Aku Anak Seorang CEO

Aku Anak Seorang CEO
Bagian 1


__ADS_3

"Nona, tolong segera masuk ke mobil, Papa Nona ingin bertemu Nona" ucap seorang pria dengan stelan jas hitam rapi yang berada di hadapan Lara


" apa yang membuat Papa ingin menemui ku david!!!! " tanya Lara dengan nada cuek, bingung dengan apa yang di ucapkan David


"saya juga tidak tau Nona, yang pasti saya harus membawa Nona ke hadapan beliau" ucap David dengan nada sedikit khawatir, karena melihat ekspresi David, Lara mau tak mau harus memenuhi keinginan Papa nya


" baiklah bawa aku menemui dia" ucap Lara yang akhirnya memutuskan untuk menemui Papa


"apa yang mau dia katakan padaku?? " batin Lara saat masuk kedalam mobil.


***


" silahkan Nona kita sudah berada ditempat parkir dan ini masker dan topinya" ucap David memberikan masker dan topi


"terima kasih, kau boleh pergi sekarang David" ucap Lara dan David hanya mengikuti perintah Lara lalu pergi, Lara memakai topi dan masker yang di beri David, karena dia tidak mau menjadi sorotan banyak orang di kantor Papanya


" baiklah ayo temui Papa, apa yang dia inginkan sekarang?" batin Lara


***


" baiklah , jangan basa basi langsung saja, apa mau anda? sampai memanggilku kesini" ucap Lara yang masih berada di pintu masuk ruangan kantor Papanya yang ternyata didalam kantor Papanya, bukan hanya papa saja yang ada, namun ada juga para karyawan lain yang terkaget karena mendengar perkataan Lara yang tiba-tiba masuk dan berkata seperti itu, ia mengucapkan kata seperti itu pada bos mereka, sedangkan ia sendiri adalah bawahan Papa yaitu idol dari perusahaan itu sendiri


" ohh kau memutuskan untuk kemari ya baguslah, hay kalian tolong keluar " ucap Papa memberi perintah pada bawahannya dan mereka menuruti perintah papa untuk meninggalkan ruangan


" oh ya kau boleh membuka masker dan topi mu karena ini sudah didalam kantor dan orang-orang disini mengenalmu yaaa walaupun bukan mengenal kau anak dari seorang CEO perusahaan melainkan kenal dengan nama seorang artis dan idol perusahaan ini" ucap Papa yang dingin

__ADS_1


" saya tidak mau mendengar omong kosong anda, jadi langsung saja saya tak banyak waktu untuk anda" ucap Lara dengan nada sedikit kesel


" oke oke namun sebelum itu duduklah, kenapa kau memakai baju sederhana seperti itu Lara, kau adalah anak dari seorang CEO dan juga ..." ucap Papa yang belum siap menyelesaikan perkataannya dan tiba-tiba Lara berbicara


" kalau anda hanya membahas ini lebih baik saya pergi" ucap Lara tegas dan bangun dari tempat duduknya, karena saat itu Lara hanya memakai celana levis biasa dengan baju kemeja kotak-kotak berwarna merah hati dengan rambut yang diikat tinggi


"baik baiklah, kau ini dingin sekali ya, oke langsung saja, Papa berencana membuat sebuah grup dan akan segera debut tahun 2018 nanti dan Papa harap kau menjadi salah satu membernya " kata Papa menjelaskan sambil melirik ke arah Lara ingin melihat ekspresi wajah yang akan keluar setelah mendengar perkataannya


seketika Lara terkejut dan memandang tajam kepada Papanya, benar saja Lara mengeluarkan ekspresi yang sudah di tebak oleh Papanya


" anda sudah taukan apa keputusan saya dan itu tak bisa diganggu, kalau sudah selesai saya mau keluar, permisi" ucap Lara sambil berdiri dari tempat duduknya memasang topi dan maskernya lalu mulai berjalan meninggalkan tempatnya


" kalau kau tak mau mengikuti perintah Papa, Papa akan mengenalkan mu pada media bukan sebagai artis, namun anak kandung ku dan jika kau tak mau, Papa akan menjadikan adikmu pengganti Papa dan itu akan membuatnya meninggalkan sekolahnya, ya kalau kau mau melihat adikmu seperti itu" ucap Papa sambil berjalan menuju mejanya dan duduk dengan melipatkan kakinya lalu melipat kedua tangannya di dada


" jadi anda mengancam saya saat ini untuk mencapai keinginan anda, tapi maaf saya tidak takut dengan ancaman anda " jawab Lara dan meneruskan memakai masker dan berjalan keluar


" Lara, Papa serius untuk hal ini, Papa ingin kau masuk grup ini dan selalu berada di perusahaan untuk mengetahui hal-hal dalam perusahaan dan kau nantinya yang akan melanjutkannya, papa akan menunggu jawabanmu besok jam 2 siang, kalau tidak Papa akan menjemput adikmu " ucap Papa, namun Lara tak menghiraukan perkataan Papanya, ia berlari sambil menangis berlari sekuat tenaga dan saat itu ia sampai ditepi sungai lalu menangis dan berteriak keras


" aaaaaaaaaaaaaaaaa Papa jahattt" ungkap Lara sambil menangis dan mengeluarkan isi hatinya


ya lara adalah anak dari seorang ceo perusahaan, S.L entertainment salah satu perusahan terbesar di Korea selatan dan Lara sudah menjadi artis yang sangat berbakat saat berumur 7 tahun, ia sudah memulai karir karena paksaan Papanya, namun walau dipaksa bukan berarti Lara tak menyukainya, ia menyukainya namun akibat itu Lara tidak boleh mengikuti keinginan lainnya hanya menetap di dunia artis saja dan itu membuatnya tertekan, namun seharusnya dia menjadi seorang princess yang bahagia dengan jabatan dan kekuasaan yang dimiliki Papanya, namun ternyata itu hanya membuatnya tertekan


***


" aku pulang " ucap Lara dengan keadaan basah kuyup karena kehujanan saat pulang ke rumah, tak ada yang menjawab, Lara hanya tinggal sendiri, keluarganya terpecah belah karena pertengkaran Mama dan Papanya yang menyebabkan Lara berpisah dengan keluarganya. saat Papa dan Mamanya pisah rumah karena pertengkaran namun tak berujung bercerai, Mama dan adik Lara tinggal di suatu rumah di busan sedangkan ia dan Papanya tinggal di seoul namun berbeda atap, Papanya tinggal di apartemennya sendiri sedangkan Lara membeli rumah di suatu tempat di kota itu

__ADS_1


" menyebalkan dasar menyebalkan sialan " batin Lara sambil mengepal erat kedua tangannya karena geram dan marah


" huuff sebaiknya aku mandi, makan lalu tidur itu yang lebih baik untuk sekarang" batin Lara yang tak mau larut dalam perasaan itu


***


" wwuuuhhh segar " ucap Lara yang keluar dari kamar mandi dengan memakai celana hitam tidak jauh dari atas lutut dan baju kaus putih lengan pendek sambil mengeringkan rambutnya yang basah dengan handuk


" sebaiknya aku makan" ucap Lara menuju ruang dapur.


***


" baik apa yang dapat aku masak, aduhhh nggak usah masak pikiranku lagi kacau makan mie instan saja" ucap Lara yang lalu mengambil air dan memasukannya ke panci menyalakan api menunggu air mendidih lalu memasukan mie kedalam air, tak lama setelah itu mienya pun siap


"oke sip, sudah siap dan selamat makan" ucap Lara yang mulai menyantap makanannya


***


" oke cuci piring sudah, baiklah saat nya aku tidur" ucap Lara berjalan menuju tangga ke kamarnya.


" oh ya aku mau liat-liat album dulu sebelum tidur dan sedikit melihat laptop mungkin ada hal yang menarik" ucap Lara sambil tersenyum-senyum bahagia sendiri. ia menuju kamar lalu membuka pintu, ia menuju pintu lainnya, namun itu bukan pintu kamar mandi namun pintu ruangan pribadinya di sana terdapat macam- macam album, foto-foto, lightstick dari berbagai boy group dan girl group dan itu banyak sekali, sangat lengkap ditambah lagi adanya miniatur-miniatur anime dan berbagai video game, ternyata Kang Lara adalah seorang fans, game dan penyuka anime waaauw.


" okay sekarang kita nonton anime ohh ya fairy tail waktu nya up kan, yes benar sekali nonton setelah ini baru tidur" ucap Lara


lalu nonton anime kesukaannya, setelah itu ia tertidur di atas meja komputer, dasar nihh anak satu, hehehee.

__ADS_1


__ADS_2