
Pagi senin yang cerah, hari dimana cerahnya dunia sangat dibenci oleh para pelajar karna kewajiban mereka untuk melakukan upacara senin.
Yora sedikit malas untuk bangun dari kasurnya, seperti biasah setelah bersiap siap ia bergegas ke ruang makan dan duduk dikursi bersama keluarganya, memakan roti yang telah disiapkan oleh mamanya, setelah selesai makan.
"papa bisa anter yora ga hari ini" ujar yora
"haduh papa sudah telat ini, atau mau diantar pak agus aja?"
"hooooo ga ga gaaaa yora naik mobil sendiri aja dah, pak agus kalo bawa mobil 1 abat baru nyampe, yang ada yora telat upacara" ketus yora sambil memutar bola mata malas
"hahaha, emang motor kamu kenapa sayang?" tanya mama
"masuk bengkel ma lagi servis, nanti siang baru bisa diambil, yaudah yora berangkat dulu mah pah tatah"
"yaudah ati² jangan ngebut-ngebut"
Teriak miranda kepada anaknya karna ia tau bagaimana kelakuan anak perempuan satu satunya itu.
__ADS_1
mobil yora memasuki parkiran, saat membuka pintu tak sengaja pintu mobilnya mengenai seorang gadis yaitu temannya yang sangat cerewet yang kebetulan sudah 3 tahun 1 kelas dengannya.
"YORAAAAA, loe tu cwantik anywing tapi mata mines, ini dah kesekian kalinya lo nemper bokong gue pake pintu mobil lu asem"
"eh mei sorrrrryyyyyyy, aing ga liat anying, lagian lu parkir mobil sebelahan ama gue sih"
"LAH YANG PARKIR DULUAN KAN GUE BEGEE"
"eh iya ya mangap ehek" kata yora sambil tertawa kecil
Setibanya dikelas yora berteriak kepada seorang lelaki di bangku paling depan seperti biasah, dengan niatan untuk mengganggu rivalnya yang sangat laknat, kejam dan kasar kepadanya.
pria itu bernama alan, dengan paras yang sangat tampan, tubuh atletis, pintar dan sikap cueknya terhadap wanita lah yang membuatnya memiliki banyak penggemar. Dia tidah pernah dekat dengan cewek terkecuali linda sahabat sedari kecilnya itu, bahkan mereka pun sering bargandengan tangan berdua, bahkan dilihat dari manapun terlihat jelas kalau linda memiliki perasaan suka kepada alan, akan tetapi alan yang hanya menganggap linda sebatas sahabat saja, tidak lebih.
"ALANNNNNNN" teriak yora
"berisik goblok mending lo belajar sana biar ga goblok terus" ketus alan
__ADS_1
"ih alan jahad nanti gantengnya ilang lo yahaha"
Berisik lo anying ganggu konsen gue belajar aja mending sana lo kelaut" ujar alan
"ih alan jahat deh jadi makin sayang uuuuu" ganggu yora
"hahaha alan lagi konsen yor mending jangan ganggu dulu deh, ya kan alan" sela linda sambil melirik alan
"hmn" sahut alan tetap fokus melihat buku sambil menyedot kotak susu stroberi
"dih dih ga asik ihhh" ujar yora memutar bola mata malas
Dah lah daripada lo ganggu alan mending temenin gue kekantin aja cuy" ajak mei
"yodah gassss"sahut yora
Setibanya dikantin yora membeli makanan favoritnya yang sering mereka beli yaitu bakso, setelqh selesai makan matanya terfokus kedepan melihat alan yang sedang berjalan dengan linda menuju kantin, dengan sigap yora berteriak ke bibi kantin dan bilang akan memboking warung bibi dengan harga yang lumayan besar, tapi jangan biarkan alan makan disini mintanya dengan wajah jahat. Ucapai trimakasih dan sorakan bahagia keluar dari mulut beberapa murid dikantin. Yora adalah anak dari orang kaya, dengan paras yang sangat cantik, tubuh bohay, akan tetapi minesnya dia bodoh dalam pelajaran dan sangat nakal dikelas, dia juga sangat menyukai hal yang berbau balapan, akan tetapi orang tuanya tidak mengetahui hobinya yang satu itu.
__ADS_1