Aku Benci Harus Mencinta

Aku Benci Harus Mencinta
BAB V Cerita Faisal


__ADS_3

Setelah itu aku meminta Faisal untuk menceritakan apa saja yang di alami Faisal saat tidak mengabari ku selama 6 bulan itu , dan Faisal menceritakan bahwa dia terkena penyakit "HIV AIDS". Entah karena masalalu Faisal yang sering bergonta-ganti pasangan atau karena Faisal tertular oleh teman nya yang sudah meninggal .


" Ndah , jujur sebenarnya aku selama 6 bulan ini tidak memberi kabar kepada mu karena aku terkena penyakit HIV AIDS, aku takut jika kamu mengetahui nya kamu akan menjauhiku ndah, dan kamu tidak akan mau berteman denganku lagi" ungkap Faisal dengan nada menahan nangis .


Setelah Faisal berkata seperti itu aku bingung aku harus bagaimana, tetapi dalam hati kecilku, aku ingin selalu berteman bersama Faisal, aku akan selalu menemani Faisal dalam suka maupun duka, aku berjanji akan menjadi teman yang baik untuk Faisal.


" Tenang saja Faisal, aku akan selalu menjadi teman baik mu aku janji. Dalam keadaan apapun aku akan selalu ada untuk mu Faisal" kataku.


" Terimakasih ya ndah kamu masih ingin menjadi teman baikku" jawab Faisal dengan nada yang gembira.


Setiap hari aku selalu menyemangati Faisal agar dia tetap semangat menjalani kehidupan ini, tetapi Faisal selalu mengeluh kesakitan kepada ku, aku bingung harus berbuat apa yang bisa aku lakukan hanya menyemangatinya dan memberikan dukungan ku padanya .


Faisal selalu ingin terlihat baik-baik saja di hadapan ku, tetapi semua itu tidak bisa ia lakukan karena aku selalu di beritahu oleh adik nya tentang perkembangan Faisal. Aku bisa berkenalan dengan adik Faisal karena, adik Faisal lah yang terlebih dulu menghubungi ku, dia mengambil nomor telepon ku di handphone Faisal saat dia sedang tidur.


" Kak, ini aku Dina adik nya kak Faisal. Kak Faisal sering sekali lohh menceritakan kak indah kepadaku, aku hanya ingin mengucapkan banyak terimakasih yah kak ,kakak sudah mau menjadi teman baik kak Faisal. Dan mau menerima kak Faisal dalam keadaan apapun" pesan Dina adik Faisal.

__ADS_1


" Oh iya Dina sama-sama. Aku Senang kok menjadi teman baik Faisal. Kalau ada apa-apa dengan kak Faisal kamu kabarin aku yah Dina " pinta ku .


Aku dan Dina sering sekali berkomunikasi mengenai kesehatan Faisal aku sering bertanya-tanya juga perkembangan Faisal, karena Faisal tidak pernah memberi tau ku tentang keadaan nya dia yang sebenarnya karena dia takut aku mengkhawatirkan kesehatan nya, dan semenjak aku sering berkomunikasi dengan adik nya aku jadi jarang sekali berkomunikasi dengan Faisal . Kata Dina, Faisal harus banyak istirahat tidak boleh terlalu capek karena keadaan Faisal sangat lemah dan sangat mudah sakit .


" Din, kak Faisal gimana keadaan nya ? Sekarang kak Faisal jarang memberi ku kabar " tanya ku.


" Kak Faisal baik-baik saja kok kak, dia harus banyak istirahat. Kak Faisal akhir-akhir ini sering mengeluh sakit kak saat buang air kecil, untuk jalan ke kamar mandi aja kadang di bantu oleh ibu " cerita adik Faisal .


Rasanya aku ingin pulang ke kampung untuk menengok Faisal aku tidak bisa hanya diam disini, tapi bagaimana dengan sekolah ku sebentar lagi aku akan ada ujian semester. Pikiran ku kacau terbagi dua aku harus bagaimana ini .


Saat aku sedang memikirkan hal yang tidak penting itu tiba-tiba Faisal menghubungi ku dan dia mengatakan sesuatu yang sama sekali tidak aku duga.


"Kringggg.....kringgggg...... ( Nada telpon ) "


" Halo...... Ndah gimana kabarmu disana ? Apa kamu baik-baik saja ? " Tanya Faisal .

__ADS_1


" Baik kok Faisal, kamu apa kabar ? Gimana perkembangan mu , apa sudah makin membaik? " Jawabku dan langsung menanyakan keadaannya.


" Alhamdulillah... Aku baik-baik saja kok ndah, disini semua keluarga ku selalu memberikan dukungan untukku kok. Ndah ada hal penting yang aku ingin bicarakan sama kamu ini serius ." Ungkap Faisal .


" Apa sal , serius banget yah ? " Tanya ku.


" Ndah mungkin ini memang sangat aneh menurut mu, apalagi kita yang baru beberapa bulan berkenalan. Aku memang bukan laki-laki baik, aku hanyalah laki-laki sederhana, tidak juga berpendidikan seperti kamu, ndah apa aku pantas untuk menjadi pendamping kamu ? Ndah aku mencintaimu. Walaupun aku sadar aku tidak pantas untuk kamu perempuan baik-baik dan aku laki-laki berandalan seperti ini, apalagi aku penyakitan seperti ini aku malu ndah mengungkapkan perasaan ini sama kamu tapi aku sangat mencintaimu ndah, aku suka kepada mu ndah apa kamu mau jadi pacar ku ndah ? " Ungkapan Faisal .


Aku bingung aku harus jawab apa saat Faisal bicara seperti itu aku takut, takut salah ambil keputusan, takut malah menyakitkan buat aku dan Faisal nantinya .aku bingung malam itu tapi perasaan ku tidak bisa di pungkiri bahwa aku juga mulai menyukai Faisal.


" Faisal jangan berkata seperti itu, walaupun masalalu mu yang buruk itu aku tetap ingin berteman dan bersama mu kok, aku mau jadi pacar kamu sal aku juga suka sama kamu sal walaupun memang baru beberapa bulan kita berteman tapi entah kenapa perasaan ku tidak bisa di bohongin kalau aku juga menyukai mu ." Jawabku atas pertanyaan Faisal .


" Terimakasih ya ndah , terimakasih kamu sudah mau menerima ku sebagai pacarmu, dan terimakasih juga kami telah mau menerima ku walaupun keadaan ku seperti ini aku banyak berterima kasih kepadamu ndah " kata Faisal.


Hari itu aku sangat senang sekali, bahwa perasaan ku ini tidak bertepuk sebelah tangan . Tetapi aku malu dan benci pada diriku sendiri dulu aku yang menolak untuk berteman dengan Faisal yang berandalan itu tetapi sekarang aku malah mencintai nya dan aku takut kehilangan Faisal .

__ADS_1


Hari-hari ku sangat indah semenjak aku mulai berpacaran dengan Faisal, Faisal sangat perhatian kepadaku, malah dia yang selalu menyemangati ku saat aku sekolah, Faisal yang selalu ada untuk ku, dia yang selalu mendengar cerita ku , keluh kesah ku , bahkan Faisal sering kali kena omel ku kalau aku sedang banyak masalah di sekolah tetapi Faisal sabar menghadapi sikap aku yang ke kanak-kanakan .


__ADS_2