Aku Dan Ibu Iblisku

Aku Dan Ibu Iblisku
Masa lalu & Sekolah baru


__ADS_3

beberapa tahun lalu..


Ada sebuah rumah kecil di kaki bukit. Dari dalam rumah kecil tersebut terlihat seorang wanita cantik dengan rambut hitamnya sedang duduk di sebuah kursi sambil mengusap kepala seorang anak yang mungkin berusia 10 tahun.


" ibu kenapa aku tidak boleh pergi keluar dari sini? bukankah aku sudah besar" tanya si anak dengan polos.


si ibu tersenyum dan berkata " dunia luar terlalu berbahaya untuk tubuh kecilmu, tenang saja ibu akan selalu ada untukmu " ucap si ibu sambil memeluk anaknya.


dengan Rasa nyaman si anak mulai mengantuk dan tertidur di pangkuan ibunya hingga beberapa saat kemudian terdengar suara keributan dari luar rumah kecil tersebut.


Si anak pun terbangun " Suara apa itu ibu? " tanya si anak polos tersebut.


" Tenang ya, Ibu akan kembali. tetaplah di sini ya sayang " jawab si ibu dengan senyuman lalu meninggalkan si anak dan keluar dari rumah.


Si anak mencoba mengejar si ibu namun seketika kepalanya mulai terasa sakit hingga membuatnya terjatuh ke lantai...


Ketika terbangun ia melihat si ibu sudah memeluk tubuhnya sambil berlumuran darah.


" tenang Von, ibu di sini. semua akan baik baik saja " ucap si ibu dengan senyuman dan bola mata yang berubah menjadi merah serta munculnya tanduk di bagian kepala si ibu.


" Ibu apa yang sudah terja -- " si anak terkejut melihat di sekelilingnya penuh dengan mayat dan seseorang yang mencoba merangkak menjauhi si anak dan ibunya yang sedang berpelukan.


" Ternyata kepala desa benar, kalian berdua monster!! jangan dekati aku..!! " ucap seorang yang ingin melarikan diri tersebut.


" tunggu paman, aku dan ibu hanya -- " si anak mengulurkan tangan nya ke arah pemuda itu lalu seketika kepala si pemuda meledak hancur seperti balon pecah.


" wahh sekarang anak ibu sudah bisa mengendalikan kekuatanya. anak ibu memang sangat pintar " ucap si ibu dengan nada gembira.


" Ibu apa tidak masalah membunuh warga desa? " tanya si anak dengan polosnya.


" karena panik ibu tidak sengaja membunuh mereka semua. ibu takut anak kesayangan ibu ini terluka " ucap si ibu dengan nada gembira.


" begitu ya bu.. ibu ku memang hebat. apa suatu saat aku akan sekuat itu ?  ucap si anak dengan penuh semangat.


" tentu saja selama kamu terus bersama ibu dan menuruti apa yang ibu bilang " kata si ibu dengan senyuman.


" Hore.. aku tidak sabar untuk hal itu agar suatu saat aku dapat melindungi ibu "  jawab si anak dengan gembira sambil meloncat loncat kegirangan.


" anak ibu ini baik dan pintar, kalau begitu ayo masuk " ucap si ibu dengan tertawa kecil sembari memeluk anaknya kembali.


Cerita berlanjut 8 tahun kemudian, si anak yang masih kecil sekarang sudah menjadi remaja yang kita akan kenal sebagai von.


Di pagi hari yang cerah, von sedang sarapan di ruang makan dengan di temani ibunya.


" Von, ayo cepat berangkat. nanti kamu telat lho " ucap ibu von, yang seperti biasa terlihat sedikit marah namun dengan senyuman di wajahnya.


" Sebentar ibu, aku tidak ingin terlalu terburu buru " ucap von dengan cool nya.


" Nanti kamu telat di marahin guru kamu lho  " ucap si ibu dengan nada sok imut dan terkesan seperti menggoda anaknya sendiri.


" Hentikan itu ibu, ingat umur! aku sudah dewasa sekarang. aku juga bisa menjaga diriku sendiri" kata Von sambil bangkit dari meja makan dan mengambil tasnya.


Ibu mengantar von ke pintu depan rumah "  Von, jangan sampai melukai orang lain ya. ibu ingin kau mendapat teman di sekolah barumu "


Mengingat beberapa hari lalu von dan iIbunya baru saja pindah ke Kota baru jadi von harus sekolah di sekolah yang ada di kota tersebut.


Von berjalan berangkat dengan di perhatikan oleh ibunya dari kejauhan " Semangatt anak Ibu > _ < " ucap si ibu dari kejauhan yang membuat von sedikit malu.


*dari dulu ibu tidak pernah berubah\, dia selalu menyebalkan... walaupun begitu aku tetap sayang dengannya*  ucap von dari dalam hatinya.


Beberapa menit berlalu, von sampai di sekolah barunya..


terlihat gedung sekolah yang besar dan terkesan seperti di buat khusus untuk orang orang kaya.


"Apa benar ini sekolahnya? aku tidak tau cara ibu mendaftarkan ku ke sekolah ini..." kata von sambil perlahan berjalan melewati gerbang sekolah.


Von berjalan dengan santai sambil sesekali memperhatikan murid murid lain. Dari kejauhan juga ada beberapa murid yang terlihat membully murid lain.


Von dengan opini nya tidak peduli dengan hal tersebut, justru dengan berjalan masuk kesekolah saja dia sudah bisa merasakan diri nya sedang di awasi dari berbagai arah.


* Vampir? tenyata mereka ada banyak di sekolah ini....*   ucap von dari dalam hati.


Beberapa murid lain melihat von sambil berbisik bisik..


Siapa itu.. apa dia anak baru? aku belum pernah melihatnya..


ihh.. wajahnya lumayan juga, aku penasaran dia masuk ke kelas mana..


*dari penampilan mungkin akan dapat kelas B atau C

__ADS_1


Von lalu bertanya pada seorang pria rambut biru yang memakai jacket putih hingga menutupi seragam sekolahnya " Permisi apa kau tau ruang kepala sekolah? "


" Ya aku tau, ngomong ngomong apa kau murid baru? salam kenal aku hiro " ucap si pria dengan nada sok akrab.


" ya, sekarang bisa beri tahu aku di mana ruangan nya? " ucap von dengan ekspresi datarnya.


Tiba tiba ada beberapa kelompok yang mendatangi mereka berdua " yo, hiro bagaimana jika kita makan ke kantin bersama? tapi kali ini kau yang bayar lagi hahaha " ucap seorang pria dengan rambut orange dan gaya sombongnya yang hanya mengandalkan kelompok.


" tidak Ronald, saat ini aku ingin membantu teman ku ini.. dia murid baru dan butuh bantuanku untuk berkeliling sekolah " ucap hiro dengan senyuman cemas.


Ronald menatap von " ohh, teman ya.. Salam kenal von aku ronald, semoga untuk seterusnya kita bisa berteman hahah " ucap ronald sambil tertawa di ikuti dengan tertawaan kelompoknya yang seakan menghina.


" Oke ayo kita pergi ke ruang kepala sekolah sekarang.. ayo ayo.. " hiro mendorong von segera menuju kantor kepala sekolah.


sekilas von memperhatikan ronald dari kejahuan dan bertanya pada hiro " Kenapa kau lari dari mereka? "


"Terima kasih atas bantuanmu, jika tidak ada kau uang ku pasti sudah habis untuk mentraktir mereka semua.. terima kasih teman " ucap hiro sambil menepuk pundak von.


" tidak masalah selama kau mengantarku ke ruang kepala sekolah " jawab von dengan nada datarnya.


" Ngomong ngomong apa kau juga baru di kota ini ? " tanya hiro sambl merangkul bahu von.


" Ya, aku aku dan Keluargaku baru pindah ke kota ini.. tapi kenapa kau menjadi sok akrab begini dengan ku ? " jawab von sambil melepaskan rangkulan hiro dari bahunya.


" tidak perlu seperti itu.. aku hanya ingin akrab dengan mu, itu saja " jawab hiro sambil tersenyum.


" Jangan jangan kau ?... " tanya hiro dengan pandangan aneh mengarah ke hiro.


" Apa?! tidak mungkin aku hanya mencoba akrab denganmu!!... ahh sudah lah.. " hiro terkejut karena mengira von menganggap nya seperti seorang gay.


di saat seperti ini hiro tertawa dan von sedikit tersenyum melihat tingkah aneh orang yang baru satu hari di kenalnya.


tak lama setelah itu, mereka akhirnya sampai di depan pintu ruang kepala sekolah. " ini dia ruangan nya, semoga kita mendapat kelas yang sama, ya walaupun kemungkinan itu sangat kecil .. hehehe "  ucap hiro sambil sedikit tertawa dan pergi meninggalkan von.


* Orang yang aneh namun dia sedikit menarik\, jika kami satu kelas mungkin aku bisa sedikit akrab dengan nya..


Von mengetuk pintu lalu terdengar suara seseorang untuk menyuruhnya masuk ke dalam.


" Silahkan duduk, apa kau murid baru? bisa sebutkan nama mu. " Ucap seorang wanita dewasa yang terlihat menggoda dengan suara lembut dan rambut putih panjangnya.


" ya itu benar, namaku Von " Ucap von dengan santainya.


Setelah mendengar nama Von wanita tersebut seketika terkejut dan gemetar dengan wajah yang terlihat pucat sambil membolak balik berkas data murid baru yang ada di mejanya.


bu Bella berjalan keluar dari ruang kepala sekolah dengan di ikuti oleh von. Sebenarnya apa yang ibu lakukan dengan wanita ini   Ucap von dari dalam hati.


Di satu sini von memperhatikan Bu bella yang di hormati banyak murid di sekolah ini hingga membuat von sedikit merasa risih karena jadi pusat perhatian saat di antar ke kelasnya, sementara di sisi lain Bu bella tidak berhenti berkeringan dan sedikit ketakutan namun dengan santai nya dapat mengontrol dirinya dan bersikap baik seakan tidak terjadi apa apa.


tidak butuh waktu yang lama, mereka berdua sampai di depan pintu kelas yang terlihat premium dengan beberapa lapisan emas.


" Kita sudah sampai, ayo masuk ke dalam" ucap bu bella yang sudah sedikit lebih tenang dan perlahan masuk ke kelas di ikuti oleh von.


* Siapa dia?.. kenapa bisa masuk ke kelas A1 mungkinkah dia juga orang penting?


* Tidak mungkin\, dia pasti anak orang kaya atau punya tingkat jenius yang tinggi


* atau bisa saja suatu keberuntungan seperti sampah A1 lain haha..


Ucap beberapa murid yang melihat von masuk ke kelas tersebut.


Ketika mengkah masuk ke kelas, von sudah menyadari bahwa seluruh murid yang ada di kelas itu adalah vampir, termasuk bu bella yang sudah di dari tadi disadari oleh von.


* hmm\, sepertinya aku kurang beruntung kali ini. kenapa aku harus dapat kelas seperti ini...* kata von lagi dari dalam hatinya.


Bu bella lalu bicara di depan kelas " Baik anak anak hari ini kelas kita kedatangan mahk-- ehmm maksud ku murid baru. bisa kenalkan dirimu ke pada yang lain ? " ucap bu bella sambil melihat ke arah von.


von berjalan ke depan kelas " Nama ku von, aku baru pindah ke kota ini "  kata singkat yang di ucapkan von membuat suasana hening.


terlihat juga hiro berada di kelas itu tepatnya di bangku paling belakang. sambil melambaikan tangan dan sedikit tertawa ke arah von.


" Miyu, selanjutnya ku serahkan padamu " ucap bu bella kepada seorang guru yang mengajar di kelas setelah itu langsung bergegas pergi.


seorang wanita dengan rambut biru panjangan dan kacamata  mencoba mencairkan suasana  " Baik anak anak, beri tepuk tangan pada teman baru kita.."  namun hanya hiro saja yang bertepuk tangan.


ronald yang juga ada di kelas itu malah tertawa " wahahah, perkenalan macam apa itu, cara bicaranya mirip seperti anjing yang ada di rumahku " serentak membuat sebagian orang yang ada di kelas tertawa.


* Sepertinya mereka Berfikir aku manusia\, baguslah dengan begini semua jadi lebih mudah. tapi sepertinya bu miyu hanya manusia biasa.. * pikir von.


" Baik anak anak, bisa hentikan bercandanya. von bisa duduk di kursi kosong samping hiro " ucap bu miyu dengan senyuman manis.

__ADS_1


Von pada akhirnya duduk bersebelahan dengan hiro. " pstt.. hei von, jangan dengarkan kata kata mereka. aku tidak percaya kita benar benar satu kelas. untuk kedepannya mohon kerja samanya ya " ucap hiro dengan semangat.


Von yang merasa kurang nyaman tidak terlalu mempedulikan perkataan hiro, mengingat dia tau kalau hiro juga seorang vampir walaupun hanya setengah.


Dengan kemampuan iblisnya von bisa dengan mudah membedakan makhluk lain yang bukan manusia serta dapat berbaur dengan menyembunyikan aura serta kekuatan iblis yang ia miliki.


di sisi lain ia juga tidak ingin terlalu terlibat dengan vampir karena tujuan awalnya hanya ingin memulai hidup baru dengan menjalani kehidupan normalnya seperti manusia.


Pelajaran lalu di mulai seperti biasa, hingga Bell istirahat pun berbunyi.


Semua murid keluar dari kelas, dan hanya menyisakan 4 orang yaitu von, hiro dan 2 gadis.


dengan satu gadis berambut putih yang seperti nya kenal dengan hiro namun punya sifat cuek sementara satu lagi gadis cantik dengan rambut hitam panjang serta mata biru yang sangat cantik.


" Fly.. kenapa tidak keluar? Bel istirahat sudah berbunyi " Tanya hiro pada wanita berambut putih. " Diamlah jangan menggangu ku, aku hanya malas untuk pergi dari kursi yang nyaman ini  kata fly dengan nada sombongnya.


" Ehh, begitu ya... bukan karena tidak ingin uangmu habis?. aku melihatnya, wanita wanita kurang ajar dari kelas B1 selalu membully mu kan? kenapa kau tidak mencoba melawan mereka.. " tanya hiro dengan nada sedikit mengejek.


"Aku tidak-- tentu saja tidak!! mereka hanya kumpulan orang keras kepala yang selalu memohon kepadaku untuk di belikan makanan. kalau aku melawan mereka pasti-- " jawab fly dengan sedikit menunduk.


" kenapa kau takut, kau kan juga va-- " ucap hiro dan langsung terhenti saat fly langsung menutup mulutnya.


" H-halo von  " ucap fly kepada von yang dari tadi mendengarkan.


Fly menarik tubuh hiro ke sudut ruangan. fly memukul kepala hiro dan berbisik bisik. sementara von dan gadis bermata biru yang sedari tadi memperhatikan juga sedikit tertawa melihat kelakuan mereka berdua.


" Fly dan hiro selalu begitu setiap hari, mereka sudah berteman sejak kecil dan selalu bersama seperti kekasih " ucap si gadis bermata biru tersebut.


" Oh, begitu " jawab von dengan santai.


Awalnya si gadis bermata biru sedikit malu malu tapi kemudian mulai bertanya ke von " A-aku Lia, aku temannya fly dan kami juga sudah cukup lama berteman " ucap Lia dengan wajah malu malunya.


" Aku von, aku baru di sini dan untuk hiro aku baru mengenalnya beberapa jam yang lalu tapi dia mulai sok akrab dengan ku " jawab von.


" Tapi sepertinya hiro terlihat terbuka di depan mu " ucap Lia sambil tertawa kecil.


Setelah pertengkaran tidak jelas mereka berdua kembali untuk ngobrol bersama " Maaf , tadi aku hanya sembarangan bicara, jadi ak-- " kata kata hiro di potong langsung oleh ucapan von.


" kalian bertiga vampir, aku sudah tau itu sejak masuk ke sekolah ini, aku juga tahu semua teman kelas kita vampir " ucap von yang membuat mereka bertiga terkejut.


" Von, bagaimana kau bisa tau? apa jangan jangan kau juga.. " ucap hiro lalu di potong kembali dengan von " tentu aku tidak seperti kalian, setidaknya aku bukan vampir. kebetulan iaku punya kenalan seorang vampir dan sudah terbiasa dalam kehadiran mereka. "


" w-wah itu bagus sekali, dengan begini bisa ngobrol dengan lebih santai kan? " kata fly dengan sedikit ragu.


" Tenang saja von, aku tidak akan mengisap darah mu, aku hanya akan menghisap darah wanita seumur hidupku " jawab hiro sambil tertawa.


Fly kembali memukul kepala hiro.  " te-tenang saja, walaupun kami vampir tapi kami juga punya aturan untuk tidak sembarangan menghisap darah orang lain, kami juga bisa mengisi nutrisi dengan makanan biasa layaknya manusia jadi tidak usah khawatir ya von " ucap Lia dengan kata kata lembutnya.


*Entah mengapa aku merasa dia (Lia) mirip dengan seseorang..  ucap von dari dalam pikirannya.


" Baik aku mulai lapar, bagaimana kalau kita makan bersama? " tanya fly dengan nada gembira.


Seketika setelah fly bicara seperti itu untuk mencairkan suasana von berpura pura mundur ke belakang yang membuat mereka bertiga bingung dan bicara bersamaan " Tunggu!! bukan seperti itu yang kami maksud!! "


yang membuat von tidak jadi menjauh dan lama terdiam seperti orang polos. seketika berhasil mencairkan suasana dan membuat mereka bertiga tertawa kecil.


hingga bell pelajaran berbunyi dan satu persatu murid yang satu kelas dengan mereka masuk ke kelas diikuti dengan bu miyu yang memulai pelajaran kembali.


Hingga sampai bell pulang berbunyi dan hari sudah mulai sore lagi lagi keemat orang ini tidak beranjak dari kursi mereka masing masing.


Satu satunya alasan von tidak beranjak dari kursinya karena malas (mager) , sementara hiro, fly, dan Lia tidak berani keluar dari kelas karena ada anak anak dari kelas B1 dan juga ronald di luar kelas yang sedang menunggu mereka keluar.


Beberapa menit berlalu, karena tidak sabar ronald dan seorang wanita yang mungkin menguasai kelas B1 menyuruh bawahan/pengikut mereka untuk pulang duluan sementara mereka berdua akan masuk ke kelas A1.


Note:


Karena fasilitas serta murid sekolah yang terkesan elit maka di setiap kelas pasti ada penguasa yang mungkin lebih di sebut yang terbaik dari aspek pengetahuan,kekayaan, dan kekuatan (sebutan untuk penguasa yang berstatus vampir) yang sering di puja puja atau di hormati kelompoknya atau hampir seluruh murid di sekolah.


Dengan posisi kelas A1 sudah jelas adalah kelas dengan murid murid terkuat dan memenuhi semua aspek di atas yang membuat ronald tidak ingin mengambil resiko untuk mencari keributan sebelum semua murid A1 pulang.


akhirnya setelah waktu yang pas ronald dan wanita tersebut (mungkin pacarnya ronald) yang menguasai kelas B1 masuk dan menghampiri von dan lain.


wanita tersebut mulai mendorong fly dengan sangat keras hingga ia terpental jauh membuat beberapa kursi bergeser. "fly, kenapa kau tidak menemui ku saat jam istirahat tadi, aku sangat marah lho.."  ucap si wanita tersebut.


"hei hiro, apa kau tuli?! aku sudah pernah bilang padamu untuk selalu menemui ku di kantin pada jam istirahat " ucap ronald sambil mencekik hiro ke arah dinding kelas.


" hentikan semua ini rebecca, kau tidak bisa se enaknya seperti ini " ucap Lia yang langsung membuat rebecca marah.


" Jangan ikut campur kau vampir cacat " rebecca menendang Lia hingga terpental ke depan kelas.

__ADS_1


Sementara von hanya melihat teman temannya di hajar mulai sedikit merasakan kesal. yang tidak pernah di rasakannya semenjak 8 tahun terakhir.


" kalian berdua menggangu ku bersantai... ini waktunya para murid untuk pulang, jika kalian tidak pergi dalam 1 menit maka aku akan membanting dan menyeret kepala kalian berdua ke luar dari sekolah ini " Ucap von sambil berdiri dan menatap mereka berdua.


__ADS_2