
hari yang cerah..
von baru saja berangkat sekolah, entah kenapa hari ini ia merasa malas untuk berjalan ke sekolah jadi ia memutuskan untuk naik bis agar lebih cepat sampai.
di dalam bis ia melihat ada seorang gadis yang menggunakan seragam sekolah yang sama dengannya sedang di cabuli oleh beberapa pria.
von tidak ingin membantu gadis itu, ia tau kalau gadis itu seorang vampir. dan mungkin saja gadis itu sengaja di cabuli agar ia bisa mengambil kesempatan dan meminum darah mereka.
di sisi lain terlihat seorang pria yang juga mengenakan seragam sekolah yang sama dengan von sedang berusaha membela si gadis.
" hei apa yang kalian lakukan padanya ? " kata si pria itu, di sini von tau kalau jika si pria berhasil mengusir para orang cabul itu maka pria itu akan jadi target si gadis vampir selanjutnya.
" aku jadi kasihan dengan mu " kata von yang duduk tak jauh dari mereka.
" apa maksudmu? " kata si pria bicara pada von, di saat itu von hanya mengabaikannya.
" kau pasti melihat ini dari tadi kan? kenapa kau tidak menolongnya? atau kau juga ingin melihat tindakan cabul itu lalu berniat merekamnya? " kata si pria ke arah von.
" itu bukan urusanku " ucap von yang langsung membuat pria itu terkejut.
" kau sendiri kenapa mendadak membela gadis itu? apa kau keluarganya? atau kau pacarnya? atau mungkin kau mencoba mencari perhatiannya dengan cara menyelamatkan nya setelah itu berharap mendapatkan kisah cinta hayalan yang sudah terfikir olehmu sebelum bertindak. itu tindakan terbodoh yang pernah ku lihat " ucap von yang langsung membuat pria itu marah.
" aku hanya mencoba menolongnya, kau sendiri apa tidak punya hati melihat seorang gadis di perlakukan seperti itu di depan umum? " kata si pria dengan tatapan kesal.
" dan kau sendiri bagaimana? kau menolong dia tanpa tau dia itu sebenarnya apa? apakah dia benar benar lemah? mungkin saja dia pernah belajar bela diri dan mungkin sudah bersiap memberi pelajaran pada mereka. jika memang benar seperti itu hanya akan mempermalukan dirimu sendiri bukan? " kata von lagi membalas kata kata si pria.
" oy oy, yang berbuat tidak senonoh di sini kami kenapa kalian yang bertengkar? " kata salah satu pria cabul tadi.
" kau juga, kenapa kau berbuat cabul dengannya? apa kau tidak punya pikiran? " kata si pria membela yang langsung membuatĀ si pria cabul tertawa.
" hahaha, orang ini lucu sekali.. apa kau tidak dengar yang di katakan pria itu ( menunjuk ke arah von ) seperti yang dia bilang ini bukan urusanmu " kata si pria cabul yang membuat pria pembela wanita tadi marah lalu memukul wajahnya.
setelah itu terjadi perkelahian hebat di dalam bis. dan supir dengan beberapa orang mencoba mereda perkelahian mereka hingga bis sampai di halte dekat sekolah von.
disini von turun dengan gadis itu, sementara si pria yang tadi membela akan pria cabul di bawa ke kantor polisi untuk bimbingan lebih lanjut.
" sepertinya hari ini nihil yaa.. sayang sekali silahkan di coba di hari lain " kata von sambil meninggalkan gadis itu.
gadis itu mulai mengikuti von sambil berbicara " sepertinya kau tau tentang identitasku, apa kau juga seorang vampir? " tanya gadis itu.
" bukan , aku tidak mungkin serendah itu " ucap von yang langsung membuat si gadis marah dan mencoba untuk menyerangnya.
dengan cepat von mencekik gadis itu lalu mengancamnya dengan sedikit mengeluarkan aura iblisnya " dengar, aku tidak ingin ada binatang menjijikan yang menggangu perjalananku ke sekolah " ucap von sambil melepaskan gadis itu lalu menghilangkan aura nya kembali.
si gadis tadi langsung bergetar ketakutan sementara von berjalan menjauh darinya " ma-maafkan aku, aku tidak akan menggangu mu lagi " ucap si gadis sambil menundukkan kepalanya.
von berfikir sejenak karena si gadis memakai pakaian yang sama dengan nya mungkin saja si gadis juga bersekolah di sekolahnya namun dari pantaunya ia tidak pernah merasakan kehadiran si gadis di sekolah.
" mungkin dia murid baru.. " ucap von yang saat itu sudah berada di gerbang sekolah.
__ADS_1
sesampainya di kelas von langsung di sapa oleh hiro " pagi von " kata hiro, sementara von tidak menjawab lalu duduk di kursinya.
" ada apa von? kenapa mukamu seperti itu? apa kau tidak sehat? " kata hiro bertanya kepada von.
" tidak, aku hanya bertemu gadis aneh waktu naik bis ke sekolah ini " kata von yang langsung membuat hiro tertawa.
" hahah, gadis aneh? sepertinya hari ini kau kurang beruntung ya!! bisa ceritakan padaku apa yang terjadi? " tanya hiro ke von.
" ceritanya panjang, lain waktu akan ku ceritakan " jawab von yang langsung membuat hiro kecewa.
" yahh, kau orang yang sangat pelit... ayo ceritakan saja padaku " ucap hiro sedikit memaksa.
lonceng besar berbunyi tanda bahwa pelajaran pertama akan di mulai, bu miyuki pun masuk ke kelas bersama seorang gadis yang tidak asing di mata von.
" selamat pagi anak anak, hari ini kita kedatangan satu murid baru lagi loh! " ucap bu miyuki yang langsung membuat semua orang di kelas melihat gadis itu.
gadis tersebut tau kalau kelas ini penuh dengan vampir jadi ia mulai mengeluarkan aura vampirnya untuk dominasi kelas.
dapat di lihat dari sini ternyata si gadis bukan vampir biasa, ia punya kekuatan yang setara dengan rushia. dan dengan dominasi pertamanya membuat semua vampir di kelas langsung sadar kalau gadis ini bukan vampir sembarangan.
di sini si gadis mulai bicara dalam hati " hah? ternyata kelas A1 tidak sehebat yang ayah bilang, hanya ada satu vampir kuat di kelas ini " ucap gadis itu dari dalam hati sambil melihat ke arah rey.
hingga senyumnya berubah jadi ketakutan, ia mendadak mematung dan membisu setelah melihat sosok von yang duduk di belakang dengan wajah mengarah ke jendela.
" mo-monster itu di kelas ini?! " ucap gadis itu dalam hati dan dengan kaki sedikit gemetar.
" ayo perkenalkan dirimu pada yang lain " ucap bu miyuki yang seketika memecah lamunan si gadis.
" na-namaku lauren, salam kenal semuanya" ucap lauren yang langsung membuat von melihat kearahnya, karena takut lauren reflek menundukkan kepalannya.
dengan reaksi lauren tadi semua vampir menjadi terkejut. mereka berfikir mungkin lauren takut pada rey padahal nyatanya ia tidak berani menatap von.
" ba-baik lauren, silahkan untuk menempati tempat duduk yang kosong " kata bu miyuki sedikit bingung. di sini lauren mereka sedikit lega karena ia mendapat tempat yang jauh dari von.
namun walaupun begitu ia tetap takut jika tiba tiba von menatap ke arah nya. rushia mulai curiga dan bicara di dalam hatinya " apa mungkin gadis ini tau siapa sebenarnya von? aku harus bertanya padanya nanti " ucap rushia dari dalam hati.
ronald yang saat itu melihat lauren ketakutan sudah tau kalau lauren takut pada von bukan rey dan " tuan von mungkin saja sudah melakukan sesuatu pada gadis itu, sebaiknya aku tidak terlalu dekat dengan gadis itu atau habislah aku " kata ronald dari dalam hatinya.
beberapa jam berlalu akhirnya lonceng istirahat berbunyi, di sini lauren langsung cepat cepat keluar dari kelas sebelum von melihatnya.
setelah melihat lauren bergerak cepat keluar dari kelas rushia mulai mengikutinya di ikuti dengan rey yang juga penasaran dengan sikap rushia belakangan ini.
lauren pergi ke toilet wanita untuk menenangkan pikirannya, " bagaimana ia bisa ada di kelas A1? apa mungkin dia ketua kelasnya? tidak itu tidak mungkin aku melihat beberapa vampir bodoh di kelas dan mereka sama sekali tidak menyadari monster itu, mungkin saja saat ini aku mengetahui rahasianya dan jika aku memberitahu vampir lain hidupku akan tamat!! ahh kenapa ini terjadi padaku " ucap lauren dari dalam toilet yang langsung di dengar oleh rushia.
karena itu toilet wanita rey tidak bisa masuk ke dalam jadi ia menunggu rushia di tempat yang sedikit jauh dari pintu masuk toilet.
rushia yang mendengarkan perkataan lauren mendadak panik " apa? monster? apa yang di bicarakan wanita itu von? tapi itu tidak mungkin! von tidak memiliki aura vampir setidaknya aku yakin dia manusia. ibu juga bilang padaku untuk tidak macam macam dengan von apa itu berarti von bukan manusia? semua ini membuatku pusing " kata rushia dari dalam hati dan langsung mendobrak masuk ke toilet lauren dan bicara dengannya.
" apa yang kau maksud tadi? " kata rushia bertanya pada lauren, di sini lauren hanya tersenyum dan berkata " apa yang kau lakukan? dasar gadis cabul " ucap lauren yang langsung membuat rushia marah, namun ia memilih untuk tetap tenang dan bicara baik baik dengan lauren.
__ADS_1
" kau lauren kan? bisa beri tahu padaku apa yang kau tau tentang von? " tanya rushia dengan sopan, di sini lauren ingin buka mulut soal von namun sekilas ia berfikir " kenapa para vampir tidak takut pada von? apa mereka tau ada monster di dalam kelas itu? atau mungkin von berusaha untuk menyembunyikan kekuatannya? jika aku memberitahu kan tentang dirinya pada orang lain dia mungkin bisa membunuhku " ucap lauren dari dalam hati yang langsung membuatnya panik.
" a-aku tidak tau apapun soalnya, yang aku tau kami satu bis waktu ke sekolah tadi dan ia mencoba untuk berbuat tidak senonoh dengan ku, karena itu aku menganggap dia sebagai monster cabul yang suka berburu wanita cantik " jawab lauren dengan nada sedikit takut.
" ji-jika dia mendengar perkataanku ini aku mungkin saja akan mati, tapi ini lebih baik dari pada memberi tahu wanita ini soal monster itu " ucap lauren lagi dari dalam hatinya.
" apa yang sebenarnya di sembunyikan oleh gadis ini, apa yang di katakannya benar? atau dia hanya mengarang semua itu untuk menutupi identitas von? " ucap rushia dari dalam hatinya.
" sudahlah, aku tidak ingin berdebat dengan wanita seperti mu " ucap lauren sambil pergi keluar toilet meninggalkan rushia.
" wanita itu pasti tau sesuatu, dan bukan hanya dia.. aku yakin ronald dan rebecca juga tau tentang identitas von, aku harus menyelidiki ini " ucap rushia dari dalam hati lalu keluar dari toilet dan pergi bersama rey.
sementara itu di kelas lagi lagi von tidak keluar dan hanya bersantai di kursi nya namun kali ini ia hanya sendiri di dalam kelas.
karena ronald dan rebecca sudah menjadi bawahan von saat ini lia,fly, dan hiro tidak lagi di ganggu oleh mereka berdua.
hiro, fly dan lia sekarang bisa pergi keluar sesuka hati mereka, dan bahkan rebecca serta ronald mulai bersikap baik pada mereka bertiga.
saat von bersantai dan menutup matanya seketika itu pula ia mendengar suara rushia memanggilnya. dan ketika ia membuka mata rushia sudah berdiri di depan mejanya.
" apa yang kau mau? " tanya von pada rushia yang saat itu menatap curiga pada von, rey yang juga berada di situ hanya melihat von dengan tatapan aneh.
" kau sudah tau kalau kami vampir kan? " ucap rushia kepada von, yang langsung di jawab oleh rey " rushia apa yang kau lakukan?! rahasia kita bisa terbongkar! " kata rey dengan sedikit marah.
" ya aku sudah tau, lantas apa maumu? membunuhku? " ucap von dengan nada tidak terlalu peduli. membuat rushia semakin yakin kalau von bukan manusia biasa.
" bagaimana caramu mengetahui kami? " tanya rushia lagi dengan ekspresi marahnya membuat rey sedikit bingung " rushia jangan menakutinya, maaf von kami tidak bermaksud menggangu mu, kau tidak perlu takut dengan kami walaupun kami vampir tapi kami tidak akan sembarangan menghisap darah manusia jadi kau tidak perlu cemas " ucap rey yang masih menganggap von sebagai manusia biasa.
" tidak apa, aku punya kenalan seorang vampir jadi aku sudah terbiasa dengan hawa keberadaan kalian, sejak pertama kali ke kelas ini aku sudah tau kalau kelas ini di penuhi vampir jadi aku memilih untuk tetap diam " jawab von dengan santainya.
setelah mendengar ucapan von rey menarik napas lega " huhh.. baguslah kalau kau sudah terbiasa, tenang saja murid yang lain tidak akan sembarangan menghisap darah siapapun di sekolah ini, jika kau dalam masalah dengan para vampir kau bisa memberitahu ku " ucap rey yang seperti seorang pria polos biasa.
" dia mungkin kuat tapi dia jelas jelas hanya punya sikap polos. atau mungkin ia hanya bersandiwara agar aku percaya padanya? " ucap von dari dalam hati yang padahal kenyataannya rey benar benar hanyalah vampir polos yang tidak pernah mengisap darah siapapun namun memiliki kekuatan yang sangat besar.
" rushia jangan menakuti von seperti itu, ayo kita pergi dari sini.. sampai jumpa lagi von " ucap rey sambil menarik lengan rushia keluar dari kelas.
" apa yang kau lakukan rey!! " ucap rushia yang sedari tadi di paksa keluar kelas oleh rey. " rushia kau tidak boleh jahil dengan ras yang lebih lemah darimu, daripada menggangu von lebih baik kita ke kantin dan makan bersama " ucap rey dengan polosnya membuat rushia tidak memiliki pilihan lain selain menurutinya.
di sisi lain rebecca bertemu dengan lauren lalu berkata " apa kau sudah melihat kekuatan nya? " ucap rebecca yang seketika membuat lauren terkejut.
" a-apa maksudmu? aku tidak mengerti.." jawab lauren yang ingin sekali lagi merahasiakan tentang von. " tentu aku juga sama seperti mu, aku sudah melihat kekuatannya dan sekarang untuk menyelamatkan nyawaku aku menjadi bawahannya " ucap rebecca yang langsung membuat lauren terkejut.
" apa? kau menjadi bawahan nya? " ucap lauren dengan serius menatap ke arah rebecca. " ya , aku sarankan jika kau ingin tetap hidup kau harus menjadi bawahannya dengan begitu kau akan merasakan rasanya di lindungi oleh makhluk terkuat di sekolah ini " ucap rebecca sambil tersenyum yang pada kenyataannya ia hanya bertaruh tentang hal ini.
rebecca berfikir bahwa lauren sudah melihat kekuatan von, namun ia belum terlalu yakin karena jika tebakannya salah maka tidak diragukan lagi kalau ia akan mati di tangan von.
namun saat ini tebakannya benar dan berhasil membuat lauren bimbang dengan perkataannya, setelah mengatakan itu rebecca pergi tanpa bicara apapun lagi.
" menjadi bawahan nya? yang benar saja.. tapi dengan kekuatan sebesar itu ia pasti berasal dari keluarga vampir yang sangat kuat. jika aku menjadi bawahannya maka level keluargaku juga akan naik sangat jauh dan para tetua vampir yang lain tidak akan berani macam macam dengan kami. tapi apa aku bisa? apa dia akan menerima ku sebagai bawahannya? atau malah akan membunuh ku jika aku menggangunya? yang teburuk ia bisa saja membunuh seluruh keluargaku. aku harus bagaimana sekarang!! " ucap lauren dari dalam hati merasa sangat bimbang antara memilih menjadi musuh, menjadi bawahan, atau tetap berada di zona aman seperti sekarang.
__ADS_1