Aku Anak Seorang CEO

Aku Anak Seorang CEO
Bagian 2


__ADS_3

"uwaaahhh, nyenyak nya, tidur adalah hal yang terbaik" ucap Lara sambil merenggangkan tubuhnya yang baru bangun dari tidur


"okay ayo beres-beres dan mandi dulu lalu sarapan " ucap Lara yang lagi lagi menjalani hari nya seperti biasa berdiri merapikan tempat tidurnya lalu memasuki kamar mandi


***


" haahh segarnya , okay beresin kamar sudah, mandi sudah selanjutnya makan lagi" ucap Lara yang masih mengeringkan rambutnya yang basah dan setelah selesai itu dia berjalan menuju ruang dapur


***


"baiklah ayo kita masak, masak apa ya? ooo masak kimchi, bibimbap dan bulgogi siiip bahan sudah siap, ayo masak " ucap Lara yang tidak sabar memakan makanan yang sudah dia bayangkan sambil mulai mengumpulkan bahan masakan yang dibutuhkan lalu mulai mengolahnya


saat ia memulai memotong bahan masakan yang akan ia buat, Lara terfikir atas kejadian kemaren yang dimana hal itu membuat Lara kepikiran tentang apa yang dikatakan Papanya


Deg


" aaawwwww, aduhhh sakiit sialan " ucap Lara yang tadi sedang asyik memotong bahan masakan tanpa sengaja mata pisau mengenai tangannya. saat itu Lara langsung memegang jarinya yang berdarah karena pisau dan membersihkan lukanya lalu membalut lukanya agar tak iritasi


" dasar bodoh, kau bodoh Lara, jangan pikirkan itu dulu masak saja dulu bodoh, oke ayo masak jangan memikirkan hal bodoh dulu" hujat nya sambil memukul pelan kepala menggeleng-gelengkan kepalanya dan mulai menyelesaikan pekerjaannya dengan memegang pisau kembali


***


" wah akhirnya siap, baunya sangat menggoda okay mari makan , selamat makan " ucap Lara yang mulai memakan masakan yang ia buat tadi, tak tahan dengan wangi masakan yang dia masak dan itu sudah ada di hadapannya, lara hanya melakukan kegiatan sehari-harinya dengan seorang diri dan itu sudah membuatnya terbiasa akan hal itu, karena dari kecil ia selalu dikekang dan tak memiliki teman sejak kecil


" wahh kenyang " ucap Lara yang duduk menyandarkan tubuhnya ke kursi karena kekenyangan


" baiklah mari beres-beres" ucap Lara yang mulai mengumpulkan piring kotor sendirian, setelah mencuci piring ia mulai membersihkan dapur dan meja makan. lalu setelah selesai lara pergi menuju ruang tamu duduk sambil menghidupkan tv dengan cemilan di atas meja


Lara saat itu baru saja lulus dari sekolah menengah atas yaitu performance arts 2017 dan Lara merupakan lulusan terbaik walaupun dia jarang masuk ke sekolah itu karena kesibukannya begitu juga saat masa sekolah SD dan SMP-nya yang tak pernah mengikuti kegiatan seperti siswa biasanya, namun Lara ingin melanjutkan kejenjang perguruan tinggi yang ia inginkan, karena ini hampir mau bulan maret dimana ia harus mulai kuliah karena sebelumnya ia sudah mendaftarkan diri ke salah satu universitas yang ia inginkan namun hal itu sepertinya akan ditentang Papanya, namun Lara tak memikirkan nya

__ADS_1


" aaaaaaa waaaaahhhh wawww She got me going crazy E X O , yaayyyyaaaaaa" teriak Lara yang keras walau tidak akan menggangu siapapun, Lara hanya menghabisi harinya dengan menonton acara yang ia senangi dan tak mau lagi dikekang oleh Papanya, menikmati waktu dengan hal-hal yang membuatnya nyaman


" ganti channel ke channel Mnez " ucapan Lara sambil mengambil remote lalu mulai mencari chanel yang ia inginkan


" waahhh acara apaan tuh, produce waahhh kayaknya seru ya, oke aku tunggu " ucap Lara dengan perasaan tak sabar menunggu tibanya acara tadi, namun saat itu Lara terpikir ucapan dari Papanya yang itu tak bisa dianggap remeh


" baiklah ayo kita pikirkan jalan keluarnya yang dapat menguntungkan aku dan Papa namun tak merugikan adik-adikku " pikir Lara yang tidak mau adik-adiknya mengalami hal yang senasib dengannya akibat keegoisan papanya, karena kehilangan masa-masa sekolah tidak menyenangkan maka dari itu Lara harus mencari solusinya agar semua aman dan terlebih lagi kan Lara juga ada keinginan untuk menjadi idol group


dalam hal ini Lara mulai memikirkan solusi apa yang harus ia lakukan dan Lara memikirkannya selama 3 jam sebelum dia mengatakan keputusannya kepada Papanya


" hhuuuff aku harus mengambil keputusaan ini agar tak mengganggu orang lain, baiklah ayo temui Papa" ucap Lara sembari berdiri dari tempat duduknya lalu pergi ke kamar untuk mengganti pakaiannya dan tak lama ia keluar dari kamar


" sudah siap, aku harus cepat pergi menemui Papa" batinnya yang segera menuju garasi tempat kendaraan menunggunya saat tiba ia membuka pintu mobil lalu mulai menghidupkan mesin mobilnya.


***


" paman tolong parkir kan mobil saya, terima kasih " ucap Lara memberikan kunci mobilnya, Lara saat itu hanya membawa mobil biasa yang mereknya all new kia picanto merah, setelah itu ia mulai memasuki kantor Papanya berbeda dengan kemarin ia memakai masker dan topi lewat belakang gedung untuk bertemu Papanya, namun kali ini berbeda ia menjadi sorotan para karyawan dan wartawan di sana.


" waahhh lihat itu artis Kang Lara cantiknya... " ucap para karyawan dan wartawan yang langsung mengambil gambar karena akan takut melewati momen itu karena sudah beberapa bulan ini Kang Lara sang artis tak pernah kelihatan lagi di TV.


" selamat siang semua" sapa Lara sambil sedikit membungkukkan badannya lalu terus berjalan memasuki lift dan mereka semua pun membalasnya " selamat siang Kang Lara " jawab mereka seraya membungkuk sedikit badan mereka


" wah dia cantik banget ya, lebih cantik dari IU " kata karyawan dan wartawan bisik-bisik yang ada di sana (jangan marah, semua orang boleh berpendapat)


" duhh masih lama kah " batin Lara yang berada dalam lift yang menunggu agar tiba dilantai tujuan sambil melihat jam tangannya


" ohh udah sampai " ucap Lara keluar dari lift menuju ruang kantor Papanya


" semoga keputusanku ini yang terbaik untukku dan juga Papa, lalu tidak melibatkan adik-adikku" batin Lara tekatnya untuk mengatakan keputusannya dan berjalan ke jalan yang sudah ia pikir dan ia putuskan, lalu Lara mengetok pintu kantor papanya dengan sopan berbeda dari pada kemaren

__ADS_1


" tok tok tok" Lara yang mengetuk pintu seraya menunggu balasan diperbolehkan masuk


" silahkan masuk " suara seseorang dari dalam ruangan


" baiklah ayo kita mulai dan selesaikan sekarang juga " batin Lara sambil mengambil nafas lalu mengeluarkannya mungkin akan menghilangkan rasa resah nya, kemudian Lara membuka pintu kantor berjalan menuju meja kerja papanya dengan senyum di wajah


" ohh akhirnya kau datang juga Kang Lara, hay kalian bisa keluar sebentar aku ada perlu dengan artis kita yang satu ini" ucap Papa sambil menggerakkan tangannya mengisyaratkan untuk menyuruh keluar dan meninggalkan ruangan lalu mereka meninggalkan kami berdua mereka hanya diam membungkukkan badan lalu pergi keluar ruangan


"baiklah Lara, hhmm kau sangat cantik hari ini dan mungkin kau akan menjadi artis tercantik dikalangan artis kpop lainnya" ucap Papa sambil melihat Lara dari ujung kaki sampai ujung rambut sambil tersenyum melihat putri sulungnya tumbuh dewasa dan cantik membuatnya sedih akan apa yang dilakukannya.


" baiklah sekarang langsung saja, saya mau membahas tentang hal kemaren" ucap Lara dingin


lamunan Papanya hilang karena perkataan Lara yang dikatakannya tadi, sebenarnya Lara tak memiliki sikap seperti itu dia adalah gadis yang ceria, mudah bergaul dan sangat asyik namun dihadapan Papanya dia tidak mau melihatkan sikapnya itu dan bahkan ia tidak mau memanggil Papannya dengan sebutan Papa


" huuff yaya baiklah, jadi apa keputusanmu Lara" ucap papa dengan melipat tangan di dada lalu bersandar di kursinya


" baiklah saya akan menerima permintaan anda untuk menjadi member dari grup yang anda katakan" ucap lara tegas, dan saat itu papa langsung duduk dari sandaran kursi dengan ekspresi terkejut sekaligus tak percaya


" wah wah wah apa yang merasuki mu lara sampai kau  mau menuruti perkataan papa" ucap papa sambil tertawa tertahan tak. percaya dengan apa yang dia dengar


saat melihat itu Lara marah karena itu sama sekali tidak lucu lalu


" jika anda berfikir ini lucu lebih baik kita batalkan saja " ucap Lara kesal akan tingkah Papanya


" yaya jangan baiklah kalau begitu kau bersiaplah, Papa akan memilihkan anggota lainya dan akan memberi kabar padamu" ucap Papa sambil memegang kepalanya memikirkan anggota yang akan menjadi grup nantinya


" namun anda harus memenuhi syarat yang saya buat, baru kesepakatan deal" ucap Lara sambil tersenyum ada suatu tujuan yang ia inginkan, seketika itu Papanya melihat kearahnya dengan wajah bingung apa syarat yang akan diajukan Lara


" apa syaratnya " ucap Papa sambil memandang Lara yang senyum-senyum dengan ada maksud lain

__ADS_1


__ADS_2