Aku Dan Kehidupan

Aku Dan Kehidupan
Chapter 1


__ADS_3

Kelas telah usai. Hari sudahlah senja. Diriku melangkahkan kaki menuju sebuah taman di dalam universitas. Angin sejuk yang menghempas kemejaku, suara kicauan burung yang mulai berterbangan untuk kembali menuju sarangnya, matahari yang tak lagi bersinar terang. Aku duduk di bangku tepat bersampingan dengan pohon sakura yang indah. Kelopak bunga berjatuhan secara perlahan.


"Hah, sungguh damai" Aku menghembuskan nafasku karena merasa lelah.


Menghadapi berbagai jenis manusia, masalah, konsentrasi belajar, tugas, organisasi, keuangan, dll. Manusia? makhluk yang penuh dosa, tak sedikit diantaranya yang menyukai bergosip, geng ini itu, berbohong, egois, dan tidak peduli. Mungkin diriku ini juga termasuk salah satunya. Sulit sekali mengendalikan semua itu.


Aku yang baru saja berusia 20 tahun mulai memikirkan banyak hal seperti menata rencana masa depan.


Laki-laki seperti apa yang aku inginkan untuk menikah? Sudah siapkah diri ini untuk berumah tangga? Bekerja siang dan malam, Mengatur perasaan dan sikap pada orang lain, dan lain sebagainya.


Aku sangat tidak menyukai seseorang yang bergosip, oleh karena itu aku cenderung untuk menjadi seorang yang pendiam dan mengalah untuk orang lain. Diri ini hanya lelah, malas menanggapi manusia yang seperti itu, takut terluka, dan masih banyak alasan lain untuk itu.


Apa manfaatnya bergosip? Apakah hanya untuk memuaskan diri sendiri diatas penderitaan orang lain?


Apa kita sudah tau pasti bagaimana perasaan seseorang yang kita gosipkan?


Apa hak kita untuk menggosipkan dirinya? Diriku selalu berfikir dan mempertanyakan hal tersebut. Aku dapat berfikir demikian karena pernah mengalaminya dan itu tidaklah mudah.


Aku selalu berdo'a agar selalu dalam perlindungan-Nya, memohon ampun atas segala dosa yang kuperbuat, dan diberikan petunjuk yang benar. Ku do'akan mereka juga yang masih suka bergosip agar segera mendapatkan kesadaran.


Selain itu aku memiliki keinginan untuk menikah muda dan segera hamil. Aku sangat menyukai anak kecil. ku ingin segera menyelesaikan kuliahku dan bekerja lalu memiliki keluarga yang harmonis.


Satu jam telah berlalu, aku beranjak bangun dan pulang menuju kosan. Ku sempatkan membeli makanan dan minuman untuk makan malam.


Malam pun tiba. Diriku yang telah usai membersihkan diri dan makan. Selanjutnya melakukan rileksasi atau memanjakan diri seperti membaca komik, menonton film, mendengarkan musik, membuka sosial media, dan lain sebagainya.


Aku memiliki seorang kakak tingkat bernama argo. Ia satu tahun lebih tua dari ku. Kami satu kampus namun berbeda jurusan. Aku dan kak argo sering kali mengobrol lewat whatsapp dan sesekali kami bertemu hanya untuk hal penting saja. Kak argo bagaikan kakak kandungku sendiri. Ia sangat baik dan humoris. Ia selalu membantuku menyelesaikan tugas kuliah kodingan. Aku sering kali belajar kodingan dari dirinya.


Setelah melakukan rileksasi aku segera mengerjakan tugas kuliahku hingga larut malam sehingga memaksaku untuk begadang dan sulit tidur ketika tidak ada tugas. Selesai mengerjakan tugas, aku membalas chat kak argo yang masuk.


"Gimana de udah bisa kodingannya?",


"Loh emang mantanmu berapa to dek? Wkwk" pesan yang kubaca dari kak argo selalu membuatku tertawa, namun terkadang juga membuatku kesal.


"Alhamdulillah udah ka",

__ADS_1


"Gantian kakak yang tebak coba berapa wkwk" balasku dengan sedikit usil.


Tidak lama kemudian kak argo membalas, "Kalau benar dikasih apa de?".


Setelah memikirkannya, akupun menjawab "Hm apa y? Ada deh pokokny" usilku.


............


Begitulah obrolan kami yang terus berlanjut hampir setiap hari dengan berbagai topik pembahsan yang berbeda. Hal tersebut bagiku dan kak argo hanyalah untuk bercanda dan rileksasi semata di tengah kesibukan kami masing-masing. Waktu sudah menunjukan pukul 12 malam, akupun segera beranjak tidur. Aku mendengar suara detak jam wekerku dan terlelap.


"Hm dimana ini?" Diriku seketika berada duduk di bangku taman. Terlihat tak jauh dari tempatku duduk yaitu sebuah gedung besar bergayakan klasik eropa bertuliskan 'Universitas Istimewa'. Aku melihat sekelilingku dengan kebingungan. Suasana yang ramai, pemandangan yang indah.


"Hah?! Apa yang terjadi dengan pakaianku?" Secara tiba-tiba aku mengenakan pakaian seragam yang sama dengan orang-orang sekitar.


"Tidak! Pasti ini mimpi" Aku mencubit pipiku dan merasakan sakit.


Selanjutnya aku berkaca pada sebuah cermin yang kebetulan ada dalam saku celanaku. "Wajah ini masihlah diriku. Apa yang sebenarnya terjadi?! Mungkinkah aku melintasi ruang dan waktu?" Wajahku panik dan terheran-heran seakan tidak percaya semua ini.


Terlihat beberapa anak menuju kearahku dan menyapa dengan ramah, "Hallo, apakah kau mahasiswa baru disini?".


"Iya, kamu siapa ya?" Tanyaku dengan sedikit waspada.


"Aku rezta. Salam kenal" balasku dengan tersenyum.


"Apa kau sudah mendapatkan misi?" Tanya yura.


"Misi ? Sepertinya belum hehe" Aku benar-benar tidak mengerti dunia ini. Kujawab dengan nada sedikit bingung.


"Baguslah, kau dapat bergabung bersama kami jika kau mau" fiona dengan semangat mengajakku untuk bergabung dengannya.


Akupun berfikir sejenak, mungkin sebaiknya aku bergabung dengan mereka. Aku tidak mengenal seorangpun di dunia ini. Mereka lah yang pertama kali kukenal. "Oke, jika kalian menawarkan" jawabku dengan tersenyum.


Fiona menjelaskan misi yang akan dilakukan oleh kami yaitu menjadi seorang detekti dan mata-mata untuk kasus teror internal universitas kami.


"Beberapa hari yang lalu pemilik universitas kami diserang oleh sekelompok orang berpakaian hitam. Kami secara diam-diam menyelidiki kasus tersebut dan membentuk sebuah tim. Kami bebas merekrut anggota tim kami. Bilh merupakan mahasiswa tercedas dalam satu angkatannya. Hazi memiliki kemampuan rekayasa teknologi dan alat sihir. Leo seseorang yang ahli dibidang bela diri. Kau tidak perlu khawatir. Kita akan bekerja sama dan saling menolong" Jelas fiona.

__ADS_1


Setelah mendengarnya, aku dapat membayangkan bagaimana kesulitan dan bahaya yang akan kami hadapi.


"Apa-apaan ini ?! Gila! Bagaimana aku bisa bergabung dengan mereka!" Gumamku tanpa suara dengan penyesalan keputusan yang telah kulakukan.


"Ayo aku antar ke asrama mu, setiap jam tangan mahasiswa terdapat maps untuk masing-masing mahasiswa yang telah ditentukan oleh sistem" saut yura menyudahi penjelasan fiona.


"Ah iya, jam tangan ini ya" jam tangan ini sungguh keren. Penggunaannya sama seperti smartphone layar sentuh namun, memiliki berbagai akses fitur aneh yang belum aku ketahui fungsinya.


Malampun tiba, aku bergeas tidur dengan alarm otomatis pada jam tangan yang telah diatur sistem penjadwalan mahasiswa.


Keesokan harinya aku menghadiri kelas jam pertamaku di pagi hari. Seorang dosen menyampaikan materi menggunakan bahasa inggris.


Kehidupan sebelumnya aku ingat, kemampuan bahasa inggrisku belum terlalu fasih dan kurang menghafal kosa kata bahasa inggris namun, di dunia ini aku memahami semua perkataan bahasa inggris bahkan seluruh buku pun menggunakan bahasa inggris.


Aku melihat keluar jendela untuk menghilangkan rasa bosan. Terdapat sekumpulan anak laki-laki bermain basket dan olahraga lainnya. Burung dan kupu-kupu berterbangan, bunga bermekaran, dan daun pepohonan yang terlihat segar. Lima menit kemudian, aku kembali memperhatikan mata kuliah yang sedang berlangsung.


Dua jam telah berlalu, "Ah akhirnya dapat istirahat satu jam sebelum kelas berikutnya" aku merenggangkan otot-ototku dan menggerakan badanku.


Keadaan tidak begitu ramai di luar mungkin karena sedang ada kelas lain. Aku memutuskan untuk berkeliling seorang diri melihat keadaan kampus.


Setelah melihat seluruh ruangan dalam kampus akupun keluar menuju halaman belakang kampus.


"Eh, apa itu?" Terlihat samar belahan diantara semak-semak yang kemudian kubuka dan terdapat barisan batu alam yang mengarah pada suatu tempat. Barisan batu alam tersebut memancarkan cahaya dan menuju jauh kedalam belahan hutan belantara.


Aku pun menelusuri selangkah demi selangkah menginjak barisan batu alam tersebut. Suasana atmosfer perlahan semakin redup. Terdapat berbagai macam hewan liar ditengah hutan belantara yang kulewati. Aku pun mempercepat langkahku. Terlihat cahaya pada ujung jalan yang kutelusuri. Setelah mencapai cahaya tersebut, mataku terbelalak lebar melihat sebuah bangunan kuno kerajaan yang sebagian telah runtuh.


"Apa ini? Haruskah aku masuk seorang diri? Aku belum mengetahui kemampuanku apa? Hm apakah jika aku mati disini akankah aku kembali pada dunia ku sebelumnya?" Aku berfikir sejenak untuk melangkah masuk kedalam bangunan tua tersebut.


Akhirnya ku putuskan untuk melangkah masuk. Kubuka pintu depan bangunan tua. Terlihat kosong tak berpenghuni. Terdapat banyak sarang laba-laba dan berdebu. Bangunan dengat tiang-tiang yang menjulang tinggi dan megah. Terdapat ukiran pada dinding dan tiang tersebut. Atap bangunan tersebut telah runtuh sebagian. Barang-barang yabg telah hancur karena reruntuhan dan terdapat tangga menuju lantai dua. Banyak sekali persimpangan seperti blok labirin yang menjadi desain setiap ruangan bangunan tersebut. Lantai dua terlihat usang namun setelah aku telusuri sedikit lebih dalam aku menemulan sebuah bekas ranjang yang telah tua namun terbuat dari batu yang datar dan mulus.


Tanpa sadar aku melupakan waktu istirahatku yang kini tersisa 10 menit. " Apa?! 10 menit lagi ! Tidak. Aku harus segera kembali" Ucapku dengan panik.


Aku pun berlari dengan tergesa-gesa. Diriku segera keluar dari dalam bangunan tua dan merasakan hawa seperti ada seseorang yang sedang mengamatiku. Aku pun mempercepat lariku melewati barisan batu alam dan hutan belantara.


Akhirnya aku berhasil keluar melalui semak-semak. Aku berlari menuju kelas dengan sesekali menengok kebelakang untuk memastikan apakah ada seseorang yang mengejarku.

__ADS_1


"Bruuk !!" Diriku tanpa sengaja menabrak seseorang.


- To be continue-


__ADS_2