
pagi tiba seperti biasa, von sarapan di temani ibu kesayangan nya.
" Ayo cepat berangkat, nanti kamu telat loh " ucap ibu von seperti biasa
Von hanya diam lalu berangkat tanpa bicara apapun pada ibunya. di perjalanan ke sekolah ia sempat berfikir " kalau manusia dilarang untuk menikahi keluarganya sendiri apakah hal itu di larang untuk iblis ? " ucapnya seakan membuat kita bisa salah mengartikan maksud tersebut.
se sampainya di gerbang sekolah ia melihat ronald yang sudah sembuh dan bahkan seperti tidak pernah mengalami luka sama sekali sedang bicara berdua dengan rebecca.
" orang itu seperti tidak terluka, hmm.. vampire memang hebat, aku suka dengan kemampuan regenerasi mereka.. apakah iblis juga bisa melakukan itu? " kata von bertanya tanya di dalam hatinya.
sesaat setelah von lewat ronald dan rebecca yang melihatnya langsung berjalan mengikuti di belakangnya, " apa yang di lakukan dua orang bodoh ini " kata von sedikit kesal.
karena merasa terganggu von bertanya perlahan kepada mereka berdua, " apa yang kalian berdua lakukan? kenapa kalian berjalan di belakangku "
rebecca sedikit bingung, " tapi tuan von, sudah sifat dari vampire untuk terus mengikuti tuan nya dari belakang, kami hanya menjalankan tradisi tersebut " ucap rebecca menjelaskan.
von yang saat itu juga merasa bingung lalu mengajak rebecca dan ronald untuk ikut dengan nya ke suatu tempat " ayo kalian berdua, ikuti aku dulu "
dengan bingung ronald dan rebecca berjalan mengikuti von, hingga mereka sampai di taman yang sedang sepi, " rebecca, ronald aku ingin memberikan beberapa aturan pada kalian " kata von.
Ronald dan rebecca yang sudah mulai merasa takut lagi bertanya pada von, " a-aturan apa ya tuan von? " tanya rebecca dengan nada takut.
" ada beberapa aturan yang harus kalian lakukan, pertama jangan menghormatiku di depan vampire lain, kedua jangan panggil aku tuan kalian bisa panggil aku von saja, ketiga jangan beri tahu pada siapapun tentang diriku maka aku akan membantu kalian jika anda masalah tentang itu, dan terakhir bersikap baiklah pada teman teman ku. kalian mengerti? "
sontak ketika mendengar hal itu rebecca dan ronald menundukan kepala mereka pertanda bahwa mereka berdua sudah mengeri aturan yang di tentukan oleh von.
" kalau begitu aku akan ke kelas dulu, rebecca bisa ke kelasnya sementara kau bisa berjalan bersama ku " kata von sambil menunjuk ke arah ronald.
mereka akhirnya memutuskan untuk pergi ke kelas masing masing. von dan ronald berjalan bersama ke kelas A1 sementara rebecca akan ke kelasnya.
saat masuk ke dalam kelas, von sadar bahwa beberapa teman kelasnya sedang memperhatikan dirinya walaupun tatapan mereka tidak mengarah padanya.
ronald dan von akhirnya duduk di kursi mereka masing masing, beberapa vampir yang ada di kelas mendekati ronald untuk bertanya apa yang terjadi padanya kemarin.
namun dari penjelasan yang ronald buat von bisa tau kalau ronald menepati aturannya.
seketika dari sampingnya terdengar suara yang tidak asing " hei von, kau tidak apa?! apa yang kau lakukan berjalan ke kelas berdua bersama ronald?! " ucap seseorang yang tidak lain hiro.
" hm? kami hanya membuat kesepakatan saat itu. aku berjanji akan mentraktir dirinya dan rebecca di cafe dengan jaminan mereka tidak menggangu kalian lagi " ucap von yang seperti biasa dapat menyembunyikan ekspresinya dengan sangat baik.
Hiro yang tidak ingin terlalu memikirkan hal itu percaya dengan ucapan von, " wah syukurlah, aku pikir kau mungkin sudah di bawah tanah sekarang hehehe " kata hiro dengan nada mengejeknya.
von tidak terlalu memikirkan apa yang di maksud oleh hiro, ia lebih memikirkan tentang hal kemarin setelah ia mengeluarkan sedikit aura iblisnya membuat beberapa vampir di sekolah menjadi lebih waspada.
" padahal saat itu aku sudah berusaha untuk menekan kekuatanku se kecil mungkin, tapi mereka tetap dapat merasakannya, aku harus lebih berhati hati untuk mengeluarkan nya mulai sekarang " ucap von dalam hati yang nyatanya tidak seperti itu.
von berfikir bahwa mungkin ada beberapa vampir hebat di tempat ini karena bisa merasakan aura yang baginya kecil, sementara kenyataannya kekuatan yang di anggapnya kecil malah menjadi bencana di wilayah ini.
__ADS_1
pada detik itu juga rushia tiba di kelas di temani dengan rey yang seperti nya cukup kuat dan berpengaruh di kelas tersebut.
dari informasi murid yang von dapat melalui ronald, julukan murid ( vampir ) terkuat di sekolah ini ada pada rey, seorang pria dengan rambut putih serta ketampanan yang seakan dapat merebut hati siapapun yang di ajak nya bicara.
" Dia rey? dia mungkin salah satu yang menyadari diriku waktu itu, lebih baik aku tidak terlalu kontak langsung dengannya " ucap von dari dalam hatinya.
rushia yang saat itu bersama rey melihat von menatap mereka langsung menarik lengan rey untuk segera duduk di kursi mereka masing masing.
Di sini bisa di simpulkan kalau rushia benar benar men aggap serius ucapan ibunya dengan waspada kepada von sambil mencari beberapa informasi yang mungkin dapat memberinya alasan kenapa ibunya takut dengan von.
tak lama berselang setelah itu bu miyuki datang dan memulai pelajaran seperti biasa.
rey yang bingung dengan tingkah tunangan nya itu berbisik kepada rushia " ada apa? kenapa kau menarik lenganku seperti itu? " namun setelah bertanya rushia hanya diam dan mencoba mengalihkan pandangannya ke depan kelas.
Rushia dan rey memang sudah dekat sejak kecil, keluarga mereka memutuskan untuk menjodohkan mereka berdua ketika sudah waktunya.
hal ini juga bertujuan untuk menciptakan generasi vampir baru yang mungkin lebih kuat dari rey dan rushia.
namun sejak awal rey dan rushia juga sudah saling mencintai satu sama lain jadi hal tersebut tidak akan menggangu mereka berdua.
beberapa jam berlalu akhirnya waktu istirahat, semua murid seperti biasa keluar dari kelas namun von dan teman teman nya tidak.
seperti biasanya, von tidak terlalu suka banyak bergerak ia juga tidak memiliki teman yang bisa ia ajak ke kantin dan walaupun ia ke kantin ia tidak tau ingin makan apa. sungguh pemikiran yang rumit.
di sisi lain lia perlahan berjalan menghampiri von lalu mengucapkan terima kasih padanya, " terima kasih untuk yang kemarin, aku tidak berfikir kau akan berbuat senekat itu hanya untuk membela kami " kata lia dengan nada malu malunya.
tanpa di duga, ternyata rushia dari tadi sedang menguping pembicaraan mereka lewat pintu depan kelas, bersama rey di sampingnya.
" ru-rushia, apa yang kau lakukan di sini, ayo kita ke taman " ucap rey merasa cemas bercampur bingung melihat tingkah laku tunangannya ini.
sementara von yang menyadari hal itu mencoba untuk menjawab santai pertanyaan fly, " aku hanya belajar sedikit bela diri dari almarhum kakekku, aku juga sudah menjelaskan nya pada hiro jadi kalian tidak perlu bingung begitu " jawab von dengan ekspresi manipulasi nya.
" ohh begitu, sebenarnya aku juga sudah mendengarnya dari hiro tapi aku kurang mempercayainya jadi aku menanyakan langsung kepadamu hihi " kata fly dengan nada seakan mengejek hiro.
sementara mereka sedang ngobrol di kelas dan rushia dan rey masih menguping di depan pintu kelas terlihat juga rebecca sedang berjalan dari ujung lorong hingga ia berhenti ketika melihat rushia dan rey menguping di depan pintu kelas.
ia dengan cepat mengambil ponselnya lalu menghubungi von. " apa yang kedua orang itu lakukan, aku harus memberitahu von " kata rebecca sambil mencoba menelpon von dari tempatnya berdiri saat ini.
saat itu juga ponsel von berdering, " hm? maaf semua aku harus angkat telpon dulu " ucap von sambil berjalan menjauh dari teman temannya ke sudut kelas.
" rebecca? apa ada masalah? " ucap von pelan agar teman temannya tidak mendengar.
" maaf menggangu waktumu tapi saat ini rushia dan rey sedang menguping pembicaraan kalian lewat pintu depan " ucap rebecca yang sebenarnya sudah di ketahui oleh von sedari tadi.
namun karena von merasa tidak enak dengan rebecca karena sudah repot repot menelponnya jadi ia mengucapkan terima kasih " terima kasih rebecca, untuk saat ini waspadalah pada vampire lain.. mereka mungkin sudah curiga dengan mu dan ronald, jika kalian di serang segera hubungi aku " ucap von yang entah kenapa membuat rebecca seakan senang, ia seperti di puji oleh orang yang hebat.
dengan senyum ia berjalan pergi mencari ronald, sementara itu di sisi von hiro mulai bercanda dengan nya " kenapa lama sekali? jangan jangan pacarmu ya? " ucap hiro bercanda.
__ADS_1
von tentu tidak menanggapi hal itu dengan sebuah candaan ia hanya akan mengatakan hal jujur saat itu, " bukan, itu ibuku " kata von yang membuat mereka semua percaya.
Lia yang sedari tadi bertingkah aneh saat hiro berkata hal itu tiba tiba mulai menarik napas lega.
namun saat ini ia tidak menyadari fly sedang memperhatikan nya dengan senyum aneh di wajahnya " ada apa? apa kau panik jika seandainya von bilang ia sudah punya pacar? " tanya fly ke lia yang sontak membuat ia malu.
" Bu-bukan seperti itu, aku hanya-.. " ucap lia sambil malu malu dan menutup muka dengan kedua tangannya.
von saat itu merasa bingung dengan tingkah lia, ia merasa semua yang dikatakan mereka hanya sebuah candaan biasa.
sementara itu di sisi depan pintu kelas rey mulai terlihat semakin bingung " rushia, hentikan ini ayo kita pergi " kata rey yang sudah merasa aneh.
karena merasa tidak akan mendapat info apapun rushia memutuskan untuk pergi bersama rey dari tempat itu.
sementara itu fokus akan berpindah pada ibu von yang sedang membuka kulkas di rumahnya, " wahh.. sepertinya aku harus belanja kebutuhan lagi.. atau von akan kelaparan :) " kata ibu von dengan senyum manisnya.
ia pun berangkat keluar dari rumah sambil bersenandung ria menandakan saat ini ia sedang senang.
saat ia keluar salah satu nenek dari rumah sebelah ( tetangganya ) menyapa dengan senyum " oh, Meiko mau pergi belanja? " tanya nenek tersebut tersenyum.
ibu von membalas ucapan nenek tersebut juga dengan senyuman " iya, aku tidak ingin anak ku kelaparan saat sudah pulang nanti >_< " kata ibu von dengan imut.
" semangat ya, aku yakin anakmu pasti bangga dan sayang punya ibu seperti mu " ucap si nenek dengan kata kata yang terdengar menyenangkan.
membuat ibu von menjadi lebih ceria " iya nek, aku permisi dulu ya :) " kata ibu von berjalan pergi sambil sedikit bersenandung menandakan saat ini ia sedang senang.
saat ia sedang berjalan ia melihat beberapa anak muda yang mungkin seumuran dengan von sedang menganggu seorang gadis " hei bagaimana kita bersenang senang? ayolah kami akan membelikan mu apapun yang kau inginkan. jangan menolak kami begitu hahaha " ucap para pemuda itu.
ibu von menghampiri mereka lalu menanyakan apa yang terjadi " ada apa ini? apakah kau di ganggu oleh mereka? " tanya ibu von kepada gadis itu.
gadis itu langsung berdiri di belakang ibu von " i-iya itu benar, mereka ingin melakukan hal tidak senonoh padaku " kata gadis itu dengan wajah takut.
" hei tante jangan menggangu kami, kami hanya ingin bermain dengan nya!! " ucap para remaja itu merasa tenggangu.
ibu von hanya tersenuym dan mengelus kepala gadis itu " kamu pulang lah sana, ibu mu pasti sudah khawatir dengamu. masalah ini biar tante yang tangani " ucap ibu von dengan tulus.
gadis itu lalu menundukkan kepalanya lalu pergi menjauh dari mereka, " hei tante apa yang kau lakukan, sekarang kami tidak dapat bersenang senang, kau harus bertanggung jawab!! " ucap para pemuda itu dengan kesal.
salah satu remaja mulai memandang tubuh ibu von dari bawah sampai atas " cantik juga, ok karena gadis tadi lari karena mu jadi sebagai gantinya kami akan bersenang senang dengan mu haha " ucap para pemuda tersebut dengan tatapan mesum.
ibu von hanya tersenyum lalu berjalan ke sebuah gang gelap di pinggir jalan. " woah tante ini sepertinya sedang ingin melakukannya.. asik ayo lakukan haha " kata beberapa pemuda itu.
mereka semua pada akhirnya masuk ke gang gelap secara bersamaan hingga bebera saat kemudian terdengar suara teriakan di ikuti dengan genangan darah keluar dari gang.
ibu von keluar dari gang sambil membersihkan noda darah di lengannya dengan sebuah sapu tangan " jika von mendengar apa yang baru saja kalian katakan maka kalian akan mendapatkan neraka yang lebih buruk dari ini " kata ibu von sambil berjalan pergi.
sementara itu di kelas saat sedang belajar von tiba tiba bersin yang menyebabkan beberapa teman kelasnya melihat dirinya " maaf semua " kata von sambil mengalihkan pandangannya.
__ADS_1