
Aku bernama Mia Anggreni biasa disapa Mia oleh teman-temanku di kampus, kuliah di kampus keperawatan yang menjadikan passionku di masa nanti. Awalnya mengikuti apa yang dikatakan oleh kedua orang tuaku,tidak ada paksaan ataupun ancaman. Justru sampai detik ini aku mulai terbiasa dan malah menyukai bidang ini yang dulunya anganku ingin menjadi seorang arsitek, bukannya aku menyukai matematika namun itu karena aku sangat menyukai dunia gambar menggambar.Tetapi sebatas angan-anganku saja, ingin dan tidak selamanya akan tercapai. Aku hanya seorang mahasiswi biasa dalam artian tidak kaya tidak juga miskin, tidak pintar tidak juga bodoh maupun tidak cantik ataupun tidak juga terlihat jelek, semua masih bisa dikatakan orang standar. Akupun bisa dibilang tidak banyak berbicara pada orang yang belum aku tahu bagaimana mereka. Terbalik dari itu, aku sangat cerewet dan periang pada sahabatku itu bukan karena aku seorang pemilih akan tetapi arti kenyamanan membuatku bertingkah sebebas yang aku mau dan mengenal mereka sudah cukup lama. Hanya kenyamanan dan lamanya aku mengenal mereka itu saja. Banyak canda tawa selalu terpatri disetiap hariku, ini tidak terlepas dari kejahilan dan keusilan para sahabatku yang tak jemu-jemu dilakukan oleh mereka.
Hubungan persahabatan sangatlah erat namun tidak baik dalam hubungan percintaanku, mungkin ini yang disebut keseimbangan semesta. Ada yang mengerat adapula yang akan merenggang. Saat aku bertemu denganmu sebuah cinta kian tumbuh seiring disirami setetes kasih sayang. Awalnya semua sangatlah baik-baik saja namun lambat laun semakin dijalani semakin banyak godaan sampai cintaku harus bersandung ke dalam pelukan orang lain. Rasa dilema kian menghantui perasaanku, dulunya aku hanya mengenal dia sebatas hubungan keluarga. Menyapa seperlu dan tersenyum hanya sesingkat akan tetapi, pelukannya membuatku terjerat dimabuk asmara olehnya. Tidak sanggup untuk dilupakan apalagi ditinggalkan entah dimana perasaanku ini? Cinta yang terbagi oleh dua raga dan saling memperjuangkan. Sebuah kebingungan sempat merajarela pikiranku.
__ADS_1
"lupakan dia yang sudah lama dan cari dia yang menenggelamkan dirimu ke lautan cintanya" ujar si iblis.
"jangan-jangan kamu harus bertahan dengan orang yang sudah merubahmu hingga seperti ini, jangan mau dikalahkan oleh rasa yang baru kamu belum kenal dia akan mau memperjuangkanmu. Jangan Mia!" perintahnya si dewi
__ADS_1
Cukup, semuanya cukup. Aku benar-benar muak dengan rasa ini yang terus menggebu-gebu untuk keluar dari penjara dunia dilema ini. Dengan bersamaan banyak konflik yang menyerangku bertubi-tubi, pertengkaran yang terjadi di dalam persahabatanku karena hanya cinta, tidak lain pula hubungan asmara karena hanya cinta lagi dan masih banyak lagi yang tak sempatku hitung berapa jumlahnya. Pikiranku serasa ingin meledak, hati ini hancur berkeping-keping hanya sesak di dada yang memenuhi udara paruku. Air mataku tak bosannya mengalir deras dengan senang melewatin lekukan pipiku, terngiang rasa sesal mengapa ini semua terjadi?. Andai waktu bisa aku putar maka aku akan perbaiki semuanya agar hal semacam ini tidak terjadi. Di titik itu dimana aku tersudutkan. Kesepian dan hampa namun tidak berujung. Menatap cermin, ada bayanganku tak tersenyum. Dimana aku yang dulu? Siapa jiwa yang ada ditubuhku? Apa tujuan aku hidup di bumi ini? Apa?
Tidak ada lagi canda dari sahabatku, apalagi sebenih cinta di hubungan percintaanku. Semuanya hancur berantakan ibarat gelas pecah yang tidak bisa sebagus awalnya. Berlarut-larut dari kesedihan, sebuah ide terlintas. Keputusan? itulah jalan keluarnya. Cinta segitiga mereka akan berakhir, keyakinan yang kini mempercayai bahwa semua akan baik-baik saja seperti semula. Aku dan sahabatku akan membaik, dikarenakan mereka berpegang teguh sebuah persahabatan ketimbang cinta dari seseorang yang belum tahu dia akan mampu bersamamu selamanya. Tanpa disangka satu diantara dua orang itu, hanya satu orang yang kembali menemuiku dan merangkulku lagi ke arah yang baik meski sudah banyak kesalahan yang aku perbuat akan tetapi, itu tidak mengurung niatnya untuk menjauh dan berpaling dengan yang lain. Justru ia berlabuh di dermaga menyenangkan itu dan membangun kembali cinta yang sudah dulu hancur.
__ADS_1
Karena inilah aku dan perasaan ini dengan waktu yang terus berputar tiada henti tanpa perintah ataupun suruhan dari siapapun. Semuanya akan terjadi tiada kamu ketahui apalagi memintanya, secara tiba-tiba datang menghampiri tanpa memandang siapa dan dimana.