
"alann, claraa, sini turun makan" panggil luna kepada anak anaknya
"iya maa" jawab alan yang beranjak turun diikuti clara
alan menyusuri tangga keruang makan dan dikejutkan dengan keberadan sesosok wanita yang mungkin dia kenal.
"hah, lo" pekik alan terkejut
"loh ko lo disini" tanya yora
"yaiya lah inikan rumah gue" jawab alan sambil menarik kursi duduk
"wahhh kalian dah saling kenal ya" tanya mama alan
"engga tante" jawab yora
"dih mak lampir" ketus alan yang kemudian menerima cubitan dari mamanya
"yora jaga bicaramu" bentak papa yora
"yaa" jawab yora
"nah sebenarnya disini kami mau membahas masalah pertunangan kalian" kata hendra papanya alan
"APAA, NO" jawab yora dan alan bersamaan
"kalo gitu alan tolong jadi mentor yora agar bisa meningkatkan nilainya" minta ayah yora
"kali ini ga ada penolakan, kalo kalian gamau ditunangin berati alan harus mau jadi mentor belajar yora" perintah papa alan
"gabisa gini dong pa, yora ga masalah disewain mentor lain asalkan jangan ni kaki kuda" jawab yora ngasal
"gabisa yora, kamu dah banyak bikin mentor kamu kabur, dan sekarang biar alan yang ngajarin kamu, ini udah kesepakatan kami para orang tua" jawab papa yora
__ADS_1
"sabar ya kak" ucap clara adik alan sambil tertawa kecil disebelah yora
"iyahh kakak selalu sabar **" jawab yora pasrah
Alan yang sedari tadi ingin menolak tapi diurungkan karna semua kalimat yang ingin dia ucapkan sudah terwakili oleh yora pun memilih diam dan pasrah, karna sudah tau jawaban apa yang akan keluar, menjadi mentor atau pertunangan.
Selesainya makan keluarga yora pun berpamitan untuk kembali pulang, yora memeletkan lidahnya kearah alan dan masuk kedalam mobil
"liat aja lo ntar" batin alan
srtibanya dirumah yora masuk tanpa menghiraukan kedua orang tuanya karna kesal.
"aaaaaaa, ini jaman apaan pake main jodoh jodohan segala, kalo sama sugar dady sih oke aja lah ini sama kaki kuda"
Yora mengacak acak rambutnya dang membantingkan badan kekasur,
Dikediaman alan,
"maaa sejak kapan kalian bikin rencana begituan" tanya alan dengan memanyunkan bibir
"papa ga maksa perjodohan itu ko, kalo kamu ga mau setidaknya kamu harus bantu yora menaikkan nilai sekolahnya" perintah papa alan
"iya alan sayang" sahut luna
"tapi kak, kak yora cantik banget loh, clara juga ga masalah jadi adek iparnya" sela clara tertawa sambil berlari kekamar
"najis claraa" jawab alan teriak
Alan pun mendudukkan dirinya di sofa ruang tamu dan menyalakan tv.
hari sudah mulai menjelang sore hingga handphone yora berbunyi menandakan sebuah panggilan.
(suara notifikasi telpon)
__ADS_1
"halo.....iya...... Baiklah sebentar lagi saya kesana" jawab yora kepada sang penelpon
Yora pun bergegas membersihkan tubuhnya dan turun kebawah.
"maaaa...yora kebengkel dulu ya ngambil motor, kata abangnya motornya dah bisa diambil" ucap yora
"iya hati² ya" jawab mama
"iya ma, oh iya yora pulang aga maleman ma soalnya mei ngajak jalan ke mol" tanya yora berbohong kepada mamanya
"yaudah tapi jangan malem² banget ya sayang"
"iya ma"
Yora pun bergegas menghampiri pak agus yang berupa supirnya untuk mengantar ke bengkel.
"mang agus, itu stop sini aja, bengkelnya disebelah, mang agus langsung pulang aja nanti" ucap yora
"ini beneran ga papa non?"
"iya nanti yora pulang pakai motor, yora mau jalan² sama temen juga" jawab yora
"yaudah amang pulang duluan non, ati ati dijalan" minta mang agus
"Iyaaa"
Setelah perginya mang agus, yora pun mengambil motornya dan kemudian menelpon temannya.
"hola bagassss...." sapa yora di telpon
"wihh mantep biasanya kalo nelpon berati dah ready ni ntar malem" ucap bagas yang merupakan teman balapan yora
"hoooo jelass, gimana ada lawan ga malam ini?" tanya yora
__ADS_1
"ada dong, banyakkk..., lo sini aja tar gue tunjukin siapa aja orangnya"
"oke² gue otw" jawab yora yang kemudian mematikan handphonnya