
" huff dimana mereka, masa udah mau siang belum datang juga" ucap Lara menggaruk kepalanya kesal, lalu sedikit melakukan tarian tarian dance karena bosan, lalu setelah selesai ia bersandar ke kedinding melihat dirinya yang ada di kaca
"ohh maaf aku boleh masuk " terdengar suara gadis yang berada diluar ruangan latihan dengan gugup
" oohh ya silahkan masuk" jawab Lara ramah, ia penasaran siapa itu? apa dia salah satu member, lalu gadis itu mulai membuka pintu dan terlihatlah wajahnya, kemudian memberi salam ke Lara
" wahhh, sepertinya lebih kecil dariku, polos imut waahh" batin Lara membalas salam dari gadis itu sambil memperhatikannya dari ujung kaki sampai ujung rambut
" anyeong perkenalkan nama saya Hang Sangri bisa dipanggil Sangri" ucap Sangri gugup karena ia tau bahwa ia sedang berhadapan dengan artis cantik dan terkenal membuat gugup di depan Lara
" waaahh dia caantik sekali, wajahnya sangat sempurna dengan mata bulat seperti barbie bulu mata yang panjang dan tebal, pipi yang berisi, bibir kecil merah muda, hidung mancung, rambutnya panjang lurus sepertinya lembut aku ingin menghiasnya dan lagi badan yang sangat ideal tinggi dan langsing " batin Sangri sambil berdiri termenung
" oh anyeong Sangri aku Kang Lara, oh ya ngomong-ngomong mana yang lain" ucap Lara sambil melihat ke pintu masuk berharap ada yang datang
" oh sebentar lagi mereka datang " ucap Sangri tersadar dari lamunannya dan seperti yang di katakan Sangri tak lama setelahnya ada seseorang yang mengetuk pintu
" ya silahkan masuk " ucap Lara yang spontan menjawab karena senang yang lainnya sudah datang dan pintu pun terbuka masuklah beberapa gadis
" hana, dul, ses, nes, daseos eehh kok kurang satu lagi ya" batin Lara yang mengetahui bahwa ada yang kurang setelah menghitung jumlah member yang masuk
" anyeong " ucap mereka serentak sambil membungkukkan sedikit badannya
" anyeong " balas Lara dengan sedikit membungkukkan badan lalu melihat sekeliling mencari choi jinyoung dan kim jung, Lara bermaksud untuk menanyakan kenapa member satu lagi belum datang dan dia melihat mereka, melambaikan tangan sebagai tanda isyarat untuk menghampiri mereka dan saat itu Lara mengangguk ia mengerti apa maksud mereka berdua
" chingudeul saya permisi dulu " ucap Lara meninggalkan mereka semua
" ehh kenapa kita ditinggal, oh ya perkenalkan namaku song Jira panggil saya Jira" ucap jira memperkenalkan diri mengubah suasana yang canggung dan mereka pun saling memperkenalkan diri
***
" member satu lagi dimana? " ucap Lara saat menghampiri mereka berdua
" itu yang membuat kami bingung, orang tua dari Shin Yong Rim tidak memperbolehkan kami membawa dia " ucap Kim Jung menggeleng gelengkan kepala
" kenapa begitu? " tanya Lara
" sepertinya ayahnya tidak akan percaya masa depan anaknya nanti " lanjut Choi Jinyoung menjelaskan masalahnya dan saat itu Lara menjadi bingung, apa yang harus ia lakukan agar Shin Yong Rim bergabung dengan grup ini
" baiklah Choi Jinyoung ikut dengan saya ke jeonju menjemput Shin Yong Rim, saya pasti akan membawanya bergabung untuk grup ini kalau tidak, tidak akan ada grup debut untuk tahun besok" ucap Lara tegas
" dan saya minta tolong ke Kim Jung untuk mengantarkan mereka ke asrama tolong lengkapi kebutuhan mereka dan suruh mereka untuk istirahatlah saya akan kembali besok pagi" ucap Lara bergegas keluar
__ADS_1
" baiklah " ucap Kim Jung seraya menuju member lainnya
" terima kasih dan ayo Jinyoung kita berangkat " ucap Lara masuk kedalam mobil menuju bandara
***
" nah disini rumahnya Lara " ucap Jinyoung menunjuk salah satu rumah di sana, terdapat rumah yang sangat sederhana
" baiklah ayo kita masuk" ucap Lara menghampiri rumah itu, terdapat seorang anak kecil sepertinya itu adik dari Shin Yong Rim.
" anyeong dik, apa ini benar rumah Shin Yong Rim" ucap Lara mendekatkan dirinya ke gadis kecil itu
" ya Eonni, Eonni ada didalam, gandanhi aku akan panggilkan" ucap gadis polos itu seraya berlari menuju rumah
" Eonni ada chingu Eonni didepan " ucapnya sambil menarik Shin Yong Rim keluar dari rumah dan karena mendengar keributan orang tua dari Shin Yong Rim pun ikut keluar
" ada apa sih yeodongsaeng " ucap Yong Rim seraya bingung dengan kelakuan adek nya yang menariknya menuju keluar rumah dan saat sampai di depan rumah Yong Rim sangat kaget dengan apa yang dia lihat
" wae, wae Eonni ada disini" Yong Rim berdiri didepan rumahnya melihat ke arah Lara dengan perasaan campur aduk melihat Lara di depan matanya
" Yong Rim kau harus ikut denganku ya" ucap Lara langsung tanpa basa-basi dan saat itu Yong Rim mengeluarkan ekspresi sedih tapi ingin bicara, namun ayahnya langsung berkata
" baiklah saya langsung saja ya ahjusi, kalau ahjusi memikirkan nasib Yong Rim saya yang akan bertanggung jawab atas masa depan Yong Rim, apabila Yong Rim tidak bisa debut tahun besok saya akan aktif kembali menjadi arti dan menjadikan Yong Rim manajer saya" ucap Lara tegas akan apa yang akan dipertanggung jawabkan nya nanti.
" chagiya biarkan lah Yong Rim menentukan masa depannya jangan terlalu mengekangnya" ucap ibu Yong Rim membujuk suaminya agar membolehkan Yong Rim ikut
" aboji biarkan aku pergi, aku akan membuktikan pada aboji bahwa aku bisa mencapai cita-cita ku" ucap Yong Rim meyakinkan Ayahnya
" kkaji jeoliga dan buktikan perkataan mu " ucap ayah Yong Rim karena mendengar itu Yong Rim lari kearah ayahnya, memeluk ayahnya
"sageon eul badda aboji " ucap Yong Rim terharu karena ayahnya sudah mau mengizinkannya
" baiklah ayo kita berangkat Yong Rim, siapkan barang-barang mu " ucap Lara bernafas lega karena keputusan ayah Yong Rim
" hhhmm baik " ucap Yong Rim seraya melepaskan pelukan dan memandang ayahnya, ayahnya pun menganggukkan kepala memberi isyarat untuk Yong Rim membereskan barang-barangnya lalu berlari masuk kedalam rumah.
***
" Eonni" ucap adek Yong Rim yang mendatangi Eonni nya yang sedang membereskan barangnya.
" ya dek, ada apa? " jawab Yong Rim memperhatikan adek yang dibawahnya itu
__ADS_1
" bisa tidak Eonni memintakan foto dan tanda tangan dari Kang Lara " ucap adek Yong Rim sedikit ragu karena mendengar pemintaan adik nya Yong Rim terdiam
" hhmm baiklah, aku akan melakukannya, apa yang tidak untuk adek ku ini" ucap Yong Rim mencubit pipi adeknya lalu kembali membereskan barangnya.
" yeii yeii makasih Eonni" ucap adek Yong Rim seraya memeluk dan mencium kakaknya.
" okay Eonni sudah siap ayo kita penuhi keinginanmu" ucap Yong Rim sambil menggandeng tangan adeknya dengan satu tangan dan satu lagi memegang kope berisi barangnya.
" hhmm permisi Eonni " ucap Yong Rim sedikit ragu namun ia harus memenuhi keinginan adiknya ini
"ya ada apa Yong Rim " ucap Lara meletakkan gelas minuman tehnya yang disuguhkan oleh orang tua Yong Rim.
" hhmm boleh nggak aku minta sesuatu, adek ku ini ingin meminta foto dan tanda tangan mu " ucap Yong Rim menunjukkan adeknya ke depan Lara
" eehhh jangan gitu, dia itu sudah capek " ucap ibu Yong Rim yang membuat adek Yong Rim menyembunyikan badannya dibelakang kakaknya dan saat itu Yong Rim menjadi sedih karena tidak bisa mengabulkan keinginan adiknya satu ini kana ia akan pergi dan lara melihat ekspresi kedua kakak beradik itu
" tidak apa-apa ahjumma, baik lah mana kertas nya" ucap Lara seraya mengulurkan tangan ingin menerima kertas dari adek Yong Rim dan adek itu pun memberikan kertas itu dengan sedikit ragu namun memberanikan dirinya.
" oh ya jinyoung tolong ambilkan foto kami ya dan sekalian nanti dicuci lalu kirimkan ke adeknya Yong Rim " ucap Lara sambil mengarahkan keluarga Yong Rim untuk foto bersama
" terima kasih Eonni" ucap adek Yong Rim malu dan juga senang dengan ditandai wajahnya yang memerah karena malu
" ya sama-sama " ucap Lara mengelus lembut rambut dan memeluk adek Yong Rim itu
" nah ayo kita berangkat " ucap Lara menuju mobil dan menanti Yong Rim untuk berpamitan kepada keluarganya
" aboji eommoni aku pamit dulu, jaga kesehatan dan aku akan sering memberi kabar" ucap Yong Rim menahan air matanya seraya memeluk keluarganya satu persatu
" kakak jangan lupa hubungi kami ya " ucap adek Yong Rim yang sudah nangis
" eehh jangan nangis dek, Eonni akan sering kasih kabar oke, jangan nangis" ucap Yong Rim lalu berjalan menuju mobil dan masuk, mobil pun mulai jalan dan ia melambaikan tangan melalui kaca jendela mobilnya
" jaga kesehatan kalian ya , aku akan selalu menghubungimu" ucapnya sambil menahan nangisnya lalu menutup kaca jendela karena sudah tidak lagi melihat keluarganya
" apa kau siap untuk mencapai impian mu Yong Rim " ucap Lara memecahkan suasana
" hhmm pasti " ucap Yong Rim semangat memberikan senyuman bahagia dan tak percaya sebentar lagi dia akan mewujudkan impiannya
" jinyoung tolong sekalian kirimkan biaya untuk keluarga Yong Rim oke" ucap Lara mendekatkan ke telinga jinyoung
" baik Lara " ucap jinyoung menganggu dan meneruskan perjalanan menuju bandara untuk pulang ke asrama
__ADS_1