Aku Harus Menjadi Abadi

Aku Harus Menjadi Abadi
Bab 1: Sarjana Xian Ji


__ADS_3

Kekaisaran Yuan,sebuah kekaisaran yang terletak di Benua Ci'Xuan.Benua Ci'Xuan merupakan benua yang besar,begitu juga dengan kekaisarannya.Kekaisaran Yuan juga memerintah Kota-Kota kecil maupun besar di benua itu.Rakyat dari benua Ci'Xuan sangat mengagumi Kaisar Yuan.Tidak hanya membawa kekaguman,Kaisar Yuan uga membawa pesona yang sangat hebat untuk rakyatnya.


Karena Kaisar Yuan serta orang-orang penting di kekaisaran lah yang membuatnya menjadi makmur.Ada beberapa Kota yang terurus maupun tidak,kota-kota yang terurus biasanya berisi pejabat serta pemerintah yang baik hati dan tidak pernah korupsi,tidak seperti kota-kota kecil,banyak sekali pejabat maupun pemerintah yang korupsi. Di kota kecil, banyak sekali orang yang mati karena kelaparan dan kehausan, itu di akibatkan banyak sekali pejabat yang hidupnya hanya ingin kaya dan tidak ingin mengurus kotanya.


Setiap tahun,bulannya.Pejabat dan/atau pemerintah kota tingkat 2 akan dipenjara maupun dieksekusi,dan digantikan oleh orang yang baru.Dan kali ini,seorang sarjana yang tampan dan menawan, mencoba untuk menjadi pejabat kekaisaran.Semua orang yang berada di sana melihatnya,dia mengenakan jubah sarjana biru, tampak ketenangan di wajahnya dan tidak ada rasa takut yang menyelimutinya.


Waktu berlalu,ujian pun dimulai. Dia mengerjakan semuanya dengan sangat tenang dan tidak ada kesuraman di wajahnya. Itu seperti dia sudah tau soal-soal yang ada di dalamnya.


Waktu berlalu, akhirnya ujian selesai. Hanya tinggal menunggu nilainya.


"Jika aku menjadi penjabat,hidupku pasti akan berubah. Namun menjadi pejabat kekaisaran itu sangat sulit, walaupun begitu,jika saya lulus,saya pasti akan merubah kota-kota kecil di luar sana yang tak terurus!" katanya sambil tersenyum.


Nilai ujian pun di bagikan,dia pun mengambil kertas ujian itu dan melihat nilainya.Dia pun terdiam sesaat, nampak keputusasaan di wajahnya, semua orang berpikir dia adalah orang yang lulus, namun nyatanya tidak.


Dia pun pergi,badannya menjadi lemas dan matanya suram.Kemudian berpindah ke sebuah Gunung yang bernama Gunung Yuanjie.


Gunung yang terletak di provinsi Zhuan.Gunung itu cukup besar,terlihat sarjana yang baru saja ditolak memegang sebuah botol labu.


"Hah... Hidupku sudah berakhir..." dia menghela nafas. Sarjana itu bernama Xian Ji, seorang sarjana tingkat tinggi,dia berasal dari kabupaten Yangjie.Dia menatap botol labu itu,wajahnya nampak suram,dia lalu kembali menghela nafas.


Dia sebenarnya adalah sarjana yang cukup populer di sarjana-sarjana muda lainnya,hanya saja ia bingung,kenapa bisa-bisanya dia mendapat nilai rendah padahal semua jawabannya sesuai dengan dugannya.


"Bukankah aku harusnya mendapatkan nilai yang tertinggi di ujian itu? Kenapa bisa aku mendapat nilai rendah?" dia bergumam, kemudian kembali menatap botol labu itu.Nampak kesuraman di matanya,dan keriput di hidungnya.

__ADS_1


"Mimpiku adalah menjadi pejabat kekaisaran dan hidup dengan kaya,dan hari ini mimpiku itu telah dilenyapkan olehnya.Padahal aku sudah membaca buku-buku yang di tulis oleh orang bijak,mungkin ini bukan jalan yang harus ku tempuh" katanya sambil tertawa getir.


"Haih... Aku hanya mempunyai beberapa perak,sekitar 10 sampai 15 perak,jika aku ingin membeli makanan,aku harus mengeluarkan 2 perak.Walaupun itu murah,namun untuk bisa bertahan hidup aku pasti perlu lebih banyak perak..." katanya sambil mengernyit.Karena orang tuanya telah menghilang selama bertahun-tahun,dan tidak pernah meninggalkan hal,seperti aset.Hidup Xian Ji menjadi semakin keras.


Dia takut bahwa dia tidak akan bisa hidup lama,dia kemudian berpikir.


Apakah aku akan mati muda? Atau aku akan beruntung mendapat perak dan emas secara tiba-tiba? Atau mungkin aku di beri kesempatan oleh dewa untuk memulai darin awal?


Pertanyaan-pertanyaan itu terus menerus terulang di kepalanya.Namun tidak ada jawaban yang terpikirkan olehnya.Dia kemudian menjadi semakin takut bahwa hidupnya tidak akan lama. Dia menggenggam botol labunya, dan menggertakan gigi.Dia kemudian menatap langit,biru dan besar.Itu sangat besar sampai-sampai ti— dak bisa melihat ujungnya.Sama seperti Xian Ji yang tidak bisa melihat mimpinya.


Setelah beberapa saat,dia menggelengkan kepalanya dan mengeluarkan secarik kertas dari jubahnya.Dia kemudian menulis sesuatu,setelah itu membacanya dengan cermat.Menaruhnya di dalam botol labu,dan melemparkan labu itu kebawah gunung.


Di bawah gunung ada sebuah sungai yang besar yang tidak pernah membeku selama musim dingin,dan dikata- kan mengalir sampai ke ujung dunia.


Xian Ji berdiri di atas gunung,menyaksikan botol labu semakin jauh menyusuri sungai.Dia menatap tanpa berkedip.Untuk sesaat,dia seperti melihat ibu serta ayahnya,dan kebahagiaan masa kecilnya.Labu membawa mimpinya,keinginannya,dan harapannya untuk masa depan.Mungkin suatu hari nanti orang akan mengambil— nya,membukanya,dan membaca catatan itu.


Dia mengangkat kepalanya,tatapan keras kepala dimatanya semakin dalam.Dia memutuskan untuk turun gunung.


Tepat pada saat itu, dia mendengar sesuatu dari bawah gunung.


"Turun... Turunlah..."


Suara itu seperti memanggilnya untuk turun gunung.Dia kemudian berhenti sejenak,dan berkonsentrasi,suara dari suara yang memintanya untuk turun semakin kuat.

__ADS_1


"Turunlah..."


Xuan Ji dengan cepat berlari ke arah suara itu,namun dia tidak dapat menemukan apapun.Dia kemudian menjadi takut bahwa ada hantu yang membisikannya,Xuan Ji kemudian bergegas untuk turun gunung.Menuruni anak tangga yang sangat panjang.


Sesampainya di bawah gunung,dia melihat ada seseorang yang terbang dengan pedang di atasnya.Xuan Ji yang melihatnya kemudian terdiam sesaat.


"Apakah itu... Immortal?" katanya sambil tercengang.


Immortal itu kemudian terbang ke arahnya.Xuan Ji yang melihatnya kemudian panik,dia kemudian berlari sekencang-kencangnya.Dia tidak melihat kebelakangnya sekalipun,dia hanya fokus berlari dan mencari jalan untuk kabur.Immortal itu terus mengejarnya,Xian Ji mulai merasa lelah karena terus berlari.


Waktu berlalu,Xian Ji yang kelelahan kemudian berhenti dan memasang sebuah ancang-ancang.Immortal itu kemudian berhenti tepat di depan Xian Ji,dan memegang pedangnya di belakang punggungnya.


"Apa yang kau inginkan?" kata Xian Ji sambil memasang kuda-kuda.Xian Ji kemudian menarik napas dalam-dalam dan menghela nafas.


'Hmm...? Kuda-kudanya sempurna...' pikir immortal itu.


"Apakah kau pernah berlatih bela diri sebelumnya?" kata immortal itu sambil melihatnya.


"Itu bukan urusanmu,immortal sialan" kata Xian Ji sambil mengejeknya.


Immortal misterius itu kemudian marah,namun untungnya dia menahan amarahnya.Jika tidak, mungkin Xian Ji akan mati pada sat itu juga.


Alasan sebenarnya Xuan Ji berlari ketakutan adalah karena sebelumnya ada sebuah insiden yang menakutkan.Insiden itu adalah sebuah insiden pembantaian dari immortal.Maka dari itu Xian Ji menjadi waspada terhadap Immortal.

__ADS_1


"Hahh... Mau bagaimana lagi, sepertinya aku harus melakukan kekerasan lagi" kata immortal itu sambil menghela nafas.


Dengan cepat,immortal itu memblokir seluruh meridiannya dan membuatnya kesakitan.Xian Ji kemudian berteriak,setelah itu dia terjatuh dan kesadarannya perlahan menghilang.


__ADS_2