
FYI : Makasih buat para readers yang udah mau mampir ke novel pertama aku, maaf ya kalo masih ada Typo dan alur ceritanya kurang jelas and happy Reading guys
,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,
Dirumah sakit kini Mery sudah melewati masa kritisnya dan sudah sadar, pagi ini setelah dokter mengecek kondisinya keadaan mery telah membaik begitu juga dengan luka bekas operasinya tidak ada masalah. Dan Steave yang masih menjaganya terus mengucapkan maaf atas apa yang terjadi.
“Hy nona aku meminta maaf atas apa yang terjadi padamu dan terima kasih telah menolongku.” Jelas Steave
“Hy tuan sudah berapa kali kau mengatakan itu padaku aku sudah lelah mendengarnya dan satu lagi aku sudah memberi tahumu Namaku itu Mery bukan Nona.” Gerutu Mery
“Hahahaha baiklah jika begitu.” Steave tertawa renyah
“Dasar pria aneh kadang – kadang baik, terkadang tertawa sendiri seperti orang gila.” Gumam Mery
Tak lama pintu kamar pun terbuka ternyata Dave dan Kevin datang menjenguk mereka. Dan mereka berdua langsung menghampiri Steave yang tengah duduk disamping Mery.
“Hy Steave gimana kabarmu?” sapa Kevin
“Aku baik – baik saja.” Jawab Steave
“Mana cewek yang nolong lu cantik ga?” tanya Dave penasaran
“Ssstt dia baru sadar jadi harus banyak istirahat.” Steave
Tapi bukan dave jika dia menuruti kata – kata Steave dia pun membuka tirai yang di mana melihat mery tengah berbaring, dan kevin pun terkejut karena dia tau siapa yang tengah berbaring.
“Mery lu mery kan?” tanya Kevin pada mery
“Ka Kevin, ngapain kakak disini?” Tanya Mery balik
“Vin lu kenal dia?” Tanya Steave penasaran
“Mery Steave ini sahabat gue dari London dan dia baru dateng kesini, dab lu Steave mery ini adek kelas gue dulu ko lu bisa sih sama dia?” Jelas Kevin pada mereka
“Ohhh gitu, pantes temen lu itu ka di palak preman malah diem aja.”Ketus Mery
“Maaf nona Mery saya bukan diam saja tapi saya sedang menunggu pengawal saya.” Jelas steave Menegaskan
__ADS_1
“Cape deh ngapain nunggupengawal diluar mobil mending nunggu di dalem mobil, untung ada gue seengaknya bisa bikin tuh preman kabur walaupun ujung – ujungnya tuh preman balik lagi.” Sungut mery
“Terima Kasih untuk pertolongannya.” Jawab Steave yang mulai kesal
“Udah – udah ngapain berantem sih ywdh mer lu istirahat aja ga usah didengerin omongannya dia emnag gitu orangnya.” Balas Kevin
“Iya Ka, oh iya bukannya mau niat ngusir tapi gue mau tidur jadi kalian bisa ngobrolnya di luar aja takut berisik dan sekali lagi makasih udah di jenguk.” Ketus Mery lalu memejamkan matanya
Dan Ahirnya mereka pun pergi dari kamar Mery, Dave yang hanya memerhatikan terlihat bingung dan merasa heran biasanya setiap wanita yang bertemu dengan Steave akan luluh tapi wanita ini berbeda dan
yang lebih hebatnya dia bisa membuat seorang Steave Merasa kesal. Merekapun mencari sebuah Kafe di dekat rumah sakit agar bisa berbincang binncang
@Cafe B@
“Steave gila ya baru pertama kali gue ngeliat cewek yang bisa bikin lu kesel setengah mati.” Dave meledek Steave
“Sumpah ya kalo gue ga inget dia begitu gara – gara nolongin gue udah abis tuh cewek sma gu.”Jawab steavekesal
“Mery itu emang ketus tapi sebenernya baik ko.” Timpal Kevin
“Ya emang cantik tapi mulutnya pedes banget dan juga dia bukan tipe gue jadi ga mungkin dia jodoh gue.” Tegas Steave
“Kita liat aja nanti soalnya baru kali ini gue ngeliat cewek yang engga bertekuk lutut di depan seorang Steave Andrithama hahahah dan lu masih inget kan steave soal perkataan gue semalem.”Ledek Dave
“Lu bener – bener ya...” Steave Mengepalkan kedua tangan
“Udah – udah ahh tuh minumannya dateng.” Kevin
Setelah
pertemuan itu selesai Dave dan Kevin pun kembali ke Perusahaan karena kebetulan akan ada Meeting sedangkan Steave kembali ke rumah sakit dan melihat keadaan Mery.
Kevin dan Dave pun sampai di perusahaan dan langsung menuju keruangan mereka, niat hati Kevin akan memberi tau tentang keadaan Mery kepada Alya namun saat tba di meja kerja Alya Kevin tidak melihat dia disana.Akhirnya Kevin pun mencoba menelfon ponsel Alya namun tak ada jawaban. Akhirnya Kevin pun membiarkannya kevin berfikir mungkin Alya sedang makan siang karena kebetulan waktu sudah menunjukan jam makan siang.
Ditempat lain Alya yang telah mendapatkan telp dari seseorang yang mengatakan dia mengetahui soal masa lalu Kevin, Cika dan Angel yang akhirnya Alya memutuskanuntuk bertemu di taman kota.
@Taman@
__ADS_1
Alya yang sedang duduk dibangku taman menunggu seseorang yang akan ditemuinya dan akan menanyakan Semua masalah ini. Tiba – tiba ada seseorang yang menepuk bahu Alya dan ketika Alya melihat di terkejut bahwa Citra yang datang.
“Hy Al.” Sapa Citra
“Ka Citra ngapain kesini?” tanya Alya penasaran
“Kan kita janjian mau ketemu.” Jawab Citra santai
“Oohhh jadi yang tadi telp itu ka citra.” Alya
“Iyaa itu gue.” Jawab Citra
“Terus maksud semuanya itu apa?” Tanya Alya
“Jadi gini ya intinya Kevin waktu di London itu udah pernah nikah sama Cika dan dia punya anak dan nama anaknya itu Angel.” Jelas Citra
“Engga mungkin lah gue tau ya Kalo lu itu engga pernah suka sama gue jadi lu mau ngadu domba gue sama Ka Kevin kan biar kita berantem terus pisah sorry gue ga bakal kemakan omongan lu lagi buat yang ke 2 kalinya.” Tegas Alya dengan emosi
“Gini ya gue emang engga suka samlu tapi seengaknya gue kasian sama lu makanya gue kasih tau ini semua kalo lu ga percaya coba lu datengin alamat ini.” Citra memberikan sebuah kertas yang bertuliskan alamat
“Gue engga butuh dan gue percaya sama Ka Kevin!.” Jawab Alya
“Coba aja lu datengin lu bakal tau jawaban itu semua dan mungkin lu akan berterima kasih sama gue hmmm!” Tegas Citra sambil berlalu meninggalkan Alya yang masih termenung
Alya pun kembali ke kantor dengan perasaan yang tidak karuan disisi lain dia percaya pada Ka Kevin bahwa dia tidak mungkin berbohong kepadanya namun disisi lain Alya curiga karena percakapan Ka Kevin tadi pagi yang membahas tentang Angel dan dia pun berbohong. Kevin yang melihat Alya berjalan menuju Lift dengan tidak biasanya ingin menghampiri Alya namun Dave telah memnaggil Kevin untuk segera menuju ruang rapat karena rapat akan segera dimulai akhirnya Kevin pun mengurungkan Niatnya.
Sesampainya Alya di ruangannya dia memutuskan untuk mengambil Cuti dan dia akan pergi ke alamat yang diberikan Citra untuk mengetahui yang sebenarnya terjadi.
Waktu telah menunjukkan pikul 16:00 WIB sudah waktunya jam pulang kantor, dan Alya langsung pulang tanpa menunggu Kevin, karena Alya berfikir tak ingin menemuinya sebelum semuanya jelas. Kevin yang baru selesai meeting pun kembali saat dia ingin menuju ke ruangannya dia melewati meja kerja Alya telah kosong. Kevin pun bingung dengan sikap Alya seharian ini. Kevin pun mencoba menghubungi Alya namun tak ada jawaban akhirnya dia memutuskan untuk kerumahnya malam ini, saat ingin bersiap Dave pun memberi tau bahwa akan segera pergi rapat.
“Shiittt sorry gue lupa kalo masih ada rapat.” Kata kevin pada Dave
“It’s Okay.” Jawab Kevin.
Akhirnya Kevin pun memutuskan untuk menemui Alya besok pagi.
***
__ADS_1