Aku Dan Ibu Iblisku

Aku Dan Ibu Iblisku
Munculnya Ancaman para Vampir


__ADS_3

" kalian berdua menggangu ku bersantai... ini waktunya para murid untuk pulang, jika kalian tidak pergi dalam 1 menit maka aku akan membanting dan menyeret kepala kalian berdua ke luar dari sekolah ini " Ucap von sambil berdiri dan menatap mereka berdua.


Ucapan tersebut langsung membuat ronald dan rebecca terhenti " hm? wah wah, liat siapa yang bicara " ucap ronald sambil melihat von.


" heh? ronald dia manusia " ucap rebecca dengan tatapan bingung.


"wah wah, tidak mungkin manusia berani menantang vampire. dia mungkin saja vampire namun karena kekuatannya terlalu kecil jadi kita tidak dapat merasakan nya " ucap ronald sambil tertawa.


Saat ini von hanya diam dengan muka datarnya lalu mengatakan " pernah seseorang mengatakan padaku bahwa vampire itu makhluk paling rendah di kalangan monster. mereka bahkan tidak bisa mengendalikan emosi serta nafsu mereka. setelah aku melihat kalian sekarang aku jadi semakin yakin " ucap von dengan nada sedikit menghina.


Mendengar hal itu raut wajah keduanya menjadi marah dan mendekat ke arah von " wah.. harusnya kau diam saja tadi, dengan begitu kami tidak perlu melakukan ini kepadamu " ucap ronald dengan kesal.


von yang saat itu perlahan di dekati mulai membuka jendela lalu melompat


" bodoh, apa yang di lakukan orang itu, ini lantai 7 " ucap rebecca.


" tidak perlu cemas, aku yakin dia juga vampire. ia mencoba mengalihkan perhatian kita agar teman teman barunya ini dapat selamat, kau tunggu di sini dan hajar mereka bertiga " ucap ronald.


rebecca tersenyum jahat " begitu ya.. jangan lama lama ya " ucap rebecca.


" tenang saja, aku tidak sabar ingin melihat wajah mereka ketika melihat teman nya di habisi " ucap ronald dengan wajah senang.


" j-jangan lakukan " jawab hiro dengan tubuh yang sudah mulai melemah.


tanpa peringatan rebecca menendang hiro dengan sangat keras hingga membuatnya tidak bisa bangkit.


Dengan santai von berjalan di hutan dekat sekolah " hm.. ini bagus, tidak akan ada orang yang bisa melihat kami di sini " ucap von lalu di ikuti dengan suara langkah kaki ronald yang mulai mendekat.


" wah wah, di sini ternyata teman pecundang kita.. bagaimana apakah kau sudah lelah? " ucap ronald dengan sombongnya.


" Pohon di sini sangat bagus ya, apa kau sering datang ke sini? " ucap von dengan santainya.


" ya ini lumayan, aku dan rebecca sering ke sini untuk berkencan, cukup basa basinya sekarang waktunya bermain " ucap ronald tertawa.


Von berjalan dan menyentuh sebuah pohon " ku dengar vampire punya regenerasi, kalau begitu tidak masalah kalau aku melakukan ini " ucap von bersamaan dengan hancurnya bagian pohon yang di sentuh.


seketika setelah melihat hal itu ronald dengan waspada melompat mundur mengikuti insting vampire nya.


meskipun sombong nyatanya ia adalah salah satu murid kelas A1 yang memiliki kemampuan, ia dapat dengan jelas tau mana bahaya dan mana yang tidak.


" ada apa? ayo bermain.. sudah cukup lama aku tidak bertarung, rasanya sedikit aneh. sepertinya aku mulai melemah belakangan ini " ucap von perlahan mendekati ronald


" S-sudah ku duga, tidak mungkin manusia bisa di terima di kelas A1.. aku sudah menyadari sejak melihat ekspresi kepala sekolah " ucap ronald dengan panik.


" bagus, kalau begitu ini akan cepat.. tenang saja aku hanya akan mematahkan beberapa tulangmu.. " ucap von dengan ekspresi datar dan mata berubah menjadi merah.


ronald berusaha maju dan menyerang tapi baru beberapa langkah kaki kanannya tiba tiba hancur yang membuatnya terjatuh.


Ronal memegang kakinya yang hancur sambil berteriak kesakitan, sementara di sisi lain von hanya diam menatapnya.


setelah beberapa saat bagian kaki ronald beregenerasi dan sembuh secara perlahan.


" hm.. bahkan regenerasi nya masih bisa menyembuhkan tulang yang hancul.. " ucap von sambil menatap kaki ronald.


" Tapi kalau di coba ke area kepala apakah bisa sembuh juga? " tanya von dengan santai nya


Kaki ronald sudah mulai sembuh namun saat ini ekspresi nya masih terlihat pucat " tu-tunguu, Bagaimana kalau kita membuat sebuah kesepakatan. aku akan menjadi rekan mu dan memberi info tentang vampire lain dan sebagai gantinya kau tidak perlu membunuhku.. " ucap ronald dengan wajah pucatnya.

__ADS_1


" rekan? apa itu pantas? aku rasa kau tidak terlihat kuat untuk menjadi rekan ku... " jawab von.


" ba-bagaimana jika jadi bawahan? kita bisa melakukan kontrak darah dengan begitu aku tidak akan bisa menghianati mu " ucap ronald tanpa berfikir panjang.


" hm? kontrak darah? maksudmu darah ku dan darah mu di satukan begitu? tidak terima kasih, bagaimana jika melakukan kontrak yang ku buat sendiri? " tanya von ke ronald.


Ronald yang sudah ketakutan tidak punya pilihan lain, jika ia menolak maka kepalanya akan berantakan saat itu juga.


" B-baik aku setuju! " jawab ronald dengan nada keras.


" bisa pinjam ponsel mu? " tanya von. dan ronald yang tanpa basa basi langsung memberikan ponsel miliknya.


tanpa di duga von menghancurkan kedua lengan ronald dan memotret nya lalu mengirim foto tersebut ke chat rebecca.


"achh.. ini tidak sesuai dengan kesepakatan kita!! " teriak ronald semakin kesakitan.


Rebecca yang sedari tadi menyiksa fly menerima pesan dari ponselnya " hm? ronald, apa dia sudah selesai dengan sampah itu? " ucap rebecca sambil mengecek riwayat chat pada ponselnya.


rebecca terdiam dengan tatapan pucat serta tubuhnya bergetar ketakutan di ikuti dengan ponsel yang tiba tiba berdering menandakan ada panggilan masuk.


rebecca menjawab panggilan lalu terdengar suara von " Hm? sudah liat fotonya? dia menyerah dan ingin menjadi bawahanku. sekarang keputusan mu hanya 2 yaitu mati di tangan ku atau menjadi bawahanku"


rebecca yang mendegar suara von tatapannya mulai kosong ia berfikir untuk lari selagi von masih bicara di telpon.


" jika kau lari, maka aku akan memburu mu dan membunuhmu saat itu juga " kata von, yang langsung membuat panik.


" Ji-jika aku jadi bawahanmu apa aku akan bernasib sama seperti ronald? " tanya rebecca dengan pelan.


" hmm.. tidak juga selama kau menuruti permintaan ku sekarang " jawab von.


" tentu saja berhenti menghajar teman teman ku, dan satu hal lagi... bisa kau mendekat ke jendela sebentar? " ucap von dengan nada santai.


rebecca yang sudah ketakutan berjalan mendekati jendela lalu terlihat sebuah aura hitam mengerikan di atas salah satu gedung sekolah.


" nah.. dengan begini aku bisa melihat mu dengan jelas.. jika kau memberi tahu tentang diriku kepada orang lain maka kau akan merasakan neraka tanpa ujung "


rebecca mematung tidak bergerak karena ketakutan yang ia rasakan, ia melihat von dengan aura yang sangat mengerikan sedang menatapnya dari kejauhan.


Von lalu meremas ponsel ronald hingga hancur dan pergi menjauh dari wilayah sekolah.


rebecca yang sudah tidak merasakan aura von akhirnya terduduk dan menghela nafas panjang.


" mo-monster, itu bukan vampire.. itu.. " ucapan rebecca terhenti dan ia langsung bergegas keluar dari kelas meninggalkan hero dan yang lain.


" ada apa dengan wanita itu? " tanya hiro kepada lia dan fly.


" entahlah, tapi sepertinya ada yang tidak beres. semoga saja von tidak terluka " jawab fly.


sementara itu dari sebuah gang di pinggir jalan von muncul dan berjalan ke arah rumahnya.


" sepertinya aku terlalu berlebihan, kalau ibu tau dia pasti marah " ucap von sambil berjalan pulang ke rumahnya.


sementara itu di sebuah rumah yang lumayan mewah ada bu bella dan anaknya sedang duduk di ruang tamu.


" rushia, ibu ingin bicara dengan mu.. ini soal murid baru yang ibu kenalkan di kelasmu tadi siang " ucap bu bella dengan seorang gadis yang juga berambut putih.


" ada apa dengan anak itu ibu? kenapa ibu harus repot repot mengatarnya ke kelas? " tanya rushia pada ibunya.

__ADS_1


" Bersikap sopanlah padanya, jangan menghina atau bersikap acuh padanya, ibu tidak ingin sesuatu terjadi padamu " ucap bella dengan serius.


mendengar ibu nya terlihat serius rushia mulai bingung " ada apa ibu? sikap ibu jadi aneh sejak orang itu masuk ke sekolah kita, apa ada sesuatu dengan nya? " tanya rushia.


" yang jelas, ibu ingin kau tidak membuatnya marah, hal ini juga berlaku untuk rey "


" tapi ibu, rey murid terkuat di sekolah, ia juga ketua kelas A1 dia mungkin dapat -- "


" Ikuti saja ucapan ibu, jika rey macam macam dengan von ibu ingin kau tidak mengikuti nya " ucap bella lalu pergi meninggalkan anaknya sendiri di ruang tamu.


" ada apa dengan ibu, kenapa dia terlihat begitu takut.. aku harus menyelidiki hal ini "


sementara itu view berpindah kembali ke rumah von di mana ia mencoba masuk ke jendela kamar nya diam diam.


" hayo, mau apa anak ibu? " tiba tiba ibu berbisik ke telinganya yang membuat von terkejut.


" whoa.. apa yang ibu lakukan, jantung ku hampir saja lepas "


" ehe.. kalau jantung mu lepas maka ibu akan menangkap dan menyimpannya untuk ibu sendiri " ucap si ibu dengan senyuman.


" jadi? apa yang anak ibu lakukan di sini? kenapa kamu lewat jendela dan bukan pintu depan? kenapa kamu pulang terlambat? dari mana saja anak ibu ini? hm? "


" ibu hentikan itu, kau membuatku takut.. aku hanya membantu teman teman ku, setelah itu langsung pulang.. aku tidak ke mana pun, aku bersumpah " jawab von dengan ekspresi takut nya.


" hmmm.. gitu, yaudah tidak masalah, ayo kita masuk ibu baru saja membuatkan sup udang manis untukmu.. " ucap ibu sambil menarik tangan von ke dalam rumah.


beberapa waktu kemudian setelah von dan ibunya selesai makan.


" Jadi kamu sudah dapat teman? " tanya ibu.


" ya begitulah, walaupun agak aneh.. di hari pertama dia malah terlibat masalah dan aku harus membantunya.. "


" wahh.. seperti nya anak yang menarik, kalau ada kesempatan ibu ingin bertemu dengan nya "


" hmm... oh ya ibu ada yang ingin ku tanyakan padamu, kenapa kau mendaftarkan ku di sekolah vampire? "


" yahh.... bilangnya gimana yaa.. karena sekolah itu yang terbaik, ibu ingin anak ibu belajar sungguh sungguh, beberapa vampire tidak akan jadi masalah untuk mu kan? "


" ohh begituh.. lalu apa yang ibu perbuat kepada bu kepala sekolah bella? "


" hmmm.... ibu tidak melakukan apa pun padanya, ibu hanya bilang jika ia tidak menerima anak ibu maka ibu bakalan ngambek "


" ohh.. begitu.. " jawab von biasa.


" apa kau hanya dapat teman satu di hari pertama mu? "


" tidak, ada dua gadis yang memperkenalkan dirinya padaku "


" hehh... gitu yaa.. ibu jadi ingin bertemu teman teman mu.. " ucap si ibu dengan senyum jahatnya.


" aku ke kamar dulu ibu, aku lelah hari ini.. mau istirahat " ucap von sambil berjalan ke arah kamar.


" tidur yang nyenyak ya.. apa perlu ibu temani tidur? >_< " tanya si ibu dengan jahil.


" tidak, terima kasih "


"hahh...  sepertinya ia bersenang senang hari ini " ucap ibu von tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2