
"yoraaa...."
Byugh
"ALAN..."
Bola tersebut dihalang alan dan mengenai kepalanya yang membuat dia kehilangan kesadaran, alan saja pingsan terkena bola tersebut apalagi yora, saking kerasnya lemparan bola tersebut.
Alan digotong ke uks oleh teman temannya diiringi dengan yora dan linda yang membantu.
"alan bangun lan, lagian ngapain lo nolongin yora" ucap linda yang membuat yora tersentak
alan sadar dan mengerjapkan matanya beberapa kali.
"setan sakit bet pala gue" ucap alan
"alan lo ga ppa, apa yang sakit, mau minum?" cocor linda panjang lebar
"engga lin gue ga papa" jawab alan halus
Kriiiinggggggg
Bel berbunyi pertanda pergantian jam pelajaran.
"alan gue temenin lo ya di uks siapa tau lo perlu sesuatu" tawar linda
Yora perlahan membalikkan badannya sekira tidak diketahui alan tentang keberadaannya dan berjalan pelan menjauh.
"gausah da kan ada yora biar dia yg tanggung jawab ngurus gue, lo kekelas aja gih" jawab alan sambil tersenyum devil
yora berhenti mendengar kata² alan dan berbalik perlahan "duh mati gue" batin yora
__ADS_1
"tapi lan ka..."
"udah ga usahh, biar yora aja yg nemenin, iya kan yor" jawab alan dengan nada agak sedikit menekan
Entah rencana apa yang ada dipikiran alan sekarang
"hehe iya" jawab yora sambil tersenyum kikuk
"mmm yaudah deh" jawab linda
linda pun pergi dari ruang uks dengan cemberut karna rencananya ingin berdua dengan alan gagal. Di dalam uks mulai terasa aura yang sangat tidak nyaman bagi yora.
"ambilin minum ra gue aus"
"dih kaki kudaaa, kaki lu kan masih lengkap tu dua napa ga ambil sendiriii" jawab yora emosi
"aw aww pala gue pusing bet kayanya harus dibawa kerumah sakit ini" lirik alan sambil memegangi kepalanya
Yora pun berdiri untuk mengambilkan minum di dispenser dan membawa kotak P3K karna melihat dahi alan yang sedikit memar.
"ngapai lo nolingin gue tadi" tanya yora
"reflek gerak doang, lagian juga yakali gue biarin cewe kena bola mana keras lagi, napa? Lo baper" lirik alan dengan senyum nakal
"matamu najis cowok ganteng banyak dikelas, napa gue harus baper sama kaki kuda kek lo idihh" ketus yura sambil memutar bola mata malas
"Iya dah iya serah lo"
"Tapi gue aga penasaran, siapa yang lempar bola sekenceng itu tadi, trus juga ngarahnya lurus ama lo, kek udah ngerencanain dari awal" tanya alan sambil memegang dagu
"ntah lah mungkin dia gasuka sama gue" jawab yora dengan pasrah
__ADS_1
"yaudah lo dah ga papa kan dah bisa kan belajar, gue gamau tambah goblok disini" kata yora
"widih, sejak kapan lo perduli pelajaran?" tanya alan
"ah bacot lu kaki kuda" jawab yora
"yodah yo ke kelas aja" balas alan
Mereka berdua pun berjalan kekelas dan belajar dengan hikmat, walau sebenarnya yang ada dipikiran yora hanya kue dan cowok tampan.
Pelajaran berlangsung hingga beberapa jam dan bel yang menandakan waktu pulang pun berbunyi.
Alan menaiki motor besarnya dan menambah kecepatan jalan motornya hingga tiba dirumah.
"maaa, mamaa" teriak alan
"ada apa alan teriak² baru dateng juga" jawab luna
"hehe ga ppa ma, clara mana?" tanya alan menanyakan keberadaan adiknya
"ohh kerja kelompok tadi katanya, itu jidatmu kenapa sayang?" tanya mama luna
" ga papa ma tadi kena bola pas olahraga"
"Yaudah sana ganti baju, oh iya nanti temen papa mau dateng, kamu siap² gih nanti kita makan bareng disini"
"iya ma, alan jemput clara dulu"
"iya, ati² ya jangan ngebut ngebut" balas luna
"iyaaaa"
__ADS_1