
"Aku Rezta, salam kenal zein" Balasku dengan tersenyum ramah.
Zein masih saja terdiam. Sungguh laki-laki yang dingin.
Kami mengobrol cukup lama dengan bersandar pada pagar teras perpustakaan. Ketika aku membahas mengenai jalan rahasia, zein tampak terkejut dan memegang pergelangan tanganku.
"Apa maksudmu?" Tanya Zein dengan wajah terkejut dan terlihat serius.
"Jadi Kamu belum tau tentang jalan rahasia itu? Pantesan. Hm ya seperti yang aku bilang tadi, jadi jalan rahasia itu ada di halaman universitas. kalau kamu masuk ke dalamnya ada hutan belantara dan hewan liar. Jalan itu menuju ke bangunan tua yang sebagian udah runtuh" Jelasku.
"Antar Aku ke sana sekarang!" Zein memintaku untuk menunjukan jalan rahasia itu dan menuju bangunan tua.
"Apa?! Sekarang? Tapi sekarang udah mulai gelap" jawabku.
Zein masih menunjukan tampang serius seakan berbicara bahwa ia tak akan menyerah pada perkataannya. Setelah mempertimbangkannya aku memutuskan untuk menurutinya.
'Seharusnya tidak apa-apa kan jika kesana malam hari?' Batinku.
Aku memimpin jalan menunjukan pada zein jalan rahasia itu dan menuju bangunan tua. Kami melewati hutan belantara yang mulai sangat gelap sehingga kami menggunakan senter virtual dari jam tangan kami. Aku mulai sedikit takut saat berada di pertengahan jalan hutan belantara. Sesekali menengok ke belakang memastikan Zein tetap bersamaku.
__ADS_1
"Apa kau takut?" Tanya Zein datar. Ia kemudian melangkah tepat di sampingku dan begitu dekat.Aku merasa cukup gugup berjalan dampingan dengan zein. Cukup senang dan sedikit malu. Kami pun berjalan bersama melewati hutan belantara tersebut.
Akhirnya kami tiba di depan bangunan tua tersebut. Kini matahari telah terbenam. Bangunan tua itu tampak lebih menyeramkan pada malam hari. Aku memercayai adanya makhuk ghaib di dunia. Hewan malam pun mulai bersuara bersautan dan kelelawar berterbangan keluar dari sarangnya.
Zein melangkahkan kaki terlebih dahulu memasuki bangunan tua tersebut. Diriku mengikutinya dari belakang dengan hati-hati.
Suasana begitu sunyi dan rasanya seperti memasuki rumah hantu. Hawa terasa dingin.
Seketika aku merasa seperti ada yang melintas di belakangku. Aku pun menoleh untuk memastikan tetapi tidak ada seorang pun.
Zein berjalan menuju lantai dua, aku pun segera menyusulnya. Sesampainya di lantai dua, zein menulusuri ruangan seperti lorong labirin tersebut.
Aku merasa ada yang melintas lagi di belakangku dan merasa ada yang sedang mendekat ke arahku. Jantungku berdegup semakin cepat. Aku merasakan seluruh badanku membeku.
Zein menengok ke belakang dan melihat diriku yang ketakutan dan memegang kemejanya. "Ada apa ?" Tanya Zein.
Barulah aku sadar ternyata aku memegang kemeja Zein. "Aah maaf, aku tidak sengaja. tidak ada apa-apa" Aku segera melepaskan tanganku yang memegang kemeja Zein. Aku merasa malu ketika menyadarinya.
Kami melanjutkan perjalanan menelusuri ruangan yang gelap. Aku berjalan lebih dekat dengan zein. Seketika zein memberhentikan langkahnya.
"Aduh!" Aku menabrak punggung datar Zein yang tegap berdiri di depanku. Zein pun kembali menoleh ke belakang. Aku segera mengalihkan pandanganku dan melihat ke depan. 'Apa yang membuat langkah Zein terhenti?' batinku.
__ADS_1
"Ituu..." Ucapku dengan wajah terkejut.
"Ssstttt..." Zein dengan cepat menutup mulutku dengan salah satu tangannya.
Tak dapat ku percaya, Aku melihat seekor naga hitam yang sedang tertidur. Kami bersembunyi di balik dinding dan berhati-hati.
"Sekarang gimana ?" Bisikku pada Zein.
"kau tenanglah, sekarang kita terpaksa kembali ke universitas. Kita tak bisa mengalahkannya jika hanya berdua" jawab zein pelan.
Kami berjalan mundur secara perlahan. Berusaha tidak menimbulkan suara apapun. "Aktivkan mode tidak terlihat pada fitur jam tanganmu" perintah Zein.
Aku memperhatikan cara zein mengaktivkan fitur itu dan mengikutinya.
Kini kami tak terlihat sedikitpun. Hanya orang yang memakai jam tangan universitas kami yang dapat melihat keberadaan kami.
"Goaarrr!!" Sang naga tiba-tiba terbangun.
Kami memberhentikan langkah kaki sejenak agar tak terdengar oleh naga.
-To be Continue-
__ADS_1
*Nb : Aslinya warna rambut Rezta ungu muda ya**a* 😌