Aku Anak Seorang CEO

Aku Anak Seorang CEO
bagian 9


__ADS_3

"pagi Onnie”ucap Yong Rim yang sibuk menyiapkan makanan untuk sarapan pagi


“pagi.., hah aku sangat senang saat mengingat malam tahun baru tahun kemaren dan ini sudah mau ke dua kalinya merayakan tahun baru dengan member” ucap Lara duduk dimeja makan menumpang dagunya sambil melihat Yong Rim yang sibuk menyiapkan makanan


“ hahaha.. Onnie benar, aku juga merasakan kebahagiaan, saat buat kue bersama, ayam panggang, pizza dan makanan lainnya dan hal yang paling aku ingat saat menyalakan kembang api bersama dan itu sangat indah” ucap Yong Rim mengeluarkan semua yang dia rasakan


“baguslah dia sudah tersenyum dan terbiasa disini” batin Lara melihat Yong Rim yang sudah terbiasa dengan lingkungan baru


Di luar asrama


“ ting..ting..ting” suara bel asmara berbunyi sepertinya ada tamu


“ biar aku saja yang buka” ucap Lara berjalan menuju pintu masuk untuk membukakan pintu


“ ya… siapa ya?” ucap Lara membuka pintu dan melihat kehadiran seorang cowok dengan stelan jas hitam


“ David, ada apa?” ucap Lara yang mengenal wajah cowok dengan jas hitam itu


“oh non,, ehhh maksud saya Lara, anda di panggil kekantor oleh CEO” ucap David melihat ekspresi yang dikeluarkan oleh Lara


“ada apa Onnie??”ucap Yong Rim yang datang mengikutinya


“ohh ini, aku disuruh ke kantor dan tak tahu kenapa?”ucap Lara yang berekspresi bingung


“ya mungkin tentang persiapan debut kali Onnie, pergi aja dulu” ucap Yong Rim


“mungkin sih, baiklah tunggu sebentar, aku mau siap-siap” ucap Lara yang segera masuk ke dalam kamar


“sebaiknya anda duduk dulu didalam” ucap Yong Rim mempersilahkan David masuk dan menyuguhkan minuman


Selesai bersiap


“aku sudah siap” ucap Lara yang turun dari tangga memakai celana jins atasan gardigan tebal dengan baju kaus didalamnya, sedangkan rambut tak diikat


“wahh Onnie kamu memakai baju sederhana saja sudah cantik, apalagi nanti dirias dan di tata habis-habisan” ucap Yong Rim dengan ekspresi takjub melihat Lara


“hahaha terima kasih Yong Rim atas pujiannya, aku pergi dulu ya, kasih tahu yang lain, kalau Onnie pergi ya” ucap Lara yang berjalan keluar diikuti David yang membukakan pintu mobil lalu berangkat


Di kantor


“ silahkan turun non, kita sudah sampai” ucap David membukakan pintu mobil agar Lara keluar dengan baik


“David aku mau makan kue dan minum dulu sebentar di kafe kantor” ucap Lara menuju kafe yang dibuka oleh kantor, seraya berjalan ke sana Lara menjadi pusat perhatian pada saat itu

__ADS_1


“nona muda benar-benar menarik perhatian hanya dengan penampilan biasa saja sudah begini, apalagi kalau sampai tahu dia anak sulung presiden, aduh tak dapat dibayangkan” batin David menyadari nona muda yang sangat menarik pehatian orang banyak


“ ya…kenapa??, ayo masuk, apa kamu nggak lapar ?” ucap Lara yang membuat David berhenti melamun lalu Berjalan menuju pesanan


Selesai makan


“ahh akhirnya kenyang juga gw” ucap Lara mengambil nafas melihat sekelilingnya dan kaget melihat sesuatu


“ahhh BoA Onnie”ucap Lara yang lantas berdiri menghampiri seseorang yang membuat David reflek melihat kearah seseorang yang dilihat Lara


“Onnie…” ucap Lara yang berlari kecil kearah seseorang yang dia panggil Onnie tersebut ke tempat kasir


“waahh Lara” ucap BoA yang kemudian membalikkan badannya melihat sumber suara yang memanggilnya, yang berlari kecil ke arahnya


“yaa.. Onnie apa kabar?”ucap Lara yang lantas memeluknya


“Onnie baik-baik saja, bagaimana denganmu?” Tanyanya balik seraya membalas pelukan Lara


“ya aku juga baik saja” ucap Lara yang kemudian melepas pelukannya


“ada perlu apa?”ucap BoA yang menanyakan kehadiran Lara disekitar kantor karena dia tahu Lara sudah lama tak pernah kekantor lagi saat tak aktif lagi dalam dunia artis


“CEO memanggilku Onnie, karena lapar jadi makan dulu” ucap Lara menjelaskan kehadirannya disini


“Mian” ucap David yang berada didekat Lara dan Boa memberi hormat


“oh ya, maaf siapa?” ucap Boa yang tak mengenal David


“ohh tunggu, David ya”ucap Boa yang sudah mengenali wajah David


“ya benar” ucap David menundukkan kepalanya


“Lara kita harus kekantor sekarang” ucap David mendapatkan pesan dari CEO


“ oh ya benar, Onnie aku pamit dulu ya senang bertemu denganmu” ucap Lara memberi hormat begitupun dengan David


“ baiklah, kapan-kapan kita ketemu lagi okay, nanti Onnie kabari”ucap Boa kembali memesan, sedangkan Lara pergi meninggalkan kafe menuju kantor


Di Kantor


“Nona masih dekat ya sama Boa”ucap David membuka pembicaraan seraya berjalan ke kantor CEO


“ya tentu, kan kau tahu sendiri saat kecil aku main ke sini dan bersama dengannya” ucap Lara seraya anggukan dari pernyataan Lara dan mereka pun sudah berada didepan pintu ruangan CEO

__ADS_1


“ langsung masuk saja Non”ucap David yang kemudian membukakan pintu dan Lara pun memasuki ruangan


“ bagus akhirnya kamu datang” ucap CEO senang melihat Lara memenuhi permintaannya


“ya pasti saya akan datang karena CEO dari perusahaan yang memanggil saya” ucap Lara dingin


“hahahah… kamu nggak pernah berubah ya Lara, baiklah saya tahu kamu tak mau basa basi, saya langsung saja pada intinya” ucap CEO mempersilahkan Lara untuk duduk


“Lara tak lama lagi kamu akan debut dengan anggota yang sudah kamu pilih sendiri dan sekarang Papa mau bertanya, apa nama dan keperluan lainnya tentu sudah ada Papa persiapkan, namun Papa mau mendengar ide mu juga” ucap Papa menanyakan pertanyaan yang sangat serius demi kelancaran debut Lara nantinya


“ya Bapak benar, kalau dengan itu nanti akan saya diskusikan dengan member lain, apabila tidak ada ide kami akan menerima nama yang telah dipersiapkan agensi” ucap Lara dengan nada serius seraya sedikit berfikir


“bagus dan selanjutnya, Papa mau kamu menjadi Manajer beberapa grup dalam agensi yang Manajer nya ada kesibukkan lainnya dan ini juga akan baik untuk mu dan grup mu karena kamu bisa melihat Manajer mana yang kamu butuhkan dan bisa kamu pilih sendiri” ucap Papa memberikan keputusan penuh ke Lara agar tak terlalu mengikuti keinginan sediri tanpa melihat keinginan anaknya


“hahahah… Apa yang Papa katakan benar” ucap Lara tersenyum seraya melihat kearah Papanya


“ baiklah” ucap Papa sedikit terkejut dengan panggilan yang jarang dia dengar dari mulut Lara


“ baiklah, minggu depan, Papa ingin kamu menjadi Manajer bagi grup EXO, karena Manajernya sedang ada urusan lain dan tak bisa menemani mereka untuk konser diluar negeri minggu depan” ucap Papa memberikan laporan mengenai acara konser tersebut


“baiklah, saya akan melakukannya sebaik mungkin, tanpa membuat anda kecewa” ucap Lara mengambil laporan tersebut dan mulai membacanya sedikit


“kamu tidak pernah sedikit pun membuat Papa kecewa Lara, Papa lah yang selalu membuatmu kecewa” batin Papa yang mendengar perkataan anaknya yang sama sekali tidak benar, justru sebaliknya


“baiklah, kalau tidak ada urusan lagi saya permisi keluar dulu” ucap Lara berdiri menunduk hormat lalu keluar ruangan


“Tuan saya permisi dulu” ucap David membungkukkan badan dengan hormat serta berpamitan


“jaga anakku dengan baik” ucap CEO yang dibalas anggukan oleh David


“hahh.. David, apa aku bisa melakukannya ya?” ucap Lara kurang percaya diri


“ tentu saja Nona, anda sama sekali tidak pernah mengecewakan Tuan” ucap David yang berjalan dibelakang Lara


“Anyeong” ucap Lara yang menyapa seseorang yang melintas sedikit membungkukkan tubuh yang hanya dibalas senyuman dan membungkukkan badannya yang seraya memasuki ruangan CEO sedangkan Lara menuju keluar gedung kantor


“permisi, anyeong” ucap cowok yang berselisih jalan dengan Lara tadi


“ehh Suho, kamu sudah datang, silahkan duduk” ucap CEO mempersilahkan Suho duduk


“baguslah, saya menyuruh kamu datang kesini karena Manajer untuk konser besok diganti, karena Manajer biasa sedang mengurus urusan lain dan sudah ada penggantinya” ucap CEO tersenyum


“hhm siapa penggantinya Pak” ucap Suho bertanya karena penasaran

__ADS_1


“besok kau ada tahu” ucap CEO tersenyum, sedangkan Suho hanya tersenyum aneh dengan ekspresi yang di keluarkan oleh CEO itu.


__ADS_2