tahun Kemudian#
Hari itu mungkin hari terakhir aku melihat kak Kevin, ya sudah 2 tahun berlalu kak kevin pergi , saat 6 bulan tahun lalu kak kevin masih memberiku kabar walau kadang jadi penghalang namun setelah 6 bulan kak kevin tidak memberiku kabar lagi mungkin dia terlalu sibuk atau bahkan dia sudah menemukan seseorang disana. Setahun yang lalu aku sudah lulus dari SMK dan aku melanjutkan bekerja. Mungkin jika kejadian waktu itu tidak menimpa keluargaku aku akan melanjutkan kuliahku bukan bekerja disebuah restoran.
#Flashback 1 tahun yang lalu#
Semenjak kepergian kak kevin tak membuat hidup ku berubah ak tetap melanjutkan kehidupanku. Seperti pada pagi ini saat aku ingin pergi sekolah cuaca hari ini sungguh tidak bersahabat hari ini awan mendung sepertinya akan hujan, tapi hati ku tiba – tiba merasa cemas tapi perlahan ku tepis semua perasaan itu.
@Kantin@
Amel : “Al gimana kabarnya kak kevin dia baik – baik aja kan?”
Alya : “Terakhir ngasih kabar sih dia gpp dia baik – baik aja, tapi udah ada sekitar 2 minggu dia jarang ngabarin gue, bahkan gue telp ga diangkat trus gue chat juga ga di bales.”
Mery : “Mungkin diasibuk kali Al, lu positif thingking aja.”
Alya : “ bener juga lu mer, tumben bener.”
Drrrttttdrtttdrrttt
Zara : “Al hp lu bunyi tuh siapa tau dari kak Kevin.”
Alya : “ coba gue liat, no. Siapa nih telp pagi – pagi tumben banget” (sambungku)
~Sambungan telp~
Alya : “ Halo selamat pagi?”
021xxx : “Maaf apa benar ini Alya Maharani anak dari ibu Ratna dan Bapak Widodo?”
Alya : “Maaf bukannya ini nomor mamah saya ya, kalo boleh tau saya bicara dengan siapa?”
021xxx : “Maaf mba Alya oang tua mba sekarang ada di rumah sakit, sebaiknya mba datang kerumah sakit.”
Alya : “Apa sus rumah sakit emang nya apa yang terjadi sama keduaorang tua saya.” (terkejut)
021xxx : “orang tua anda mengalami kecelakaan dan kondisinya kini keritis untukketerangan lebih lanjut mba alya bisa langsung datang kerumah sakit Bunda dan anak.”
Alya : “Terima kasih sus.” (menangis)
~Sambungan telp end~
Mery : “ Al kenapa sama nyokap bokap lu trus kenapalu nangis.”
Rahma : “Duduk dulu al coba lu tenangin diri dulu trus lu cerita pelan – pelan ke kita.”
Zara : “Nih minum dulu Al “ (menyodorkan air putih)
__ADS_1
Alya : “Orang tua gue kecelakaan sekarang mereka ada di rumah Sakit.” (menangis histeris)
Amel : “Ya Ampun ko bisa sihh, lu yang tabah yaa” (memeluk Alya)
Kartika : “Ywdh kalo lu mau kerumah sakit ntr gue yang ijinin ke guru tapi harus ada dari kita yang nemenin Alya.”
Zara : “Gue sama Mery aja yang nemenin Alya gimana mer?”
Mery : “ Yupzz Setuju!!”
Amel : “ywdh kita siap – siap, Al yang tabah ya lu harus kuat.”
Alya : “Makasih ya guys kalian ada disaat gue butuh.”
@Rumah sakit@
Alya : “Sus mau tanya pasien atas nama ibu Ratna dan Bapak Widodo dimana ya?”
Suster : “ sebentar ya mba saya cari dulu.”
Alya : “ Baik Sus.”
Suster : “Pasien Ibu Ratna dan Bapak Widodo ada di ruang ICU dari sini mba bisa lurus trus belok ke kiri terus masuk lorong sebelah kanan dan ada di sebelah kanan.”
Alya : “Terima Kasih Sus.”
~Ruang ICU~
Setelah tiba di ruang ICU betapa terkejutnya aku melihat orang tuaku lemah tak berdaya diseluruh tubuhnya sudah di beri alat – alat medis uyang entah aku tidak mengerti. Aku hanya bisa melihat dari kaca yang langsung bisa melihat mereka karenad di dalam ada dokter yang sedang memeriksa.
Dokter : “Siapa disini yang bernama Alya?” (tanya dokter)
Alya : “Saya dok”
Dokter : “Silahkan masuk orang tua anda mencari anda.”
Alya : “Baik dok.”
Mery : “kita tunggu disini ya Al kalo ada apa – apa tinggal bilang aja ke kita.”
Alya : “ Makasih ya guys, gue masuk dulu.”
Saat memasuki ruangan dadaku terasa sesak air mata yang aku tahan langsung tumpah ketika melihat kedua orang tuaku terbaring dengankeadaan yang sangat kritis.
Alya : “Mah...Pah... ini Alya.”
Mamah : “Al...yaaa...”(lirihnya)
__ADS_1
Alya :”Iya mah Alya disini nemenin mamah sama Papah kalian pasti sembuh.” (tangisku pecah)
Mamah : “Maafin mamh sama papah ya karena ga bisa jagain kamu selama ini.”
Alya : “Alya ngertiko mah kalian ngelakuin itu buat kebahagiaan Alya.
Mamah : “Mamah sayang banget sama alya boleh mamah peluk Alya?”
Alya : “Boleh Mah Alya juga kangen sama mamah.” (memeluk mamah)
Ketika Aku memeluk mamah tiba – tiba saja alat pendeteksi jantung mamah berbunyi ya mamh sudah meninggal di pelukan ku, betapa terkejutnya aku, aku langsung menangis histeris sambil menggunjangkan tubuh mamah.
Alya : “Mamahh bangun mahh Alya ga mau di tinggal mamah nanti Alya sama siapa mah jadi bangun mah.”
Dokter : “Maaf Mba Alya kami sudah berusaha dengan maksimal tapi tuhan berkehendak lain.”
Alya : “Mamamahhhhh.... maafin Alya mah...” (menangis sambil memeluk)
Dokter : “Maaf Mba Alya bisa tunggu diluar sebentar?”
Alya : “dok Bagaimana dengan Papah saya?” (masih dengan isakan)
Dokter : “Kondisi Beliau masih keritis jadikita hanya bisa mendoakan saja.”
Aku pun keluar ruangan dengan tatapann kosong diiringi tangisan tanpa sadari Kartika, Amel dan Rahma sudah menyusul ke rumah sakit. Ketika keluar ruangan tanpa aku sadari aku langsung terjatuh dan terduduk di lantai sambil menangis dan mereka langsung sigap menghampiri Alya.
Kartika : “Al gimana keadaan orang tua lu?” (Cemas)
Amel : “Al jawab dong jangan nangis kaya ginibikin kita penasaran.” (mengguncang tubuh Alya)
Zara : “Plakkk....Alyaaaaa....” (menampar Pipi Alya)
Kartika : “ Zar Apa Apan sih lu.”
Zara : “Biar dia sadar”
Alya : “Gpp ko gue makasih sama lu zar yang udah nyadarin gue.”
Rahma : “Trus gimana keadaan oang tua lu?”
Alya : “Bokap gue masih kritis dan nyokap gue dia udah ninggalin gue.”(nangis terisak)
Mery : “Gue turut berduka citaya Ya Al.”
Kartika : “Lu yang tabah ya kita disini ko sama lu jadi lu tenang aja.”
Hari itu bagai semua dunia runtuh bagiku aku harus kehilangan ibu ku dan ayah ku masih terbaring koma di rumah sakit, tapi orang yang selalu berjanji akan ada di setiap sedih dan senangku entah pergi kemana ya Kak Kevin dia entah pergi kemana hilang tanpa kabar. Sudah berbulan – bulan hingga waktu kelulusan ku namun tetap saja dia tidak memberuku kabar. Dan dimana setelah aku Lulus sekolah aku mengurungkan niatku untuk melanjutkan kuliah dan memeilih untuk bekerja karena aku harusmemenuhi kebutuhan hidupku dan biaya rumah sakit ayah yang sampai detik ini belum sadar. Aku bekerja di Restoran milik Tante nya Zahra dan dia sangat baik.
__ADS_1
#FlashBack OFF#