
FYI : Makasih buat para readers yang udah mau mampir ke novel pertama aku, maaf ya kalo masih ada Typo dan alur ceritanya kurang jelas and happy Reading guys
,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,
Ditempat lain Zara yang kini sedang berada dikamarnya dia sedang memandangi langit – langit kamarnya dia masih mengingat tentang kejadian hari ini yang membuatnya merasa bahagia. Tak henti – hentinya Zara tersenyum dan mengkhayal tentang kisah dirinya dengan Dave sampai akhirnya ada suara ketukan pintu yan membuyarkan
khayalannya itu.
Tok tok tok
Zara pun membuka pintu
“Non makan siap sudah siap.” Salah seorang pelayan di rumah zara yang
“Iya bi terima kasih.” Jawab zara sambil menutup pintukembali dan turun kebawah untuk ke meja makan.
Setibanya Zara di meja makan dia hanya memandangi meja tersebut di sebuah meja yang terlihat besar dan diatasnya sudah dihidangkan berbagai macam makanan yang sangat mewah, lezat dan sangat banyak namun hanya dia yang makan dimeja tersebut sendiri dan hanya ditemani dengan bi lela yang sudah lama bekerja dirumah Zara bahkan menguerus Zara saat kecil. Terkadang Zara rinduakan kebersamaan dengan keluarganya makan bersama, bercanda bersama bahkan hanya sekedar mengobrol dan meminta waktu orang tuanya saja Zara sangat sulit. Tapi zara merasa walau orang tuanya sangat sibuk setidaknya dia masih beruntung mempunyai sahabat yang selalu ada disaat Zara membutuhkan mereka.
***
Alya dan Kevin masih tetap bersama dirumah Kevin sampai hari yang mulai gelap,awalnya Alya ingin pulang namun Kevin menolak dia ingin Alya menginap dirumahnya tapi Alya menolak dengan alasan mereka berdua belum ada ikatan yang resmi namun Kevin tetap memaksa dan dengan jaminan mereka kan tidur dikamar yang terpisah dan akhirnya Alya pun menyetujui hal tersebut.
@Club
Disebuah tempat terdengar suara alunan musik yang sangat kencang dan tercium bau alkohol dimana – mana. Ya disebuah club terbesar dijakarta 2 orang pria sedang mengobrol dan melepas rindu siapa lagi kalau bukan Dave dan Steave. Di sini Dave dan Steave berada di ruangan VVIP karena mereka tak ingin privasinya terganggu tanpa ditemani wanita malam dan hanya beberapa minuman alkohol menjadi teman mereka.
“Gimana Kabar lu Dave.” Steave memulai pembicaraan
“Kabar gue baik – baik aja, lu sendiri?” Dave balik bertanya
“Gue baik ko .” Jelas Steve sambil meneguk minumannya
“Lalu bagaimana dengan Uncle dan Aunty?” tanya Dave sambil meneguk minumannya
“Mereka pun baik, semenjak kepergian Cika mereka memutuskan untuk menikmati masa tua mereka dan ngasih tanggung jawab perusahaan ke gue.” Jelas Steave bdengan suara sendu
“Udahlah relain Cika dia udah bahagia disana dan soal perusahaan bukannya lambat atau cepat emang lu yang bakal nerusin secara lu udah pewaris satu –satunya daru keluarga lu.” Dave Menepuk pundak Steave.
“Ya gue udah coba ngikhlasin Cika tapi masih susah, gue ngerasa bersalah soal keadaan Cika sama anaknya bahkan sama sahabat gue sendiri.” Keluh Steave
__ADS_1
“Semuanya takdir soal Cika, Angel atau Kevin semua udah suratan takdir, dan Sekarang kehidupan Kevin sudah lebih baik dia bisa ketawa kaya dulu dan itu semua gara – gara Alya.” Jelas Dave
“Syukur deh kalo Kevin bisa balik kaya dulu gue ngerasa lebih lega.” Ujar Steave menarik panjang nafasnya.
“Terus gimana udah dapet cewek belom lu?” tanya steave sambil menyengol sikut Dave
“Cewek mah banyak yang deketin tapi belom ngena gitu dihati hahah.” Jelas dave sambil meneguk minumannya kembali.
“Wah ternyata lu pindah ke indonesia ada kemajuan ya sifat Bad Boy lu yang dulu udah ilang.” Sindir Steave pada Dave
“ Kayanya yang Bad Boy lu deh, lagian gue udah cape pacaran ga jelas pengennya langsung punya istri aja biar diapain aja udah halal ga banyak bikin dosa terus gue takut karma.” Jawab Dave
“Hahahaha sejak kapan lu takut Karma terus yang dulu dulu suka Phpin cewe siapa?” Steave tertawa sangat bahagia melihat sahabatnya yang sudah berubah.
“Ini juga gara – gara Kevin yang selalu nasehatin gue, dan lu liat aja ya suatu saat Steave yang selalu dikejar – kejar cewe nanti lu bakal ngerasain rasanya ngejar cewe yang lu suka tapi cewenya ga suka sama lu, dan sampe hari itu dateng gue yang bakal jadi orang pertama yang bakal ngetawain lu.” Ketus Dave
“Gue kasih tau ya engga akan pernah ya seorang Steave Andrithama ngejar cewe itu bukan gue banget.” Jelas Steave
“Ok liat aja nanti.” Dave
Mereka pun menghabiskan waktu berdua bersama, meski hanya obrolan ringan atau bahkan ejekan tak membuat mereka bertengkar itu yang membuat mereka semakin akrab. Waktu pun menunjukan pukul 02:00 WIB dinihari dan mereka memutuskan kembali ketempat masing – masing. Steave dan Dave masih terlihat sadar dan mereka bisa membawa mobil dengan sendiri. Saat diperjalan Steave menuju hotel yang disewanyadia terngiang dengan perkataan Dave dia hanya bertanya apabila saat itu benar – benar terjadi apa yang akan dilakukannya, namun egonya menepis semua itu. Kevin pun berhenti saat melihat lampu rambu lalulintas berwarna merah, dan tanpa disadari ada 2 orang pria yang menetuk kaca mobil Steave dan dia sadar bahwa jalan kini mulai sepi. Namun
“Hei apa yang kalian lakukan.” Suara bariton Steave yang membuat 2 pria tersebut tersenyum
“Engga usah banyak tanya cepet lu serahin harta lu semua!” seru salah 1 satu pria tersebut
“Kalo lu mau ini semua kerja jangan bisanya malak doang.” Seru Kevin yang akhirnya keluar dari mobilnya.
Dari kejauhan ada seorang wanita yang sedang menaiki motor maticnya melihat kejadian tersebut dan akhirnya wanita itu pun menghampiri nya. Wanita tersebut pun menyalakan sirine polisi untuk menakuti kedua preman tersebut dan nyatanya berhasil. Kedua nya lari karena dikira memang ada polisi. Steave pun terkejut dengan datangnya seorang wanita yang bahkan membantunya.
“Kamu gpp kan?” Ucap wanita tersebut dengan khawatir
“Iya semua baik – baik aja ko, terima kasih ya atas bantuannya.” Seru Steave
“Namaku Mery salam kenal.” Menjulurkan tangan
“oh ya hei Mery namaku Steave.” Steave pun menyambut uluran tangan Mery
“Ok kalo gitu aku pamit ya pulang duluan.” Sahut Mery sambil melangkah kearah
__ADS_1
motornya berada.
Namun tanpa sepengetahuan mereka kedua preman tersebut tidak benar – benar kabur mereka hanya
bersembunyi. Ketika melihat Mery lengah salah satu preman tersebut menghampiri mery sambil membawa sebuah pisau dan preman tersebut berhasil menikam Mery dibagian perut, dan langsung melarikan diri. Steave yang menyadari bahwa Mery tergeletak dijalan dia langsung berlari dan tak sempat menahan pelakunya.
Steave pun panik yang melihat Mery mengeluarkan darah segar. Tak lama pengawal Steave datang lalu membawa Mery ke Rumah Sakit. Di sepanjang perjalanan Steave memgangi tangan Mery karena dia sangat merasa bersalah apabila sampai terjadi apa – apa dengan mery.
“Hy mer kumohon bertahanlah kita akan segera sampai ke rumah sakit.” Steve
dengan wajah sendunya.
****
Hy guys hari ini aku kasih Visualnya para ciwi - ciwi alias sahabatnya Alya. Yuk Cek semoga kalian suka ya...
1. Amel Angelina
2. Kartika Putri
3. Mery Pratiwi
4. Rahma Andiyani
5. Zara Junitha
Segitu dulu ya guys next episode visualnya para cowo - cowo
Happy Reading guys jangan lupa Like,comment and share ya :) :)
__ADS_1