
Beruntung aku sudah berlatih tadi dan mempersiapkan diri untuk melawan penjahat yang akan datang.
Saat di pemukiman tadi aku melihat beberapa gadis. Entah sedang hamil muda atau tidak. Aku belum dapat memastikan karena ukuran perut yang masih terlihat normal.
Aku mempercepat makan ku dan segera menuju pemukiman untuk mengecek kembali apakah ada gadis dan wanita yang sudah berumur sedang hamil.
Sangat sulit menemukannya karena hari sudah mulai siang. pemukiman mulai sepi, ibu dan anak-anak mereka memilih menetap di dalam rumah karena panas.
Aku pun memutuskan untuk beristirahat tidur sejenak agar dapat terjaga saat malam hari. Aku tertidur di bawah pohon sakura dengan fitur menghilang dan perlindungan diri.
Hari mulai senja, aku terbangun dari tidurku dan mematikan fitur menghilang serta perlindungan diri. Menggunakan fitur haruslah hemat karena terdapat batasan waktu pemakaian. Aku tertidur selama tiga jam. Fitur menghilang memiliki batasan waktu pakai delapan jam, fitur perlindungan diri memiliki batasan waktu pakai enam jam. Jika ingin mengisi ulang penuh jam tangan haruslah di cas pada sumber listrik di lab universitas selama tiga jam. sumber listrik itu memiliki tegangan yang sangat besar dan unik maka cukup hanya tiga jam maka semua fitur di jam tangan dapat terisi penuh waktu pemakaiannya.
__ADS_1
Malampun tiba, aku mulai melakukan pengawasan dari atas pohon di tengah pemukiman. Aku menunggu hingga larut malam. Leo mengirimiku panggilan video virtual pada jam tangan. Aku pung mengeceknya. Tampilah wajah virtual tiga dimensi Leo dan mulai berbicara.
"Rezta gimana keadaanmu ?" tanya Leo dengan wajah datar.
"Ya untuk sekarang aku baik-baik aja. Tapi mungkin beberapa jam kemudian aku tidak tau baik-baik aj atau enggak" jawabku sambil tersenyum.
"Apa maksudmu?" Leo mulai curiga.
"Ah, tidak apa-apa. Aku hanya menemukan berita terbaru bahwa ternyata gadis yang hilang itu ada di tempat pusat perbelanjaan utara dan ia telah menghilang sebulan yang lalu" Aku menjelaskan pada Leo berita yang kudengar saat aku sedang makan siang.
"Eh, ti.... hah, dasar Leo. Selalu saja bertindak semaunya. Meski ia lebih pendiam dan terlihat dingin tapi ia cukup perhatian pada yang lain" Aku menghela nafas dan tersenyum.
__ADS_1
Waktu menunjukan tengah malam. Suasana pemukiman sudah sunyi dan gelap. Aku merasakan hawa dingin mulai menyerang. Aku segera mempersiapkan diri. Terlihat bayangan hitam besar dilangit dari arah jam 12.
"Apa itu? " Aku segera mengaktivkan fitur menghilang dan mengamati bayangan tersebut. Bayangan itu semakin mendekat ke arah pemukiman utara. "Hah?! dia menuju kemari ?" Aku segera mengaktivkan fitur pedang dan bersiap menyerang sebelum ia memakan korban.
Bayangan itu semakin dekat dan terlihat jelas. Betapa terkejutnya aku setelah mengetahui bayangan hitam besar dilangit itu adalah naga hitam yang kulihat dalam bangunan tua itu.
Leo belum juga sampai ditempatku. Aku terpaksa melawan naga hitam itu seorang diri. Aku melompat terbang kearah naga hitam itu, menggiring nya keluar pemukiman.
"GOAARR!!!" Ia mengeluarkan api hitam dari mulutnya. Aku menghindarinya dengan bersembunyi dibalik pohon. Naga itu tidak dapat melihatku tetapi ia dapat merasakan kehadiranku.
Naga itu menggerakan ekornya yang besar untuk menghancurkan pepohonan. Aku mulai melompat antar pohon dan ku serang sisi atas naga itu dengan pedangku.
__ADS_1
"Apa?! Tidak mempan?" Kulit naga itu sangat keras dan tebal.
-To be Continue-