Aku Benci Harus Mencinta

Aku Benci Harus Mencinta
BAB XIII Gramedia


__ADS_3

Bel pulang sekolah pun berbunyi, Ryan langsung menghampiri ku yang masih merapikan buku-buku.


" Ayo ndah udh selesai belum " tanya Ryan .


" Udah kok ini " jawabku.


" Ya sudah kamu tunggu di depan gerbang sekolah aja ga usah ikut ke parkiran kasian kamu takut capek" perintah Ryan.


" Ga deh aku ikut kamu aja ke parkiran, masa aku tunggu di pinggir jalan kaya mau di jemput om-om aja " jawabku.


" Iya deh terserah kamu aja cewe jutek" ujar Ryan dengan wajah meledek.


Aku dan Ryan pun langsung menuju parkiran mobil, dan ternyata di parkiran banyak teman-teman Ryan. Teman Ryan pun langsung meledek ku dan Ryan yang sedang jalan berdua sambil mengobrol.


" Cieeeeee..... Pasangan baru ni kayanya " ledek Sigit teman.


" Kenapa sirik ya ga punya pasangan " jawab Ryan dengan nada bercanda.


" Apaan si Sigit, aku sama Ryan bukan pasangan yah jangan asal ngomong kamu " kataku sambil menunjuk wajah judesku.


" Udah - udah ayo kita pergi aja dari sini dari pada kamu darah tinggi nanti" ajak Ryan.


Aku dan Ryan langsung meninggalkan teman-teman nya dan langsung masuk ke dalam mobil Ryan untuk berangkat ke Gramedia . Di mobil Ryan selalu mengajak ku ngobrol, Ryan orang nya asik banget ternyata nyambung juga kalau di ajak ngobrol ternya dia ga semenyebalkan yang aku kira.


" Eh ndah makasih ya sebelumnya kamu udah mau aku ajak ke makam kemarin, terus mau aku ajak jalan-jalan, sekarang kamu mau aku ajak ke Gramedia " kata Ryan.


" Iya sama-sama kan kemarin juga kamu udah meneraktirku nonton " jawabku.


" Ndah aku udah lama deh ga jalan bareng berdua gini sama cewe terakhir itu sama pacar aku, setelah dia meninggal aku ga pernah jalan berdua sama cewe mana pun, dan kamu orang pertama yang aku ajak jalan berdua " ungkap Ryan.


" Hah ? Apa ? Seriusan kamu Ryan " tanyaku.


" Iya ndah aku itu sayang banget sama pacar aku, aku pacaran sama dia sejak aku SMP sampai aku lulus SMK dan dia meninggal kan aku " jawab Ryan .


" Kamu pacaran sama pacar kamu udah berapa lama ndah " tanya Ryan.


" Aku pacaran sama pacar aku baru tiga bulan Ryan. Aku aja kenal dia ga sangat di sosial media, dulu aku benci banget sama pacar aku itu, aku risih sama dia yang selalu memaksa buat aku berteman sama dia, tapi sekarang aku malah sayang banget sama dia sampai aku ga bisa lupain dia" ceritaku.


" Makanya ndah jangan terlalu benci sama cowo jadi kaya gini kan, awas nanti kalau kamu benci sama aku juga, kamu jadi suka loh sama aku" bercandaan Ryan.

__ADS_1


" Ih apa si kamu Ryan" jawabku .


Sebelum sampai di Gramedia Ryan mengajak ku untuk makan siang terlebih dahulu dan aku pun mengiyakan karena, aku juga sudah laper sekali .


" Ndah kita makan dulu yu kamu mau ga" ajak Ryan .


" Boleh ayo " jawabku.


Ryan pun langsung masuk ke salah satu tempat makan, dan langsung memakirkan mobil nya. Dan saat turun mobil belum sempat aku membuka pintu mobil Ryan langsung membuka pintu mobil untukku.


" Silahkan tuan putri keluar ayo kita makan " ledek Ryan.


" Ih apa sih kamu Ryan lebay deh " kataku.


" Mau makan berat atau mau nyemil aja kamu ndah " tanya Ryan.


" Makan aja deh aku laper, kamu mau apa " tanyaku.


" Makan juga deh nanti takut nya lama cari buku di Gramedia" jawab Ryan.


Aku dan Ryan pun langsung memesan makanan dan minuman yang sama agar tidak ribet dan bingung aku pun menunggu Ryan di tempat duduk, tak lama kemudian Ryan datang membawakan makanan dan minuman .


" Ga apa-apa kok, makasih ya udah mau kesenian" kataku.


Aku dan Ryan pun langsung memakan makanan yang Ryan pesan dengan lahap, ketika sedang makan tiba-tiba aku kepikiran oleh Faisal rasanya rindu sekali oleh Faisal, andai saja dia masih ada dan andai aku dan Faisal dekat aku pasti akan merasa seperti ini dengan Faisal bukan Ryan. Muka ku tiba-tiba menjadi sangat sedih.


" Kamu kenapa ndah ? Kok tiba-tiba muka kamu kaya sedih gitu " tanya Ryan .


" Ga ada apa-apa kok aku baik-baik aja " jawabku.


Tak lama setelah selesai makan kami pun langsung menuju Gramedia dan mencari buku yang Ryan cari, dan aku pun mencari peralatan sekolah yang lain karena banyak yang sudah habis .


" Ndah kamu mau cari apa ?" Tanya Ryan.


" Aku cari alat tulis aja deh, soalnya udah banyak yang habis juga sekalian aja mumpung di sini kan" jawabku.


" Ya sudah kita mencar aja ya nanti kita ketemuan di depan toko biar cepet juga, kasian kamu kalau kelamaan nemenin aku cari buku " ujar Ryan.


" Iya oke deh" kataku.

__ADS_1


Aku pun langsung bergegas mencari alat tulis, dan aku iseng-iseng mencari novel buat baca kalau aku lagi jenuh di kosan. Tak lama aku mencari alat tulis dan novel langsung aku pergi ke kasir untuk membayar, tetapi aku belum melihat batang hidung nya Ryan di kasir sebenarnya dia sudah selesai atau belum aku tidak tau. Aku langsung saja membayar di kasir dan menunggu Ryan di depan toko.


Cukup lama aku menunggu Ryan, akhirnya dia datang juga dengan belanjaan buku yang dia beli cukup banyak .


" Maaf ya ndah kamu jadi nunggu aku disini " kata Ryan.


" Ga apa-apa kok Ryan, aku aja yang terlalu cepat belanjanya " jawabku.


" Ya udah yu langsung pulang kasian kamu takut capek " ajak Ryan.


Aku dan Ryan langsung menuju mobil Ryan, di perjalanan menuju mobil ryan tanpa sengaja menggandeng tangan ku karena aku yang hampir jatuh terpeleset .


" Ehh .... Awas hati-hati dong nanti kamu jatuh loh" kata Ryan.


" Iya iya maaf ya Ryan, aku ga liat jalan tadi" permintaan maafku.


" Kamu lagi mikirin apa sih sebenarnya dari tadi muka kamu kaya aneh gitu " tanya Ryan.


" Sebenarnya aku kangen sama Faisal , andai aja yang jalan sama aku saat ini Faisal pasti rasanya aku sangat bahagia, pasti rasanya aku tidak ingin mengakhiri hari ini " cerita ku.


" Ya ampun kirain aku kamu kenapa, ya kamu berdoa aja buat dia yang terbaik disana , semoga nanti kamu dipertemukan dengan nya di surga" saran Ryan.


" Iya Ryan , ya udah yu pulang aku ingin telpon Adenya Faisal deh untuk mengobati rindu ku " kataku.


Aku dan Ryan pun langsung menuju kosan ku, di sepanjang jalan aku diam saja melihat jalan dan memandangi langit sore menuju malam . Dalam hati aku berdoa " ya Allah pertemukan aku kelak dengan Faisal di surgamu, aku rindu Faisal ya Allah datangkan lah Faisal di mimpiku sekali saja aku rindu padanya ya Allah" doa ku.


Ryan yang memandangi wajahku yang sedih itu langsung menghibur ku dengan ledekan - ledekan dia .


" Jangan sedih gitu dong ndah jadi jelek tuh, awas nanti keriput" ledek Ryan.


" Aku ga sedih kok aku cuma kangen dia aja " kata ku.


"Ya udah nanti kamu telpon adik nya ya buat mengobati rindu mu itu sama Faisal kamu ceritakan saja sama adikmu " saran Ryan.


" Noh sebentar lagi sudah sampai, aku turunin kamu depan gerbang yah, terimakasih buat hari ini ndah " kata Ryan.


" Iya depan gerbang aja, iya sama-sama " jawabku.


Sesampainya di depan gerbang aku pun langsung keluar dari mobil Ryan dan langsung masuk ke dalam kamar kos ku . Aku langsung mandi dan ingin segera menelpon Dina adik Faisal.

__ADS_1


__ADS_2