
Apa yang ku pilih merupakan keyakinan ku akan memilih mu Mey, tak dapat aku sadari, pertemuan kita begitu cepat, dan begitu cepat juga keputusan yang kita ambil. Ketika ku ditanya keseriusan ku pada mu oleh keluarga mu, dengan begitu yakin aku memilih pernikahan ini. Dan dengan waktu singkat juga aku mengambil waktu pernikahan untuk kita.
Reyhan & Meyrani
25 April
4bulan semenjak awal kita kenal, lalu memutuskan untuk mempersatukan ikatan kita dalam sebuah pernikahan. Memang, ketika ku awal jumpa dengan mu, aku tak ingin memperlakukan NU seperti wanita lainnya yang sebelumnya aku kenal. Aku pernah tersakiti dan aku pun pernah menyakiti.
Aku perkenalkan kamu pada keluarga besar ku, dan ku senang ketika melihat kamu dengan mudahnya dapat berbaur dengan keluarga ku.
Ku suka cara mu, sifat lemah lembut mu, perhatian mu, dan kamu yang tidak pernah menuntut ku banyak hal. Ku yakin kamu bisa menjadi istri yang baik untuk ku.
Ku pernah gagal dalam menjalin sebuah hubungan dengan wanita lain. Semoga dengan mu, ku bisa menjalani pernikahan ini selamanya. Tersirat trauma akan kegagalan ku, ternyata sebuah kekhawatiran juga keluarga besar ku. Namun, malam ini sanak saudara ku telah berkumpul. Semua sama bergembira, Aku merupakan anak satu-satunya. Namun, saudara seibu dan se bapak ku banyak. Dari sekian banyak orang yang sama bergembira dan terus hanyut dalam obrolan malam, aku dan hati ku ada sedikit kegelisahan. Esok adalah hari pernikahan ku, dan ku harap tak ada kegagalan lagi. Ku harap ini benar-benar berjalan dengan baik.
Malam ini ku habiskan waktu ku di mushola. Ku serahkan semua dalam doa. Sebagai lelaki ku sangat jarang menunjukkan air mata ku. Tapi, malam ini tiba-tiba air mata ku terus mengalir deras, seakan ini sebuah pilihan besar. Aku tak ingin dan tak pernah berharap rumah tangga ku seperti apa yang ayah dan ibu ku. Itu, merupakan hal yang sangat aku benci.
Aku terlahir dari keluarga yang broken home. Aku tak pernah suka akan cara hubungan ayah dan ibu ku. Ayah ku, sering menikah lagi bahkan sampai memiliki anak lain dengan perempuan lain. Dan ibu ku, malah melakukan hal yang sama. Namun, mereka tetap mempertahankan hubungan nya. Menurut ku, itu merupakan hubungan yang gak sehat. Tapi, sebagai seorang anak aku tak bisa ikut campur urusan mereka, yang ku tahu hanya aku tak suka itu.
Doa malam ku ....
ku panjatkan doa malam ini, ku harapkan ini keputusan terbaik dalam hidup ku. Memilih seorang wanita yang sangat singkat bagi ku mengenal nya. Semoga keyakinan ku mempersunting nya merupakan restu yang Engkau Ridhai ya Rabb...
__ADS_1
ya Rabb esok adalah hari pernikahan kami, berikanlah kelancaran.
Ya Rabb semoga wanita yang ku pilih ini, merupakan wanita pilihan Mu untuk ku.
ya Rabb jadikanlah rumah tangga yang akan ku jalani ini menjadi rumah tangga yang ku impikan rumah tangga yang Engkau pun Ridhai.
Mata ku benar-benar tidak bisa terpejam. Hingga adzan subuh berkumandang.
Malam ini benar-benar ku habiskan waktu ku di mushola, ku habiskan waktu ku dengan mencurahkan pikiran dan hati ku dalam doa.
Semoga hari ini semua berjalan dengan lancar. Aku masih duduk di mushola, keluarga ku mulai ada yang bangun satu persatu, semua menyibukan diri, ada yang mempersiapkan hantaran, menata dan mengaturnya, ada yang berbenah diri. Semua ingin hari ini bahagia.
Pukul 06.00 pagi.
"loh, kemana si Rey" adik sepupu ku pun ikut panik.
"BANG REY.... ada di mushola" teriak keponakan ku yang kecil memberi tahu semua.
Akhirnya ibuku menghampiri. "Rey, kamu disini!, ini baju pengantin nya kamu pakai ya. mamah pikir kamu kemana, bikin semua khawatir" ibu ku menyodorkan ku baju pengantin yang sudah disiapkan. Dan akupun beranjak dari tempat duduk ku. Tak banyak kata yang ku ucapkan, "makasih" sambil ku ambil baju itu dan ku masuk ke kamar ku. Ku kenakan baju pengantin ku lengkap dengan jasnya dan sepatu nya. Tak lepas ku terus berdoa, rasanya keyakinan ku ini begitu kuat untuk mempersunting Mey.
Semua keluarga besar sudah berada di kendaraannya masing-masing. Segala seserahan yang sudah di persiapkan sudah ada di salah satu kendaraan yang memang sudah disediakan.
__ADS_1
Rombongan pengantin telah berangkat, sepanjang jalan ada berbagai macam rasa dibenak mereka "keluarga besar ku". Aku terus menggenggam hp ku, mencoba menghubungi Mey kalau aku sedang ada dalam perjalanan. Pertama kalinya aku merasa gugup yang sangat, entah bahagia namun jantung ku berdegub kencang, kaki ku susah untuk ku kontrol, mungkin wajar perasaan setiap orang yang akan menikah memang seperti ini.
Ku kirim sebuah pesan.
"Mey aku sudah mulai jalan"
Pesan itu terkirim, dan Mey tiada menjawab pesan ku. Lalu aku pun menelepon Mey.
"Yank, sebentar lagi rombongan sampai" cetus Rey langsung mengabari Mey.
"hhmm oh iya.." singkat jawab Mey, dan telpon pun langsung dimatikan.
Tepat rombongan semua sudah berkumpul, masing-masing sudah membawa tengtengannya, lalu aku dan kedua orang tua ki di arahkan oleh fotografer, penyambutan dari dayang- dayang, dan ku di jemput oleh mamah dan walinya Mey, aku sama sekali belum melihat Mey.
Jantung ku semakin berdegup kencang. Kaki ku semakin bergemetar, bahagia bercampur aduk. Semua mata melihat ku, calon mempelai pria yang tentunya banyak yang ingin tahu seperti apa aku. Dan acara pernikahan itu merupakan acara yang digelar dengan khidmat.
Lalu suara petasan membuat ku kaget, hihihihi maklum aku gak tau ternyata akan ada penyambutan dengan menyalakan petasan. Mamah nya Mey menghampiri ku, dan memakaikan kalung dari bunga melati yang masih segar. Kami dihantar dan di iringi shalawat.
Ternyata penghulu sudah ada ditempat, dan berbagai macam sambutan, serah terima akhirnya aku melakukan akad nikah dengan lancar. Dan Mey pun keluar, duduk disamping ku. Mey wanita yang sederhana yang memang dia gak pernah memakai makeup. Namun, pada hari ini Mey sangat terlihat cantik. Mey menandatangani berkas dan surat nikah, lalu kita foto bersama dengan arahan si fotografer.
Dan kita pun duduk dipelamina bersama untuk menyambut para tamu undangan. Sesekali aku dan Mey ngobrol berbincang, bercanda. Dan menjadi pengantin itu melelahkan.
__ADS_1
Hehehee
Dan Mey pun kini sudah resmi jadi istri ku.