Aku Dan Kehidupan

Aku Dan Kehidupan
Chapter 5


__ADS_3

Tepat setelah pembicaraan kami kemarin di perpustakaan, hari ini adalah hari minggu. kami telah merencanakan untuk keluar menyelidiki berita yang beredar dimasyarakat. Sementara Fiona memiliki urusan dengan penelitian dosen dan Yura menjadi panitia acara yang diadakan salah satu ekstrakulikuler universitas.


Setibanya di luar, kami mulai berpencar untuk menelusuri kasus yang terjadi. Hazi ke barat, Bilh ke timur, Leo ke selatan dan Aku ke utara. Pedesaan ini dikelilingi oleh pegunungan yang luas.


Beruntung beberapa hari ini dosenku mengajarkan praktek fitur terbaru. Mahasiswa dan mahasiswi di Universitas Istimewa wajib mempelajari ninja. Kemampuan ninjaku sudah sedikit meningkat dibanding sebelumnya.


Setiap jurusan di universitas istimewa memiliki fitur unik dan fitur global. Fitur global terdapat di semua jurusan. Sedangkan fitur unik hanya dimiliki masing-masing fakultas dengan keunikannya tersendiri.


Aku berjalan menelusuri pusat perbelanjaan utara. Suasana yang ramai. Warga sekitar tengah berbelanja kebutuhan. Sejauh ini masih aman, tidak ada yang mencurigakan. Aku melanjutkan perjalanan menuju pemukiman utara. Udara yang sejuk, bunga sakura bermekaran. Sungguh damai. Aku mengamati pemukiman sekitar satu jam.


"Hm sia-sia saja jika aku hanya diam mengamati di sini. Semua terlihat normal dan damai" Gumamku. Aku memutuskan untuk berjalan menuju tempat yang sepi dan berlatih ninja menggunakan fitur pedang.


Sebelum latihan di mulai aku mengikat rambut panjangku yang tergerai sepinggang berwarna ungu muda. Kemudian aku mulai berlatih.

__ADS_1


Selama ini aku dapat mengejar ketertinggalanku dengan berlatih maksimal beberapa hari.


Ketika kami berduel antar mahasiswi aku selalu memenangkan pertandingan duel tersebut.


Sekitar dua jam aku berlatih ninja fitur pedang, selanjutnya aku berlatih ninja fitur memanah. Aku tidak bisa berhenti begitu saja mengingat bahaya yang mungkin terjadi. Seketika aku teringat naga yang kulihat sebulan yang lalu bersama zein.


"Mungkinkah naga itu terlibat? Ah sudahlah sekarang aku harus fokus latihan" Batinku.


Aku mulai memfokuskan pandanganku memanah seekor burung berjarak 300 meter dari tempatku berdiri. Ku tarik busur panah lurus mengarah tepat pada bidikanku.


"Yes!! tepat sasaran" Aku tersenyum dan segera mengeceknya. Seekor burung berhasil ku dapatkan. Aku sengaja hanya melesatkan sedikit pada sayapnya. Aku pun segera mengobati sayap burung tersebut.


"Maaf ya burung. Setelah memakai ini satu jam kemudian luka di sayapmu akan sembuh dan kau dapat terbang kembali" Aku mengoleskan salep mujarab yang profesor berikan padaku ketika aku terluka saat latihan memanah pertama kali. Aku mengoleskannya dengan hati-hati dan tersenyum lembut pada burung tersebut.

__ADS_1


"Hmmm..." Seseorang tersenyum lembut dengan mengintipku dari atas pohon. Kemudian ia melarikan diri dan bersembunyi


"Siapa disana?!" Aku menengok ke samping kananku tetapi tidak ada seorang pun disana.


"Hm mungkin hanya perasaanku saja. Sebaiknya aku istirahat dulu dengan membeli beberapa makanan dan minuman di pusat perbelanjaan" Aku menyudahi latihan ku dan mengembalikan pedang dan panah ke dalam virtual penyimpanan dalam jam tangan.


Aku berjalan menuju pusat perbelanjaan dan membeli nasi sup daging dan sebotol air mineral pada salah satu kedai. Aku melahapnya dengan perlahan. Aku mendengar beberapa orang sedang berbicara.


"Apa kau tau? Ini tepat sudah sebulan semenjak hilangnya Putri anak pemilik kedai ini" ucap salah seorang pemuda.


"Iya kasihan sekali ia mana lagi hamil muda ya" lanjut salah seorang pemuda.


"Apa?! Jadi sudah sebulan yang lalu menghilangnya putri. Tetapi Bilh baru mendengar desas-desus ini beberapa hari lalu. Kalau gitu berarti malam ini akan ada gadis hamil yang menghilang lagi? " Aku berfikir sejenak mengingat cerita yang kemarin di sampaikan Bilh.

__ADS_1


-To be continue-


__ADS_2