Aku Benci Harus Mencinta

Aku Benci Harus Mencinta
BAB X memulai kebahagiaan baru


__ADS_3

Aku dan Dika sepupu nya Faisal sudah sepakat bahwa kami hanya berteman saja tidak lebih, Dika pun menyetujui nya karena, Dika tau kalau aku masih mencintai sepupunya itu. Dika sangat baik sekali untuk menjadi teman dia yang selalu memotivasi ku untuk selalu bersemangat .


Dina adik Faisal juga yang selalu memberikan ku dukungan agar aku bisa memulai kehidupan seperti dulu, saat bahagia bersama Faisal, dan harus tegar menghadapi kenyataan yang sudah ada. Dina juga menjadi teman curhat yang baik menurut ku.


Dan Ryan teman sekelas ku yang paling menyebalkan itu juga sekarang menjadi teman baik ku setelah aku menceritakan semua kesedihan kepadanya sekarang Ryan jadi semakin oerhy kepada ku jauh berbeda dengan Ryan yang dulu, yang selalu mengejek dan jail kepadaku. Ryan juga sering mengajak ku untuk jalan-jalan agar aku cepat untuk melupakan Faisal ya aku si ga nolak sekalian untuk refreshing otak juga lah .


" Indah besok kan kita libur ayo besok ikut dengan ku,aku ada tiket gratis nonton ni dari ayahku, kamu mau ga kalau mau aku jemput ke kosan kamu ya" ajakan Ryan.


" Besok ya, boleh deh tapi aku ajak Dini ya ga mungkin dong aku tinggal Dini di kos sendiri kasian lah" pintaku.


" Tapi tiketnya cuma 2 ndah, kalau Dini mau ikut boleh asalkan dia bayar sendiri" tawaran Ryan.


" Ah gimana si kamu kalau ajak aku ya harus ajak Dini dong, dia kan teman baik aku masa aku tega sama Dini" kata ku.


" Oke deh oke besok aku jemput kamu sama Dini siang di kosan ya" kata Ryan.


Sebenarnya aku malas di ajak jalan oleh Ryan, aku takut jadi bahan gosip anak-anak sekelas ku, karena sosok Ryan yang dewasa dan berwibawa itu lah yang di sukai sama cewe-cewe di sekolahku.


Dini juga sebenarnya tidak mau aku ajak, karena Dini juga sama punya rasa ketakutan seperti ku, tapi aku memaksanya agar dia mau menemani ku.


" Din besok Ryan ngajak aku nonton ni, kamu ikut ya temenin aku, ga mungkin kan aku pergi berdua aja sama Ryan kamu tau sendiri kan nanti bagaimana kelanjutan nya" pinta ku .

__ADS_1


" Hah apa ? Ryan ngajak kamu nonton ? Yang benar saja ndah sejak kapan kamu sama Ryan dekat ? Kaya nya kamu selalu berantem terus kalau dekat Ryan deh ?" Tanya Dini dengan muka curiga.


" apa si Din kamu ini banyak banget pertanyaan nya, dia liat mataku waktu bengkak Minggu lalu terus dia bertanya yaudah aku ceritakan saja sama dia biar dia ga meledek ku terus" jawab ku.


" Oh gitu. Oke besok aku temanin kamu supaya tidak ada gosip ya di sekolah " ujar Dini.


" Ya ampun baik sekali teman aku ini terimakasih sayang " kata ku sambil memeluk Dini.


Hari yang di janjikan Ryan sudah tiba, padahal aku dan Ryan janjian siang, tetapi Ryan malah datang lebih awal. Aku dan Dini baru saja selesai membersihkan kosan kami tapi Ryan malah sudah datang.


" Tin.......tin....... ( Klakson mobil Ryan )


" Siapa ndah di luar kok berisik banget si pagi-pagi gini " tanya Dini dengan wajah penuh kekesalan.


Aku pun langsung melihat keluar pagar dan membuka nya ternyata itu Ryan laki-laki menyebalkan .


" Buruan buka pagar nya gimana si udah di jemput sama pangeran ganteng juga malah belum siap" ungkap Ryan dengan wajah menyebalkan nya.


" Ih apa si kan janjian nya siang ga akan aku buka pagar nya, lagi juga ini kos putri tau putra tuh dilarang masuk kesini, kamu tunggu di luar gerbang aja sampai aku dan Dini selesai " kata ku dengan kesal.


" Ye dasar emang cewe judes, untung cantik kamu ya sudah aku tunggu sini sampai kamu selesai " kata Ryan .

__ADS_1


Aku langsung buru-buru masuk kedalam kosan ku dan langsung menyuruh Dini juga untuk buru-buru bersiap karena kasian Ryan kalau harus menunggu terlalu lama nanti dia ngomel-ngomel lagi.


" Din ayo cepat kita siap-siap ternyata yang di luar itu Ryan " ungkap ku.


" Hah Ryan ? Kamu gimana si bukan bilang kalau janjian nya pagi begini " kata Dini


" Ini salah Ryan aku sama dia janjian nya siang tapi dia yang kepagian " jawab ku.


Aku dan Dini bersiap-siap hanya dalam waktu 30 menit karena takut Ryan menunggu terlalu lama juga kan ga enak kasian dia. Aku langsung menghampiri mobil Ryan yang parkir tepat di depan gerbang kosan ku.


" Tok.....tok.....tok...." Aku mengetuk kaca mobil Ryan .


" Ayo cepat masuk panas ni aku lama-lama di dalam mobil " pinta Ryan .


Aku dan Dini pun langsung masuk ke dalam mobil Ryan dan kami duduk di belakang Ryan pun protes kenapa aku duduk di belakang.


" Kamu duduk depan sini ndah kenapa di belakang emang aku supir kamu sama Dini " protes Ryan .


" Hah apa di depan ga deh apa kata orang lain nanti kalau ngeliat kita " tolak ku.


" Kan ada Dini disini tenang aja ga bakal ada gosip tentang kita kok cepat duduk di depan kalau ga duduk depan kita bakal tetap disini ni " celoteh Ryan .

__ADS_1


Aku pun nurut saja sama Ryan karena tidak enak juga sama Ryan dia sudah berniat baik untuk menghiburku tetapi aku malah membuatnya sebal terus. Saat perjalanan di dalam mobil Ryan hening tanpa ada obrolan sedikit pun , aku dan Dini yang sibuk main handphone dan Ryan yang fokus menyetir.


Sesampai nya kami di bioskop Ryan langsung membelikan tiket untuk Dini, tetapi nomor tiket yang di belikan Ryan untuk Dini itu jauh sekali sama nomor yang di dapat Ryan dari ayah nya, dan aku pun coba merayu Ryan agar aku dan Dini yang berdekatan dan Ryan yang sendiri.


__ADS_2