Aku Benci Harus Mencinta

Aku Benci Harus Mencinta
BAB XII Ke makam pacar Ryan


__ADS_3

Aku dan Ryan langsung pergi ke makam pacar Ryan, ga lupa juga Ryan membeli setangaki bunga mawar putih kesukaan pacar Ryan katanya.


" Ndah nanti kita mampir ke toko bunga dulu ya gapapa kan aku mau beli bunga kesukaan pacar aku" pinta Ryan.


" Iya silahkan Ryan gapapa " jawabku.


Sesampai nya di makam pacar Ryan, aku dan Ryan coba membersihkan sekitar makam pacar Ryan dan lanjut dengan mengirim doa untuk pacar Ryan, setelah kami berdoa Ryan langsung ngomong sendiri dengan makam pacarnya.


" Sayang aku datang untuk menjenguk mu di tempat peristirahatan terakhir mu, aku datang sama teman sekelas ku namanya indah, aku rindu kamu sayang, aku rindu dimana selalu ada kamu disisi ku, kamu yang paling mengerti aku, kamu yang tenang ya disana aku disini udah bahagia kok, aku udah ga sedih lagi setelah kepergian mu " perkataan Ryan sambil menangis.


" Udah yan udah yu ga tega aku liat kamu kaya gini " kata ku sambil menarik tangan Ryan.


" Aku pulang dulu ya sayang nanti aku kesini lagi kok " kata Ryan ke makam pacarnya.


Aku coba buat menenangkan Ryan yang masih menangis saat meninggalkan makam pacarnya. Ryan yang masih merasakan kesedihan di tinggal pacarnya itu terasa kepada ku yang sama seperti Ryan. Tetapi aku harus kuat karena kasian Ryan kalau aku ikut nangis siapa yang menenangkan Ryan yang menangis kejer tidak bisa di bendung lagi .


Aku dan Ryan duduk sebentar di warung dekat makam dan aku membelikan Ryan minum agar dia cepat tenang kasian dia kalau harus menyetir mobil masih menangis aku takut ada apa-apa di jalan.


" Nih minum dulu, biar kamu sedikit tenang " tawaran ku.


" Makasih ya ndah, maaf kalau aku ga bisa mengontrol tangisan ku di makam tadi " kata Ryan.


" Gapapa kok wajar namanya juga kehilangan orang yang kita sayang" kataku.


Aku dan Ryan pun langsung bergegas kembali ke mobil dan pulang menuju kosan ku, di sepanjang jalan Ryan masih tersedu-sedu aku pun memberikan diri untung memegang tangan Ryan untuk coba menenangkan nya.


" Udah Ryan jangan di tangisin terus pasti pacar kamu disana bahagia kok aku yakin" ujarku sambil memegang tangan Ryan.

__ADS_1


" Iya ndah makasih ya dari tadi kamu selalu mengenangkan ku padahal kamu juga pasti ngerasain sedih seperti aku, tapi kami cukup kuat untuk menahan nya di hadapan orng lain tidak seperti aku yang lemah " ungkap Ryan sambil tersenyum memandang ku.


Setelah beberapa menit akhirnya sampai juga aku kosan ku, aku langsung saja berpamitan dan mengucapkan terimakasih kepada Ryan yang sudah mengajakku jalan-jalan.


" Ryan makasih banyak yah udah mau ajak aku jalan-jalan, kamu hati-hati pulang nya jangan nangis terus awas bengkak mata kamu " kata ku sambil bercanda .


" Iya sama-sama terimakasih juga sudah menemani ku tadi. Dah " jawab Ryan sambil menutup kaca mobilnya .


Keesokan harinya aku sudah kembali melanjutkan aktivitas ku yaitu kesekolahan, dan lagi-lagi dengan kejahilan nya Ryan pagi-pagi dia sudah mengagetkanku di depan pintu kelas.


" Dorr.... Selamat pagi indah, gimana semalam mimpi ketemu aku ga " ujar Ryan dengan nada bercanda dan tertawa kecil.


" Astaghfirullah pagi-pagi udah bikin kaget aja, kalau aku jantungan gimana ? Idih males banget aku ya ketemu kamu di mimpi, ketemu kamu langsung aja aku stres " kata ku sambil berjalan meninggalkan Ryan .


Mulai hari itu Ryan seperti nya sedang berusaha mendekati ku, mengambil simpatiku, agar aku tidak jutek lagi kepada Ryan.


" Ga ah nanti apa kata orang-orang di kelas kamu lupa ya kamu itu bintang di kelas ini, beda sama aku hanya wanita biasa aku Ga mau" kata ku sambil mengusir Ryan .


" Ya udah deh aku duduk di belakang kamu aja, mumpung anak yang duduk disini ga masuk" kata Ryan langsung duduk di kursi belakang ku.


Ryan benar-benar duduk di belakang ku, jadi aku tidak bisa berkutik atau menengok ke belakang karena aku malas melihat muka Ryan yang super nyebelin itu .


Bel istirahat pun berbunyi aku dan Dini seperti biasa tidak pernah ke kantin, kami selalu menghabiskan waktu di kelas membaca buku sambil mengemil jajanan yang kami beli sebelum berangkat ke sekolah. Tiba-tiba Ryan datang membawakan ku makanan dan minuman yang sengaja dia beli di kantin untuk ku karena Ryan tau kalau aku jarang sekali ke kantin .


" Ndah ni makanan dan minuman buat kamu, kamu juga harus makan jangan cuma ngemil mana kenyang " tawaran Ryan .


" Ga usah makasih aku udah kenyang kok, Laginya kamu tumben baik banget sama aku" tolakan ku.

__ADS_1


" Kan kemarin kami sudah baik sama aku ya jadi aku harus baik juga sama kamu " kata Ryan.


" Din kamu pindah ke belakang gih baca bukunya aku mau ngobrol sama indah masalah penting" usir Ryan kepada Dini.


Dini pun langsung menuruti kemauan Ryan itu dan Ryan langsung saja duduk di bangku Dini karena dia takut aku usir lagi seperti tadi pagi.


" Ndah udah dong baca bukunya kita ngobrol dulu lah kamu ga capek apa belajar terus" pinta Ryan .


" Ryan kalau kamu mau ganggu aku mending kamu yang duduk di belakang deh " kata ku dengan muka judes ku.


" Ya udah sebentar aja, ada yang ingin aku sampaikan " kata Ryan.


" Apa kamu mau ngomong apa si " jawabku.


" Nanti sepulang sekolah antar aku ke Gramedia yu kamu mau ga, ada buku yang harus aku beli tapi ga enak kan kalau sendiri kamu mau ya aku ajak" ajakan Ryan.


" Sama Dini ya berdua" kataku.


" Berdua aja aku ingin teraktir kamu makanan untuk ucapan terimakasih ku kemarin, kamu sudah bisa memenangkan ku" jawab Ryan.


" Yaudah nanti aku bilang Dini ya" kataku.


Belum sempat aku bicara pada Dini, dia langsung mengizinkan aku untuk menemani Ryan ke Gramedia.


" Ya udah ndah kamu pergi aja nanti sama Ryan tidak apa-apa kok, aku bisa pulang sendiri kan" kata Dini .


" Tapi Din ......" Belum sempat aku bicara Dini langsung memotong nya.

__ADS_1


" Udah tidak apa-apa. Kamu juga sekalian saja beli peralatan sekolah yang sudah habis" kata Dini.


__ADS_2