
Malam tadi begitu melelahkan.
Rey membantu Mey membuka hiasan-hiasan yang digunakan. Lalu, Mey pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
"mandi air hangat lebih baik" celetuk Mey.
"boleh" Rey membalas, secara tidak langsung memiliki maksud untuk menyiapkan air panasnya.
Dan dengan sigapnya Mey, segera kembali ke kamar mandi untuk mengisi bathtub dengan air hangat, karena Rey kini sudah menjadi suaminya dan ini adalah bagian dari tugas Mey sebagai istri untuk melayani Rey dengan baik.
Rey, masih asik dengan hp nya di atas tempat tidur.
Mey merasa canggung berada di kamar itu berdua dengan Rey.
Sesekali, Mey seperti orang yang bingung mondar mandir. hehee...... maklum pengantin baru. Dan Rey sepertinya paham dengan apa yang dirasakan Mey, sesekali melirik tingkah Mey yang mengusik pandangannya.
"apakah air hangat nya sudah siap" tanya Rey.
"hhhmm... OOO.. iya, sebentar" jawab Mey gugup dan terkejut.
Lalu, Mey lari ke kamar mandi dan mematikan kran nya.
"airnya sudah siap" Mey memberikan handuk pada Rey.
"yang, nanti tolong siapkan baju ku untuk tidur" sambil berdiri dan mengambil handuk yang Mey berikan, Rey beranjak dari tempat tidur ke kamar mandi.
Sedikit ada perasaan yang begitu membuat hati Mey jedag jedug. Hati dan nya berdegup kencang. Berasa darah mengalir memanas di tubuh Mey, seriak seperti panas dingin. Mungkin, Mey belum terbiasa dengan status barunya menjadi nyonya Rey.
"hhhm... baik" Mey sedikit melangkah mundur dan segera ke lemari untuk mencari kemeja tidur untuk Rey.
Sepertinya hubungan 4bulan ini, tak cukup untuk mereka saling mengenal, masih terlihat canggung dan saling gugup dengan status barunya.
Sambil menunggu Rey yang masih mandi, Mey membereskan tempat tidur, menyiapkan air dimeja samping tempat tidur dan menyiapkan aroma terapi untuk ruangan kamarnya, karena memang itu kebiasaan Mey setiap saat hendak tidur dengan apiknya Mey selalu mempersiapkan agar tidurnya nyaman.
"hhhmm seger juga ya, mana baju ku yang?" tanya Rey
"ini.." Mey memberikan pakaiannya. Rey kembali ke kamar mandi untuk memakai pakaiannya.
Mey sudah tertidur.
__ADS_1
Rey melangkah keluar dari kamar mandi. Melirik jam menunjukkan pukul 23.15 WIB. Rey melihat Mey yang sudah tertidur, dan "hhhmm wangi ruangan yang nyaman.." ucapnya dalam hati. Lalu Rey, menyelimuti tubuh Mey yang terlihat sangat lelah.
Rey pun terbaring di samping Mey.
...----------------...
Pagi .....
Sinar mentari memasuki celah-celah jendela. Sinarnya membangunkan Rey,
Ia pun menggeliat dan sontak kaget dengan sosok wanita disampingnya.
"Mey, sedang apa kamu disini?"
Mey yang masih tertidur pun, mendadak bangun karena kaget mendengar suara itu.
"Loh, Rey?" balik mengutarakan pertanyaan.
Terdiam sejenak, dan mereka pun tertawa...
"iya gak apa-apa kok Rey" cetus balas Mey.
"maaf saya kesiangan Rey, dan belum menyiapkan sarapan untuk mu" balas lagi Mey.
"tak apa,'' Rey sambil beranjak dari tempat tidur dan membuka jendela, lalu ke balkon.
Dengan sigap Mey membereskan tempat tidur, terus menyiapkan sarapan untuk Rey.
Mey membuka apa yang ada di kulkas, dan membuat sebuah roti panggang dan teh hangat lalu menghantarnya ke Rey yang sedang duduk di balkon.
"hanya ada ini, gak apa-apa ya untuk sarapan?" tanya Mey sambil memberikan sepiring roti dan teh hangat untuk Rey.
"gak apa-apa sayang, sini duduk" ajak Rey sambil menepuk tangannya di pangkuannya, isyarat bahwa Mey di suruh duduk di pangkuannya Rey.
Meskipun mereka sudah saling mengenal selama 4bulan ini, namun mereka hanyalah berawal dari cinta medsos (media sosial) saja, belum banyak hal yang mereka lakukan untuk dapat saling mengenal satu sama lainnya, beda halnya dengan Dira yang memang sudah sangat lama Mey kenal semenjak bangku sekolah. Karena Mey bukanlah tipe wanita yang gampang untuk dekat dengan seseorang yang baru Ia kenal.
Betapa merasa bersalahnya Mey, bahwa landasan dari pernikahan ini hanya karena kehancuran hatinya terhadap Dira. Dan mungkin betapa kecewanya Rey jika tahu yang sebenarnya terjadi.
__ADS_1
Mey yang tertegun terdiam, kaget karena Rey tiba-tiba menarik lengannya dan memaksanya duduk tepat di pangkuan Rey.
Dag.... Dig.... Dig.... detak jantung Mey berdebar, baru kali ini dia merasakan sedekat ini dengan Rey, mungkin Mey tidak bisa membayangkan betapa merahnya wajah Mey, menahan malu.
"sini saja sayang, temani aku menikmati suasana pagi ini, awal pagi bersama mu yang kini sudah menjadi istri ku" Rey sambil mengecup pipi Mey dan memeluknya.
Mey merasa tubuhnya kaku, jantungnya berdegup kencang, 'perasaan apakah ini?' ucapnya dalam hati.
"hhhmmm aku belum mandi Rey" Mey sambil menundukkan wajahnya karena malu. dan mencoba menghindar, namun pelukanRey sangatlah erat.
"gak apa-apa sayang, sudahlah, sekarang kan kamu istri ku ... masih wangi kok" ucap rayu Rey sambil membelai rambutnya Mey....
senyum tersipu Mey, sambil berlari menuju ke dalam ruangan.
"mau kemana yang?" tanya Rey.
"mandi dulu," balas Mey.
Entah, bagaimana mungkin sebuah pernikahan bisa dijalankan hanya berdasarkan pada sebuah pelarian. Akankah pernikahan itu akan baik-baik saja, atau mungkin tidak akan berlangsung lama. Hanya waktu yang dapat menemukan jawabannya, dan karena waktu jugalah yang sudah mempersatukan mereka pada sebuah ikatan pernikahan yang sakral dan suci ini. Dan tentunya bukanlah perkara mudah juga untuk Rey dan Mey yang baru saling mengenal memutuskan untuk mengikat ikatan dalam sebuah pernikahan.
Laksana hidup, setiap insan di dunia ini memiliki rencana, memiliki seribu keinginan dalam hidupnya. Namun, apalah daya kuasaNya, takdirNya tiada seorang pun tahu akan siapa atau dengan siapa kita bersama, kapan dan dimana kita dapat melewati hari-hari selanjutnya.
Mereka, hanyalah dua insan yang mencoba menjalani hidupnya, mengikuti alur yang sang Kuasa pilihkan untuk mereka, Rey dan Mey semoga bisa bersatu untuk selamanya.
"ka, ayo mandi kita ke pasar beli bahan makanan" ajak Mey.
"wah mandi bareng ya sayang" canda Rey menggelitik.
"yeh, maunya, ayo nanti keburu siang ke pasarnya, keburu banyak yang habis sekalian kita sarapan diluar ya" celetuk bawelnya Mey mulai keluar.
"iya, iya sayang" lagi lagi Rey tidak sungkan-sungkan mengecup rambut Mey yang basah habis keramas.
"ikh sayang rambutnya basah abis ngapain Rey ya semalam" tanyanya menggoda Mey...
"kak Rey apa sih, gak ngapa-ngapain juga," celetuk nya sedikit marah menutupi rasa malunya yang seharian ini selalu dapat kecupn dari Rey.
"ayo cepat mandi sana"
"baik nyonya Rey" sambil pergi ke kamar mandi..
__ADS_1
Mey menyiapkan baju Rey dan disimpan diatas tempat tidur, lalu menuliskan beberapa bahan dapur yang akan dibeli.