
"bi pesen bakso 2 porsi" ujar alan
" aduh maap mas alan, dagangan bibi dah diboking keseluruhan sama mba yora terus katanya mas alan ga boleh mesen" meringin bi sumi
"yora lo apa apaan sih ga bisa ga ganggu gue sehari?" bentak alan
"engga wlek" yora memiringkan kepalanya dan memeletkan lidahnya
"berati gue boleh dong pesen makanan disini" tanya linda
" eem boleh dong kan nama lo linda bukan alan wijaya wahahah" tawa yora
" bi saya bayar semua makanan disini 2x lipat dari yora" ucap alan
"hooo ga bisaaa, bi saya bayar 3x lipat" ujar yora
"kalo gitu saya bayar 4x lipat" ketus alan tanpa berpikir panjang
" okeh yang bayar alan ya bi, selamat ya alan, berbagi itu indah ko bwahahah" tawa yora sambil berlari menarik mei keluar kantin
"AWAS AJA LO YORA BAKAL GUE BIKIN TAMBAH ILANG OTAK LO NTAR" Teriak alan tidak terima dikerjai yora.
karna setelah ini adalah pelajaran olahraga maka para murid kelas 3 pun bergegas ke ruang ganti dan berbaris di lapangan. Yora yang merupakan pecinta olahraga pun selalu bersemangat dengan pelajaran tersebut, bukan hanya karna menyukai pelajaran olahraga tapi juga karna dapat melihat tubuh banyak pria yang terekspos roti sobeknya karna keringat yang membuat baju mereka ngecap dengan badan.
"liat apa lo yor" tanya revan
__ADS_1
"tuh liat badan cowok² tu, kyaaaa" tanpa yora sadari kalau ternyata yang bertanya adalah revan saking fokusnya memandang tubuh² pria yang atletis terutama alan
Yora tersentak karna kaget akan kehadiran revan
"anjir revan kapan lo disini bego" bentaknya sambil menjitak kepala revan
"awww gue dah dari tadi disini, lqgian juga lo ngapain anjir" sahut revan sambil meringis memegang dahinya
"tuh liat gilaaa otot perutnya kek bidak catur bikin meleot"
"halah gitu doang mah gue juga punya idihh" sahut revan tidak terima
"halah ga terlalu gede dah sombong, btw boleh pegang ga" tawar mei
"nah bener tuh pamer doang masa ga boleh megang, dikit doang ko megangnya" cengir yora dan mei
"tahan dia mei" perintah yora yang ti iyakan oleh mei
yorq pun segera mendekat untuk menyentuh perut six pack revan dan ditahan oleh alan
"lo tu cewe anjir ngapain pegang² perut cowo, bagus kah?"
"Dih ngatur lu" ucap yora yang memutar bola mata malas dan menarik tangannya yang digenggam alan
Priitttt
__ADS_1
"baiklah kalian semuaberbaris sekarang, hari ini kita akan bermain bola tangkap jadi kelompok kalian akan dibagi menjadi dua, bagi kelompok yang menang akan mendapat nilai ekstra sedangkan yang kalah akan mendapat nilai seperti biasah saja"
Setelah pembagian kelompok linda agak terkejut karna dia sekelompok dengan revan bukan dengan alan, sedangkan alan sekelompok dengan yora membuatnya tidak senang.
"pak saya mau tukar kelompok dengan yora" minta linda
"ga ada pertukaran, kalo memaksa ingin tukar akan saya kosongkan nilainya"
"Aaaaaaa lo lagehhhh, ga papa deh satu tim sama kaki kuda, gue tetep berada di pihak lo revannnn" teriak yora
"ya ga papa sih kalo lo mau nilai lo jelek, gue mah pinter jeblok 1 nilai doang ga bakal berpengaruh yahaha" ujar alan sambil tersenyum kecil kearah yora
"kenapa dewi fortuna tidak berpihak kepadaku" keluh yora sambil berjalan pasrah menuju garis
disaat itu mereka memulai pertandingan, sebuah bola mengarah ke mei yang sedang sibuk berdebat dengan yora.
wusss
Bugh
"adaww sakit anjir huhuuu baru main, gara gara loh sih yor eek" rilih mei
"lah ko gue bege" ucap yora sambil fokus menghindari bola
Setelah beberapa saat banyak murid yang telah tereliminasi, tersisa 4 orang murid di tim alan dan yora, dan 6 orang murid di tim linda dan revan, tanpa disadari ada semuah bola sangat kencang yang mengarah ke wajah yora yang dilempar oleh salah seorang pria di tim linda
__ADS_1
"AWAS YOR" teriak alan yang berusaha menghadang bola
Biugh